Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
67.Kunjungan Daniel.


__ADS_3

Sesampainya dibutik,Anayra menyapa dan melewati ketiga juniornya yang berjibaku dengan aktivitasnya.Melempar tasnya di meja dan merubuhkan tubuhnya dikursi kerja.


Menghela nafas kasar,hatinya terasa dongkol dan pikirannya semrawut."Huuuh...Tidak mudah menjalani hidup ku ini.Cinta sangat misterius dan sulit ditebak alur ceritanya.".Berkeluh kesah.


Anayra terkadang merasa jengah dengan nasibnya.Disetiap akan melangkahkan kakinya menuju titik pusat kebahagiaan,selalu ada yang menghalangi jalannya.


Kadang-kadang,Anayra pernah berpikir.Semua yang dialami nya seperti kutukan.Jika hati dan pikirannya tidak terkoneksi,tidak terkontrol dengan baik,dan negatif thinking.


Diruang CEO.


Riccy masuk kembali kedalam ruangan nya,saat melihat kedatangan Khaffa dilorong kantornya.Mengambil berkas-berkas yang harus ditandatangani Khaffa dan bergegas menemui Khaffa diruangan CEO.


"Apa persiapan untuk Big Sale udah beres?.".Khaffa menandatangani berkas yang disodorkan Riccy.


"90 persen.Flyer siap dibagikan sekarang,dari divisi visual sudah selesai dan siap dipasang hari ini!,program dimesin register juga sudah disetting!.Oya,Boss kemarin lift barang sempat macet,tapi tekhnisi sudah memperbaikinya dan sistem jaringan sempat error,tapi semua normal kembali.".Riccy berdiri didepan meja kerja Khaffa,menjelaskan secara detail semua yang terjadi diMall sepeninggal Khaffa pergi sore kemarin.


Khaffa menanggapinya dan mengangguk."Semua pegawai dibawah kendali ku,harus bergerak cepat,termasuk kau.".


Detak jantung Riccy berdegup kencang dan menelan ludah,dirinya disebut Khaffa.Aneh,selama ini dirinya melakukan tugasnya dengan baik.


"Aku tidak pegawai yang lamban,tidak jujur dan pemalas.".Khaffa bersyukur,Riccy mampu mengatasi itu semua dengan sigap dan bisa dipercaya."Tapi tenang saja,kalian tidak masuk kategori itu.".


Sudah pasti Riccy senang dan bernafas lega mendapat pujian dari Khaffa,yang jarang mengucapkan kata pujian pada nya.


"Kemana gadis tengil itu?,kenapa belum datang?.".Khaffa menautkan kedua alisnya dan sekilas ekor matanya melirik jam tangannya.


Khaira datang terlambat,itu mengundang kecurigaan Khaffa.


Riccy hanya menggedikkan bahunya,tidak tahu menahu.lni kali pertama Khaira terlambat datang."Haruskah ku hubungi?.".


"Sekarang jam sibuk.Khaira pasti terjebak kemacetan.Dia tidak pintar mengatur waktu.Merias diri lebih penting dari pada tergesa-gesa pergi ke kantor.".Khaffa berspekulasi untuk mengusir perasaan cemasnya,yang sudah tahu kebiasaan Khaira setiap hari nya,di pagi hari.


Khaffa tak mau berandai-andai,dan memikirkan jika sesuatu yang buruk telah terjadi pada adik kesayangannya.


"Ku harap begitu.".Riccy menyayangi Khaira,sudah tentu tak mau Khaira kenapa-napa.


"Ini selesai ku tanda tangani,apa jadwal kegiatan ku selanjutnya?.".Khaffa menyerahkan berkas itu pada Riccy,dan meraih ponsel nya yang ada dimeja.


Riccy menggeleng,selain harus membubuhi tanda tangan,tak ada yang harus Khaffa lakukan."Hari ini kosong.Bisa bersantai dan menikmati secangkir kopi.Gue kelapangan dulu,mau mengawasi pegawai memasang baliho didepan Mall.".Riccy pamit undur diri untuk melakukan tugasnya.


Riccy membuka pintu,dan saat akan keluar,diwaktu bersamaan seorang pria sudah berdiri dihadapannya.


"Bang Daniel?,apa kabar?.".Riccy beramah tamah dan berjabatan tangan dengan pria yang berdiri didepan pintu.


"l'm fine!,thank you.Aku ada urusan penting dengan Boss mu itu.".Daniel mengkode dengan dagunya,menunjuk orang yang duduk dikursi kebesarannya.


Khaffa hanya bisa mendengarkan ucapan Daniel saja,tanpa bisa melihat wajahnya yang terhalang Riccy."Aku kedatangan tamu penting.".Meletakkan ponselnya dimeja dan mengurungkan niatnya,saat benda pipih itu ada ditelinganya untuk melakukan panggilan."Kuharap dia datang tidak membawa bendera perang.".


"Baiklah.Suasana hatinya sedang baik hari ini.".Riccy setengah berbisik ditelinga Daniel dan melengos pergi.


Daniel menaikkan satu alisnya terheran-heran,dan acuhnya menghampiri Khaffa.


"Angin apa yang membawa mu kemari?.".Khaffa saat Daniel mendudukkan dirinya dikursi yang ada didepan mejanya.


"Santai saja Ffa!,kenapa wajahmu seperti itu?.Kelihatan tidak suka dengan kedatanganku kemari?.".Daniel mengamati wajah Khaffa yang tampak tidak bersahabat dan menatapnya sinis.

__ADS_1


Khaffa hanya mendengus dan tersenyum kecut karena sedang tidak mau berbasa-basi.


"Oiya Ffa!,kamu tau setelah gadis itu bernyanyi dihotelku?.Dia populer dan menjadi trending topik diantara pegawaiku yang ikut terjun langsung menjadi pramusaji.Staffku terus memberikan pujian,saat menjadi tamu dipesta itu.Membuat semangatku makin berkobar untuk mendapatkannya.".Daniel tertawa lepas, mewakilkan perasaannya yang sedang senang hari ini.


Khaffa tersenyum smirk dan menatapnya seperti iblis.Bisa merasakan jika kakak sepupunya itu sangat terobsesi pada Anayra.


"Siapa yang tidak kagum dan terpesona padanya.Abang pun kelihatan sangat tergila-gila padanya?.Tapi sayang sekali,sepertinya abang harus menelan pil pahit.Setau ku dia memiliki tambatan hati.".Khaffa sengaja membuat Daniel minder.


Daniel menelan salivanya secara kasar.Meskipun cukup membuat nya terkejut,tapi berusaha tetap tenang dan tersenyum."Kamu pikir aku akan percaya begitu saja?.Aku tau kamu sengaja membuat ku untuk mengurungkan niatku,dan agar aku menjauhinya.".Daniel asal menebak untuk menghibur dirinya yang tiba-tiba merasa patah hati.


Tunggu saja hari H nya...


Khaffa tersenyum samar dan melipat kedua tangannya saat bersandar dibahu kursi,tanpa berkata-kata.


Daniel tampak terheran melihat sikap dan ekspresi wajah Khaffa yang tampak tenang-tenang saja.


Apa dia menyembunyikan sesuatu dari ku?...


"Baiklah,aku pamit karena urusanku sudah selesai disini.".Daniel beranjak berdiri dan melangkah pergi dengan sikap acuh dan dingin.


"Oiya Ffa,aku tidak akan menyerah sebelum memastikannya sendiri.Melihat nya dengan mata kepalaku sendiri jika dia benar-benar memiliki kekasih.".Daniel menegaskan dengan serius sebelum menghilang dari pandangan Khaffa,"See you!?.".Melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dengan tertawa-tawa.


"Tertawalah sepuas mu,sebelum meratapi kebahagiaan ku.Berjuanglah sampai tenaga mu terkuras habis,dan menyerahlah jika aku dan Anayra duduk dikursi pelaminan.".Khaffa berkata-kata sendiri seolah berbicara pada Daniel,dan menatapi pintu yang sudah tertutup rapat sepeninggal Daniel.


Sebelum memulai pekerjaannya,Khaffa menatap ponselnya sejenak untuk melihat foto Anayra yang menjadi wallpaper dilayar ponselnya."Tidak akan kubiarkan siapa pun merebut mu dariku.Kamu hanya milikku, Anayra.".Menyunggingkan senyumnya dan kembali fokus bekerja,usai meletakkan ponselnya dimeja.


Setelah meninggalkan ruangan CEO.Daniel melangkah kearah lift dan meluncur kebawah menuju gedung Mall untuk mewujudkan niatnya menemui Anayra dibutik dengan diselimuti tanda tanya dibenaknya setelah mendengar penjelasan Khaffa tadi.


Selama beberapa hari ini Daniel sengaja menyuruh orang untuk untuk mencari informasi diwaktu kapan saja Anayra bekerja.Setelah tahu,Daniel mengirimi Anayra bunga tanpa sepengetahuan Anayra.Hari ini memutuskan untuk menemuinya karena merindukannya.


Dengan langkah percaya diri Daniel masuk kedalam butik dan mencari-cari keberadaan Anayra.


"Aku mencari gaun yang cantik,sepertinya di tempat ini banyak pilihan.Tapi aku ingin dia yang melayaniku!.".Daniel menunjuk Anayra yang tengah fokus menulis laporan diberkas-berkas yang berserakan dimeja kerja.


Melly mengikuti arahannya,dan kebingungan."Maaf,tuan.Mbak itu Staff disini.Melayani customer adalah tugas ku.".Melly menjelaskan posisi Anayra dan dirinya dengan baik-baik dan sopan.


"Baiklah.Aku akan menelpon ibu Lulla sekarang.".Daniel merogoh saku jaketnya dan mengambil ponselnya.


Melly terkejut dan menjadi gusar saat Daniel menyebutkan nama majikannya.Spontan Melly mencegahnya."Tunggu tuan!.Akan ku tanyakan dulu,apa dia berkenan untuk melayani anda?. Tunggu sebentar,tuan!.".Bergegas Melly menghampiri Anayra.


Kesibukan Anayra terhenti dan konsentrasi nya terganggu dengan kedatangan Melly.Perhatiannya pun teralihkan dari laptopnya dan menatap Melly,"Ada apa?.".


"Mbak maaf!.Pria itu,meminta mbak untuk melayaninya.".Melly menunjuk Daniel dengan ekor matanya.


Anayra mengerti dengan isyarat yang Melly maksud,dan kening berkerut saat beradu pandang dengan Daniel."Biar aku yang tangani.Kamu disini saja!.".Anayra menyuruh Melly tetap ditempatnya,beranjak dan berlalu menghampiri Daniel."Ekhm,ada yang bisa ku bantu,tuan?.". Beramah-tamah meskipun agak terpaksa.


Betapa senangnya hati Daniel dan tersenyum tipis,tak mendapat penolakan dari Anayra."Ikuti aku!.".Daniel menarik tangan Anayra dan menuntunnya.


Anayra terheran-heran saat berjalan mengikutinya,dan menatapi tangannya yang digenggam Daniel.


Apa ini?,apa maunya dariku?.Haishhh...Aku hidup bukan untuk ini...


Anayra menggerutu dalam hati.


Ingin menolak tetapi tak bisa,dan ingin menghindar tetapi takut memicu pertengkaran.Tak ingin membuat keributan dan membuat suasana di butik menjadi ricuh.

__ADS_1


Melly terbengong melihat keduanya seperti sapi ompong tanpa bergerak ditempatnya berdiri saat ini.


"Siapa tuan itu?.Bagaiman bisa sedekat itu dengan mbak Anayra?.".Melly terheran-heran karena melihat interaksi Daniel dan Anayra.


Tidak mau pusing memikirkan hal itu.Melly menghampiri Santi dan membantunya saat tengah sibuk memasang label dan barcode digaun-gaun yang baru saja dikirim dari butik pusat.Usai itu,gaun-gaun nya digantung dengan rapi dirak pajangan.


Daniel memilah dan memilih gaun-gaun dideretan rak pajangan didampingi Anayra disampingnya.


"Bawalah gaun-gaun ini,dan cobalah!.".Daniel menyerahkan beberapa gaun ditangannya pada Anayra.


Mendengar kata perintah Daniel yang terdengar memaksa dan menekannya,Anayra mengernyit aneh."Haruskah?,dan untuk siapa gaun ini?.Kenapa harus aku yang melakukan nya?.".Hati-hati dan sopan Anayra menanyakan alasannya.


Daniel berpikir sejenak,mencari alasan yang tepat."Jika mau bekerja sama dan membantu ku.Aku akan merekomendasikan tempat ini.Penawaran yang baik,bukan?,dan tidak ada yang dirugikan.Kita impas.".Memberikan penawaran menarik agar Anayra tak menolak permintaannya,dan tersenyum lebar.


Anayra meraih gaun-gaun yang secara paksa yang diberikan Daniel padanya."Baiklah.Tapi kali ini saja.".Berlalu menuju fitting room."Darah memang lebih kental dari air.".Membandingkan sifat Daniel dan Khaffa yang setara.


Setelah membuka bajunya,Anayra menggunakan gaun terusan panjang berwarna hijau lumut,bagian leher berbentuk V.Berlengan panjang dengan aksen manik-manik dibagian kerah dan ujung lengannya,sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan membuat wajah Anayra tampak segar ditambah rambutnya yang digelung semakin memperlihatkan leher jenjangnya.


Anayra keluar dari fitting room dan memperlihatkan penampilan nya pada Daniel.


Cantik...


Daniel duduk disofa dengan bersilang tangan mengamati penampilan Anayra dan menatapnya tanpa berkedip.Anayra berdiri menghadap Daniel menunjukkan gaun yang dipakainya,dengan hati diselimuti rasa setengah dongkol.


"Bagian dadanya terlalu terbuka.Ganti!.".Daniel memberi kode dengan tangannya menyuruh Anayra pergi.


Anayra mendengus kesal dan kembali menuju fitting room mengikuti permintaan Daniel.Usai berganti pakaian,Anayra keluar dengan balutan gaun yang panjangnya diatas lutut dan memperlihatkan paha mulusnya.Berlengan panjang dan kerah tinggi hingga menutupi lehernya.Gaun berbahan brukat dan berwarna abu muda.


Kenapa ruangannya mendadak terasa panas?...


Daniel menelan salivanya saat melihat kulit paha Anayra yang mulus.


"Itu terlalu pendek.Ganti yang lain!.".Daniel membuat mata Anayra tercengang,dan langsung melenggang kembali masuk kedalam fitting room untuk mengganti gaunnya dengan yang terakhir.


"Sabar,sabar,huuuhhh...".Anayra menghela nafas panjang dan mengelus-elus dadanya sendiri untuk menenangkan hatinya.


Anayra keluar dengan gaun terakhir berwarna krem model A line,leher Sabrina,lengan panjang dan panjang selutut.Gaun itu melekat sempurna ditubuhnya dan membuat Anayra terlihat elegan,anggun dan seksi.Menyatu dengan warna kulitnya dan memancarkan auranya semakin bersinar.


"Perfect!.".Gumam Daniel dengan mata berbinar dan bibirnya tak berhenti tersenyum."Aku suka itu.".Matanya tidak bisa menyembunyikan rasa kagum dan terpesonanya pada Anayra.


"Baik.Akan ku siapkan.".Dengan langkah panjang Anayra bergegas masuk keruangan yang tertutup rapat itu untuk segera berganti pakaian dengan seragam kerjanya dan merengut kesal."Dia sepertinya sengaja menyiksa ku.Kaki ku sampai pegal dibuatnya.Jika bukan karena pekerjaan,aku tidak sudi melayani nya.".Anayra keluar dengan membawa gaun-gaun yang dicobanya dan menghampiri Daniel."Silahkan,tuan!.".Memepersilahkan Daniel menuju Kassa.


Daniel bergeming,dan berdiri dihadapan Anayra yang tampak kaku dan canggung."Berhentilah bersikap formal padaku.Aku bukan orang asing.".Tak suka dengan perlakuan Anayra pada nya.


Jika sikap Anayra seperti itu,akan membuatnya kesulitan mendekati Anayra,dan untuk menjangkau hati nya.


"Anda klien kami,tuan.Tidak pantas jika aku bersikap lancang.".Anayra berusaha menyikapinya tenang,walaupun suaasana hatinya saat ini merasa tak nyaman.


Selain itu,Anayra menjaga jarak dari Daniel.Bukan tanpa sebab dan tanpa alasan,melainkan karena profesionalitas kerja yang menghormati Daniel sebagai customer,dan sebagai sepupu Khaffa.


"Jika aku mengharapkan lebih dari itu?.".Daniel memberanikan diri menyatakan perasaannya.


Pernyataan Daniel yang terdengar klise cukup mengejutkan Anayra."Aku tidak mengerti maksud anda.".Tetapi pura-pura tak paham."Maaf!,waktuku tidak banyak dan masih ada pekerjaan lain,tuan.".Berharap dengan cara itu bisa membuat Daniel mengerti,tanpa mengurangi rasa hormat nya.


"Baiklah.".Daniel tak bisa berbuat banyak dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Berlalu pergi diikuti Anayra menuju Kassa diliputi rasa kecewa.Tetapi itu tak membuat Daniel menyerah untuk mendapatkan hati Anayra.Daniel malah semakin tertantang dan terpacu semangatnya,dalam menaklukkan hati gadis yang telah menarik perhatiannya dan merasakan sesuatu yang tak dirasakan Daniel sebelumnya.


Daniel melupakan rasa cinta yang pernah dirasakannya dulu,dan kali ini untuk sekian lama nya merasakan lagi rasa itu sejak melihat Anayra.


__ADS_2