Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
64.Nge-gep.


__ADS_3

Ditempat lain...


"Stoppp!!!.".


Mia melambaikan tangannya saat menghadang sebuah mobil yang sudah dikenalnya.Khaira segera menginjak rem untuk menghentikan mobilnya lalu bergegas keluar dari mobil saat melihat wajah sahabatnya.


"Kenapa lu disini sih?,bukannya tadi bilang tunggu gue diparkiran?.".Ucap Khaira dengan kesal saat berdiri dihadapannya.


Khaira dan Mia mau melaksanakan misi yang tersembunyi untuk mengintai seseorang yang sudah membuat Khaira naik darah.


"Itu tadi!,ayo cepat sebelum dia pergi!.Mobil lu simpen disini aja biar kita gampang pas cabutnya!.".Ucap Mia sambil menarik lengan Khaira lalu menyeretnya agar berjalan mengikutinya.


Khaira meninggalkan mobilnya dipinggir jalan didepan sebuah gedung Bank karena la dan Mia mau memergoki seseorang yang membuatnya merasa curiga.Mia mengajak kesuatu tempat yang ada dilokasi strategis dekat pusat perkotaan.Disana banyak gedung bertingkat berjejeran tapi hanya tempat yang ditunjukkan oleh Mia yang tampak mencolok.


"Lu yakin dia dateng kemari?.".Ucap Khaira sambil menunjuk tempatnya.


Khaira tercengang ketika Mia mengajaknya kedepan sebuah tempat yang tidak jauh dari Bank itu.Tempat yang hingar-bingar oleh suara musik yang dimainkan 'Dj' serta penuh dengan orang-orang yang menari dengan enerjik dan erotisnya.


"Ahhh,jangan ngadi-ngadi lu!,gue ga percaya kalo dia ada disini!.".Sambil menggeleng tidak percaya.


Mia meniup poni rambutnya karena kesal lalu bergumam."Ngapa juga gue bo'ong ga ada guna!.".Sambil melipat kedua tangannya.


"Sueeer Ra,berani jadi orkay gue!.Demi lu gue nguntitin dia selama 2 minggu ini,dan biasanya dia kemari setiap minggu.".Sambung Mia menjelaskan.


Khaira menganggguk mengerti tapi la masih bimbang dan ragu bukan karena tidak percaya dengan ucapannya karena la memikirkan suasana tempat itu dan resikonya.


"Iya gue percaya!,tapi mana gue berani masuk kesana.Kalo ketauan bonyok sama abang gue,bisa-bisa gue dipasung.".Dalih Khaira sambil menggaruk kepalanya karena merasa bingung.


Mia hanya memutar bola matanya setelah mendengar ucapan Khaira.


"Lahhh,terus ngapain kita dimari Ra?.Lu minta gue main detektif-detektifan dan dia jadi targetnya tapi setelah terungkap sama gue,lu malah ogah nge gep dia!.".Ucap Mia sambil menepuk keningnya dan menghela nafasnya.


Sembari berjalan mondar-mandir Khaira menggigiti jarinya tengah memikirkan sesuatu.


Masuk ga ya**?...Pikir Khaira.


Karena jalan itu tempat yang ramai dilewati lalu lalang kendaraan maka secara otomatis gerak-gerik mereka terlihat jelas meskipun pencahayaan disana remang-remang sebab posisi mereka ada dipinggir jalan tapi dalam posisi aman.Dan keberadaan keduanya tanpa disengaja tertangkap oleh seseorang sambil mengendarai mobilnya ketika melewati mereka berdua.


"Itu kan Khaira lagi ngapain dia disana?.".Dengan wajah terheran pria itu bergumam sendiri sambil melaju mengemudi.


Setelah menimbang-nimbang lagi kaki Khaira refleks melangkah menuju ketempat itu karena penasaran dan Mia sontak mengekori Khaira.


"Lu beneran udah yakin mau masuk kesini?.".Tanya Mia ketika mereka sedang berjalan menuju pintu masuk tempat itu.


Dan diangguki oleh Khaira dengan mantap.


"Ok fiks!.".Jawab Mia pendek.


Sesampainya didalam la membeli tiket masuk lebih dulu kemudian masuk kearea utama gedung setelah melewati petugas yang berjaga didepan pintu untuk memeriksa tiketnya.Dengan jantung berdebar-debar la dan Mia menerobos masuk sambil kepalanya celingukan mencari-cari seseorang diantara kerumunan orang-orang yang sedang menari di 'dance floor' dibawah gemerlapnya kelap-kelip lampu disco putar warna-warni.Bau alkohol tercium pekat menusuk hidung bangirnya.

__ADS_1


Kaki Khaira gemetaran dan matanya membulat ketika la melihat wajah yang dikenalnya sedang asyik menari sambil memeluk seorang gadis yang memakai baju kurang bahan.Dengan wajah geram Khaira lalu menepuk lengannya.


Satrya refleks menghentikan aktivitasnya ketika ada yang menepuk lengannya dan sontak la pun tersentak kaget saat melihat wajah gadis yang dikenalnya.


"Ka-khaira ngapain kkamu disini?.".Ucap Satrya terbata-bata sambil melepaskan tangannya dari pinggang gadis itu lalu mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena merasa lelah belum lagi dikejutkan oleh kedatangan Khaira.


"Ish,ish,ish...Dasar playboy sableng dan kere!,punya modal tampang doang tapi ternyata suka tebar pesona sana-sini rupanya kamu ya!?.Dasar serigala berbulu domba!,casingnya mulus tapi erorr mesinnya!.".Umpat Khaira kesal dengan suara keras karena bising sambil menyilangkan tangannya dan geleng-geleng kepala.


Mata Khaira memicing menatap Satrya karena la merasa diperdaya olehnya padahal Satrya sudah hampir sebulan ini bermukim dihatinya.


"Sorry Ra,jangan marah ya,gue bisa jelasin nanti!.Ayo kita keluar dulu dari sini sekarang!.".Ucap Satrya sambil memelas lalu ketika memegang tangannya,secara spontan Khaira langsung menepisnya.


"Eits-eitsss,jaga jarak dua meter dari gue!.Husss,sana gih!,najis gue dekat-dekat sama lu!.".Ucap Khaira mengkode dengan tangannya menyuruh Satrya menjaga jarak darinya.


Satrya tapi tidak menggubrisnya malah menarik tangannya ketempat yang lebih sepi yang ada disisi ruangan itu.Sambil menarik-narik tangannya Khaira meronta-ronta hendak melepaskan diri,sementara Mia hanya berjalan mengekori keduanya.


"Lepasin tangan gue!.Gue bilang jaga jarak dari gue,Onta!.".Ucap Khaira sambil menarik dengan kuat tangannya hingga terlepas dari genggaman tangan Satrya.


Sembari berdiri diantara Satrya dan Mia disisi ruangan itu Khaira merutuk.


"Ihhh jijik,tangan gue jadi ternoda deh!.".Rutuk Khaira sambil melapkan tangannya pada blazer warna putihnya yang digenggam Satrya tadi.


Dan Satrya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.Sementara Mia menjadi penonton saja sama dengan orang-orang ada disekitarnya yang teralihkan perhatiannya melihat interaksi Khaira dan Satrya.


"Ra,lu jangan salahin gue kalo gue datang kemari sebab lu sok suci dan sok jual mahal sampe jadi bikin gue jenuh dan bosen setiap jalan sama lu!.".Satrya meluapkan perasaan sambil berkacak pinggang.


Plakkk.


"Ck,ck,ck.Beneran lu kayaknya ga ada akhlaknya!.Ok,fiks mulai sekarang kita end dan lu harus jaga jarak dari gue paling deket 5 meter ok,bye!.".Ucap Khaira sambil melengos pergi diikuti Mia.


Satrya sontak ternganga dan terbelalak lalu la melangkahkan kakinya hendak menyusul Khaira namun diwaktu yang sama suasana seketika berubah ricuh pada saat dua pria saling berselisih paham ketika mereka memperebutkan seorang gadis dengan kondisi sedang dalam pengaruh minuman beralkohol.Suasana semakin mencekam disaat kedua pria itu saling baku hantam.


Suara hingar-bingar musik berubah menjadi suara jeritan gadis-gadis disekitar ruangan itu.Khaira dan Mia berdiri saling berpelukan karena ketakutan sambil berteriak-teriak tapi mereka tidak bisa pergi dan menghindar karena suasana semakin menegangkan apalagi akses keluar terhalang oleh teman-teman dari kedua pria itu yang saling serang dan menyerang.


Ditengah ketakutannya tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik tangannya lalu menuntunnya pergi meninggalkan ruangan itu diikuti Mia dibelakangnya.Mereka terus melangkah menuju keluar hingga menjauhi dunia gemerlap itu.


Nafas Mia dan Khaira tersengal-sengal setelah olahraga jantung sambil berdiri didepan mobil pria yang telah menyelamatkan mereka dari tempat yang baru diinjak oleh keduanya.


"Apa yang kalian lakukan didalam sana tadi?,kalian mau cari mati ya?,apa kalian udah ga waras hah?.".Umpat seorang pria tampan sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala karena merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh kedua gadis ini.


"Mmaaf kak kkami memang sengaja kesana sebab ada sesuatu yang harus aku pastikan!.".Ucap Khaira dengan gugup sambil mengatur nafasnya.


Sementara Mia hanya tertunduk lesu sambil memilin-milin ujung rambutnya.


"Kalo aku datang terlambat sedikit saja pasti nama kalian sudah viral besok dan tinggal nama saja!.Dua gadis tengil ditemukan bersimbah darah saling berpelukan disebuah night club.Apa mau itu terjadi sama kalian hah?.".Sentak pria itu karena kesal,jengkel dan gemas oleh keduanya.


Khaira dan Mia diam mematung dengan wajah ditekuk tanpa berani berbicara dan membela diri lagi.Pria itu lalu membuka pintu mobilnya.


"Ayo cepat masuk,aku antar kalian pulang!.".Titahnya pada keduanya.

__ADS_1


"Ttapi mobilku gimana kak?.".Ucap Khaira sambil menunjuk mobilnya yang terparkir sekitar 5 meter jaraknya dari posisinya la berdiri saat ini.


"Ra,mobil lu biar gue yang bawa!,gue kan naik ojol tadi kesini.Besok gue anterin sebelum berangkat kerja ok!.Lagian kasian kak Lefrand kalo nganterin gue kerumah kejauhan dan harus putar balik pula!.".Ungkap Mia mengambil jalan tengah.


Dan Khaira menganggguk setuju lalu merogoh saku blazernya untuk mengambil kunci mobilnya kemudian menghampiri mobilnya diikuti Mia.Setelah membuka pintunya lalu la mengambil tasnya yang ada dijok depan.


"Hati-hati ya Mi',thanks udah nemenin dan bantuin gue!.Sorry kalo lu udah gue kerjain!?.".Ucap Khaira sambil memeluk sahabatnya itu lalu menyerahkan kunci mobilnya pada Mia.


"I'ts ok Ra!,gue bantu lu karena gue sayang sama lu dan lu juga kan sering bantuin gue Ra!.Cepet pulang gih tar bonyok lu nyari-nyari,secara lu putri istana hehehe...".


Dan Khaira hanya mengerucutkan bibirnya sambil menggerutu tidak jelas.


"Balik duluan gih!,gue kan sama kak Lefrand!.".


Sambil mengangguk Mia manut lalu masuk kedalam mobil kemudian duduk dikursi kemudinya.Setelah memasang seat beltnya la menyalakan mesin lalu melambaikan tangannya pada Khaira seraya pergi melajukan mobilnya.Dan Khaira kembali menuju mobil Lefrand lalu masuk dan duduk disampingnya yang sudah menunggu dikursi kemudinya.Setelah mereka siap,Lefrand langsung tancap gas karena mesin mobil sudah dalam posisi on.


Di perjalanan wajah Khaira tampak murung dan sedih sambil menatap lurus kedepan dengan mata menerawang jauh.Lefrand melirik Khaira sekilas disela-sela fokus mengemudinya,la bingung apa yang harus dilakukannya sebab la tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Khaira.


Saat melirik jam ditangannya waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat 15 menit.


"Kamu mau langsung pulang?.".Tanya Lefrand membuyarkan lamunan Khaira.


"Hhhm,aaku huaaaa...".


Karena terkejut kaki Lefrand langsung menginjak rem.Khaira tiba-tiba menangis histeris dan sesenggukan tanpa alasan yang jelas menurut perkiraan Lefrand.


"Kamu kenapa Khaira?,ayo ceritakan apa yang terjadi tadi disana sampai kamu menangis begini!?.".Tanya Lefrand setelah menepikan mobilnya didepan sebuah pom bensin.


Sembari menyeka air matanya yang membasahi pipinya Khaira berkata."Aku baru mutusin pacarku kak karena dia ke gep lagi ngedugem tadi disana sambil meluk cewek seksiii!,hiks.".Sambil terisak-isak.


Bibir Lefrand tersenyum samar karena menahan tawanya melihat perilaku Khaira.Antara merasa iba dan gemas bercampur menjadi satu setelah mendengar pengakuannya.Tangannya lalu refleks mengambil sehelai tissue yang ada didashboard mobil lalu menyeka pipi Khaira yang berlinang air mata dengan tissue itu.Dengan matanya yang berkabut,Khaira menatap wajah Lefrand tanpa berkedip karena merasa tersentuh oleh perlakuan lembutnya dan perhatiannya.Sebab baru kali ini la merasakan sentuhan perhatian dari lawan jenisnya selain ayah dan kakaknya.


"Jadi ceritanya lagi galau nih abis putus?.Kamu bisa kok dapat yang lebih baik lagi dari dia karena kamu cantik Khaira!.Dan tenang saja ikan dilaut masih banyak jadi jangan tangisi pria brengsek seperti dia lagi,ok!.".Ucap Lefrand menenangkan hatinya dan menyemangatinya sambil menatap Khaira dengan sendu.


Sambil tersenyum Khaira mengangguk mengiyakan lalu wajahnya berubah suram ketika la mengingat sosok Satrya.Ternyata pria itu mendekatinya hanya penasaran saja padanya karena ingin menyalurkan hasratnya,terbukti dengan kata-katanya saat ditempat terkutuk itu.Dan Satrya juga tidak sebaik yang la kira selama ini.Dibalik wajah manisnya tersimpan sifat buruknya yang suka hura-hura dan main wanita.


Setelah dirasa Khaira cukup tenang,Lefrand lalu melanjutkan aktivitas mengemudinya untuk mengantar Khaira pulang.


Puluhan menit kemudian...


Dengan dipandu oleh Khaira menuju jalan kekediamannya,Lefrand menghentikan mobilnya setibanya ditujuan didepan gerbang rumah Khaira tinggal.


"Makasih kak udah antar aku pulang!.Apa kakak mau mampir dulu?.".Ucap Khaira sambil melepaskan seat beltnya dengan wajah cerah tidak seperti sebelumnya.


"Lain kali saja!,kayaknya ga sopan kalo bertamu malam-malam,nanti malah digerebek hansip lagi,hahaha...".Kelakar Lefrand untuk menghangatkan suasana.


Dan seulas senyum terukir dibibir Khaira menanggapi ucapan Lefrand.


"Baiklah,aku pamit kak!.".

__ADS_1


Setelah mendapat anggukan kepala dari Lefrand,la keluar dari mobil sambil menenteng tasnya lalu menutup pintunya.Lefrand menatap punggung Khaira saat berjalan masuk menuju rumah mewahnya.Setelah melihat situasi cukup aman karena ada penjaga yang bertugas membukakan pintu gerbangnya ketika melihat Khaira datang,Lefrand melesat pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2