Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
133.Akhirnya...


__ADS_3

Malam ini misi penyelamatan Anayra dan penyergapan di rumah Franstian dilakukan Khaffa,Daniel serta anak buah Khaffa.


Sudah tahu Anayra ada di paviliun milik Franstian,Khaffa dan Daniel bergerak cepat menuju ke sana.Menyusul anak buahnya yang sudah bersiaga di sekitar rumah Franstian.


Diperjalanan tadi menuju ke rumah Franstian,Khaffa mengirim rekaman video yang didapat dari Drone dan ponsel Arya,sebagai barang bukti untuk memenjarakan Franstian dan Sera Novi.Tak lain eksekutor atau dalang dibalik penculikan Anayra,pada salah satu petugas polisi yang dikenal Khaffa.


Anak buah Khaffa sudah dipersenjatai dengan revolver jenis C*lt M 1911A1,yang sudah memiliki ijin kepemilikan,tentunya.Namun senjata itu tak sembarang digunakan.Hanya untuk kepentingan darurat dan untuk memprovokasi lawan atau musuh saja.Kecuali jika terpaksa dan terdesak keadaan.


Khaffa,Daniel serta anak buah Khaffa,mengawasi sekeliling rumah Franstian dibalik rerimbunan semak belukar.Itu menguntungkan mereka,karena ada tempat bersembunyi untuk memantau situasi.


Rumah Franstian dan paviliun nya dijaga ketat oleh 3 orang yang berbadan tinggi besar dimasing-masing tempat.Sedang yang lainnya ada di markas.


"Siapkan senjata kalian.Tapi jangan asal tembak!.".Khaffa memberi instruksi pada Arya dan kawan-kawan.


Pantrangan untuk menembak mati lawan bagi Khaffa,sebab bisa menggiringnya ke penjara.Terkecuali untuk membela diri,dan jika musuh akan melenyapkan nyawa mereka.


"Ardi,Verry Kalian berjaga di sisi kanan.Arya,Budi kalian di sisi kiri.Sisanya,serang markas anak buah Franstian.".


"Baik.Ayo bergerak!.".Arya dan lainnya menuju ke titik berbeda,sesuai petunjuk Khaffa.


Tersisa kini Khaffa dan Daniel disemak belukar itu.Mata mereka fokus pada target.


"Kapan polisi tiba di sini?.".Tanya Daniel.


"On the way.".Jawab Khaffa.


Khaffa sangat memperhitungkan semuanya dengan baik.Sebelum menemui Franstian direstoran,Khaffa melaporkan penculikan Anayra yang dilakukan Franstian dan Sera Novi pada polisi.


Pihak berwajib sempat marah sebab baru melaporkan hal tersebut.Namun penjelasan Khaffa dimengerti mereka.Khaffa pun meminta polisi untuk bekerja sama dengan nya.Khaffa menjelaskan rencana yang disusun bersama anak buahnya.Pihak kepolisian memberi Khaffa kesempatan untuk ikut menyerang sarang musuh,lebih dulu selagi tim kepolisian bersiap-siap.


"Abang,ayo ke sana.".Khaffa menunjuk ke garasi mobil,didekat paviliun.


"Rencana berubah?.".Daniel bingung,Khaffa merubah rencana yang sudah di susun.


Rencana A.Tadinya Khaffa ingin membekuk Franstian dan Sera Novi terlebih dahulu,sebagai eksekutor.Jika Raja dan Ratu sudah bisa dilumpuhkan,maka dengan mudah anak buah Franstian akan menyerah,dan menyerahkan diri tanpa melakukan perlawanan.Namun rencana berubah ke rencana B.Menyelamatkan Anayra dulu,baru meringkus Franstian dan Sera Novi.


"Aku ingin memastikan Anayra selamat dulu.".Adanya Anayra disisinya,Khaffa akan lebih tenang.


"Baik.Aku mengerti.Lakukan sekarang!.".Daniel memberi kode.


Khaffa dan Daniel mengendap-endap menuju garasi mobil Franstian.Saat situasi dan kondisi sekitar aman,bersembunyi dibalik mobil.


Sengaja Khaffa tak langsung menyergap para musuh,agar tidak menimbulkan kegaduhan.Nantinya bisa membahayakan keselamatan Anayra.


Anak buah Franstian sedang sibuk berbincang sehingga tak menyadari kehadiran mereka.Suasana malam yang remang-remang dan minim cahaya,membuat Daniel dan Khaffa bebas bergerak.


Krekkk.


Karena terlalu fokus pada misi,Daniel tidak melihat sekitar,sampai tak sadar jika menginjak ranting pohon.Sehingga menimbulkan suara yang cukup menarik perhatian anak buah Franstian.


"Astaga...".Khaffa jadi kesal,dan melototi Daniel.


"Upsss,sorry!.Heee...".Daniel malah cengar-cengir,tidak tahu Khaffa sedang gugup sekarang.


"Diam,dan jangan bergerak.".Bisik Khaffa.


Suara terinjak nya ranting pohon itu terdengar jelas oleh anak buah Franstian.


"Kau,cepat ke sana!.".


Sadar ada sesuatu yang janggal di dekat mobil,salah satu dari ketiga nya memerintahkan untuk memeriksa.


"Ok!.".


Salah satu anak buah Franstian berjalan pelan-pelan menuju garasi,dan memeriksa keadaan disekelilingnya.


Khaffa dan Daniel perlahan berjalan mundur kebelakang,saat melihat sesosok bayangan pria yang datang menghampiri mobil.


Srakkk.


Tak diduga Daniel melemparkan batu ke arah rerimbunan semak belukar untuk mengalihkan perhatian anak buah Franstian.Alhasil ide nya berhasil,dan anak buah Franstian berjalan menuju rerimbunan itu.


"Selamatkan Anayra,kemudian lumpuhkan musuh.".Daniel mencetuskan ide bagus.


"Aku tau.Itu ide ku.Kau lupa?.".Khaffa dibuat kesal oleh Daniel.


Baru tadi dibahas,Daniel sudah lupa.Sepupu nya ini memang benar-benar payah.


"Sorry bung.".Daniel senyum-senyum,malu sendiri.


"Kau yakin,tidak mau menggunakan senjata?.".Khaffa ingin memastikan.


Karena Daniel ikut andil bagian di aksi yang berbahaya ini,dengan tangan kosong.Tak membawa senjata apapun,selain ilmu bela dirinya.


"Tendangan memutar ku lebih ampuh.Dan pukulan maut ku,mematikan.".Daniel menepuk dada,menyombongkan diri.


Ilmu bela diri Taekwondo nya tak usah diragukan lagi.Daniel sudah siapkan fisik dan mental untuk misi berbahaya ini.


Beginilah sifat sang ksatria berjaket kulit hitam ini,Khaffa sudah memaklumi Daniel.Sebenarnya Khaffa malas menanggapi Daniel yang menyombongkan diri.Namun demi menjaga semangat Daniel agar tak surut,Khaffa harus menyenangkan hati Daniel.


"Aku percaya.Abang petarung sejati yang tangguh.".Menepuk bahu Daniel dengan bangga.


"Musyrik,jika kau percaya pada ku.".Kelakar Daniel.

__ADS_1


What the...Ahhh,apa yang dipikirkan sepupunya ini,masih saja sempat-sempatnya bercanda.Tidak melihat situasi dan kondisi sekarang sampai membuat Khaffa jengkel.


"Ayolah.Jangan membuang waktu lagi!.".Keluh Khaffa,kesal.


"Oke,maaf!.".Daniel menyunggingkan senyum kaku.


Saat keadaan sudah aman kembali,Daniel dan Khaffa mencoba masuk ke Paviliun untuk menyelamatkan Anayra,melalui pintu yang ada di garasi mobil,namun pintunya terkunci.Khaffa dan Daniel menjadi bingung.


"Bagaimana sekarang?.".Daniel tak tahu harus berbuat apa.


Belum sempat Khaffa bicara,tiga orang pria dibelakang mereka menodongkan pistol di kepala saat aksi mereka ketahuan.Ketiga pria itu sudah siap menembus tempurung kepala Khaffa dan Daniel dengan peluru Air Gun berkaliber 4,5 milimiter.


"Jangan bergerak!.Angkat tangan kalian!.".Suara pria 1.


"Siapa kalian?.".Suara pria 2.


"Berbalik perlahan,dan...".


Belum selesai pria 3 bicara,Daniel menghantam tubuh pria itu dengan jurus andalan ilmu bela dirinya yang sudah lama tidak dipraktekkan.


"Hyaaa...Dollyo chagi.".


Bugggh.


"Akhhh.".


"Momtong jireugi.".


Dashhh.


"Euhhh...".


"Chi jireugi.".


Bukkk.


"Aaaaa...".


Bruggg.


Satu persatu ketiga musuh dilumpuhkan Daniel,bak seorang Ksatrian.Tak memberi musuh kesempatan untuk menarik pelatuk senjatanya.


Ketiga pria di garasi,berhasil dirubuhkan dengan satu tendangan melingkar ke depan,pukulan dari bawah ke atas tangan kekar Daniel,pukulan ke ulu hati,hingga jatuh pingsan dan terkapar di lantai.


Bangga sudah merubuhkan tiga pria kekar,Daniel menepuk-nepuk tangan,berlagak seperti jagoan."Kau lihat,kan?.Itu belum seberapa.".


Inilah jati dirinya,Daniel menunjuk pria-pria yang menjadi korban uji coba kehebatannya.


Hampir saja Khaffa tak percaya,karena belum pernah melihat langsung kemampuan Daniel.Sekarang sudah terbukti jika Daniel benar-benar hebat,Khaffa cukup terpukau,kagum dan mengakui kehebatan Daniel.


Ketiga tangan pria tak berdaya itu,diringkus bersamaan dalam posisi duduk dan saling membelakangi,menggunakan tali tambang oleh Daniel.Situasi sudah aman,Khaffa dan Daniel mendobrak pintu ke paviliun.


Brakkk...Brakkk...Brakkk.


Sekerasnya Khaffa menendang pintu paviliun hingga terbuka lebar,dengan tiga kali tendangan gaya bebas.Memastikan didalam aman,Khaffa masuk lalu mencari Anayra dikamar paviliun.


Kegaduhan yang terjadi diluar membuat Anayra ketakutan.Apalagi saat suara pintu dibuka paksa,Anayra duduk meringkuk disudut tempat tidur,dengan posisi wajah ditekuk dan berurai air mata.


Brakkk.


Inilah akhir dari masa pencarian Khaffa selama sepekan ini.Melihat wajah gadis yang dicarinya selama ini,dan dicintainya ada didalam kamar,Khaffa sangat bahagia.


"Honeeey.".


Terdengar suara seorang pria yang sangat dikenal nya memanggil,Anayra mendongak dan menatap pria itu.


"Sayang.Kau disini?.".Betapa bahagianya Anayra melihat Khaffa datang menolongnya.


Anayra turun dari tempat tidur lalu berhambur memeluk Khaffa yang sudah berdiri merentangkan tangan.


Khaffa dan Anayra saling meluapakan rasa bahagia nya.Saling berpelukan dengan berderai air mata.


"Syukurlah,kau baik-baik saja.Kamu aman sekarang.Ayo,kita pulang!.".Sebelum pergi,kening dan bibir Anayra dikecup Khaffa sekilas.


Rindu yang terpendam,dan menyiksa hati masing-masing telah terobati.Cinta,sayang dan bahagia,berbaur menjadi satu.Ini pertemuan pertama mereka,setelah hampir dua pekan tak bertemu.


Melihat momen yang mengharukan,Daniel ikut meneteskan air mata."Cukup.Lanjutkan drama kalian di rumah.Ingat!,dimana sekarang.Kalian membuat ku iri saja.".Daniel merutuk.


Benar juga,Khaffa dan Anayra terlalu bahagia sampai melupakan keadaan sekitar.


"Ayo honey!.Kau kuat untuk berjalan?.".


Keadaan Anayra sekarang sangat menyedihkan,dan mengkhawatirkan Khaffa.


Dikurung selama lebih dari sepekan,cukup menyiksa fisik dan mental Anayra.Malas bergerak dan tak pernah beranjak dari tempat tidur.Seluruh otot dan sendi Anayra,menjadi kaku dan linu.


"Bisakah kau menggendong ku,sayang?.".Rengek Anayra.


"Bukan saatnya bermanja-manja.".Khaffa gemas dan mencubit pipi Anayra.


Anayra merengek manja seperti anak kecil,namun kondisi sekarang tak memungkinkan untuk Khaffa memanjakan Anayra.


"Kau tidak sayang anak kita?.".Lirih Anayra,mengisyaratkan jika sekarang sedang hamil.

__ADS_1


Serasa bagaikan mimpi,tetapi nyata didengar Khaffa."Anak kita?.Sungguh?.".Khaffa seakan tak percaya.


"Hemhhh...".Anayra mengangguk,Khaffa yakin sekarang Anayra benar-benar hamil buah cinta mereka.


Bahagianya Khaffa,inilah buah manis dari ujian pahit mereka.Tak disangka,Anayra hamil dalam situasi dan kondisi tersiksa dan menderita.Sulit dipercaya akan memiliki keponakan,Daniel ikut bahagia seperti yang Khaffa dan Anayra rasakan sekarang.


"Baiklah.Dengan senang hati.".Sekali angkat,Anayra digendong Khaffa keluar dari paviliun,dikawal Daniel didepan.


Tiba dipintu,Daniel mendengar kericuhan."Tunggu.Tetap disini!.".Mencegah Khaffa dan Anayra keluar.


Situasi diluar tidak aman dan genting,bisa membahayakan keselamatan Anayra.Diluar paviliun anak buah Franstian dan Khaffa sedang baku hantam.Anak buah Khaffa tadi menyerbu anak buah Franstian didalam markas persembunyian mereka,dibelakang paviliun.Namun ternyata perkelahian berlanjut hingga keluar.


Suara sirine Mobil patroli polisi,menggema di udara dari kejauhan.Mendengar suara itu,Franstian terkejut dan terbangun dari tidurnya bersama Sera Novi,dan saling bertatapan.Mereka selesai melakukan ritual panas,dan terlelap.Masih dalam keadaan tanpa busana dan bercucuran air keringat.Hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


Karena kelelahan Franstian dan Sera Novi tidur nyenyak sampai tidak sadar jika diluar rumah sedang terjadi adu jotos antara dua kubu berbeda.


"Suara apa itu?.".Sera Novi mendadak panik dan takut.


"Shiiit!.Tamatlah riwayat kita.".Franstian sadar situasi saat ini sedang genting,lalu menyerahkan baju Sera Novi agar berpakaian."Cepat pakai!.".


Disaat Sera Novi dan Franstian sibuk memakai baju.Disisi lainnya,Arya dan kawan-kawan menodongkan senjata sejak tadi pada ketiga pria yang berjaga di depan pintu rumah Franstian.Ketiga pria itu terkejut melihat kedatangan tamu tak diundang dan tak diduga-duga.


"Kalian pilih saja,menyerah atau mati?.".Arya menggertak lawan,agar bertekuk lutut.


"Baiklah.Kami menyerah.".


Tangan ketiga pria itu terangkat keatas dan menyilang di balik kepalanya.Pasrah dan menyerah,tak berani melawan.


"Geledah mereka.Ambil senjatanya!.".Titah Arya senang,lawan takluk oleh gertakan biasa.


Saat akan digeledah oleh Budi dan Verry,ketiga pria itu langsung menangkis,lalu memiting tangan Budi dan Verry Ardi.Sekali pukulan dipunggung,Budi dan Verry rubuh.


"Belum saatnya kami menyerah.Rasakan ini.".Beralih pada Arya dan Budi yang lengah karena terkejut melihat rekannya tumbang.


Bukkk.


Menghajar habis-habisan Arya,dan dalam hitungan detik,Arya terkapar di lantai.Ternyata Arya dan lainnya terkecoh.Ketiga pria itu tidak menyerah dan balik menyerang.


"Akhhhh...".


"Shhhh....".


"Aaaaa...".


Arya dkk,merintih kesakitan.Berusaha untuk bangun dan berdiri.Namun dihajar lagi oleh ketiga pria itu yang kekuatan otot nya lebih tangguh dari senjata Arya dkk.


Suasana malam yang sunyi dan gelap,berubah mencekam dan ricuh seiring pekikan mereka.


Arya dan kawan-kawannya sudah ditangani dan terjerembab di lantai.Senjata yang mereka miliki terpental jauh ke tanah.Senyum kemenangan milik ketiga pria berjas hitam itu.


"Pergilah kalian ke neraka.Kami akan menyusul kalian,seribu tahun lagi.".Pria berkulit hitam dan berkepala plontos menodongkan pistol yang diambil dari balik punggungnya,pada Arya dkk.


"Kalian pengawal amatir.Ilmu kalian jauh dibawah kami.".Pria kedua ikut menodongkan senjata juga,siap menarik pelatuk senjatanya.


"Bersiaplah kalian untuk mati,dan ucapkan selamat tinggal.".Tak ingin ketinggalan,pria ketiga ikut-ikutan


Arya,Budi,Verry,dan Ardi memejamkan mata,siap menyambut kematian mereka.Mungkin beginilah akhir hayat mereka,berakhir tragis.Tetapi tidak menyesal jika harus mati dalam keadaan sedang berjuang membela kebenaran.


Saat jari ketiga pria itu bergerak memicu pelatuk,untuk meluncurkan peluru senjatanya.Dari belakang,suara letusan senjata api milik polisi,melesatkan peluru ke arah kaki musuh.


Dorrr,dorrr.


"Aaaakkkhhh....".


Tiga tembakan berhasil dilakukan polisi mengenai kaki pria yang disinyalir sebagai sindikat penculikan Anayra,tak lain anak buah Franstian,untuk melumpuhkan ketiga nya.


Bertepatan itu,Arya dan Ardi bergerak cepat meraih senjata milik musuh dari tangan ketiga pria itu.


Polisi sudah mengenal wajah-wajah anak buah Khaffa,dan yang mana wajah anak buah Franstian.Sehingga tak salah mengenai sasaran saat menembak.


"Jangan bergerak,tempat ini sudah dikepung aparat.".


Ketua tim kepolisian dan penembak jitu berdiri di teras rumah Franstian dengan menodongkan senjata api pada ketiga pria yang kakinya bercucuran darah,lalu memborgol tangan mereka.


Kediaman nya tempat Anayra di sekap dan aksi busuknya diketahui Khaffa,Franstian panik dan putus asa.Saat melihat dijendela anak buahnya rubuh dan rumah nya dikepung polisi.Franstian takut dibekuk polisi,tetapi tak kehabisan akal.Franstian kabur dari rumah melalui pintu rahasia bersama Sera Novi.


"Tidak ada pilihan lain.Ayo pergi.".


Sementara polisi sedang membekuk empat pelaku di garasi,dan didepan rumah Franstian.Didepan paviliun saat ini sedang terjadi baku hantam antara anak buah Khaffa dan Franstian.6 anak buah Khaffa melawan 11 anak buah Franstian.Lawan yang tidak seimbang,membuat anak buah Khaffa kalah dan tersungkur di lantai dengan penuh luka memar diwajah.


"Shiiit!.Siapa kalian berani mengusik kesenangan kami.".Ketua tim musuh menginterogasi anak buah Khaffa.


"To,long,ampuni kami.Ka,mi hanya menjalankan tugas.".Terbata salah satu dari keenam pria yang berhasil ditaklukkan,bertekuk lutut di hadapan pria berwajah bengis.


"Kalian tamu tidak di undang.Maka harus terima konsekuensinya.".


Lawan sudah tumbang dan tidak berdaya.Pria bengis itu memberi isyarat pada rekan-rekan nya untuk menghabisi nyawa ke enam nya.Kesebelas Pria itu serentak mengambil senjata masing-masing di balik jasnya,dan siap menyongsong kan peluru ke arah lawan.


Dorrr.


Di waktu yang tepat,letusan senjata api milik polisi melesat diudara,sebagai tanda peringatan.Polisi serta penembak jitu datang dan mengepung seluruh area.Beberapa anggota polisi mendekati dan menghentikan aksi mereka.


"Semua angkat tangan!.Kami sudah mengepung tempat ini.Lemparkan senjata kalian!.".

__ADS_1


Para penembak jitu yang dipersenjatai dengan laras panjang,siap meledakkan kepala kesebelas pria itu.Takut dengan ancaman,kesebelas nya melemparkan senjata ke lantai dan mengangkat tangan.Para penembak jitu menendang senjata yang tergeletak di lantai hingga terpental jauh,dan bergerak cepat membekuk kesebelas pria itu,lalu memborgol tangan mereka.


__ADS_2