Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
77.Acara Sakral Pernikahan.


__ADS_3

Author Menyapa...Hallo kakak-kakak yang baik hati?.Makasih buat like nya dan dukungan nya.Author terharu pada yang sudah mau mampir sampai bab ini 😢...Ikuti terus ceritanya dan tinggalkan komentar,jejak dan rate ya 🤗...🙏🏻


***


Anayra terbangun dari tidurnya saat dikejutkan suara dering alarm diponselnya.


Perlahan matanya terbuka,beringsrut duduk,menggeliat dan menguap.Sebelum menunaikan ibadah disepertiga malamnya,Anayra bersuci dikamar mandi.Usai itu menggelar sejadah dan memakai kain mukenanya.Dengan khusyuk mulai melakukan ibadahnya.


Anayra berdo'a agar diberi ketegaran,kesabaran,keyakinan dan keikhlasan pada Sang Illahi Robbi.Dimenjelang waktu akad pernikahannya dengan Khaffa.


"Kuatkan hatiku yang lemah ini!.Aku tau,ini jalan yang mudah,tetapi bagiku cukup sulit.Ku harap,dengan meminta ridho Mu,kerikil tajam yang menghalangi jalan kami dalam menjalani ikatan suci pernikahan nanti dapat dilewati dengan baik.Ku pasrahkan segalanya pada Mu!,ku mohon senantiasa lindungi kami!...Aamiin.".Mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya untuk mengakhiri do'a.


Saat fajar menyingsing,suasana rumah keluarga Anayra berubah riuh ramai seketika.Semua sibuk kesana-kemari untuk bersiap-siap,terutama Anayra.


Dengan keterampilan tangan seorang Make Up Artist,wajahnya dirias flawless bak seorang bidadari dari negeri dongeng,berbalut kebaya pengantin modern yang cantik berwarna putih panjang selutut,dipadu kain batik bermotif lereng emas warna coklat.


Jantungnya berdebar kian cepat saat matahari terbit dan hari mulai terang.Anayra tak henti berdzikir dalam hatinya sebelum sah dan resmi menjadi istri Khaffa Alyandra.


Jarum jam terus berputar sebagaimana mestinya.Anayra dikejutkan oleh kedatangan seorang pria tampan berbalut setelan jas berwarna hitam saat waktu menunjukkan pukul 08:15 WIB.


Brakkk.


Pintu terbuka lebar dan didorong keras Lefrand.Nafasnya terengah-engah saat karena berlari dan tergesa-gesa ingin menemui Anayra.Setelah mengetahui dari Lulla jika Anayra akan menikah hari ini,Lefrand tak percaya begitu saja.Untuk memastikannya,secepatnya pergi ke Bandung.


Lefrand menatap Anayra didepan pintu dan menggelengkan kepala tak percaya.Baru kemarin makan siang bersama tetapi kini mendapati Anayra akan menikah.Syok dan terpukul karena Anayra tidak memberi tahunya tentang hal itu.


Makan siang berdua kemarin ternyata momen terakhir bersamanya.Perlahan Lefrand mendekati Anayra dan berhambur memeluknya dengan erat,seakan tak mau melepaskannya.Melakukan itu untuk yang terakhir kalinya sebelum Anayra resmi menjadi istri orang lain.


Air mata Anayra luruh membasahi pipinya dan jas warna abu tua Lefrand."Maaf!,maafkan aku!.".Menangis dalam dekapan Lefrand menumpahkan semua isi hatinya yang campur aduk.


"Kenapa tiba-tiba dan mendadak menikah?.Kamu benar-benar akan meninggalkanku dan membiarkan aku kesepian tanpamu?.".Lefrand tak menyangka Anayra akan menikah secepat ini.


"Maaf!,ini keputusannya dan keputusan orang tua ku!.".Anayra menyeka air matanya yang berlinang.


"Kamu bahagia Ana'?,kamu siap menjadi istrinya?.".Lefrand ingin tahu perasaan Anayra saat ini.


"Haruskah ku jawab itu?.".Dengan sendunya Anayra menatap Lefrand.


Alih-alih menjawab,Lefrand mengurai pelukannya dan memegang kedua bahu Anayra meminta penjelasan."Kenapa kamu tidak mengatakan apapun kemarin?.Sekarang tiba-tiba akan menikah?.Kamu sengaja melakukan itu?.".


"Maaf!,mas pasti terkejut?.".Anayra menatap Lefrand dengan wajah sedih.


"Ini tidak lucu Ana'!.Kamu mempermainkan perasaanku!,sakit hatiku karena tersingkirkan.Kamu mengkhianati ku,Ana'.".Lefrand marah dan merasa putus asa.


Harapannya untuk hidup bersama Anayra kini telah sirna.


"Mas yang memulainya dulu!.Kenapa aku yang disalahkan?.".Anayra menunjuk wajahnya sendiri.


Heran karena Lefrand melimpahkan kesalahan padanya.


Lefrand menyeringai melihat Anayra marah."Kamu yakin memilihnya?.".


"Seperti yang mas lihat!.".Anayra menunjukkan penampilannya yang berbusana pengantin.


"Sepertinya aku memang harus mengalah dan menyerah!.Aku bahagia melihat mu bahagia!.".Lefrand menghela nafas berat dan memaksakan untuk tetap tersenyum.


Mungkin ini waktunya untuk melepas Anayra dan mengubur rasa cinta yang tersisa dalam hatinya.


"Terima kasih untuk pengertian mu!.Aku hargai itu!.".Anayra tersenyum senang melihat Lefrand bisa menerima kenyataan.


Dengan lembut Lefrand membelai pipi Anayra."Kamu cantik sekali,Ana'!.Dia beruntung mendapatkan mu!.".


"Aku tau!.Dulu,Mas gak mungkin mengejar ku kalau aku jelek,bukan?.".Penuh percaya diri Anayra mengatakannya dan tersenyum menawan.


Lefrand tersenyum miring mendengarnya."Narsis sekali.Itu yang ku suka darimu!.Membuatku jadi tidak rela untuk melepasmu!.".Tertunduk lemah dihadapan Anayra.


"Jangan mulai lagi!.".Anayra melototi Lefrand.


Tanpa bersuara Lefrand tertawa."Ana',benarkah kamu mengandung benihnya dirahimmu?.".Menyelidik dengan wajah penasaran dan menatap wajah Anayra yang cantik.


Lefrand tahu hal itu dari Lulla yang mengatakan alasannya sebab la merasa tidak percaya dengan ucapannya.Dan sebelum fajar la memutuskan ke Bandung secepatnya untuk memastikan hal itu.Dan ternyata benar adanya jika Anayra akan menikah saat melihat rumah Anayra sudah didekor dengan indah dan cantik.


Deggg.

__ADS_1


Terasa mau berhenti berdetak jantung Anayra.Nafasnya terasa tercekat di tenggorokannya karena terkejut dengan pertanyaan Lefrand.


"Aapa Mak sud mu?.Bbenih dirahimku?,Mak sudmu aku hamil?.".Anayra terbata-bata karena syok.


Dijawab anggukan oleh Lefrand dengan serius.Anayra tercengang dan menutup mulutnya.Hatinya terasa sakit dan perih dengan tuduhan itu.


Siapa yang berani menyebar fitnah dan membuat berita bohong itu?.Kenapa tega sekali?...Anayra tertegun.


"Ana',katakan!.Apa benar soal itu?.Maaf,bukan mau ikut campur,itu urusan kalian berdua!.Tapi,aku tidak rela kalau dia merusakmu dan menyentuhmu sebelum menikahi mu!.Hatiku sakit Ana' mendengar hal itu!.Kamu terpaksa menikah dengannya kan?.Apa dia memaksamu melakukan itu untuk bisa menikahimu?,cepat katakan!?.".Lefrand menekan Anayra supaya jujur.


Lefrand tak bisa menerima yang terjadi pada Anayra.Padahal,dulu Lefrand sangat menjaganya agar tidak melebihi batasannya.Walaupun kesulitan saat bersama Anayra,selalu membuat tubuhnya berkeringat saat menahan hasratnya.


Lefrand sangat mencintai Anayra dan menghormatinya.Pelukan hangat dan ciuman saja yang mampu dilakukan,tidak lebih dari itu,sebagai bentuk rasa cintanya walaupun tidak sering.


Bagaimanapun,Lefrand pria dewasa dan usia Anayra sudah lebih dari cukup untuk mengenal hal itu.Mereka tidak mau munafik dan tak mau sok suci yang penting tidak melampaui batas.


"Darimana tau itu?,siapa yang mengatakan nya?.".Anayra balik bertanya sebelum mengungkapkan kebenarannya.


"Khaffa pada mbak Lulla,saat meminta ijin cuti untukmu karena mau menikahimu.Aku seperti disambar petir mendengarnya Ana'!.Bajingan!,dia sudah berani melakukan itu!?.Aku akan melakukan perhitungan padanya!.".


Anayra terkesiap dan takut Lefrand benar-benar akan melakukan kekerasan pada Khaffa.Kejadian dulu pun masih terbayang di pelupuk matanya saat Lefrand dan Khaffa saling baku hantam.


Anayra menggelengkan kepalanya."Jangan!,kumohon!.Kasihani janin diperutku kalau mas menyakitinya!.Jangan berani melakukan itu,lihat aku saja!.Bagaimana nasib anakku kalau sampai kehilangan ayahnya!?.".Terpaksa Anayra berbohong karena takut Lefrand bertindak kasar pada Khaffa.


Lefrand tersenyum miring dan menyeringai mendengar pengakuan Anayra."Ternyata itu semua benar.Baiklah!,aku akan memaafkannya demi dirimu.Dia tidak lari dan mau bertanggung jawab,aku cukup senang.Janin dalam kandungan mu itu tidak berdosa dan tidak bersalah!.".Menghela nafas panjang.


Pasrah dan berusaha menerima hal itu.Khaffa tidak lari,mau mengakui dan mempertanggung jawabkan perbuatannya sudah cukup baik dimata Lefrand.Akal sehatnya menyadari,jika janin yang bermukim diperut Anayra itu suci.


"Mas,lupakan aku!.Carilah kebahagiaan mu sendiri!.Aku yakin kamu akan menemukan gadis yang tepat dan baik nanti!.Aku ikut bahagia jika mas bisa bahagia!.".Anayra tersenyum manis.


Menatapnya syahdu,pria yang pernah mengisi hatinya dengan penuh cinta,dan mewarnai hari-harinya menjadi indah walaupun berujung pahit.


"Berbahagialah Ana!.Ku harap kalian tetap bersama hingga akhir hayat kalian.Jagalah dia baik-baik!.".Lefrand mengusap puncak kepala Anayra dan menunjuk perut Anayra yang masih rata.


Mendo'akan dengan tulus dan ikhlas.Kebahagiaan Anayra yang terpenting baginya,meskipun hatinya terasa terkoyak mendengarnya.


Anayra membuang nafas kasar.Kesal karena Khaffa asal bicara dan menyebar fitnah seenaknya.Membuat kehilangan muka dan tercoreng nama baiknya.


"Ku do'akan yang terbaik untukmu!.".Menggenggam tangan kiri Lefrand dan menatapnya penuh rasa sayang.


"Mari kita berteman!.Hapus air matamu!,riasanmu luntur.Tersenyumlah Ana'!.".Lefrand menyeka pipi Anayra yang basah dengan sapu tangan miliknya.


Tak terasa butiran air sebening kristal menetes dimata Lefrand.Tak kuasa menahan hatinya yang menangis sedih sedari tadi.Walaupun sudah berusaha ditahannya tetapi lolos juga.


"Maaf!.".Lefrand mengusap pipinya.


Anayra terenyuh dan iba,tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.Hubungan mereka sekarang sebatas teman,bahkan Anayra sudah menganggapnya kakak.


Perhatian mereka teralihkan saat melihat Ridwan dan Hani.Keduanya berdiri didekat pintu dan tersenyum melihat interaksi Anayra dan Lefrand.Disambut senyuman oleh keduanya saat menghampirinya.


"Ayah bangga.Kalian bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain!.".


"Itu terpaksa kulakukan!.Aku tidak punya pilihan lain,Ayah.".Dengan nada bercanda Lefrand mengatakannya.


"Relakan dan lepaskan dengan ikhlas dan tangis bahagia.Lupakan masa lalu kalian!,biarlah menjadi sejarah dan kenangan manis!.Jemputlah masa depan mu,jangan mengingatnya terus!.".Ridwan memberi petuah dan semangat.


Memegang lengan keduanya dan menatapnya penuh kasih sayang.Supaya mereka sadar dengan posisinya masing-masing saat ini.Masa lalu biarlah berlalu dan jemputlah hari esok dengan kebahagiaan.


Anayra dan Lefrand mengangguk menyetujui kata-kata bijak Ridwan.


"Ayo kita keluar!.Biarkan calon mempelai pengantin wanitanya terkurung disini.Menunggu pangeran berkuda besinya datang!.Hahaha...".Ridwan mencairkan suasana supaya lebih hangat dan tidak tegang seperti saat ini.


Anayra tersenyum manis menanggapinya.Disaat suasana hatinya seperti nano-nano,terasa sedikit terhibur dengan guyonan ayahnya.


Hani terbahak-bahak dan geleng-geleng kepala."Selera humor ayahmu bagus!.Pintar sekali mencairkan suasana.".


Lefrand mengulum senyumnya."Usaha ayah berhasil!.Mari kita pergi!.".Merangkul bahu Hani dan menuntunnya keluar dari kamar Anayra.


Anayra duduk sendirian ditempat tidur tiada yang menemani usai ketiganya pergi.Melirik jam dinding dan terlonjak kaget karena waktu akad nikah akan segera dimulai pada jam 10:00 WIB.Tersisa waktu 1 jam lagi.


Diluar rumah rombongan calon pengantin pria baru datang dan keluar dari 5 mobil mewah.Semua yang datang saudara dari keluarga Andika dan Rena.Itupun yang terdekat saja yang bisa menghadiri.Jika semuanya hadir maka akan seperti karnaval.


Khaffa keluar dengan gagahnya dari mobil sedan berwarna silver berhiaskan karangan bunga dan pita.Berjalan bak seorang pangeran berbalut setelan jas pengantin berwarna putih,senada dengan kebaya Anayra.

__ADS_1


Suara hentakan sepatu pantofel nya seirama dengan langkahnya didampingi Andika dan Rena.Keluarga besarnya berkebaya yang sama dan berkemeja batik yang senada warnanya.


Orang tua Anayra menyambutnya dengan senyuman bahagia dan mengalungkan untaian bunga melati dilehernya.Usai itu,semua duduk dikursi yang sudah tersedia.


Setelah melewati acara sambutan dan sepatah dua patah kata dari kedua belah pihak keluarga.Acara sakralpun dimulai dengan khidmat tanpa mengulur waktu lagi.


Khaffa duduk dikursi dihadapan meja yang sudah disediakan untuk acara ijab kabul.Didampingi ayah kandungnya dan ayah Anayra sebagai wali nikah.Penghulu dari KUA dan dua orang saksi dari kedua belah pihak.


Berdebar-debar jantung Khaffa dan gemetaran kakinya karena gugup.Ini pertama kalinya duduk dikursi yang terasa panas dan menegangkan.Menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembusnya pelan saat akan mengucapkan kalimat ijab Kabul dengan ayah Anayra,diawali dengan Basmallah.


"Saya terima nikahnya Anayra Razkya binti Ridwan Haryadi,dengan mas kawin 25 gram dan mahar 29 juta serta seperangkat alat sholat dibayar tunai.".


"Sah!.Bagaimana saksi apakah sah?.".


"Sah!.".Serentak semuanya menjawab.


Gemuruh tepuk tangan dan derai air mata mewarnai momen itu setelah detik-detik Khaffa disahkan menjadi suami Anayra.Terutama kedua keluarga inti Anayra dan Khaffa,menangis haru bercampur bahagia.


Lefrand yang duduk dibarisan paling belakang tertunduk pasrah,berusaha kuat,tegar dan ikhlas.Khaira yang tak sengaja melihatnya tadi mengalihkan pandangannya pada Lefrand.Menatapnya dengan pandangan iba dan sedih.Matanya berkaca-kaca dan air matanya mengalir turun kepipinya.


Lulla sudah duduk disampingnya,setia menemani Lefrand sedari tadi.Mengelus punggungnya untuk menguatkan hatinya."Sabar dan ikhlaskan!.Dia bukan jodohmu!.".


"I'ts ok,I'm fine!.Jangan cemas!.".Lefrand meyakinkan Lulla dan tersenyum tipis.


Memperlihatkan jika dirinya baik-baik saja supaya Lulla tidak khawatir dan cemas.Walaupun dadanya bergejolak saat ini,berusaha menguatkan hatinya dan mengikhlaskan Anayra telah resmi menjadi milik orang lain.Hatinya menangis sedih.Mulai detik ini,tak bisa leluasa lagi didekat Anayra dan harus menjaga jarak darinya.


"Tapi matamu mengatakan tidak baik-baik saja.Aku tau kamu sedih,kamu tidak bisa menyembunyikan perasaanmu itu dariku!.".Lulla bisa membaca pikiran dan perasaan Lefrand.


Lefrand tak bisa memungkirinya lagi."Lalu apa yang harus kulakukan?.".Menatap Lulla dengan tatapan sedihnya.


"Maaf!,aku tidak bermaksud menyinggung mu!.".Lulla merasa bersalah karena merusak suasana hati Lefrand yang sedih semakin sedih lagi.


"Tidak apa-apa!.Ini bukan salah Mbak!.".Lefrand menekuk kepalanya kebawah.


Keduanya bergeming dan terdiam,tak melanjutkan pembicaraan lagi.


Di sisi lain.Khaffa menghela nafas panjang karena merasa lega dan tersenyum bahagia.Petualangannya sudah berakhir sebagai jomblo,penantiannya dan harapannya untuk menghalalkan Anayra terkabulkan.Semua berjalan lancar dan terwujudkan.Terencana dengan baik meskipun kemauannya sepihak.


Kuharap dia tidak marah....Hati Khaffa merasa bersalah karena sudah mengelabui dan mengerjai Anayra.


Setelah acara itu selesai.Anayra datang didampingi Alma yang telat datang.Untungnya acara itu baru dimulai tadi dan bersyukur bisa mendampingi Anayra sekarang.


Keduanya berjalan dengan anggun menuju Khaffa."Tersenyumlah,jangan kaku seperti itu!.".Alma menyadarkan Anayra yang tegang dan kaku.


Anayra mengubah ekspresi wajahnya,tersenyum dengan manisnya.


Khaffa refleks berdiri dan mengulurkan tangannya pada Anayra."Jagalah sahabatku sepenuh hati.Bahagiakan dia dan buatlah tersenyum terus!.".Alma menyerahkan tangan Anayra pada Khaffa.


"Akan kuingat itu!.Terima kasih telah mempercayakannya pada ku!.".Khaffa memperlihatkan senyum bahagianya.


"Berjanjilah untuk tidak membuatnya menangis dan bersedih!?.".Alma mengancam Khaffa dan menatap tajam Khaffa.


"Pria tampan seperti ku tidak pernah mengingkari janji.".Khaffa membusungkan dadanya penuh rasa bangga dan percaya diri.


"Ya ampun,lihatlah Anayra!.Suami mu sombong sekali!.".Alma menggeleng tak percaya,Khaffa sangat narsis dan angkuh dimatanya.


Anayra tersenyum masam mendengar perdebatan keduanya.Disaat tegang seperti ini,masih saja Alma bertingkah konyol dan aneh.Lebih jengah lagi saat Khaffa meladeninya.


"Ekhm,kurasa cukup basa-basi nya!.".Khaffa menyadarkan Alma saat melihat Anayra tampak tak nyaman.


"Maaf!.Aku pergi!.".Alma berlalu dari hadapan Khaffa dan Anayra dengan menundukkan kepala dan tersenyum kikuk."Selalu saja begini.Bodoh dan ceroboh!,predikat norak ku gak pernah hilang!.".Duduk dibarisan kursi paling belakang dan paling pojok.


Malu karena bertingkah konyol dan aneh hingga menjadi tontonan dan mengundang tawa orang-orang disekitarnya.Alma heran,tak bisa membuang jauh-jauh sifatnya itu.Kapan dan dimana pun,refleks dan spontan bertingkah laku seperti itu.Tak bisa menahan diri untuk tidak bersikap anggun,dan tak bisa menutup mulutnya untuk tetap diam.


Sebagai bukti bakti dan hormat pada suaminya,Anayra mencium punggung tangan Khaffa dengan takzim.


Khaffa mengecup keningnya penuh cinta dan kasih sayang."Terima kasih!.Bersedia menerima ku dan mau menikah dengan ku.".Barisan kata-kata yang diucapkan Khaffa dibalas anggukan kepala Anayra.


Kuharap kamu gak mengecewakan ku.Tepati janjimu dan bahagia kan aku!...Mata Anayra terpejam saat merasakan keningnya basah.


Khaffa menatapnya dengan rasa penuh kebahagiaan dan tersenyum sumringah.Mata berbinar-binar dan terharu,masih tak percaya jika Anayra kini resmi menjadi istrinya.Sekarang,Khaffa bisa memilikinya seutuhnya dan untuk selamanya.


Setelah selesai dengan rangkaian acara pernikahan yang mengusung adat Sunda.Tetapi ritual upacara adat istiadatnya dilewatkan untuk mempersingkat waktu dan karena itu acara akad nikah saja.

__ADS_1


Saat mendapatkan ucapan selamat dan do'a-do'a dari semua tamu undangan yang hadir,senyum dibibir Khaffa tak henti terukir.Berbeda dengan Anayra yang tampak tersenyum yang dipaksakan.


__ADS_2