Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
100.Keputusan Alma.


__ADS_3

☘️Cinta tak salah dan tak pernah salah namun aku yang salah.Cinta tak bisa dipaksakan dan tak boleh memaksa.


Ku harap orang yang ku cintai bisa mencintai ku setulus hati dan segenap jiwa raga nya.Memberikan rasa cintanya yang suci dan murni.


Tetapi jika nasib baik tak berpihak pada kisah cintaku,apalah mau dikata dan apalah dayaku.Jika takdir tak menyatukan cintaku dan cintanya,sampai menangis darah pun percuma.


Namun ku masih tetap berharap bisa hidup bersamanya.Berjalan bersama bergandengan tangan mengukir asa dan mencatat sejuta rencana masa depan.Terus melangkah dan berjuang bersama meraih bahagia.Memahat kenangan manis dan indah bersama setiap saat.Detik demi detik dan dari waktu ke waktu.Tertawa bersama dan menangis bersama.


Tetapi kini,rencana itu tinggal sebuah cerita yang takkan pernah ada akhirnya,kurasa.


Dia pergi membawa kenangan ku bersamanya,seiring dengan kepergiannya.Pergi entah kemana tanpa jejak dan kata-kata.


Biarlah kenangan ku dengannya menjadi sejarah kisah cinta dari bagian hidupku.Biarkan ku simpan baik-baik dalam lubuk hati ku.


Hai,pria yang pernah mengisi hatiku.Bahagialah kau disana dan hiduplah dengan baik.Carilah cinta sejatimu dan ukirlah kisah baru yang indah bersama belahan jiwa mu.


Disini...


Kupanjatkan sepenggal untaian harapan untuk kebahagiaan mu.Do'aku senantiasa menyertai mu setiap waktu.Walaupun kau jauh disana namun tetap dekat dan bermukim dihatiku.


Jujur kuakui...


Hati ini masih enggan tuk berpaling kelain hati.Rasa cinta untukmu masih tersimpan dengan baik dihatiku.Walaupun raga ini bukan milikmu lagi,namun ku tetap masih tak sanggup mengusir mu dalam dada ini.Ku kan setia menanti mu hingga merasa bosan dan jenuh.


Kuharap...


Ada keajaiban dan mukjizat.Dalam setiap do'a ku panjatkan bisa menemukan pria yang tepat untuk ku.Mau menghabiskan waktunya bersama ku hingga akhir hayatnya dan disisa waktu hidup ku,didunia ini.


Kisah kasihku dengannya telah berakhir tanpa alasan yang jelas,kuharap bisa tergantikan oleh cinta yang lain.Entah siapa pun penggantinya namun satu hal yang pasti,dia mampu membuat ku bahagia dan bisa melupakannya.


Biarkan aku menata hidupku kembali dan mencari kebahagiaan ku sendiri.Bahagia bersama kekasih hatiku yang lain.Cintaku yang baru,cinta sejatiku...


-Alma-


Alma POV


Ku coba mengerti dan memahami peristiwa yang kualami.Ku coba berdamai dengan hatiku dan juga skenario Nya.


Ini bukan keinginan ku atau keinginan orang lain,melainkan atas kehendak Nya.Namun bukan tanpa sebab atau alasan hal ini terjadi.Ku yakin,ada hikmah dibalik semua ini.


Disini ku merenung seorang diri.Merenungkan kekasih hatiku yang pergi tanpa jejak dan alasan yang jelas.Membawa kenangan manis dan indah bersamanya.


Entahlah...Wajahnya akan kulihat kembali atau tidak?.Akan bertatap muka dengannya lagi atau tidak?.Itu masih klise...


Setiap saat ku nantikan kehadirannya dibalik pintu,namun tak kunjung datang juga.Hanya bayangannya saja yang bermain-main dipelupuk mataku.


Samar-samar kulihat seakan-akan dia tersenyum,tertawa dan bercanda.Sayup-sayup kudengar memanggil namaku berulang kali.Suaranya,******* nafasnya dan tawanya,seolah selalu berbisik ditelinga ku dan menghantui ku.


Jika masih ada kesempatan hari esok bertemu lagi dengannya.Kan kubisikkan dengan lirih ditelinganya ''Semoga kau bahagia,sayang.Aku turut bahagia melihatmu bahagia''...


Tak pernah terbersit dibenak ku untuk membenci mu,tak pernah terlintas dipikiranku untuk mencaci maki mu.Ku coba untuk pasrah dan ikhlas menerima garis takdir ku ini.Ku berusaha untuk tegar dan kuat menjalani hidupku yang berliku ini.


Walaupun terkadang merasa dipermainkan,tetapi ku relakan menerima semuanya...


End.


Author POV.


Diatas tempat tidur luasnya,Alma berbaring .Tersenyum manis dan menatap sendu wajah Riccy digaleri ponselnya.Sesaat kemudian tangannya terhempas kebawah.Dengan menggenggam ponsel ditangannya,Alma akhirnya tertidur lelap setelah sedari tadi memikirkan Riccy dan memikirkan nasib yang dialaminya.


Nasib yang membuat rencana masa depannya pudar dan kemudian menghilang.Rencana dan seberkas harapan indah bersama Riccy kelak.Namun mungkin hal itu takkan pernah terjadi,tetapi tak ada kata mustahil untuk tetap terus berharap.


***


Suasana sesaat menjadi hening dan terasa tegang diruang tamu.Untuk mengusir atmosfer buruk di ruangan itu,lta mengawali pembicaraan mencairkan suasana.


"Akan kubuatkan teh hangat.".Ita beranjak dari duduknya tetapi buru-buru dicegah Andika.


"Tidak perlu repot,duduk saja!.".Pintanya memberi isyarat mengangkat tangan kanannya.


Akhirnya lta urung kedapur untuk membuatkan minum dan duduk kembali.


Andika menarik nafasnya sejenak sebelum berbicara lagi."Nak,kenalkan ini Om Al!.Dia kakak Om dan ayah dari Daniel.".Andika mengenalkan Al ragu-ragu,takut membuat Alma shock atau trauma saat menyebut nama Daniel.

__ADS_1


Namun hal itu tetap harus dilakukannya untuk menjelaskan jati diri Al yang tak lain ayah Daniel.Alma belum mengenal Al dan tak begitu mengenal sosok Daniel dengan baik.Pertemuan pertamanya sepintas dengan Daniel menjadi kisah cerita yang panjang sampai harus melibatkan banyak orang.


Alma cukup kaget namun tetap tenang."Aku Alma Om,senang bisa berjumpa dengan Om.".Diraihnya tangan Al dan dikecup punggung tangannya dengan takjim tanpa rasa benci dan risih.


Gadis sebaik ini kenapa harus jadi korban kebodohan putraku?...Pikir Al.


Sikap baik dan ramah Alma membuat Al terkagum-kagum namun ada rasa iba melihat nya.Rasa penyesalan dihati Al atas perbuatan Daniel membuat Al sedih.


Al menghela nafasnya sebelum mengutarakan niatnya."Nak,kamu pasti kaget oleh kedatangan ku kemari.Ada urusan penting yang ingin dibicarakan soal....".Ujar Al terputus dan terdiam saking gugupnya dan ragu menyinggung soal Daniel.


Alma terus memandangi Al,sangat penasaran yang ingin dikatakannya.Walaupun Al ayah Daniel namun Alma tak benci atau pun dendam.Alma berpikir rasional,Al tak harus ikut menanggung akibat perbuatan putranya.


Ceppy paham dan mengerti dengan suasana hati Al saat ini dan berinisiatif menyampaikan maksud Al yang tertahan."Alma,maksud kedatangan Pak Al kemari untuk...".Namun kata-katanya terhenti saat Alma mengangkat tangan kanannya memberi isyarat supaya diam.


Alma ingin mendengarnya langsung dari mulut Al tanpa diwakilkan oleh siapapun termasuk ayahnya.


"Biarkan Om Al saja yang bicara ayah!.".Potong Alma cepat menyela ucapan Ceppy.


Al bergerak turun dari tempat duduknya dan menekuk lututnya menghadap Alma hingga menjadi pusat perhatian semua orang.


"Apa yang Om lakukan?.".Alma salah tingkah dibuatnya.


Al duduk bersimpuh dihadapan Alma."Nak,kumohon bantu Om untuk bebaskan Daniel.Ibunya sakit keras sekarang,bertemu Daniel sesuatu yang sangat dinantikannya.Setiap waktu hanya nama Daniel yang dipanggilnya.Kehadirannya disamping istriku sangat penting dan berpengaruh besar.".Al memohon dan memelas dengan sedihnya.


Alma langsung beringsrut turun dari sofa mendekati Al dan meraih tangannya."Aku mengerti Om,tapi kumohon jangan seperti ini!.Ayo bangunlah!.".Alma risih melihat Al bersimpuh seperti itu.


Dibalas gelengan kepala oleh Al,masih tetap bersimpuh untuk mengeluarkan barisan kata-kata yang berjajar siap keluar dari dalam dihatinya."Om tau jika kesalahan putra Om tidak bisa dimaafkan.Tapi,ibunya sekarat saat ini dan mungkin saja ini permintaan terakhirnya.".Al menghiba dan memandangi Alma dengan mata berkabut tatkala membayangkan istrinya akan menghembuskan nafas terakhirnya diambang ajalnya.


Alma menepuk tangan Al."Jangan bicara seperti itu Om!.Aku yakin istri Om akan segera semb...".


Al cepat-cepat memotong perkataan Alma."Nak,jika bisa.Om bersedia menggantikan posisinya dipenjara asalkan Daniel dibebaskan supaya istri Om bisa sehat kembali walaupun kecil kemungkinannya.Tapi Om akan berusaha terus untuknya sampai tiba waktunya istri Om pergi selamanya.".Al saking gusar dan putus asanya.


Tak tahu lagi harus berbuat apa selain memohon seperti itu pada Alma.Al berharap Alma akan bersedia membebaskan Daniel,bahkan rela menjadi penggantinya.Alma terenyuh dan tersentuh hatinya.Merasa iba dan kasihan melihat wajah pria yang sudah keriput dan beruban itu.


Akhirnya tanpa pikir panjang lagi,Alma setuju dan mengabulkan permintaan Al."Baiklah,mari kita bebaskan dia,tapi Om gak harus menggantikannya!.".Untuk membesarkan hati Al yang menciut dan juga menyenangkan hatinya yang sedih.


Bibir Al melengkung keatas dan matanya berbinar."Benarkah itu?.".Al memastikan jika Alma bersungguh-sungguh walaupun hatinya yakin Alma tak mungkin berbohong dan mempermainkannya.


Alma mengangguk dengan mantapnya."Tentu saja.Bangunlah Om!,orang tua gak boleh bersimpuh dan memohon pada yang lebih muda.Om jangan merendahkan diri didepanku apalagi didepan orang banyak.".Tandas Alma.


Diusianya yang lebih tua dari Ceppy dan Andika.Al tampak rapuh dan lemah bahkan wajahnya pucat dan matanya cekung.Sebelumnya Al bugar dan sehat bahkan tampak segar walaupun usianya lebih dari setengah abad dan menginjak usia 60 tahun.


Sebagai keluarga berada Al tak kekurangan apapun.Namun berbagai faktor membuat Al terlihat seperti itu.Lenni,Istrinya dan Daniel putra satu-satunya menjadi penyebab utamanya dan menjadi kelemahannya.


Al tersanjung dengan kebaikan Alma."Terima kasih untuk kebaikan mu,nak!.Om tidak tau harus berbuat apa lagi untuk bisa mengeluarkan Daniel dan untuk menyelamatkan nyawa ibunya selain memohon padamu.".Lirih Al dengan nada serak,tertunduk pasrah dan mata berkaca-kaca.


Meskipun tanpa terpaksa melakukan itu.Namun Al merasa hina didepan Alma dan kedua orang tuanya.Bukan karena harus merendahkan dirinya namun karena permintaannya yang berlebihan.


Alma duduk bersimpuh dihadapan Al, menepuk-nepuk tangan Al dan menatapnya intens."Jangan sungkan dan jangan dipikirkan lagi soal itu.Aku bisa merasakan apa yang Om rasakan.Mungkin jika posisi ayahku sama dengan Om,pasti akan melakukan hal yang sama untukku dan ibu.".Alma melirik ibu dan ayahnya.


Alma bisa mengerti dan memahami posisi Al yang berusaha terus dan berjuang untuk istri dan putranya.Pantang menyerah hingga rela mengorbankan harga dirinya.


Beginikah sebenarnya putriku?.Aku ibunya tapi tidak begitu mengenalnya...lta dengan lekat memandangi wajah Alma.


Dirumah,Alma cenderung pendiam dan tertutup soal apapun.Saat ibunya mengoceh,Alma mendengarkan saja dan hanya menghela nafas panjang.Tak berani menjawab atau membantah ucapannya.Ocehan ibunya akan menguap begitu saja nanti juga,pikirnya.


Walaupun terkadang Alma ingin lari dan pergi jauh dari rumah.Namun baik dan buruknya lta tetaplah ibu yang mengandungnya,melahirkannya dan menyusuinya.Merawatnya dan membesarkannya hingga dewasa selama 25 tahun ini.


Pemikiran dewasa Alma membuat Ceppy dan lta tersenyum bangga.Al menatap kagum gadis dihadapannya.Dimatanya,Alma berjiwa besar dan mulia.


Al tersenyum tipis."Hatimu sangat mulia dan lapang,nak.Om hampir tidak bisa berkata-kata lagi.".Puji Al dengan nafas tercekat karena 'Speechless'.


Al tak pernah menyangka jika Alma akan menyambutnya ramah dan merespon baik permintaannya.Usia Alma yang tampak lebih muda dari Daniel tetapi tak menghalaunya untuk berpikir dewasa dan bijaksana.Walaupun Alma hanya seorang gadis cantik dari keluarga sederhana tetapi mampu membuat Al terkesima oleh perangainya.


"Aku hanya mengikuti hati nurani ku Om.".Elak Alma tersenyum manis untuk menghibur Al.


Alma bisa merasakan yang Al rasakan saat ini.Sedih,putus asa dan bingung.


"Dasar anak payah!.Entah setan apa yang merasuki jiwa putraku sampai melakukan hal yang bodoh dan tidak senonoh pada gadis baik seperti mu?.Om menyesali kejadian yang menimpamu,dan menyesal karena tidak bisa mencegah perbuatannya padamu.".Lirih Al dan mengusap tetesan air mata dipipinya.


Dalam hati,Al berharap.Seandainya saja waktu bisa diputar ulang mungkin saja bisa mencegah perbuatan Daniel walaupun mustahil.Peristiwa itu terjadi dikediaman Daniel dan tanpa sepengetahuan Al.


Saat mengingat peristiwa itu,Alma menutup matanya sejenak dan menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu menghembusnya.

__ADS_1


Saat membuka matanya kembali Alma berkata."Semua orang pernah berbuat dosa dan melakukan kesalahan.Tidak ada manusia yang sempurna,yang suci dan tanpa cacat,termasuk aku!.".Alma merendah untuk menenangkan Al yang bersedih hati karena perbuatan putranya.


Walaupun hatinya terasa sakit dan terkoyak karena Daniel merampas harta berharga miliknya sebagai seorang gadis suci.Tetapi Alma tak berani memojokkan Daniel dihadapan Al dan menyalahkannya.Dalam lubuk hatinya yang terdalam,Alma ingin sekali mencaci maki Daniel dan mengumpatnya namun percuma karena kesuciannya takkan pernah kembali.


"Benar!.Yang lalu biarlah berlalu karena semua sudah terlanjur terjadi dan waktu tidak bisa diputar ulang lagi.Nasi sudah menjadi bubur.Walaupun cukup membuat kami shock dan membuat Alma trauma.Namun anggap saja ini sudah suratan takdirnya.".Ceppy menimpali dengan bijaksana.


Kata-kata bijak dan sifat bijaksana Alma menurun dari sang ayah.Ceppy berjiwa besar dan berlapang dada menerima tragedi yang menimpa putri semata wayangnya.Walaupun mungkin nantinya Alma akan menjalani hidupnya tak seperti biasanya.Takkan seceria sebelumnya dan tak bisa melewati hari-harinya seindah dulu lagi.


Peristiwa yang dialami Alma sangat mengguncang batin dan jiwanya serta kedua orang tuanya.Bahkan orang-orang terdekatnya ikut merasakan juga.


"Maaf!.Om meminta maaf atas nama putraku,Daniel.Sebagai ayah,aku tidak bisa membesarkannya dengan baik dan telah gagal mendidiknya.".Sesal Al menyalahkan dirinya sendiri.


Selama 31 tahun Al melihat perkembangan putranya dari waktu ke waktu.Daniel sosok putra yang baik,tak pernah melawan dan membangkang.Namun acuh,dingin dan tak hirau sampai kata-kata mutiara yang terucap dari mulut Al atau Lenni saat menasehatinya hanya dianggap dongeng belaka.


"Sudahlah Om,jangan terus menyalahkan diri sendiri.Ini memang bukan keinginan kita semua,tetapi memang sudah jalanku harus seperti ini.Aku tidak bisa menghindar dan mengelak dari garis takdir yang ditentukan Tuhan.".Alma menerima dengan ikhlas,tabah dan tegar karena skenario Sang Maha Pencipta tak bisa dihindarinya,tak bisa ditawar dan tak disangka-sangka.


Alma berpikir logis dan rasional.Tak ada yang menginginkan hal buruk terjadi.Ini diluar kehendaknya dan orang disekitarnya termasuk Daniel.Sebab Daniel melakukan itu karena ada alasannya.


Al terenyuh mendengar kata-kata bijak Alma dan berkata."Jadi,kamu bersedia memaafkan dia?.".Al menarik kedua alisnya keatas.


Alma menganggguk mengiyakan."Aku maafkan dia.Aku yakin,putra Om juga tidak berniat melakukan itu jika dalam keadaan sadar.".Tandas Alma.


Tak ada gurat keraguan diwajahnya untuk memaafkan Daniel.Hatinya luluh dan melunak tatkala mendengar permohonan Al.Tak tega melihat perjuangan Al demi putra dan istrinya.


Secercah harapan menghinggapi hati Al.Binar bahagia mampir diwajahnya."Aku sangat berterima kasih!.".Al membelai puncak kepala Alma penuh kasih sayang.


Andika,Khaffa,Anayra dan kedua orang tua Alma tersenyum bahagia dan bangga.Tak menduga jika Alma akan semudah itu memaafkan Daniel.


Akhirnya Alma mampu mengatasi rasa traumanya sendiri yang dirasakannya saat mendengar nama Daniel beberapa hari yang lalu saat baru tersadar dari tidur panjangnya.


Namun berbeda dengan Lefrand dan berpikir sebaliknya.Keputusan yang diambil Alma cukup membuat Lefrand tercengang.Sejak tadi Lefrand bergeming dan mengeratkan gigi-giginya.


Lefrand tak sependapat dengan Alma."Alma,kamu yakin itu?.Ingatlah!,pria itu telah menghancurkan masa depan mu dan merusak hidup mu.Kesalahannya tidak bisa dimaafkan begitu saja.Biarkan dia menerima hukumannya.".Tukas Lefrand memprotesnya saking pedulinya pada Alma.


Khaffa tersinggung oleh ucapan Lefrand dan angkat bicara."Diamlah!.Jangan ikut campur urusan kami.Kamu tidak ada hubungannya dengan masalah ini.".Memicingkan matanya menatap Lefrand.


Rasa bencinya pada Lefrand tak jua berkurang.Sampai sekarang masih menganggap Lefrand rivalnya dan masih saja tak suka jika Anayra ada didekatnya.


Jika flashback ke belakang,seharusnya Khaffa yang pantas dibenci Lefrand.Sebab telah merebut Anayra darinya meskipun sudah berstatus mantan.


Lefrand tersenyum miring lalu berkata."Aku teman Alma dan lebih dulu mengenalnya dibandingkan dirimu.Ingat!,pria itu sudah menodai kesucian Alma jadi sudah sepantasnya membusuk dipenjara.".Tandas Lefrand menggeram.


Saat melihat Alma tersakiti,hatinya ikut sakit juga.Sebagai teman ikut merasakan yang Alma rasakan.Selama Lefrand dekat dengan Anayra setahun silam,selama itu juga dekat dan akrab dengan Alma.Bahkan Alma sudah dianggap seperti adiknya mengingat perbincangannya dengan orang tua Alma.


Khaffa mendengus kasar saat Lefrand menghujat Daniel.Sejahat dan sebejat apapun Daniel,tetaplah terikat tali persaudaraan dengannya.Darah lebih kental dari air,maka ikatan itu tak bisa dipungkirinya.


Walaupun pada awalnya sempat marah dan membenci Daniel.Namun rasa itu lenyap seiring melihat Al sebagai 'Om' nya gundah dan lara oleh kondisi istrinya.


"Biarkan Alma memutuskan sendiri sikapnya.Dan soal Daniel,kamu tidak berhak menghujatnya.".Tegas Khaffa menghardik Lefrand.


Lefrand tersenyum kecut dan berkata."Jelas sekali!,sudah pasti membelanya sebab dia sepupumu.".Sindirnya.


Khaffa hanya berdecih dan memalingkan wajahnya kesamping.


"Alma pikirkan lagi baik-baik dan matang.Jangan gegabah mengambil keputusan,ok!?.".Usul Lefrand supaya Alma tak menyesal kemudian hari.


Menurutnya,Alma tak berpikir panjang dan asal mengambil keputusan.


Tak ayal membuat Khaffa emosinya memuncak."Heiii,jangan menghasutnya!.Diam...".Khaffa tertahan saat Andika memotongnya.


"Abang!.Hentikan ocehanmu!.".Andika menyentak Khaffa saking kesalnya.


Andika angkat bicara sebab Khaffa terus mengoceh dan membuat suasana semakin rumit saja.


"Nak,kumohon jangan memperkeruh suasana yang tegang ini.".Imbuhnya pada Lefrand.


Andika melerai keduanya yang bersitegang.Suasana diruangan itu semakin panas dan mencekam.


Anayra sejak tadi terdiam saja akhirnya bertindak."Sayang,kendalikan emosimu!.Kumohon tenanglah,jangan memperkeruh suasana!.".Digenggamnya tangan Khaffa dan dibelainya dengan mesranya untuk menenangkan hatinya yang terbakar emosi.


Sejenak Khaffa menghela nafasnya."Baiklah!.Aku akan menuruti mu honey,jangan cemas!.".Tangan Anayra diraihnya dan dikecupnya penuh cinta.


Cihhh,pamer kemesraan didepanku...Pikir Lefrand sambil memalingkan wajahnya dan tersenyum kecut.

__ADS_1


Penghuni lain diruangan itu hanya terdiam saja.Tak mau membuat suasana semakin ricuh jika ikut berkomentar.


__ADS_2