Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 35.Harus Segera Menikah!.


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya.Seorang wanita cantik berusia paruh baya berjalan menyusuri lorong gedung kantor.Sepulangnya dari apartemen Khaffa,Rena berinisiatif untuk mampir kekantornya.


"Hai Riccy?!.".Sapa Rena ramah saat melihat wajah yang dikenalnya.


"Tante Rena,apa kabar?.".Tanya Riccy yang baru saja keluar dari ruangan CEO.


"Alhamdulillah baik!.".Jawab Rena sambil menepuk pundak Riccy mencium punggung tangannya tanda rasa hormatnya.


"Wajahmu keliatan pucat Riccy!?.Kamu sepertinya kelelahan dan pasti bekerja sangat keras membantu Khaffa,apalagi sekarang ada Khaira disini.Dia pasti merepotkanmu!.".Ucap Rena menduga-duga sambil memegang lengan Riccy.


Rena meneliti dan memperhatikan wajah Riccy yang tampak pucat dan melihat ada sorot kelelahan dimatanya.Rena menjadi khawatir dan cemas karena la sudah mengganggapnya seperti putranya sendiri.Lagipula Riccy lah yang paling dekat dengan Khaffa dan sahabat satu-satunya sejak kuliah yang bisa mengimbangi sifat keras putranya itu dan selalu sabar menghadapinya.


"Itu sudah tugasku kok Tante!.Haaa...".Ucap Riccy merendah sambil tertawa renyah.


Tanpa melepaskan pegangan tangannya pada Riccy.Rena memandangi wajah lesu Riccy.


"Riccy,terima kasih ya!,karena kamu selalu membantu dan mendampingi Khaffa.Dia pasti sedikit keras dan selalu menekanmu,tapi Tante minta tetaplah bersabar dan selalu disisinya!.".Pinta Rena tulus pada pria yang selalu mengenakan setelan jas warna hitam itu.


Rena mengetahui temperamen Khaffa memang berubah-ubah saat ini,menjadi lebih keras,dingin dan tidak suka bantahan.Tapi itu semua ada alasannya setelah Khaffa ditinggal menikah oleh kekasihnya.Maka dari itu la meminta Riccy untuk selalu bersabar menyikapinya dan kuat menghadapinya.


Dulu dan sebelumnya Khaffa merupakan sosok pribadi yang hangat,supel dan ramah pada siapapun.Namun sejak la menerima undangan pernikahan dari gadis yang masih berstatus sebagai kekasihnya,sikap Khaffa berubah drastis.Menjadi pribadi yang tertutup,angkuh,dingin dan acuh.


"Sama-sama Tante,itu pasti dan Tante ga usah khawatir!.Aku sudah berteman lama dengan Khaffa dan sudah mengenalnya dengan baik.Oiya Tante,apa mau menemui Khaffa dan Khaira?.".Tanya Riccy memastikan.


Bukanlah hal mudah bagi Riccy sebenarnya menghadapi sikap Khaffa,tapi la selalu menyadari posisinya saat ini dan apapun itu Khaffa tetaplah sahabatnya yang baik dan selalu membantunya ketika la membutuhkan sesuatu,serta selalu menolongnya saat la dalam kesulitan.


"Benar,apa mereka ada didalam?.".Tanya Rena seraya menunjuk pintu ruangan CEO.


"Ada Tante, silahkan masuk saja!.".


"Baik Riccy,sampai jumpa ya!.".Ucap Rena sambil menepuk bahu Riccy.


"Iya Tante.".Jawab Riccy pendek seraya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Rena sengaja menyambangi gedung kantor MARSgroup untuk menemui kedua putra dan putri kesayangannya yang kini telah dewasa.Baru kali ini la menginjakkan kakinya lagi digedung ini setelah beberapa bulan lamanya,karena la harus selalu mendampingi sang suami dirumah setelah memutuskan untuk pensiun dari kedudukannya sebagai CEO diperusahaannya sendiri.Dan sekarang telah diteruskan kursi kepemimpinannya oleh Khaffa,putranya.


Rena juga tidak bisa pulang dan pergi sesering mungkin karena jarak kediamannya menuju Mall lumayan cukup jauh.Tapi la akan pergi jika untuk mengurus sesuatu hal yang penting.Dan kali ini la merasa penasaran ingin melihat secara langsung perkembangan Khaira dalam bekerja dan untuk memastikan apakah Khaira melakukannya dengan baik.


Cklek.


Setelah membuka pintunya lalu Rena masuk tanpa mengetuk dulu.


"Assalamu alaikum Abang,Khai'?.".Sapa Rena pada kedua buah hatinya.


"Waalaikum salam!.".Jawab keduanya sambil menoleh pada ibunya.


Saat Rena datang,Khaffa dan Khaira duduk bersama disofa sedang membahas sesuatu tentang perusahaan dengan Laptop dan beberapa berkas berserakan dimeja.


"Mami kemari?.".Tanya Khaffa sambil bangkit berdiri lalu menghampiri ibunya.


"Haiii Mam?,kok tumben sih datang kesini?.".Ucap Khaira sambil beranjak dari duduknya menyusul kakaknya kemudian mengecup pipi ibunya dengan penuh cinta dan sayang.


Selama Khaira bekerja sebagai sekretaris Khaffa,Rena memang baru menyambanginya.


"Benar,Mami mampir kemari sekalian saja.".Seraya mendudukkan dirinya disofa.


"Abang kira Mami udah pulang?.".Tanya Khaffa sambil duduk disamping ibunya.

__ADS_1


"Tadinya sih maunya begitu,tapi Mami mau liat kamu bekerja Khai'.Apa kamu melakukannya dengan baik?,kamu ga bikin repot dan ricuh kan disini?.".Tanya Rena menyelidik sambil menatap anak gadisnya.


Bibir Khaira langsung melengkung kebawah,mode kesalnya on tanda tidak suka dengan ucapan ibunya.Padahal selama bekerja la sudah berusaha semaksimal mungkin dan belajar banyak dari kakaknya dan Riccy.


"Ishhh.Apa Mami ga percaya sama kemampuanku disini?.Lagian aku mau kerja disini bukan mau tawuran!.Kok bikin ricuh sih.".Jawab Khaira dengan mengerucutkan bibirnya sambil duduk disofa dihadapan keduanya.


Sampai membuat Rena terkikik geli melihat ekspresi putrinya seperti itu.Namun berbeda dengan Khaffa yang tersenyum tipis saja menanggapinya.


Rena berkata seperti itu karena ini pengalaman pertama Khaira bekerja sebab sebelumnya tidak pernah melakukan apapun selain 'shopping' dan bersenang-senang saja bersama temannya setelah lulus dari kuliahnya.Dan pemikiran Khaira memang cuek dan santai,belum terpikir untuk bekerja karena merasa tercukupi segala kebutuhannya dan bahkan uang sakunya selalu mengalir deras dari anggota keluarganya sebelumnya.Namun tidak saat ini karena kartu harta karunnya diblokir oleh Khaffa.Maka dari itu la bekerja dan menawarkan diri menjadi sekretaris dikantor kakaknya.


Sebelumnya la enggan tetapi karena desakan Mia dan juga karena isi dompetnya semakin menipis maka mau tidak mau menyetujui usulan Mia untuk bekerja disana daripada nantinya tidak bisa memenuhi keinginannya.Dipikirannya sempat terlintas jika Khaffa akan melunak dan bisa mengambil hatinya supaya kartunya kembali normal jikalau la bekerja sebagai sekretaris kakaknya.


"Tentu saja Mami percaya sebab kamu gadis yang pintar.Tapi kan ga semudah itu kamu bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar.Kamu baru kali ini terjun dikantor jadi kamu harus banyak belajar dari Abang dan Riccy.Dan ingat!,kamu harus mendengarkan apa yang mereka katakan,ok!?.".Ungkap Rena memberi pengertian.


Sembari manggut-manggut Khaira mendengarkannya tetapi dengan perasaan gelisah.Sedangkan Khaffa senyum-senyum saja memperhatikan mereka berdua sambil bersandar dan menyilangkan kedua tangannya.


"Ok Mi!.Aku ngerti dan paham kok karena aku bukan gadis ABG lagi yang harus terus-menerus diingetin soal itu.Ingat Mi,usiaku udah 23 tahun jadi udah gede kaliii!.".Protes Khaira sambil tersenyum masam.


Rena memang sering mengingatkan Khaira saat dirumah supaya menuruti perkataan Khaffa dan Riccy selama itu baik untuknya.


"Apa salahnya kalo Mami ingetin lagi.Kamu kan masih suka ngeyel!.".Dalih Rena sambil melipat tangannya.


Sembari menghela nafasnya,Khaira mencebikkan bibirnya menanggapi ucapan ibunya.


"Oiya Abang,Mami tadi lewat ke butik ketempat Anayra bekerja dilantai satu.Tapi kayaknya dia belum datang,apa dia belum masuk?.".Tanya Rena pada Khaffa


"Yaaa iyalah Mi,ini baru jam 10:20!.Dia kan masuk siang sekarang.".Jawab Khaffa sambil melihat jam ditangannya tanpa sadar dengan ucapannya dan ucapan ibunya.


Saat mendengar interaksi keduanya,Khaira langsung angkat bicara dan ikut bersuara.


"Lho,Mami kok bisa kenal kak Anayra sih?.".Tanya Khaira dengan raut wajah terheran-heran sambil memandangi wajah Rena dan Khaffa secara bergantian untuk meminta penjelasan dari mereka.


Setelah menyadarkannya,Khaffa tercengang dan terkesiap sampai jantungnya terasa mau melompat keluar.Dia lupa jika ada Khaira diruangannya yang tidak tahu menahu soal Anayra dan dirinya.


"Tadi pagi Mami ketemu dia diapartemen Abang dan semalam dia nginap disana bersama Abangmu!.".Ungkap Rena polos tanpa menutupinya.


Seperti dikuliti hidup-hidup oleh ibunya,Khaffa langsung terperangah lalu mengusap wajahnya yang mulai panik.


Matilah aku!.Khaira pasti ga kan bisa diam...Gumam Khaffa dalam hatinya.


"Haaa,whattt?.Kak Anayra nginap dan tidur diapartemen Abang?.".Khaira melongo tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Abang what the-...".


''Hahaha...Khai',abang lupa ga ngasih tau kamu.Abang dan Anayra lagi dekat sekarang ini!.".Khaffa menyela ucapan Khaira sambil menyembunyikan wajah paniknya dan berusaha tetap tersenyum.


"Dekat sejak kapan?,kok aku baru tau sih Bang?.".Tanya Khaira penasaran.


Kapan mereka dekatnya?,perasaan waktu ketemu pas istirahat dan makan siang bareng kemarin,aku malah baru mau comblangi mereka.Apa mereka ada main dibelakangku?,apa secepat itu mereka dekat**?...Khaira bertanya-tanya dalam hatinya.


Sembari termenung Khaira terheran karena baru tahu jika Khaffa dan Anayra sedang dekat saat ini.Padahal setahunya Khaffa dan Anayra tidak menunjukkan tanda-tanda saling tertarik,apalagi dekat.Dan malah la juga yang berusaha mencomblangi mereka.


"Se-sejak beberapa hari yang lalu.".Jawab Khaffa terbata.


"Beneran?,tapi kapan kalian pedekate nya?,aku ga liat ada sinyal diantara kalian saling menyukai kemarin waktu kita makan siang bareng Bang?.".


Pengakuan Khaffa tidak membuat Khaira percaya begitu saja,karena la tidak melihat ada chemistry antara Khaffa dan Anayra saat bertemu dan bahkan mereka saling menatap dingin dan tidak saling menghiraukan.Meski Khaira baru bekerja dan baru mengenal Anayra tapi dia bisa menyimpulkan sendiri sikap yang ditunjukkan oleh Khaffa dan Anayra.

__ADS_1


Rena mengernyitkan keningnya terheran saat mendengar ucapan Khaira.Lain halnya dengan Khaffa,la gelagapan dan salah tingkah setelah mendengar pernyataan Khaira.


"Khai',kamu jelas ga tau sebab ini masalah pribadi Abang!.Memangnya kami harus berpelukan waktu ketemu buat nunjukkin ada rasa saling suka diantara kami.".Khaffa berdalih untuk mengusir kecurigaan ibu dan adiknya.


"Tapi aku-...".


"Khai',diamlah!.Kamu terlalu banyak bicara!.".Hardik Khaffa menyelanya.


"Oiya Mi Abang dengar ada film baru dan bagus mulai tayang hari ini?,Mami pasti suka filmnya,komedi-horor!.".Sambung Khaffa setelah memutar otak jeniusnya mencari ide.


Khaffa segera mengalihkan pembicaraan untuk mengalihkan perhatian ibu dan adiknya karena merasa terpojok oleh ucapan Khaira.Dan la tidak mengira jika ibunya akan datang mengunjunginya dikantor kemudian mengungkapkan hubungan palsunya dengan Anayra.


Rena tampak kebingungan.Perkataan siapa yang harus la percaya,putranya atau putrinya.Padahal la merasa senang saat ini ketika Khaffa mengatakan Anayra adalah kekasihnya setelah sekian lama tertutup hatinya dan menjauhkan diri dari kaum hawa.


"Benarkah?.Awas lho kalo kamu bohong!,Mami aduin sama Papi biar kamu ditendang dari kursi itu.".Tutur Rena sambil menunjuk kursi kepemimpinan Khaffa saat ini.


"Benar kok Mi!,Khai'sebaiknya kamu temani Mami nonton dibioskop!.Mumpung Mami disini, Mami udah lama ga nonton kan?.".Titah Khaffa saat ibunya merespon dengan baik dan cepat ucapannya.Dan la tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Ya benar!.Sejak papi dirumah Mami jadi jarang kemari dan ga bisa nonton sesering mungkin kayak dulu!.''.Keluh Rena sambil memasang raut wajah sedih.


"Tapi Mami senang juga karena sekarang bisa selalu berduaan sama Papi.Menikmati masa tua kami diusia yang tersisa.Jadi bisa honey moon setiap hari hahaha...".Sambungnya seraya tertawa bahagia.


Beberapa tahun silam saat sang suami masih duduk dikursi kepemimpinannya,Rena kerap datang kekantor dan menghabiskan waktunya untuk memanjakan dirinya disalon atau menonton film bersama Khaira.Dia merasa harus menikmati saat-saat itu karena jika tidak,akan sulit baginya untuk membagi waktunya ketika sang suami telah pensiun.Dan sudah dipastikan la akan jarang datang kekantor atau keMall.Dan benar saja dengan apa yang diprediksikannya.


"Yuk Mi,aku temani!.Kapan lagi kita bisa nobar lagi?.".Ajak Khaira sambil beranjak berdiri.


Khaira terenyuh mendengar ucapan ibunya.Dia merasa sedih tetapi juga merasa senang karena ibunya selalu mendampingi ayahnya.Ibunya dulu selalu mengajaknya untuk bersenang-senang dan menikmati waktu kebersamaan mereka saat ada didalam gedung Mall seraya mengunjungi ayahnya yang bekerja dikantor.Tetapi kini hanya menghabiskan sebagian besar waktunya dirumah sebagai istri yang berbakti pada suaminya dan memerankan tugasnya sebagai lbu rumah tangga.Namun hati kecilnya bersorak senang karena kedua orang tuanya bisa menghabiskan waktunya seharian bersama dan tidak seperti dulu.


Dan Khaffa kini memilih untuk tinggal sendiri diapartemennya selama 1 tahun terakhir ini dengan alasan jarak tempuh yang cukup jauh jika tinggal bersama mereka.Apalagi jika terjebak dalam kemacetan dijalanan yang padat oleh kendaraan setiap kepergiannya untuk bekerja.


"Ok!.Abang kami pergi ya!.".Ucap Rena sambil berdiri.


Dibalas Khaffa dengan menganggukkan kepalanya sambil menampilkan senyum kemenangan dibibirnya.Senyummya mengiringi kepergian Khaira dan Rena yang berjalan keluar dari ruangannya.


Sembari memerosotkan tubuhnya disofa,Khaffa menghembuskan nafas panjang karena merasa lega seperti terlepas dari jerat tali yang mengikat dilehernya.Rencana untuk menghentikan ibu dan adiknya membahas soal la dan Anayra telah berhasil dilakukannya.Untung saja la punya ide cemerlang saat itu,apalagi la mengetahui jika sang ibu dan adiknya menggilai nonton film dibioskop.


*End.


Dimeja makan Restoran Khaffa dan Anayra tampak tegang dan tidak berkutik duduk bersampingan menghadap Rena.Mereka terasa seperti sedang diinterogasi dimeja persidangan.


Kok aku kayak seorang terdakwa yang disidang di ruang pengadilan sih?...Bathin Anayra sambil terdiam dengan kepala ditekuk kebawah.


Sembari menyilangkan kedua tangannya,Rena menatap keduanya seperti elang sedang memburu mangsanya.


"Apa pria itu gagal move on darimu Anayra?.".Tanya Rena menyelidiki hubungan Lefrand dan Anayra.


"Mung-kin Bu!.".Jawab Anayra pendek dan terbata sambil mendongak menatapnya.


Anayra enggan mengatakan secara gamblang tentang hubungannya dengan Lefrand karena merasa itu tidak perlu.Lagipula la dan Khaffa hanya pasangan kekasih pura-pura saja saat didepan Rena.


"Jawab yang jelas!,benar atau enggak?.Apa dia masih mengganggumu dan masih mencintaimu?.".Tanya Rena tegas dengan nada menekan.


"Bbenar Bu!.".Dengan terpaksa Anayra mengatakannya.


"Ok fix,kalau begitu kalian harus segera menikah supaya dia ga terus-terusan menganggu kamu!.".Tegas Rena sambil tersenyum smirk.


"Apaaa?.Menikaaah".Jawab Anayra dan Khaffa bersamaan.

__ADS_1


Jantung Anayra nyaris berhenti berdetak karena menahan nafasnya ketika terkejut.Dan bola mata Khaffa nyaris keluar dari sarangnya karena terlonjak kaget mendengar ucapan Rena yang tiba-tiba menyuruh mereka untuk segera menikah.Sesuatu yang tidak mungkin mereka lakukan karena pada kenyataannya mereka bukan sepasang kekasih.


__ADS_2