
Author POV.
Khaffa dan Anayra menatap kepergian Rena dengan wajah galau.
"Abang,ayo ikuti Papi!.Papi mau bicara!.".Titah Andika seraya beranjak dari duduknya.
Khaffa mengangguk mengerti lalu Andika berjalan menuju ruang kerja pribadinya yang ada diseberang kamarnya.
"Honey,tunggu sebentar ya!.Kamu jangan khawatir dan tenang saja,ok!.".Sambil mengelus puncak kepala Anayra dan menatapnya dengan sendu Khaffa menenangkan Anayra.
Dan dibalas anggukan kepala oleh Anayra lalu secepatnya Khaffa berdiri kemudian bergegas menyusul ayahnya.
Cklek.
Khaffa masuk kedalam kemudian duduk disofa disamping ayahnya yang sedang duduk saat ini.
"Ekhm...Abang,Papi bisa memahami dan mengerti apa yang kamu lakukan saat ini!.Papi percaya abang ga serta merta memutuskan hal itu begitu saja tanpa mempertimbangkan dan memikirkannya terlebih dahulu!.Papi yakin abang pasti sudah memikirkannya dengan matang tapi alangkah lebih baiknya kalau kamu membicarakan hal ini pada kami lebih dulu sebelum menyampaikannya hingga membuat Papi dan Mami syok!.".Tutur Andika mengungkapkan perasaannya.
Khaffa tertegun sambil mencerna ucapan ayahnya lalu menghela nafasnya dengan panjang.
"Maafkan abang Pi!,abang memang salah tapi ini semua terjadi begitu saja tanpa persiapan apapun.Abang memang sudah punya rencana untuk melamarnya dan sudah menentukan waktunya tapi entah kenapa tiba-tiba melakukan itu ketika abang bertemu dengan kedua orang tuanya!.Abang cuma mengikuti hati nuraniku Pi!.".Ungkap Khaffa menjelaskan keadaannya saat itu secara gamblang.
Andika manggut-manggut bisa memahami yang dirasakan oleh Khaffa kemudian memegang pundak Khaffa.
"Apa kamu benar-benar mencintai gadis itu?,dan sudah yakin padanya?.".Tanya Andika memastikan.
Dan Khaffa mengangguk mengiyakan dengan mantap.
"Iya aku mencintainya dan sudah yakin Pi!.Meskipun awalnya hubungan kami cuma settingan seperti yang Papi dengar dari Mami!.Tapi kali ini aku serius mau menikahinya!.".Dengan tegasnya Khaffa mengatakannya.
"Baiklah!,apapun itu alasannya,gimana caranya kalian bertemu dan gimana awalnya hubungan kalian Papi ga perduli dan akan mendukung mu asalkan kamu serius dan yakin.Jagalah sikapmu padanya sebelum sah dan halal!.Jagalah perasaannya dan bahagiakan dia ".Ucap Andika sambil menepuk-nepuk punggung Khaffa.
"Makasih Pi untuk dukungan Papi dan pengertiannya!.".Sambil berhambur memeluk ayahnya Khaffa meluapkan rasa bahagianya.
"Berbahagialah nak!.".Lirih Andika seraya manggut-manggut dan menepuk-nepuk punggung Khaffa dengan mata berkaca-kaca dan tersenyum bahagia.
Sementara diruang tengah Anayra masih bergeming ditempatnya sambil mengedarkan pandangannya melihat suasana ruangan yang mewah tapi sunyi dan sepi.Sembari menghela nafasnya dengan kasar la menenangkan hatinya yang merasa tidak nyaman karena keberadaannya disini telah membuat ricuh pemilik rumah.Diapun merasa insecure saat berhadapan dengan orang-orang yang memiliki derajat yang lebih tinggi darinya.
Kenapa harus ketemu dia lagi?,kenapa harus dia yang akan dijodohkan dengan Khaffa?.Apa dunia sesempit ini atau memang ini udah takdirku dan rencana-Nya?....Batin Anayra bertanya-tanya ditengah penantiannya menunggu kedatangan Khaffa dan ayahnya.
Disudut belakang bi Diah keluar dari kamarnya setelah melaksanakan ibadah magribnya kemudian menuju ruang tengah sambil membawa nampan untuk mengambil cangkir-cangkir bekas minum tamu majikannya.Setibanya disana la dikejutkan ketika melihat wajah seorang gadis cantik tengah duduk menyendiri dengan wajah ditekuk.Sembari mengamati wajahnya la menghampirinya karena merasa mengenalnya.
"Ini mbak Anayra kan?.".Selidik bi Diah sambil menunjuknya memastikan jika gadis cantik ini sesuai dengan tebakannya.
"Ehhh,iiya Bu!.Ibu apa kabarnya?.".Ucap Anayra sambil berdiri dan tersenyum manis.
Anayra lalu meraih tangan bi Diah untuk mencium punggung tangannya dan bi Diah tampak risih sambil cengengesan.
"Alhamdulillah baik mbak!.Mbak kapan kemari kok bibi ga liat ya!?.Oh mungkin bibi dibelakangnya kelamaan tadi jadi baru sempat kemari hehehe...".Bi Diah bertanya dan menjawab sendiri sambil cengengesan.
Anayra mengulum senyumnya menanggapi ucapan bi Diah.
"Kira-kira satu jam yang lalu Bu aku datang!.".Jawab Anayra apa adanya.
"Oh gitu ya!,tapi kenapa mbak sendirian saja disini ibu,bapak dan den Khaffa nya pada kemana mbak?.".Dengan wajah terheran bi Diah bertanya.
"Ibu ada dikamarnya sebab beliau kurang enak badan dan bapak sama Khaffa sedang mengobrol berdua!.".Sekedarnya Anayra menjawab pertanyaan bi Diah sebab la tidak mungkin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Uluh-uluh,kok ga di ajak ngobrol sih mbaknya?,masa cuma jadi obat nyamuk saja disini!?.".Bi Diah berkelakar sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Dan Anayra hanya mengulum senyumnya saja.
"Ya sudah maaf ya mbak saya mau merapikan ini dulu!.".Sambil menunjuk cangkir-cangkir yang ada dimeja.
Anayra mengangguk dan bi Diah kemudian tangannya bergerak mengambil cangkir-cangkir yang ada dimeja lalu diletakkannya diatas nampan yang tadi dibawanya.
"Oh iya mbak mau minum apa nanti bibi buatkan?.".Tanya bi Diah setelah selesai dengan kegiatannya.
"Ga usah Bu,saya mau pulang sebentar lagi kok!.".Anayra beralasan karena la tidak merasa haus meskipun tenggorokannya saat ini terasa kering dan perih.
"Ya sudah saya pergi dulu mbak,permisi!.".Bi Diah undur diri sambil membawa nampan ditangannya menuju ke dapur.
Sepeninggal bi Diah Anayra mendudukkan dirinya kembali disofa.
Diruang kerja...
"Tapi berilah Mami mu waktu untuk menenangkan hatinya!.Nanti Papi akan membicarakan hal ini sama Mami mu pelan-pelan kalau dia sudah tenang!.".Sembari mengurai pelukannya,Andika menatap putra satu-satunya dengan syahdu saat berbicara.
Andika memberi pengertian pada Khaffa dengan bijaknya sebagai seorang ayah yang baik karena la memahami apa yang dirasakan oleh putranya itu.Dan la juga merasa senang sekaligus terharu karena akhirnya putranya ini bisa menemukan tambatan hatinya dengan kata lain akan melepaskan masa lajangnya yang sudah lama menyendiri setelah perpisahannya dengan cinta pertamanya.
"Tentu Pi,Abang akan menunggu sampai Mami setuju dengan hubungan kami dan mau menerima Anayra sebagai calon istri abang sebab do'a dan restu kalian sangat penting untuk kami Pi!.".Ucap Khaffa sambil menatap dengan intens nya ayahnya.
"Ayo temui dia!,jangan sampai kakinya kesemutan karena menunggu kita kelamaan hahaha...".Kelakar Andika seraya beranjak berdiri dengan Khaffa.
Dan ditanggapi senyuman oleh Khaffa.Dengan berjalan beriringan mereka keluar dari ruangan itu menuju tempat Anayra berada.
Anayra refleks mendongakkan kepalanya saat sedang tertunduk lesu menatap kedua orang yang mempunyai ikatan darah itu ketika mereka datang menghampirinya lalu spontan la pun berdiri.
"Nak terima kasih sudah mau menerima pria arogan ini hahaha...!.Laporkan pada Papi kalau dia kurang ajar dan macam-macam ya!.".Seloroh Andika sambil menatap Anayra dengan mata berbinar bahagia dan tersenyum lebar.
Anayra hanya mengulum senyumnya setelah mendengar ucapan calon ayah mertuanya.Dan Khaffa cengar-cengir saja sambil menggaruk-garuk pelipisnya.
"Honey ayo kita pulang ini sudah petang!,kamu pasti cape pulang kerja langsung kemari!.".Ucap Khaffa seraya menatap Anayra dengan syahdu.
"Jangan sungkan dan jangan dipikirkan ya!.Papi akan do'akan yang terbaik untuk kalian!.".Andika dengan bijak dan penuh kasih menenangkan hati Anayra.
"Kami pamit Pi!,tolong sampaikan pada Mami kalo abang pulang dan maaf ga pamitan dulu pada Mami!.".Ucap Khaffa.
"Pergilah nak!,biar Papi yang bicara nanti!.".Ucap Andika sambil menepuk-nepuk bahu Khaffa.
Khaffa lalu merangkul Andika kemudian Anayra mencium punggung tangannya.
"Assalamu alaikum.".Ucap Khaffa dan Anayra bersamaan sambil melangkahkan kakinya beriringan.
"Waalaikum salam.".Jawab Andika seraya tersenyum tipis.
Andika menatap kepergian putranya dengan Anayra yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.Tak lama kemudian la berjalan menuju kamar dimana istrinya berada.
Cklek.
Karena pintunya tidak terkunci Andika menerobos masuk kedalam lalu menghampiri istrinya yang sedang merebahkan tubuhnya ditempat tidur dengan posisi membelakanginya.
Sambil duduk ditempat tidur Andika menyentuh lengan istrinya.
"Mi,ayo bangun kita bicara!.Ga usah pura-pura tidur!.".Ucap Andika sambil menepuk-nepuk lengan istrinya.
Andika tahu jika Rena sedang kesal dan merajuk selalu seperti itu.Dan Rena beringsrut duduk dengan hati yang dongkol sambil merengut.
"Apa gadis itu masih ada disini atau udah pergi?.".
__ADS_1
"Mami segitu bencinya sama dia?,menurut Papi dia gadis baik-baik kok!.".
"Bukan benci Pi tapi kesal!.Baik menurut Papi tapi enggak menurut Mami.Papi jangan ketipu sama wajah cantik dan lugunya!,dan jangan mudah percaya gitu aja!.".Ucap Rena bersungut-sungut sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ishhh,liat tuh bibir Mami seksi kayak Angelina Lolly!.".Canda Andika menggoda istrinya sambil mencolek bibir Rena.
"Jolie Pi!.".Ucap Rena mengkoreksi ucapan suaminya sambil melipat kedua tangannya dan mendelik.
Dan Andika terkekeh saja menanggapinya karena merasa senang bisa melihatnya lebih santai dan tenang.
"Mi,Papi mau tanya menurut Mami apa yang membuat kita senang dan bahagia?.".Tanya Andika penasaran bagaimana cara pola berpikir istrinya.
Andika ingin mengetahui dalam benak istrinya apa yang menjadi sumber kebahagiaannya saat ini.
"Pastinya liat anak-anak kita hidup bahagia Pi!.Aneh kok nanyanya gitu sih Pi!.".Ucap Rena sambil geleng-geleng kepala.
Seulas senyum sontak terlukis diwajah Andika.Sebuah jawaban yang sangat diharapkan dan didengarnya.
"Lalu,apa Mami ga bahagia liat abang sekarang ini?.Apa Mami ga liat wajah bahagianya dan rasa cinta dimatanya pada gadis itu?.".Ucap Andika sambil menatap mata istrinya yang menggunakan bulu mata palsu dengan lekat dan menggenggam tangannya.
Rena tertegun mencerna kata-kata yang diucapkan oleh suaminya.Meresapi setiap kata-katanya yang menusuk hatinya lalu menganggukkan kepalanya setelah memahami dan mengerti dengan ucapan suaminya.
"Benar Pi,Mami bisa liat itu tapi gimana dengan Sabrina?,kita udah terlanjur janji pada Dani untuk menjodohkan abang dan Sabrina!?.".Ucap Rena mengingatkan janji yang sudah mereka ucapkan pada sahabat mereka.
"Mami tenang aja!.Soal itu biar Papi yang urus!,yang penting kita bicarakan dengan baik-baik dan jelaskan pada mereka yang sebenarnya tanpa ditutup-tutupi!.".Ucap Andika seraya mengelus paha istriku yang tertutup rok plisket berwarna coklat itu hingga membuat Rena panas dingin.
"Baiklah terserah Papi aja!,tapi itu tangannya dijaga dan dikondisikan,tunggu beduk dan adzan isya dulu!.".Ucap Rena sambil menunjuk-nunjuk tangan suaminya yang sedang berkelana dipahanya.
Dan Andika tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ocehan Rena.
"Hahaha...Asiaaap ibu ratu!.".Ucap Andika sambil menarik tangannya lalu beranjak berdiri kemudian bergegas keluar dari kamar sebelum hasratnya memuncak.
Andika mengunci dirinya diruang kerja lalu mengambil sebuah buku yang ada dirak buku dibelakang meja kerjanya kemudian mulai membuka sampulnya dan halamannya.Diapun mulai membacanya sambil duduk dikursinya.
Sementara Rena beranjak turun dari tempat tidur lalu menghampiri lemari pakaian kemudian mengambil sebuah daster untuk mengganti pakaiannya.
Ditempat lain...
Remang-remang cahaya lampu menyelimuti pemandangan ibukota.Petang menjelang malam lalu-lalang pengunjung masih memadati Mall.
Brukkk.
Khaira terjatuh dilantai saat tidak sengaja menubruk seseorang dari arah berlawanan.Setumpuk flyer yang ada ditangannya berhamburanan dilantai.Beberapa pengunjung Mall melihat kejadian itu dan sempat mau membantu Khaira tapi tidak jadi sebab didahului pria tampan yang bertubrukan dengannya.
"Kamu ga apa-apa?ayo aku bantu berdiri!.".Ucap seorang pria.
Khaira mendongak menatap wajahnya begitu juga pria yang berjongkok didepannya.
"Kak Lefrand?.".
"Khaira!.Hai,aku kira bukan kamu!?.".
Secara bersamaan mereka saling memanggil nama.Tak lama kemudian Lefrand memegang lengannya membantu Khaira berdiri lalu memungut flyer yang berceceran dilantai kemudian menyerahkannya pada Khaira.
"Maaf kak,aku ga sengaja!.Tadi aku ga fokus!.".Ucap Khaira sambil membenahi pakaiannya.
Khaira saat itu hendak ke meja informasi untuk memberikan flyer yang berisi pengumuman diadakannya acara Big Sale akhir tahun dari seluruh produk yang ada diMall.Rencananya flyer itu akan dibagikan kepada setiap pengunjung yang datang ke Mall.
"I'ts ok!.Kamu lagi apa disini?.".Tanya Lefrand penasaran dan terheran melihat Khaira ada diMall sambil membawa lembaran kertas.
__ADS_1
"Aku kerja disini kak!.".Ungkap Khaira menjelaskan sambil tersenyum manis.
Lefrand tersentak ditempatnya berdiri sambil menatap wajah gadis cantik yang ada dihadapannya.