
Sumber: Google.
Satu jam kemudian...
Setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih PP dengan jarak berkilo-kilo meter dan melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi.Lefrand memasuki pekarangan rumah kediaman keluarganya dan memarkirkan mobilnya digarasi kemudian keluar dari dalam mobilnya.
Bumi sudah berselimut awan hitam karena langit telah gelap ketika Lefrand tiba.Dan Sang Surya sudah terbenam beberapa jam yang lalu digantikan oleh sang rembulan malam.
Lefrand tiba dikediamannya saat hari beranjak malam karena la singgah dulu ke RM untuk mengisi perutnya yang kosong,saat ditengah perjalanan.Dan mampir kemesjid untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Tap,tap,tap.
Dengan langkah pendek Lefrand berjalan menuju ruang keluarga.Dia mengucapkan salam dan menyapa orang-orang yang ada diruangan itu.Dan dibalas salamnya oleh mereka.
Ada Lulla yang sibuk membantu putrinya Daveena mengerjakan tugas sekolahnya alias PR.Karena la melihat buku tulis dan buku paket tergeletak dekat mereka yang duduk diatas permadani yang terhampar didepan meja.Kedua orang tuanya tengah bersantai bersandar disofa sambil menikmati acara favorit mereka dilayar LED.
Lefrand menghela nafasnya.Ternyata virus drama itu telah menjangkiti kedua orang tuanya,dan menjamur kemana-mana.Sebab la juga melihat Pak Cahya yang berjaga dipos penjagaan didekat pintu gerbang masuk melihat acara yang sama di TV kecilnya.Tapi la tidak lupa dengan tugasnya membukakan gerbang ketika Lefrand datang.Dan juga Daveena sang keponakan cantik tersayangnya,tidak luput matanya menyaksikan drama itu.
"Udah pulang Le'?.".Tanya Lulla.
Lefrand mengangggukkan kepalanya sambil duduk didekat ayahnya.
"Darimana mas?,tumben sudah pulang?.".Tanya sang ayah bernama R.M Wisnu Nugrahadinata,terheran melihat putranya pulang sebelum waktunya.
"Aku da-...".Kalimat Lefrand terputus.
"Ho'oh eyang,biasanya uncle ga akan pulang kalo belum jam 9 malam.".Cicit Daveena menyela ucapan Lefrand sambil memutar badannya kearah Lefrand.
"Davy,kamu selalu saja ikut campur urusan orang dewasa dan suka menyela.Kerjakan dulu PR mu!,dari tadi matamu cuma fokus nonton sinetron aja.".Omel Lulla sambil menunjuk buku tulis milik Daveena.
Lulla merasa kesal oleh tingkah putrinya.Sedari tadi la mengajari Daveena rumus matematika untuk mengisi soal tugasnya dan cara mengerjakan jawabannya,tapi tidak kunjung selesai selama satu jam.
"Mommy,kenapa rumusnya pendek tapi jawabannya panjang.Aku jadi pusing mom!...Ugh,bisa-bisa aku gila mom'!.".Daveena mengeluh sambil memijat-mijat pelipisnya.Dan Lulla menepuk keningnya sambil menghela nafasnya.
"Hiss,anak ini.Kamu lahir dari mana dan dari siapa sih De'?.Kamu kayak bukan anakku saja.".Rutuk Lulla sambil mencubit pipi Daveena karena merasa gemas dan geregetan.
Bagaimana la tidak bicara seperti itu.Sebab Lulla saat kecil ketika seumuran Daveena selalu menurut pada orang tuanya.Tidak pernah membantah atau melawan kata-kata orang tua dan selalu fokus saat belajar.Tapi la menyadari jika generasi dulu berbeda dengan generasi sekarang.
"Aku lahir didownload dan lewat bluetooth mom!.".Cetus Daveena sambil menyilang kedua tangannya dengan bibir yang meruncing.
"Tentu saja aku anak mommy dan Daddy juga!.".lmbuhnya menimpali sambil memutar matanya karena merasa konyol dengan ucapan mommy nya.
Daveena gadis kecil yang cerdas dan tidak pernah kehabisan kata-kata untuk menjawab ocehan ibunya.Dan Celotehan Daveena sontak mengundang tawa Lefrand dan kedua orang tuanya,mereka merasa terhibur oleh gadis kecil itu.
Lulla menggelengkan kepalanya karena merasa kesal dan gemas.Tapi la bersabar menghadapi putrinya itu.Dia tahu jika putrinya termasuk anak yang cerdas dalam pelajarannya,hanya saja agak malas dan kurang fokus saat belajar.
"Sudah makan mas?.".Tanya sang ibu yang duduk disamping ayahnya bernama Ayudia Prameswari sambil menoleh pada putra tercinta semata wayangnya.
"Udah Bu!.".Lefrand menjawab sambil tersenyum.
Ia menyembunyikan kesedihannya didepan keluarganya meskipun hatinya saat ini sedang ingin menangis.
"Mas,kenapa pakaianmu lusuh dan dekil begini?.Pulang darimana tadi?.".Tanya ayahnya ketika melihat penampilan Lefrand yang tidak biasanya.
"Tadi aku meninjau lokasi proyek yah!.Kebetulan tempatnya dekat pantai jadi tadi aku mampir kesana sebentar.".Jawab Lefrand sekenanya.
__ADS_1
Ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena tidak mau membuat mereka cemas.
"Ooh...Ayah kira kamu habis ikut gebukin maling,hahaha...".Canda sang ayah sambil tertawa keras untuk menghangatkan suasana.Disusul gelak tawa oleh yang lainnya ikut menanggapi.
"Eyang bisa aja!,mana berani uncle gebukin maling,yang ada uncle ngacir duluan liat itu maling,hahaha...".Celetuk Daveena sambil memegang perutnya ketika tertawa terbahak-bahak merasa senang dan puas meledek pamannya sendiri.
Lagi-lagi suara tawa yang lainnya menggema diruangan itu.Tetapi tidak dengan Lulla,la menghela nafasnya karena sudah tidak tenaga untuk mengomeli putrinya itu.
"Itu benar Dav'!.".Ucap Lefrand sambil mengedipkan matanya pada Daveena dan menunjuknya.Dan Daveena cekikikan menanggapinya.
"Baiklah.Aku ke kamar dulu,mau istirahat!.". Ucap Lefrand sambil beranjak berdiri.
"Oya mbak,apa mbak sudah koordinasi dengan WO untuk pesta nanti?.".Tanya Lefrand pada Lulla sebelum berbalik.
"Tentu saja,undangan sudah disebar dan sudah dimulai persiapannya diballroom Hotel D'n'D...Oya Le',mbak udah siapkan setelan jas untukmu nanti!.".Ucap Lulla sambil merapikan buku-buku Daveena.
"Thanks mbak!.".Lefrand lalu berbalik.
la berjalan kearah tangga dan naik menuju kamarnya.la membuka pintu lalu masuk kedalam untuk melepaskan lelahnya dengan sambil duduk ditepi tempat tidurnya.
"Le' mbak masuk ya,mau bicara?.".Ucap Lulla saat berdiri didepan kamar Lefrand dengan pintu sedikit terbuka.
"Masuklah!.".Ucap Lefrand sambil melepaskan jas warna krem yang menempel ditubuhnya.
Lulla masuk kemudian duduk disofa.
"Le',gimana hubungan kamu sama Anayra?,apa ada kemajuan?.".Tanya Lulla penasaran.
Lulla bertanya karena la tahu jika Lefrand tengah berjuang untuk merebut hati Anayra kembali.Dan Lefrand menggelengkan kepalanya.
"Maksudmu?.".Lulla mengernyitkan dahi karena tidak paham.
"Anayra sekarang punya kekasih mbak!.".Lirih Lefrand dengan lesu dan wajahnya ditekuk kebawah.
Dengan berat dan terpaksa la mengatakannya.Sebenarnya hatinya terasa sakit oleh hal itu.
"Kekasih,siapa?.".Ucap Lulla spontan.
"Mmm...Khaffa.".Jawab Lefrand setelah ingat namanya tanpa menoleh pada Lulla.
Lefrand ingat nama itu sebab mudah diingat dan mudah diucapkan.
Lulla terlonjak kaget sambil berdiri.
"Whaaat???.Oh no!.Itu mustahil Le',sejak kapan mereka dekat?,ga mungkin Anayra menjalin hubungan dengan dia?.".Ucap Lulla sambil menggeleng tidak percaya dan menyilangkan kedua tangannya.
Alis Lefrand terangkat satu keatas karena merasa aneh dengan ucapan Lulla.
"Apa mbak kenal dia?.".Tanya Lefrand menyelidik jika Lulla mengenal nama pria yang disebutkannya itu.
"Yes,of course!.Dia CEO diMall itu.Dia putra pertama serta putra satunya-satunya pak Andika Alyandra pemilik MARSgroup.".Ungkap Lulla menjelaskan jati diri Khaffa.
Dalam diamnya tiba-tiba Lefrand langsung terperanjat tidak kalah terkejutnya dengan Lulla setelah mendengar hal itu.
Shit!!!,ternyata sainganku berat.Dia seorang CEO diMall.Pantas saja Anayra tertarik padanya...Batin Lefrand dalam kebisuan.
Lefrand memang belum mengenal sosok Khaffa.Tetapi la bisa menduga jika Khaffa bukan orang biasa dari segi fisik dan penampilan Khaffa yang mentereng waktu melihatnya di Restoran.
__ADS_1
Sekarang terjawab sudah sosok Khaffa yang sebenarnya,pria yang membuatnya penasaran tentangnya.
"Tapi dari kapan kamu kenal Khaffa dan darimana kamu tau kabar itu Le'?.Mbak aja baru dengar sekarang,baru tau dari kamu.".Tanya Lulla sambil menghampiri Lefrand lalu duduk disampingnya.
"Aku ketemu dia diRestostan saat makan siang bersama Anayra dan Alma.Tapi ibunya pria itu yang mengatakannya dan malah mengungkapkan kalo Anayra calon istrinya.".Ungkap Lefrand berapi-api menjelaskannya.
"Tapi ga mungkin Le'!.".Lulla menggeleng tidak percaya.
"Khaffa itu pria populer diMall.Setauku dia sangat pemilih dan selektif dalam mencari pasangan.Terbukti sampai sekarang masih sendiri dan pernah kudengar banyak gadis yang menggilainya tapi dia tetap acuh dan dingin meskipun gadis yang mengejarnya dari keluarga berada.Bahkan banyak pengusaha yang berniat menjodohkan putri mereka dengannya.".Tutur Lulla menjelaskan sambil beranjak berdiri lalu berjalan mondar-mandir didepan Lefrand.
Lulla memang tahu banyak tentang Khaffa,secara salah satu CEO yang populer dikalangan pengusaha sukses.Dan Lulla kerap bertemu dengan Khaffa disetiap ada acara-acara penting.
"Benarkah?,mbak yakin soal itu?.".Tanya Lefrand memastikan sambil menatap Lulla dengan wajah penasaran.
"Benar Le',mbak memang ga dekat dengan dia tapi mbak tau banyak soal dia!.".Ucap Lulla tegas dan serius.
Secercah harapan menghampiri hati Lefrand.Senyumnya mulai terbit dibibirnya.
"Le',dengar ya!.Jodoh,maut dan rejeki kita memang sudah ada yang mengaturnya.Tapi kita tetap harus berjuang dan berusaha.Kamu jangan menyerah!,selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan.Tapi selidiki dulu kebenarannya!,kamu paham kan maksudku Le'!?..".Ucap Lulla seraya kembali duduk dan merangkul pundak Lefrand untuk menyalurkan rasa sayangnya sebagai seorang kakak.
"Maju terus pantang mundur.Mbak yakin kamu pasti bisa melakukannya!.".Sambung Lulla memberikan kekuatan pada Lefrand supaya tidak mudah menyerah dan tidak patah semangat.
Setelah mencerna kata-katanya,Lefrand manggut-manggut dan paham dengan ucapan Lulla.
Lulla sebisa mungkin menyemangati Lefrand agar la bangkit dan bersemangat kembali.Dan Lefrand membenarkan hal itu.
"Baik mbak!.Aku akan ikuti saran mbak!.".sembari berpikir keras.
Mulai berniat untuk menyelidikinya dan akan merencanakan sesuatu.Dia tidak mau kalah dan menyerah begitu saja.Tapi la akan menerima kekalahan dan menyerah jika keberuntungan dan kemenangan memang sudah tidak berpihak padanya.
"Oiya Le'...Mbak udah siapkan gaun juga buat Anayra,berikan nanti padanya.Pasti dia menyukainya dan dia akan tersentuh kalau kamu yang memberikannya.".Ucap Lulla sambil memegang tangan Lefrand.Dan Lefrand mengangguk.
Lulla memang sengaja membuat gaun untuk Anayra dan la juga sudah hafal ukuran tubuh Anayra.Dan la sengaja meminta Lefrand memberikannya langsung pada Anayra untuk membantu Lefrand agar Anayra merasa tersentuh hatinya.
Dan Lefrand merasa senang karena selalu mendapat dukungan dari kakaknya sejak dulu.Dan Lulla paling memahami isi hatinya maka dari itu la tidak segan untuk menceritakan keluh kesahnya.
"Thanks mbak!.".Ucap Lefrand seraya tersenyum sumringah.
Hanya kata itu yang bisa diucapkannya pada Lulla untuk membalas kebaikan dan perhatiannya selama ini padanya.
"Hmmm...Istirhatlah Le'!,kamu pasti lelah.".Ucap Lulla sambil membelai rambut Lefrand penuh kasih sayang dan beranjak berdiri.
Lulla melihat gurat kelelahan diwajah adiknya maka dari itu la segera berlalu dari kamar Lefrand sambil menutup pintunya.
Sepeninggal Lulla,Lefrand beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya diwastafel dan memandang kembaran wajahnya dicermin.
"Ana',aku sudah janji pada diriku sendiri.Aku akan memenuhi janjiku ini.Tunggulah waktunya!.".Lirih Lefrand penuh semangat.
Sesaat kemudian Lefrand membuka seluruh pakaiannya lalu membersihkan dirinya dibawah kucuran air shower yang dingin namun menyegarkan.Menyapu seluruh tubuhnya dengan sabun cair kemudian membilas rambutnya dengan shampoo.
Beberapa menit kemudian.Setelah selesai dengan kegiatannya dikamar mandi dia berjalan keluar mengenakan kimono handuk atau bathrobe lalu berganti pakaian diwalk in closhet miliknya.Memilih setelan tidurnya berbahan katun yang tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal.
Setelah selesai dengan itu kemudian dia merebahkan tubuhnya ditempat tidur lalu memejamkan matanya setelah berdo'a dia mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur diatas nakas.Dia terlelap diatas peraduannya yang nyaman dan empuk dibalik selimutnya yang tebal dan hangat.
Saatnya untuk mengisi daya kekuatan dan semangatnya kembali.Demi kelancaran niatnya esok hari.
Suara helaan nafasnya mulai terdengar mendayu-dayu.Alam bawah sadarnya mulai berkelana jauh dan masuk ke alam mimpinya.Dalam hatinya berharap bisa bertemu dengan gadis tercintanya disana.
__ADS_1