Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 14.Flashback 2.


__ADS_3

Sepulang dari pesta.Anayra dan Alma menumpangi taksi menuju tempat menetapnya.Mereka merantau kekota Jakarta dan melamar pekerjaan disana.Tinggal dirumah kontrakkan kecil yang sederhana disebuah pemukiman tapi beruntungnya lokasinya strategis dan dekat dengan jalan utama.Tentu saja setelah dipastikan lamaran pekerjaannya diterima dan resmi menjadi staf dibutik dengan gaji yang lumayan besar.


Mereka menggunakan uang simpanan masing-masing selama bekerja sementara sebagai BA digerai kosmetik untuk biaya hidup sehari-hari saat baru bekerja dibutik.Dan dibantu kedua orang tuanya untuk bekal pertama selama belum mendapatkan gaji pertamanya disana.Juga untuk mengontrak rumah tempat tinggalnya.


"Naas ya Nay' kita dandan cantik dan kece gini tapi pulang pergi naik taksi.".Rutuk Alma.Bibirnya meruncing meratapi nasibnya.


Anayra POV.


Aku merenung sembari menatap jalanan ibukota yang hiruk pikuk dengan berbagai jenis kendaraan melalui kaca jendela pintu taksi yang kutumpangi.Kudengar Alma mengoceh namun tak jelas karena terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri.


Bagaimana bisa dia menyatakan cinta padaku yang hanya staff butik dari keluarga sederhana disaat pertama kali bertemu dengan mudahnya?.Kami bahkan baru saling mengenal.Apakah pria dari keluarga berada memang seperti itu?.Sulit kupercaya kata-katanya meskipun mengatakan dengan jelas dan terlihat keseriusan diraut wajah tampannya.


Yayaya...Aku mengakui telah terpesona oleh ketampanan wajahnya.Bisa dikatakan dia pria nyaris sempurna yang mempunyai sejuta pesona dan tanpa cacat sedikitpun apalagi dari keluarga kaya raya.Mmmh...Bahkan bisa dikatakan dari keluarga ningrat.Dan yang pasti mungkin kekayaannya tidak akan habis hingga tujuh turunan.Kurasa,itu hanya prediksiku saja.


Aaahhh...Kepalaku mendadak pusing memikirkan itu semua.Tapi kenapa jantungku bisa berdebar-debar saat didekatnya?.Ckkk,sial!.Apa mungkin aku juga telah jatuh cinta padanya???.


Bagaimana jika aku bertemu lagi dengannya lalu dia meminta jawaban atas pernyataan cintanya?.Aku harus jawab apa?.


Kurasakan tubuhku terguncang saat Alma menggoyang lenganku dan seketika lamunanku buyar.


"Apaan sih Al'?.".Tanyaku kesal sambil melototkan mataku.


"Ya ampun Nay',aku ngoceh dari tadi kamu ga dengar?.protesnya sambil menepuk keningnya.Dan aku hanya menggaruk tengkukku yang tidak gatal.


"Maaf Al'!.Aku melamun,heee...".Jawabku mencari alasan sambil nyengir kuda supaya Alma tidak marah padaku dan untuk menutupi rasa malu ku karena diam-diam memikirkannya.


"Hadeuh,kamu kesambet ya?.Dari tadi kamu melamun terus,ragamu disini tapi jiwamu berkelana entah kemana.".Alma menggerutu sambil memutar matanya jengah karena kesal sebab aku tidak merespon ucapannya dan kedua tangannya menyilang sambil bersandar dikursi mobil.


"Memang tadi kamu bilang apa Al'?.".Tanyaku penasaran dengan ocehan Alma yang tidak kudengar tadi.


"Aaahhh basi!.Udah lewat dan udah kelaut Nay'!.".Jawab Alma pendek sambil matanya mendelik saat melirikku.


Kurasa dia benar-benar marah padaku tapi aku hanya tidak menghiraukannya karena kemarahannya akan hilang dengan sendirinya.Sebab dia bukan gadis pendendam dan terus menerus menyimpan kekesalan didalam hatinya.


45 menit waktu perjalanan kami.Segera aku dan Alma turun saat tiba dirumah tinggalku dalam kurung 'kontrakan'.Setelah membayar ongkos taksi lalu bergegas masuk kedalam rumah setelah Alma sedang membuka kunci pintu.


Dengan cepat Alma menerobos masuk kedalam kamarnya.Entah apa yang dilakukannya disana dan aku mengunci pintu lalu masuk kedalam kamarku.Berganti pakaian lalu kekamar mandi untuk membersihkan wajahku,tangan dan kakiku.


Kulihat jarum jam pendek berhenti diangka 10 malam saat ada dikamarku,kurang lebih.Aaah empuknya saat aku merebahkan tubuhku ditempat tidurku yang tanpa ranjang ini.Mataku terasa berat karena mengantuk lalu ku membaca do'a sebelum tidur.Aku berdzikir saat mataku mulai terpejam dan...Zzzz...


***


Mataku terbuka setelah adzan subuh berkumandang lalu aku duduk sambil menggeliat dan menguap.Kuhimpun tenagaku dulu lalu bergegas keluar menuju kekamar mandi untuk bersuci.


Pintu kamar Alma kulihat terbuka dan kurasa pasti Alma sudah bangun lebih dulu untuk menunaikan ibadahnya.Kugelar sejadahku dikamar dan menunaikan ibadahku setelah mengenakan kain mukenah.Karena mataku masih mengantuk,aku berpikir untuk melanjutkan tidurku sampai alarm berbunyi diponselku.


Beberapa jam kemudian...


Sontak aku terbangun saat alarm berbunyi dan saat cahaya matahari menyeruak masuk melalui celah gorden kaca jendela kecil dikamarku yang mungil berukuran 2 kali 3 meter.Dinding kamar yang bercat putih polos dan hanya ada 1 lemari pakaian saja untuk menyimpan baju-bajuku.Cermin besar dan rak kecil untuk menyimpan alat perangku untuk merias wajah.


Setelah mandi lalu segera bersiap diri dengan memakai seragam kebanggaanku.


"You so beautiful!.".Gumamku sendiri narsis saat bercermin.


Bergegas aku pergi setelah pamit pada Alma.Aku sarapan sejenak dengan setangkup roti tawar yang dioles selai strawberry dan coklat kesukaanku,lalu dengan lahapnya dan tergesa-gesa kumakan sampai hampir tersedak karena seret dan refleks kuraih gelas air minum ku.


Aku kalang kabut saat melirik jam ditanganku karena waktu terus berputar.Secepatnya aku pergi melewati pagar rumah menuju jalan raya untuk menggunakan transportasi umum.


Huuuhhh...Seandainya aku mempunyai kendaraan pribadi sendiri,pasti aku tidak harus naik turun transportasi umum.Sepertinya aku harus rajin menabung!!!.

__ADS_1


Deg.


Langkahku terhenti sambil menekan dadaku karena terkejut saat melihat sebuah motor sport menghadang ku dan berhenti tepat di hadapanku.


"Mau menumpang?.".Tanya pria yang mengendarai motor sport itu tapi suaranya tidak terdengar jelas.Aku mengernyitkan keningku terheran.


Berani sekali dia menawari tumpangan padahal aku tidak mengenalnya karena wajahnya tertutup oleh pelindung kepalanya.


"Iiish nyebelin!.Bikin kaget aja!.".Gumamku pelan.


Sesaat kemudian aku bergidik ngeri mungkin itu modusnya untuk melakukan tindakan yang sudah viral disosmed tentang tangan-tangan liar dan nakal atau perdagangan manusia.


Settt.


Tiba-tiba dia membuka pelindung kepalanya dan saat itu juga aku tercengang dengan mulut menganga melihat wajahnya.


"Naiklah!,aku akan antar kamu!.".Ucapnya santai.


Dia tidak tahu betapa terkejutnya aku dan apa dia tidak mendengar jika saat ini jantungku berdebar hebat.Tapi kemudian aku tersadar saat dia menjentikkan jarinya.


"Mmas Lefrand kenapa aada disini?.Ddarimana tau alamat rumahku?.".Tanyaku gugup dan dia malah menunjukkan senyuman mautnya yang mempesona.Membuat hatiku meleleh seketika.


"Naiklah,nanti telat!.".Pintanya menyuruhku naik keatas motor sportnya.


Aku berdecak kagum melihat penampilannya yang kasual dengan jaket denim dan celana jeans.Sepatu *did*s melekat dikakinya.Wajahnya bersinar diterpa cahaya mentari pagi dan rambutnya menari-nari diterpa angin.Berbeda sekali saat mengenakkan setelan jas pesta dan rambutnya yang klimis.Tapi malah membuat ku minder dengan penampilannya saat itu.


"Subhanallah,maha karya Sang Pencipta yang sempurna.".Gumamku pelan hampir tidak terdengar.


"Heiii,kamu dengar aku kan?.".Serunya mengagetkanku.


"Iiiya mas!.".Jawabku gugup lalu segera naik dan duduk dijok belakang motornya.


"Huuuhhh...


Dia memberikan pelindung kepala dan cepat-cepat aku memakainya.Benar-benar niat menjemputku.


Deg.


"Eeeh kampret!.".


Lebih terkejut lagi saat dia menarik tanganku lalu melingkarkan diperutnya dan sontak aku bersandar dipunggungnya.


"Aku mau ngebut jadi pegangan yang kuat!.".Katanya penuh penekanan.


Drnnn.


Benar juga dia mengendarai motor dengan cepat sampai membuat ku menahan nafas karena takut.Ku rasa dia sengaja supaya aku mengeratkan tanganku,ralat pelukanku.


30 menit aku memeluknya dari belakang selama diperjalanan.Untung dia tidak tahu jika jantungku berdebar-debar.Entah kenapa akupun bingung mengartikannya.


Sesampampainya segera aku turun saat tiba didepan gedung D'Lulla Boutique.


"Makasih mas udah antar aku!.".Ucapku sambil menyerahkan pelindung kepala yang kupakai tadi.


"Masuklah!.".Ucapnya dan aku hanya mengangguk saja.


Haaahhh...Akhirnya sampai juga.Aku berjalan lurus kearah pintu butik.Ingin sekali aku menoleh kebelakang untuk melihatnya tapi gengsiku menahannya.


Drnnn.

__ADS_1


"Huuuhhh...Payah!.Dia sudah pergi!,kenapa aku ga liat dia dulu!.".Ucapku saat menoleh kebelakang sambil menatapnya yang sudah jauh dari pandanganku.


Disinilah aku sekarang dimeja kerjaku.Aku memulai rutinitas sehari-hariku menatap layar laptop saat bekerja sebagai staff dibutik.


*End.


Lefrand POV.


Semalaman mataku tak bisa terpejam sebab aku teringat wajahnya yang mengusik hati dan pikiranku.Aku bertekad mulai hari ini akan memperjuangkannya.


Gadisku...


Aku mencari tahu data dirinya pada kakakku yang menjadi atasannya.Bersyukur dia tidak keberatan dan malah mendukungku.Setelah aku tahu dimana dia tinggal.Aku pergi menggunakan motorku.


45 menit aku melajukan motorku dari kediaman kedua orang tuaku sampai didepan tempat tinggalnya.Aku melihatnya dan mengenalinya.Dia baru keluar dan dengan sigap aku menghampirinya dan berhenti didepannya.


Aku menatapnya dibalik kaca pelindung kepalaku.Dia terlihat cantik alami meskipun penampilannya sederhana tapi itu yang membuatku jatuh cinta padanya saat pertama kali melihatnya.


Aku menawarkan tumpangan padanya tapi dia hanya menatapku saja.Aku rasa dia terkejut atau mungkin takut karena tidak mengenaliku.


"Dasar payah!!!.Kenapa aku bisa lupa kalau aku memakai pelindung kepala.".Umpatku pelan.


Segera kulepaskan pelindung Kepalaku.Dan membuat dia makin terkejut lagi saat melihat wajahku.


Hahaha...Dalam hati ku tertawa.Urusanku pasti selesai disini kalau sampai mengeluarkan suara tawaku.


Aku mengatakan akan mengantarnya dan menyuruhnya naik tapi dia malah melamun.Lalu kujentikkan jariku untuk menyadarkannya.


Buahaaa...Ekspresi wajahnya lucu dan menggemaskan saat gugup dan bertanya padaku.Tapi aku tidak menjawabnya karena gengsi.Kemudian aku kesal saat dia tidak menghiraukan perintahku dan malah memandangiku dari atas sampai kebawah kakiku.Apa aku terlihat aneh???.


Entah apa yang dipikirkannya.Ingin sekali aku memakinya jika dia berpikiran buruk tentangku.


Apa dia tuli karena tidak mendengar ucapanku?.Hmhhh...Syukurlah ternyata tidak.Dia mendengar ucapanku dan menuruti perintahku.Yesss!!!.


Aku memberikan pelindung kepala setelah dia duduk dibelakangku lalu menarik tangannya supaya dia tidak terjatuh.Ralat supaya memelukku erat.


Drnnn.


Tanpa menunggu lama lagi ku melajukan motorku dengan cepat setelah memakai pelindung kepalaku kembali.


Aku bersiul karena hatiku bahagia saat dia tidak melepaskan tangannya yang melingkar diperutku.Ingin sekali aku menggengam tangannya tapi aku menahan diri karena tidak mau membuatnya kesal dan marah.


Aku fokus menatap jalanan ibukota yang mulai macet karena diwaktu ini orang-orang pergi bekerja.Huuuhhh...Untung aku menggunakan motorku pasti sial terjebak ditengah kemacetan tadi jika menggunakan mobilku.


Lahhh..Kenapa sudah sampai lagi digedung butik mbak Lulla?,padahal aku masih ingin berlama-lama dengannya.Aku harap dia tidak turun dan memintaku mengajaknya jalan-jalan menggunakan motorku alias bolos kerja.Tapi aku salah dia turun juga dari motorku.Dia memang handal dan profesional seperti kata kakakku.


Dia gadis baik dan lembut saat mengucapkan 'Makasih' padaku sambil menyerahkan pelindung kepala.Lalu aku turun sejenak untuk menyimpannya ditali berbentuk jaring dijok belakangku.Aku menatapnya saat dia berjalan dan berharap dia berbalik kebelakang untuk melihatku sambil menebar senyum manisnya karena aku belum puas memandang wajahnya.


"1,2,3,4,5,6,7,8,9...".Aku mulai berhitung seperti anak kecil yang sedang belajar menghitung sambil duduk dimotorku.


Dasar konyol!!!.


Drnnn.


Segera memacu gas motorku dengan cepat.


"Shit!!!.".Aku benar-benar kecewa karena dia tidak melihatku meskipun untuk sedetik saja.


*End.

__ADS_1


 


 


__ADS_2