
Matahari mulai tergelincir kebawah dan menampilkan senja disore hari yang memukau berwarna jingga kemerah-merahan,disaat dua gadis seksi masuk kedalam rumah dan disambut senang oleh seorang gadis cantik dan tinggi semampai sambil merentangkan kedua.Mereka saling berpelukan dan cipika-cipiki karena rindu lama tidak bertemu.
"Gue senang banget akhirnya lu balik juga Sa!.Kita jadi bisa hang out bareng lagi nanti,iya kan Zir'?.".Ucap Shenna girang sambil berjalan saling berangkulan dipundak menuju kamarnya Sabrina.
Posisi Sabrina ditengah diapit oleh Shenna dan Zira.
"Ho'oh!,tapi sorry ya kita baru bisa mampir kemari!,sibuk banting tulang!.Pergi pagi pulang malam alias lembur!.".Sahut Zira sambil langsung rebahan ditempat tidur Sabrina.
Shenna dan Zira sengaja menemui Sabrina dirumahnya setelah mereka tahu kepulangannya dari luar negeri.Tapi mereka baru bisa datang karena disibukkan oleh pekerjaannya.Keduanya sekarang bekerja ditempat yang sama disebuah klinik kecantikan yang terkenal dan sudah berlisensi.Dulu Zira bekerja menjadi pegawai PNS tapi mengundurkan diri karena suasananya membosankan menurutnya karena menguras otaknya.Dan Shenna dipecat dari pekerjaannya sebagai pramugari dari maskapai penerbangan tempat la bekerja karena kepergok berbuat mesum dengan salah satu staff disana disebuah toilet khusus.
Shenna duduk dikursi meja rias Sabrina sambil bersandar dalam posisi membelakangi cermin.Sementara Sabrina berdiri dihadapan Shenna sambil tersenyum karena senang bisa melihat kedua sahabatnya dan berkumpul lagi bersama mereka.Apalagi Sabrina anak semata wayang dan tinggal ayahnya saja.
"I'ts ok,gue ngerti!.Lagian belum lama gue pulang kan!.Oiya kalian tunggu bentar ya,gue kedapur dulu!,biar asyik ngobrolnya sambil makan-...".
"Mie instan super doweeerrr!.".Pekik Shenna dan Zira bersamaan melanjutkan ucapan Sabrina.
"Hahaha...
Mereka terbahak-bahak bersama teringat oleh kebiasaan yang sering dilakukan saat sedang mengobrol sambil menikmati mie instan dalam kemasan cup yang tinggal seduh saja jadi tidak harus repot memasak dulu,sampai bibir mereka kemerahan dan bengkak serta mengeluarkan air mata karena tingkat kepedasannya level tinggi.
Setelah itu Sabrina menuju dapur meminta ART nya mbok Suwarsih dan dipanggil Asih,wanita paruh baya berusia setengah abad yang sudah lama bekerja dirumahnya sebelum ibunya meninggal.Wanita yang selalu menggunakan kebaya dan kain batik ala nenek-nenek Jawa karena asalnya dari Tegal.
Sekembalinya dari dapur Sabrina membawa nampan berisi cup mie dan bi Asih membawa es jeruk peras lalu diletakkan dimeja nakasnya.
"Makasih mbok Asih yang cantik sekecamatan!.".Goda Shenna sambil mengedipkan matanya genit pada mbok Asih.
"Nggeh non!,bukan sekecamatan tapi sekampung jagat raya!.".Protes mbok Asih sambil mendelik dan melengos pergi.
Merasa geli oleh kekonyolan mbok Asih,ketiganya tertawa-tawa saja menanggapinya.Setelah bi Asih keluar tanpa menunggu lama lagi mereka langsung menyerbu dan melahapnya sambil duduk dikarpet bulu yang terhampar disamping ranjang Sabrina.
"Oiya Sa',lu udah tau kan kalo Reza udah nikah?.Tapi jahat tuh orang sampai kita ga diundang ke acara pernikahannya itu!.".Ucap Shenna disela-sela makannya.
Sembari menyantap makanannya,Sabrina mengangguk saja menanggapi ucapan Shenna.Sabrina memang mendapat kabar jika Reza menikah dari Zira,tapi tidak seorang pun yang diundang dari mereka oleh Reza untuk menghadiri pernikahannya.
__ADS_1
"Ho'oh,kayaknya dia masih kesal dan marah sama kita!,coz gara-gara ulah kita dulu!.Ehhh,lu tuh shen' biang keroknya jadi gue ikut kena imbasnya juga deh!.".Protes Zira sambil tangannya meraih gelas es jeruknya diatas nakas kemudian menyeruputnya dengan sedotan.
"Woyyy!,gue lakuin itu atas nama solidaritas sama sahabat sendiri tau!?.Kalo Sabrina senang gue juga kan ikut senang!,jadi apa salahnya?.".Dalih Shenna santainya dan wajah tak berdosa sambil mengipas bibirnya dengan tangannya yang kemerahan karena terasa panas oleh level pedasnya.
Shenna acuh dan cuek saja dengan kesalahan yang pernah dilakukannya,tanpa merasa berdosa dan menyesali perbuatannya.Dan seketika Sabrina menghentikan aktivitasnya dan merenung saat teringat oleh kebodohannya sampai membuat Anayra dan Lefrand berpisah,padahal la sendiri tidak menyangka jika Anayra calon tunangan Lefrand saat itu.
"Iyaaa gue ngerti,tapi ga harus ngehalalin segala cara juga kaliii!.Ngorbanin orang lain demi kebahagiaan orang lain!.Coba kalo posisi lu disana,apa lu rela calon tunangan lu ditikung sama mantannya?.".Timpal Zira santai tanpa melihat situasi dan kondisi.
Karena Zira sudah tahu jika Lefrand akan bertunangan dan tahu juga jika Lefrand batal tunangan juga karena ulah Shenna dan Sabrina.Dan Sabrina seperti ditampar oleh ucapan Zira sampai meraih gelas langsung meneguk es jeruknya karena hatinya terasa panas dan tersindir mendengar argumentasi Zira.
"Iyaaa,lu emang bener!.Tapi apa mau dikata,nasi udah jadi bubur,so buat apa disesali!.Lagian gue cuma ngasih ide doang bukan pemeran utama kandasnya hubungan mereka kok!.".Kilah Shenna acuh tanpa merasa bersalah dan berdosa dengan mulut penuh makanan.
Tidak ada gurat penyesalan diwajahnya oleh tingkah laku yang tidak terpujinya demi membantu Sabrina mewujudkan impiannya untuk kembali bersama Lefrand dulu kala.Dan Zira memutar matanya jengah mendengar ucapan sahabatnya itu yang bermuka tebal.
Sembari membuang nafasnya kasar,Zira berkata."Huuuh,apalah daya kalo gue punya sahabat yang badannya kayak biola tapi otaknya udah konslet kayak lu!.Ga peka dan kepala batu juga!.".Rutuk Zira sambil menepuk keningnya.
Dan Shenna acuh saja menanggapinya malah asyik menikmati makanannya tanpa minum dulu.Shenna selalu minum setelah menghabiskan makanannya,karena menurutnya itu tidak baik dan la juga paling kuat oleh makanan pedas.
"Sa,kenapa lu diam aja?,otak lu lagi nge-hang ya!?.".Tanya Zira lugu dan polos sambil menepuk lengannya Sabrina karena diam saja sedari tadi.
Dan saking asyiknya mengobrol tadi tanpa menghiraukan situasi dan kondisi.Shenna dan Zira sontak saling berpandangan sambil melongo saat sadar dan ingat dimana berada saat ini.Mereka sampai lupa jika ada Sabrina diantara mereka dan refleks secara bersamaan menatap Sabrina.
"Sorry Sa',gue ga maksud nyinggung lu!?.Lu ga marah kan?.".Ucap Zira sambil menatap wajah Sabrina yang ditekuk sedang menatap mie nya tanpa berniat melahapnya.
Kepala Sabrina menggeleng lemah sambil berkata."Lu bener dan gue yang salah!.Harusnya gue ga lakuin itu dulu dan sekarang gue sadar betapa bodoh dan rendahnya harga diri gue!.Tapi asalkan kalian tau kalo gue nyesal setelah itu sampai gue ga balik-balik karena malu!.Tapi sayangnya gue ga bisa mutar waktu kemasa lalu!,biar gue ga ngelakuin hal yang sampai merusak hubungan Lefrand dan Anayra!.".Dengan nada lemah dan perasaan penuh penyesalan sambil meratapi kesalahan yang dilakukannya dulu.
Untuk menguatkan hati Sabrina,Shenna dan Zira berhambur memeluknya setelah menyimpan mie nya dinampan.Dan Sabrina seketika matanya berkaca-kaca dan tak lama air matanya menetes keluar dari pelupuk matanya.
"Udah Sa',jangan dipikirin lagi soal itu!,yang lalu biarlah berlalu!.Coz percuma ga bakal bisa diulang lagi!,dan lagian gue juga kan ikut andil waktu itu,jadi jangan bikin gue insecure dong!.".Ucap Shenna mengingatkan dan memprotes juga sambil menepuk-nepuk punggung Sabrina.
"Ho'oh Sa'!,anggap aja itu intermezzo dan kita petik hikmahnya dari kejadian itu,ok!.Coz pengalaman adalah guru terbaik untuk kita!.".Zira menimpali sambil manggut-manggut untuk memberikan semangat padanya.
Selang kemudian mereka saling menguraikan pelukan lalu saling memandang satu sama lainnya.Sabrina terisak sambil menyeka air matanya,dan tersenyum menatapi kedua sahabatnya yang selalu mendukung dan memberikan semangat padanya meskipun sudah membuat kesalahan.
__ADS_1
"Oiya,ada yang mau gue ceritain sama kalian!.".Ucap Sabrina mulai serius.
Shenna dan Zira tampak penasaran menunggunya untuk berbicara dan siap mendengarkan.
"Gue mau dijodohin sama anak teman Papa dan mendiang Mama!,tapi...".Sabrina terdiam karena merasa ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
"Apa Sa?,jangan bikin gue penasaran dong!.".Tanya Shenna sambil menepuk lengan Sabrina.
"Pria itu mencintai Anayra dan mau menikahinya!.".Lanjut Sabrina dan sampai membuat kedua gadis didepannya terperanjat berdiri.
"Apaaa?.".Ucap Zira dan Shenna bersamaan sambil tersentak kaget.
Sembari menggelengkan kepalanya, Shenna berkata."Non sense!,masa lu mau dijodohin kayak ga laku aja!.Tapi kenapa harus dia lagi sih yang jadi rival lu Sa!?,kayaknya hukum karma nih buat lu!.Lantas gimana?,lu mau ga dijodohin sama tuh laki?.".Tanya Shenna menyelidik lalu berjongkok dan memandangi Sabrina.
Shenna dan Zira sudah tahu jika Anayra adalah nama gadis calon tunangan Lefrand dan batal pula bertunangan karena korban ide busuknya.Tapi la tidak mengenalnya dan tidak pernah bertemu dengan Anayra.
"Sebenarnya gue mau sih!,sebab pria itu CEO di Mars Mall dan putra dari om Andika pemilik Mall itu!.".Sabrina menjelaskan dengan lantang sosok pria yang mau dijodohkan dengannya pada kedua sahabatnya.
"Whaaattt???,maksud lu Khaffa Alyandra?.".Tanya Zira sambil menunjuk Sabrina.
Dijawab anggukan kepala oleh Sabrina sampai membuat Shenna menutup mulutnya yang menganga karena tercengang dan membuat Zira terduduk ditepian tempat tidur karena terkejut.
"Oh God!.Gue bingung dan otak gue buntu mau ngasih saran apa Sa!?.Disatu sisi tuh laki tampannya melebihi SNI dan disisi lainnya rival lu mantan Lefrand lagi!.Tapi ga mungkin lu tikung gadis itu lagi kan Sa!?,jangan sampai lu jadi pelakor lagi,ok!..".Ucap Sabrina sambil memijat-mijat keningnya.
Shenna memang sudah pernah melihat Khaffa saat sedang berjalan-jalan diMall beberapa bulan yang lalu bersama Zira karena Khaffa seringkali memantau situasi Mall.Dan sosok Khaffa memang populer dan pernah pernah tercetak wajahnya disebuah media sosial sebagai salah satu dari pria-pria tampan dan sukses setanah air.
"Hadeuhhh,kepala gue jadi kleyengan nih!.".Ucap Shenna sambil bangkit berdiri lalu merubuhkan tubuhnya ditempat tidur dengan posisi telungkup.
Sementara Zira menyeringai saja sambil menggaruk-garuk kepalanya karena la tidak tahu harus berkata apa dan lagipula la paling malas untuk berpikir.Dan Sabrina hanya bisa menghela nafasnya karena bingung dengan apa yang dialaminya saat ini.
Kenapa nasib gue naas sih?,apa kurangnya gue sampai ditolak terus?.Dan apa gue harus maju atau mundur sebab kayaknya gue jatuh cinta sama Khaffa?.Tapi ga mungkin kan gue jadi cewek trouble maker dan pelakor untuk yang kedua kalinya!.Apalagi Anayra yang harus jadi korban gue lagi!...Pikir Sabrina sambil menghela nafasnya dan menyandarkan kepalanya ditepi ranjangnya.
Acara reunian yang diperkirakan akan menyenangkan malah berubah menjadi menegangkan dan berujung perdebatan hingga akhirnya saling berdiam diri diposisinya masing-masing.Makanan dan minuman pun menjadi terabaikan karena selera makan mereka hilang seketika itu.
__ADS_1