
Anayra POV.
Ketika hari menjelang petang.Aku berdiri didepan butik untuk memantau situasi Mall yang mulai ricuh.Ricuh oleh pegawai-pegawai yang berteriak histeris oleh seekor hewan kecil dan mungil yang meresahkan seantero gedung ini.
"Hahaha....".Membuatku tertawa terbahak-bahak.
Tetapi hatiku cukup senang karena akhirnya CEO itu bertindak dengan cepat dan merespon komplain yang kuajukan tadi.Dia menyuruh dan mengerahkan beberapa petugas Cleaning servis untuk mencari si Jerry membuatku geram.Petugas memasang beberapa perangkap disetiap sudut ruangan butik dan digerai lainnnya.Bahkan petugas keamanan ikut andil didalamnya.
Membuatku berdecak."Ck,ck,ck...Luar biasa!.".Gumamku sambil geleng-geleng kepala.
Bagaimana tidak,gegara seekor hewan pengerat kecil itu membuat suasana menjadi ramai dan ricuh.Makhluk mungil menjijikkan itu memang menyebalkan dan selalu merusak apa saja terutama makanan.Apalagi ada swalayan dilantai atas sana dan area food court yang menyuguhkan santapan menggiurkan dan lezat untuk si Jerry.Membuat Si Jerry pasti betah berlama-lama disana.
"Kkyaaa...Ada tikus!.".
"Iiich,geli,kotor.Husss,sana jauh-jauh!.".
"Heiii itu tikusnya lari keluar!.".
"Awasss,itu dibawah kakimu!.".
"Aaackh...
Kudengar suara jeritan beberapa pramuniaga dari gerai disudut sana.Ternyata siJerry berkelana dan berpetualang ketempat lain.
"Hahaha...".Namun ada juga yang menertawakannya.
"Wahhh....Rame nya.Coba kalo tuan CEO itu ada disini.Aku pasti bisa tersenyum bangga melihat ekspresi wajahnya karena Mall nya dibuat ricuh sama tikus itu.".Gumamku pelan sambil menyilangkan kedua tanganku.
Bisa terbayangkan bagaimana hebohnya situasi saat ini didalam Mall.Ada yang berlarian kesana kemari,ada yang mengabadikan dengan kamera ponsel dan ada juga yang tertawa-tawa.
Para pengunjung yang berada didalam Mall tampak terheran-heran melihat situasi sekarang dan merasa penasaran dengan yang terjadi disana.
"Huuuhhh...Syukurlah.Dia pergi juga dari sini.".Aku bernafas lega karena setidaknya siJerry tidak ada didalam butik saat ini dan tidak lagi merusak gaun-gaun yang berharga jutaan ini.
SiJerry yang menumpang lewat saja dibutik sudah merusak gaun-gaun apalagi jika bermalam disini.
Sembari menghela nafas kesal,aku mengeluh."Huuu...Bisa tekor nih omset dan habislah barang disini kalo tikus itu tetap dibutik.Mana gaun yang diretur new collection dan limited edition lagi.".Ucapku sambil merengut.
"Untung saja target Minggu ini sudah tercapai dan malah melebihi target!.".Sambungku sambil tersenyum lebar.
"Hallo mbak Anayra?.".Sapa Pak Nichole seorang pria keturunan Tionghoa yang menjabat sebagai Supervisor diMall datang menghampiriku sambil tersenyum manis.
Pria yang kuduga kira-kira berusia 27 tahun yang mengenakan kemeja warna biru muda berlengan pendek tanpa dasi dan celana hitam ini tampak santai sekali penampilannya.Dan kebiasaan Pak Nichole yang kutahu,setiap la memantau situasi Mall dan pegawai-pegawai disini.Dia selalu memainkan beberapa anak kunci dan memutar-mutarnya dijarinya sambil berjalan.
"Selamat sore menjelang petang Pak,bisa kubantu?.".Ucapku sambil tersenyum ramah.
"Enggak,cuma mau tanya!.Apa benar ada barang yang rusak?.".Tanyanya menyelidik dengan wajah penasaran.
Dia pasti mendengar kabar itu dari pria digedung sebelah yang menjadi pimpinan Pak Nichole.
"Benar Pak!.Sepertinya berita cepat sekali tersebar dan beredar luas disini ya?.".Jawabku sambil tersenyum tipis.
"Mungkin,begitulah kira-kira!.Tapi tenang saja!,para petugas kebersihan dan keamanan sedang berusaha mencarinya jadi Mbak Anayra jangan resah dan risau,ok!.".Ucapnya menenangkanku.
"Baik Pak,terima kasih untuk perhatiannya!.Aku senang karena keluhanku ditanggapi serius juga oleh pihak atasan disini.".Ucapku sambil setengah membungkuk memberi hormat.
"Sama-sama!.Untung saja mbak melaporkan pada Pak Khaffa.Kalau enggak kami pasti ga akan pernah tahu dan ga akan bertindak secepat ini.".Ucap pria berwajah pucat namun berseri-seri saat berbicara denganku.
"Aku cuma melakukan sesuatu yang memang harus kulakukan Pak,itu sudah tugasku untuk menjaga semua yang ada didalam butik dan menjaga ketenangan diMall ini.".Ucapku.
"Benar juga!.Aku setuju dengan mbak Anayra soal itu.".Pak Nichole mengangguk dan matanya yang sipit hampir terpejam saat tersenyum menanggapi ucapanku.
__ADS_1
Kulihat dari arah jam 9 ada kepala petugas keamanan datang menghampiriku dan membungkukkan badannya pada Pak Nichole.
"Selamat sore Pak!.".Sapanya ramah pada Pak Nichole.
"Maaf mengganggu!.Mbak Anayra,kalau perangkapnya bekerja dan ada tanda-tanda tertangkapnya binatang itu.Tolong laporkan padaku atau petugas CS dan Security disini!.".Ucap pak Arif yang mengenakan jas lengkap berwarna serba hitam itu.
Kuduga usianya sekitar 35 tahunan dan pasti sudah menikah sebab ada cincin yang melingkar dijarinya.Berbeda dengan Pak Nichole yang sepertinya masih lajang.
"Baik Pak!.Tentu saja akan kulakukan dan akan kulaporkan nanti!.".Jawabku mengangguk mengiyakan.
Kulihat ada 3 petugas keamanan berseragam putih dan celana Biru Dongker berdiri disampingnya.Para Security yang bertugas diMall berwajah cukup tampan dengan rahang yang tegas dan tubuh yang tegap.Sungguh tidak cocok sekali dengan profesinya saat ini.
Namun petugas keamanan selalu tampak gagah dan percaya diri sambil membusungkan dadanya saat sedang mengawasi situasi dan kondisi disekitar Mall.Dan bahkan mereka selalu menebar pesona pada setiap Pramuniaga yang dilewatinya.
Alngkah terkejutnya ketika kumelirik kearah jam 11 dari tangga eskalator turun.Tuan CEO berdiri didepan didampingi asistennya dan seorang Manager bernama Pak Taufanji yang berdiri dibelakangnya.
Mata elangnya menatap tajam kearahku seakan dia seperti ingin mencabik-cabik tubuhku.Saat tiba dibawah dia semakin berjalan mendekat ke arahku.
"Selamat petang Pak Khaffa?!.".Ucap Pak Nichole dan Pak Arif sambil tersenyum dengan segan nya dan membungkuk hormat pada atasannya ini.
Sembari bergerak mundur kebelakang,mereka memberi ruang padanya.
"Apa tugas kalian disini sudah selesai?.".Tanya tuan CEO pada Pak Arif selaku kepala keamanan.
"Sudah Pak!.".Jawabnya.
"Baiklah,kembali ke posisi semula!.".Titah tuan CEO dengan nada tegasnya.
"Baik Pak!.".Pak Arif mengangguk lalu melangkah pergi bersama anak buahnya.
"Pak Nichole,lakukan Briefing setiap pagi pada seluruh pegawai sebelum memulai pekerjaannya dan malam sebelum pulang.Dan Katakan pada mereka untuk selalu menjaga kebersihan didalam ruangan outlet.Untuk petugas CS suruh mereka agar lebih memperhatikan kebersihan Mall.!".Ucap tuan CEO menunjukkan wibawanya dan jiwa kepemimpinannya.
Sembari menghela nafas kasar."Huuuhhh...Sepertinya dia mau pamer padaku kalau dia penguasa tempat ini.".Umpatku pelan.
'Hei tuan CEO...Ini bukan pasar jadi kami sangat apik dan bersih.Jangan kuatir,kami sangat menjaga kebersihan disini'.Rutukku dalam hati.
"Baik Pak!.".Jawab pak Nichole lalu pergi.
"Pak Taufan,tolong suruh petugas keamanan untuk melakukan penyisiran sebelum Closhing!.".Ucap tuan CEO pada sang Manager.
"Baik Pak!.".Ucap Pak Taufan sambil membungkuk hormat meskipun usianya diatas tuan CEO ini.
"Apa lagi yang kamu tunggu?,lakukan tugasmu yang lain sekarang dan kembali ke ruangan mu!.".
"Baik Pak,saya pamit keruangan untuk saya!.".Imbuh Pak Taufanji yang berkumis tipis itu.
Pak Taufanji pamit dan berjalan pergi setelah mendapat tatapan yang sulit diartikan dari tuan CEO ini.Tatapan yang cukup menakutkan,menurutku.
Dan kini tersisa aku,tuan CEO dan asisten Riccy.
"Apa kamu puas dan merasa senang sekarang?.Lihatlah karena ulahmu semua jadi repot dan seisi Mall jadi ricuh.".Ujarnya sarkasme sambil menatapku dengan memicingkan matanya.
Melihat sikapnya yang angkuh dan nada bicaranya yang dingin tetapi ketus membuatku ingin geleng-geleng kepala saja.Namun tidak kulakukan demi menjaga perasaannya dan karena rasa hormatku padanya.
"Terima kasih Pak!,maaf sudah merepotkan.".Ucapku sambil setengah membungkuk dan berusaha tetap tersenyum.
Tetapi senyum yang dipaksakan.Bagaimanapun juga dia sudah berbuat baik dan menanggapi keluhanku tadi siang.
"Ya ampun...Ish,ish,ish.Ga punya attitude sama sekali!.".Rutukku sambil memandangi punggungnya yang berjalan pergi.
Dia pergi begitu saja tanpa bicara apa-apa lagi.Aku hanya bisa mengelus dadaku sambil menghela nafasku.Sesaat kemudian kuhentak-hentakan kakiku yang terasa pegal bukan karena kesal dan memijat-mijat betisku.Sebab aku berdiri terlalu lama sedari tadi.
__ADS_1
Disaat yang sama tanpa sengaja kulihat seorang gadis tinggi semampai sedang berdiri didepan outletnya,dia bernama Seranovi seorang Leader BA digerai kosmetik yang ada didepan butikku.Dia menatapku dengan tatapan tidak suka dan tidak bersahabat,menatapku seperti seorang musuh saja.Dia lalu datang menghampiriku tiba-tiba.
"Heiii gadis butik!.Lu jangan sok cantik dan ga usah tebar pesona juga disini ya!.Lu baru disini tapi kok suka banget tebar pesona sana-sini.Cihhh,jadi cewek kok murahan dan ga bisa jual mahal sih?.Kamu jangan suka cari muka dan cari perhatian didepan staff disini,apalagi Pak Khaffa.Dia itu bagianku tau!? .".Ucapnya dengan nada ketus sambil berkacak pinggang lalu berbalik pergi kembali masuk kedalam gerainya.
"Ehhh???...".Sembari terbengong sendirian aku memandanginya.
Membuatku hampir kehabisan kata-kata saja karena tidak paham maksudnya.Tiada angin tiada hujan mengumumkan jika aku seperti yang diucapkannya dan mengungkapkan jika CEO disini adalah 'gebetannya'.
"Kenapa dia bicara begitu?,apa dia merasa tersaingi olehku?.".Gumamku sambil berpikir.
Padahal menurut penilaian ku,dia tinggi dan cantik dengan polesan make up tebal diwajahnya.
"Aahhh,daripada pusing mikirin dia,lebih baik aku masuk dan mengerjakan tugasku disisa waktu kerjaku ini.".Gumamku sambil berjalan masuk kedalam butik.
Waktu bergulir begitu cepatnya.Hari kian beranjak malam dan waktu untuk pulang makin dekat.Aku dan ketiga juniorku bersiap untuk pulang.Setelah menutup outlet,kami berbaris diruangan luas didekat pintu pegawai untuk melakukan Briefing dan berdo'a sebelum pulang.Dipimpin oleh oppa Nichole.
Setelah selesai aku berjalan dibarisan terakhir menuju pintu khusus pegawai dan seperti biasa menuruni puluhan anak tangga bersama ketiga juniorku.Kalau saja aku punya pintu kantong ajaib,aku pasti tidak akan kerepotan begini.
"Sampai jumpa besok mbak!.".Santi,Melly dan Dea melambaikan tangannya padaku.
Aku mengangguk saja membalasnya sambil melambaikan tanganku lalu berjalan menghampiri motor matic berwarna putihku yang selalu setia menantiku dibasement.
Sebenarnya motorku ini bukan sengaja aku membelinya,sebab Bu Lulla yang memberikannya sebagai hadiah door prize diakhir tahun pada saat acara tahun baru ketika pesta barbeque dipelataran taman dibelakang rumahnya.
Bukan main senang dan bahagianya seperti mimpi aku mendapatkannya.Tetapi aku merasa aneh dan heran sebab hanya aku saja yang mendapatkan kendaraan ini.Sontak membuat pegawai lainnya merasa iri melihat ku.
Setibanya ditempat parkir kendaraan roda dua,aku merutuk kesal dengan wajah bingung didepan motorku.
"Kenapa bannya tiba-tiba bisa kempes?.Perasaan tadi siang masih baik-baik saja.".Ucapku terheran karena ban motorku tiba-tiba saja kempes.
"Huuuft...Lalu gimana aku pulang?.Apa naik ojol saja atau angkutan umum atau taksi?.Tapi aku takut kalo malam-malam begini naik kendaraan umum sendirian.".
Terbersit dibenak ku untuk pulang menggunakan transportasi umum namun saat membayangkan sesuatu yang mengerikan,"Enggak deh!.Lebih tunggu disini saja!.".Sembari menggelengkan kepalaku dan mengurungkan niatku.
"Ckkk...Kenapa disaat malam seperti ini ban motorku harus bocor.Mana ga ada orang yang bisa kumintai tolong lagi.".Sembari celingukan kepalaku.
Kulihat kanan kiriku terasa sepi dengan cahaya remang-remang.Tinggal aku seorang diri,seketika membuatku bulu kudukku merinding dan bergidik ngeri.
Tak seorang pun petugas parkir atau Security disini.Mungkin petugas parkir sedang briefing dan Security melakukan penyisiran didalam Mall.Yaaa benar,biasanya begitu di jam-jam ini setelah Mall tutup dan semua pegawai pulang karena habis jam kerjanya.Tetapi tidak mungkin juga kutunggu salah satu dari mereka keluar karena pasti lama dan waktu pun semakin larut malam.
"Sial,sial,sial!.Apa yang harus kulakukan sekarang?.Ga mungkin aku suruh Alma menjemput ku kemari,secara pasti dia sudah tidur sekarang.".Sembari memukuli jok motor ku.
Aku mengeluh,merutuk dan mengumpat karena kesal.Kemudian ku tendang ban motorku yang tidak bersalah.Jika begini aku terpaksa harus pulang dengan ojol.Baiklah itu satu-satunya yang bisa kulakukan saat ini.Aku merogoh tasku lalu mengambil ponselku,kubuka aplikasi ojol untuk memesannya.
Pukkkk...
Tiba-tiba sesuatu,ralat seseorang menyentuh bahuku dari belakang.Dan saking terkejutnya sontak aku berteriak histeris.
"Kyaaaa...Mphhh!.".Refleks seseorang membungkamku dengan telapak tangannya yang besar tetapi halus dibelakangku untuk menghentikan teriakan kerasku.
'Tangan siapa ini?,apa yang akan terjadi padaku?,apa yang akan dilakukannya?.Tamatlah aku!.'...Pikirku dengan wajah ketakutan.
Tentunya aku berpikir buruk dan menduga yang tidak-tidak.Aku takut seseorang berusaha mencelakai ku dan berbuat jahat padaku.
"Ini aku jangan teriak lagi,ok!.Nanti orang lain curiga dan mengira aku orang jahat!.Berbalik lah kebelakang.".Suara seorang pria dibelakangku berbisik di telingaku.
Dengan cepat aku mengangguk mengerti lalu dia dimelepaskan tangannya yang menempel dibibirku.Perlahan akupun berbalik kearahnya karena mengenal suara baritonnya.Ku bernafas lega lagi karena ternyata bukan orang asing yang mengagetkan ku tetapi orang yang sangat kukenal dengan baik walaupun tidak begitu baik sikapnya padaku.
Dia adalah...
***
__ADS_1
Author:Jangan lupa jejak dan komentarnya .Terima kasih yang tak terhingga untuk pembaca yang baik hati...🥰