
Riccy pergi beristirahat selain mencari makan tapi juga mau bersantai sejenak melepaskan rasa lelahnya.Tugasnya sebagai asisten CEO sangat menyita pikiran dan waktunya meskipun tugasnya tidak terlalu berat.
Matahari kian meredup saat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.Waktu yang bertepatan dengan jam istirahat para pegawai shift siang yang menghuni seluruh gerai Mall termasuk pegawai butik.Dan pada jam inilah waktu yang tepat bagi para muda-mudi mengunjungi pusat perbelanjaan terbesar dan ternama ini, untuk sekedar nongkrong diarea food court atau bermain diarena permainan anak-anak jaman sekarang.
Apalagi lokasinya yang strategis dan berada dipusat kota ditambah suasana taman yang indah dan asri yang ada didepan gedung Mall,sudah pasti menjadi daya tarik yang kuat bagi orang-orang untuk mendatanginya.
Riccy melangkahkan kakinya menuju sebuah restoran namun langkahnya tertahan saat berpapasan dengan gadis cantik berseragam pegawai butik yang dikenalnya.Senyum lebar pun langsung mengembang dibibirnya.
"Hai,mbak Alma mau istirahat?.".Tanya Riccy ramah menyapa Alma.
"Yups,benar!.Pak Riccy mau kemana?.".Ucap Alma berbasa-basi sambil tersenyum manis.
"Mau cari makan!.Kebetulan,gimana kalo kita makan bareng?,nanti aku yang traktir?!.".Ucap Riccy dengan wajah penuh harap agar tidak menolak permintaannya.
Saat mendengar kata traktir tentu saja membuat hati Alma senang.Senyumnya merekah sempurna dan mata berbinar-binar.Dengan begitu la tidak harus mengeluarkan dompet dan bisa menyimpan uangnya dengan utuh.
"Wuihhh,dengan senang hati aku ga mungkin nolak Pak!.".Jawab Alma sambil mengangguk mengiyakan.
*Asyiiik,p*erut kenyang dan dompet aman.Cihuyyy...Sorak Alma dalam hatinya.
Karena Alma setuju dengan permintaannya,maka Riccy pun tidak menyia-nyiakan waktu lagi.
"Ok,ayo ikut aku!,nanti aku yang pilih tempatnya.".Ucap Riccy dan Alma menganggguk mengiyakan.
Beberapa menit kemudian...
Riccy dan Alma menginjakkan kakinya disebuah restoran yang baru dibuka diseberang gedung Mall.Mereka duduk dikursi meja makan yang kosong.
"Pak Riccy yakin ngajak aku makan disini?.Makanku banyak lho Pak!,gimana kalo nanti dompet Pak Riccy tekor?.Harga makanan disini pastinya mahal kan!?.".Canda Alma menggoda Riccy sambil mengedarkan pandangannya melihat ruangan restoran yang jauh dari kata sederhana.
Alma terkesima melihat suasana ruangan restoran yang terlihat mewah.Dia biasanya makan dirumah makan sederhana atau kantin.Itu karena la harus menghemat dan memperhitungkan pengeluaran setiap bulannya.Apalagi dikota ini la merantau dan tinggal dirumah kontrakan kecil dengan Anayra.
Meskipun la mau makan ditempat yang lebih bagus maka harus memangkas uang simpanannya.Simpanan itu digunakan untuk keadaan darurat sebab bukanlah hal mudah baginya hidup merantau dikota besar yang semua serba mahal jauh berbeda dengan kota asalnya.Meskipun gajinya dibutik sebagai staf cukup besar tetapi tidak mungkin la berfoya-foya begitu saja.
Ucapan Alma sontak membuat Riccy tergelak.Biasanya teman yang diajaknya makan tidak pernah pusing memikirkan soal harga makanannya tapi malah memanfaatkannya dan aji mumpung oleh traktirannya.
"Hahaha...Tenang aja,ga usah sungkan!.Anggap aja ini sambutan untuk mbak Alma sebab baru kerja diMall ini!.".
"Okelah kalo gitu!.Siapin bajetnya ya Pak!,dan jangan kaget kalo makanku rakus!.".Canda Alma sambil mengerling genit.
Sementara Riccy hanya tersenyum saja menanggapinya sambil geleng-geleng kepala karena sikap Alma cuek dan tidak ja'im.Sesaat kemudian pelayan restoran datang untuk menanyakan menu pesanan makanan kemudian pergi setelah mencatatnya.
"Mbak Alma udah lama kerja dibutik?.Tanya Riccy mengawali pembicaraan.
"He'em,udah dua tahun lebih Pak!.Aku tinggal dikota ini sejak kerja dibutik sama Anayra juga.".Jawab Alma apa adanya.
"Kalian bukan dari kota ini?.".Tanyanya dengan kening berkerut.
Alma menganggguk."Benar pak!,kami dari kota Bandung.Kami merantau disini,tinggal dan kerja ditempat yang sama.Kami juga sahabatan sejak masih sekolah!.".Ungkap Alma sambil melipat tangannya dimeja.
Sembari mendengarkan Riccy manggut-manggut saja.Tapi la cukup terkejut karena ternyata gadis cantik yang duduk dihadapannya itu adalah seorang perantau.
"Begitu ya!.Pantesan kalian sangat akrab!,kalian juga berani dan mandiri menurutku!.".Ucap Riccy sambil menatap Alma dengan raut wajah terlihat kagum.
"Berani itu modal utama Pak!,kalo mau tinggal disini.Dan itu kami lakukan karena bakat kami juga Pak!.".Jawab Alma penuh percaya diri sambil menopang dagunya.
Kening Riccy berkerut karena tidak mengerti dengan ucapannya.
"Memang apa bakat kalian?.".Tanya Riccy penasaran.
"Bakat butuh uang untuk biaya hidup Pak.Hahaha....".Jawab Alma asal bicara sambil terbahak-bahak karena merasa geli oleh guyonannya sendiri.
"Hahaha...".
__ADS_1
Entah kenapa Riccy seperti disihir olehnya dan tak kuasa menahan tawanya juga saat melihat ekspresi wajah Alma yang konyol bukan hanya karena ucapannya saja.
"Bisa aja kamu ini!.Kalo cuma itu alasannya,aku juga sama.Oiya,mbak Alma boleh aku tanya sesuatu?.".Mengalihkan pembicaraan.
"Boleh,tapi panggil namaku aja!,sebab aku masih imut dan lebih muda dari Pak Riccy!.".Pinta Alma dengan gaya centilnya.
Riccy mengangguk menyetujui permintaan Alma sambil tersenyum tipis.
"Alma,kamu sahabat Anayra kan!?.Apa dia pernah cerita sesuatu soal Pak Khaffa?.".Tanya Riccy tanpa rasa ragu.
Sempat tersentak karena tiba-tiba Riccy menanyakan soal itu padanya tapi kemudian acuh saja menanggapinya dan balik bertanya karena la pun merasakan keganjalan antara Khaffa dan Anayra.
"Ooh,si CEO sompl-...,ups maaf!.Maksudku Pak CEO itu?.".Celetuk Alma sambil menutup mulutnya dan dibalas anggukan kepala oleh Riccy.
"Apa pak Riccy merasa aneh dan heran liat mereka ga akur?.".Sambungnya serius.Diangguki oleh Riccy.
"Apa pak Riccy curiga ada sesuatu diantara mereka?.".Dan Riccy mengangguk lagi.
Sembari menepuk keningnya,Alma berkata."Hadeuuh,aku ngomong panjang kali lebar tapi kenapa cuma mangut-mangut aja Pak?.Ga asyik tau!,irit banget sih ngomongnya!.".Ucap Alma sambil mengerucutkan bibirnya.
Sampai Riccy terkekeh melihat ekspresi wajahnya.
"Kamu lucu dan cantik Alma!.Aku jadi gemas liatnya.".Jawab Riccy menatap Alma penuh makna.
Seketika pipi Alma terasa hangat dan merah merona sambil tersipu-sipu.
Riccy terpaku karena terpesona oleh kecantikan wajah Alma dan sikapnya yang menurutnya unik,lucu dan menyenangkan.Dia merasa terhibur saat bersamanya dan seketika membuat rasa lelah dan jenuhnya menghilang dengan sendirinya.Pembicaraan mereka terhenti saat pelayan datang membawa makanan dan minuman pesanan mereka lalu menyajikannya dimeja kemudian pergi.
"Makanlah!.Kita lanjutin lagi nanti!.".Ucap Riccy dan Alma manut.
Mereka mulai melakukan kegiatan makannya.
Ditempat lain...
1 jam yang lalu,Anayra sudah tiba dirumah kontrakannya.Dia dkamar mandi membersihkan dirinya.Setelah selesai lalu keluar dengan mengenakan handuk putih melilit ditubuhnya dan rambutnya dicepol.
Kemudian la melaksanakan ritual ibadahnya terlebih dahulu.Setelah itu menghempaskan tubuhnya disofa ruang tamu sambil menonton acara TV ditemani beberapa camilan yang tergeletak dimeja.
Tok,tok,tok.
Kepalanya refleks menoleh ke arah pintu saat terdengar ketukan dan dengan cepat la beranjak untuk membuka pintu.Tapi kemudian matanya membulat dengan jantung berdegup kencang karena dikejutkan oleh kedatangan seorang pria tampan.
"Assalamualaikum,Ana'?.".Sapanya ramah sambil tersenyum mempesona.
"Wa alaikum sa lam.".Jawab Anayra terbata karena terkejut dan juga gugup.
"Boleh aku masuk?.".Tanyanya tapi Anayra diam membisu tidak menjawabnya dan hanya menatapnya saja.
''Aku anggap diammu tanda iya!.".Ucap pria itu sambil menerobos masuk kedalam lalu duduk disofa ruang tamu.
Raut wajah Anayra terlihat bingung.Entah kenapa pikirannya sebab selalu tidak bekerja otaknya secara optimal setiap berhadapan dengannya.
"Kemarilah Ana'!.Mau sampai kapan kamu berdiri disitu?.".Tanyanya saat melihat Anayra berdiri terus seperti patung didekat pintu.
Saat tersadar Anayra terhenyak dalam diamnya lalu dengan langkah pelan menghampiri pria itu.
"Duduklah Ana'!.".Titahnya sambil menepuk ruang kosong disebelahnya disofa.
Dan Anayra menurut saja tapi duduk sedikit renggang darinya.
"Mmas aada apa kemari?.".Tanya Anayra gugup sambil meliriknya sekilas lalu memalingkan wajahnya kedepan.
Siapa lagi kalau bukan Lefrand yang bisa membuatnya tidak bisa berkutik seperti itu.Lefrand mengulum senyum melihat wajah Anayra yang cantik alami dan segar dan lehernya yang jenjang,putih dan mulus terekspos ditambah helaian anak rambut menjuntai membuatnya tampak seksi.Dengan tatapan syahdu la menatap Anayra lekat-lekat tanpa mau berkedip dan mengalihkan pandangannya,sampai membuat Anayra kikuk.
__ADS_1
"Ana',aku mau bilang sesuatu jadi dengarkan aku baik-baik!.".Ucap Lefrand dengan tegas dan serius.
Sejenak Anayra menatap Lefrand karena terheran dengan ucapannya lalu menundukkan kepalanya karena terkejut saat beradu netra dengannya.Perlahan Lefrand meraih dagu Anayra dengan tangan kanannya kemudian mengarahkan wajah Anayra padanya.
"Ana',liat dan tatap mataku!.Apa kamu gugup dan takut?.Tenanglah!,aku ga akan makan kamu kok!.".Ucap Lefrand dengan lembut karena melihat Anayra tampak gelisah.
Sembari menghela nafasnya,Anayra menutup mata untuk mengusir kegugupannya dan membuka matanya saat sudah merasa tenang lalu menatap mata Lefrand.Lefrand dan Anayra saling menatap dan beradu netra.Mereka saling merekam wajah masing-masing.Wajah yang saling mereka rindukan,wajah yang selalu memenuhi pikiran dan hatinya.
"Ana',maaf,maafin aku!.Aku nyesal dan merasa bersalah walaupun itu bukan sepenuhnya salahku.Kamu mau kan lupain semuanya?.Dan ayo kita mulai dari awal lagi!,kamu mau kan?.".Ucap Lefrand lirih sambil menggenggam tangannya.
Lefrand harap-harap cemas menunggu jawaban Anayra tapi kemudian terkesiap saat melihat mata Anayra berkaca-kaca.
"Mas,aku udah maafin kamu dan udah lupain semua!.Tapi kita ga bisa bersama lagi!.".
"Kenapa?apa kamu benci aku dan ga mencintaiku lagi?.Atau ada pria lain dihatimu?.Jawab Ana!.".Lefrand mengintimidasi mencari alasan dibalik penolakan Anayra.
"Engga mas,bukan itu!.Aku ga tau,aku masih bingung!.".
Bingung dengan kedatangan Lefrand yang tiba-tiba dan masuk kembali kedalam kehidupannya.Anayra beranjak berdiri lalu melangkahkan kakinya namun disaat yang sama Lefrand refleks berdiri dan mencekal lengannya.
Geppp.
Dengan penuh cinta dan sayang Lefrand memeluk Anayra dengan erat.Seketika rasa hangat menjalar ditubuh keduanya.Anayra berusaha meronta dan berontak untuk melepaskan tangan Lefrand yang melingkar diperutnya.Namun sia-sia karena pelukan tangan Lefrand begitu kuat.
"Mas,tolong lepas!.Jangan begini!.".Pinta Anayra lirih.
"Aku rindu kamu Ana'!.".Bisik Lefrand lirih ditelinga Anayra sambil membenamkan wajahnya diceruk leher Anayra.
Dalam seketika tubuh Anayra terasa disetrum dan darahnya berdesir halus karena merasakan sensasi yang luar biasa.
"Hiiikkks...
Lefrand sontak terkejut saat mendengar Anayra terisak lalu melonggarkan pelukannya kemudian memutar tubuh Anayra kearahnya.Sembari menatap Anayra dengan sendu,la mengusap butiran bening yang menetes di pipinya dengan jari tangannya.
"Hei,jangan nangis Ana'!.Jangan buang air matamu untuk hal yang ga penting!.Simpanlah air matamu untuk sesuatu yang buat kamu bahagia!.Aku mencintaimu Ana' dan ga berhenti mencintaimu sampai sekarang.Kembali padaku,kumohon!?.".
"Aaku belum siap untuk ini!.".Dalih Anayra sambil menggeleng pelan.
"Ana',aku yakin perasaanmu masih sama padaku,buktinya aku dan kamu masih sendiri sampai detik ini.".Ucap Lefrand optimis dan yakin.
Lefrand tahu status Anayra yang masih sendiri dan tentu saja la mencari tahu dari kakaknya Lulla selaku pemilik butik tempat Anayra bekerja dan notabene majikan Anayra.
Cuppp.
Saat merasakan rasa hangat menjalar dihatinya karena tak kuasa membendung rindunya,Lefrand tiba-tiba mengecup kening Anayra dengan lembut.
Deg,deg,deg.
Semakin membuat jantung Anayra berpacu cepat.Apalagi saat Lefrand dengan cepat menggerakkan kepalanya ke wajahnya lalu mendaratkan c**m*n dibibirnya.
Cuppp.
Dan Anayra refleks memejamkan matanya.Dia terlena dan terbuai dalam kehangatan bibir Lefrand yang menci*mnya dengan lembut dan penuh cinta.Hati dan pikirannya tidak terkendali karena semua terasa kosong.Dia merasa terhipnotis oleh tatapan mata perkataan dan perlakuan lembut Lefrand padanya.
Ci*man Lefrand berubah menjadi lum*t*n lembut semakin membuat Anayra terasa melayang dan melambung tinggi ke awang-awang.Saat merasakan tidak ada penolakan dari Anayra,Lefrand ******* bibirnya yang terasa manis dan kenyal.Tangannya bergerak merangkul pinggang dan punggung Anayra.Dan refleks Anayra mengalungkan tangannya dileher Lefrand.
Mereka saling mengecap dan meresapi.Saling melepaskan rasa rindu yang menghimpit didada mereka.Untuk sejenak melupakan semua hal yang terjadi diantara mereka dan tidak menghiraukan apa yang membuat mereka menjaga jarak dan terpisah.
Rasa rindu dan rasa cinta tenggelam menjadi satu.Itu yang dirasakan mereka saat ini.
Tesss.
Tanpa seijin darinya,air mata Anayra menetes dipipinya.Seketika Lefrand terkejut saat pipinya terasa basah lalu menghentikan kegiatannya.Seketika itu pula Anayra tersadar lalu mendorong pelan tubuh Lefrand.Anayra salah tingkah dan gelagapan sambil menyeka pipinya yang basah dengan telapak tangannya sambil tersipu malu karena semburat merah merona dipipinya.
__ADS_1