Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 15.Sepenggal Kisah Lama.


__ADS_3

Sore hari...


Gedung butik berlantai tiga menjadi rumah ketiga bagi Anayra dan Alma.Setelah kediaman kedua orang tuanya dan rumah kontrakan.Mereka cukup kesulitan untuk beradaptasi saat menginjakkan kakinya dikota ini.Namun seiring berjalannya waktu mulai paham dengan situasi dan kondisi dikota ini.


Perantau dikota inipun bukan hanya mereka berdua.Ada beberapa pegawai butik lainnya yang bernasib sama seperti mereka.Mencari peruntungan dan pengalaman hidup.Jatuh bangun mereka lalui dan alami setiap momennya.Manis dan pahitnya kehidupan di sana telah mereka rasakan dan dijalani dengan ikhlas,kuat dan tegar.


Keberanian dan tekad yang kuat menjadi modal utama.Keduanya modal untuk biaya hidupnya.Dan selanjutnya mereka pasrahkan pada skenario sang khalik.


Pasrah dan ikhlas memudahkan mereka melalui setiap hari-harinya.Beruntung mereka dipertemukan dengan atasan yang baik dan rendah hati.Rekan kerja yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.


Kepercayaan diri membantu mereka menuai hasil yang tidak mengecewakan meskipun tidak memuaskan.Tetapi apapun itu tetap mereka syukuri,karena bila merasa masih kekurangan takut akan membuat mereka kufur nikmat.


***


Anayra POV.


Sore hari...Aku bersiap pulang dengan tali tas selempang menyilang dipundakku.Aku mengganti seragamku dengan pakaian yang kukenakan tadi pagi yang kusimpan dilokerku.Aku melihat ponselku yang sedari tadi dalam mode diam.


📱...7 panggilan tak terjawab dari nomor yang tak kukenal.Hmh...Siapa dia???.Aaah malas aku menerka-nerka pemilik nomor ini.Aku bergegas keluar dari gedung butik dan terus berjalan sambil menundukkan kepalaku.Kakiku terhenti saat mendengar suara deheman seorang pria.


"Ekhm...Kamu udah pulang?.".Tanyanya mengagetkanku.


Dia duduk dengan gagah dimotornya sambil memegang pelindung kepala dipangkuannya dan paper bag.Aku bisa mengenalinya meskipun pelindung kepala menempel di kepalanya.


Masya Allah...Ck,ck,ck...Pria ini ternyata tidak mudah menyerah.Apa dia mau menjemputku kali ini?.Ya pasti kurasa begitu!.Dan dia pasti menagih jawaban pernyataan cintanya kemarin.Seketika narsis dan PD tingkat dewaku berkobar.


Dia merubah gaya berpakaiannya serba hitam.Jaket tebal berwarna hitam dan celana berwarna senada.Tapi kulihat sepatunya masih sama berwarna putih seperti tadi pagi.


Konyol dan norak.Kenapa aku selalu memperhatikan penampilannya? dan lagi-lagi aku terpesona melihatnya.Ternyata raut wajahku tidak pandai menyembunyikan betapa aku terpesona padanya.


"ini pakailah!.".Katanya sambil menyerahkan paper bag entah apa isinya Eeeh apa katanya 'pakailah' maksudnya?.Segera aku membukanya dan mengeluarkan isinya.


Haaah...Mantel tebal berwarna putih.Dia membelikannya untukku.Kuteliti modelnya dan bahannya yang bukan kaleng-kaleng.Ternyata seleranya tinggi.


"Pakai dan cepat naik!.Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.".Katanya lagi lembut.


"Iiiya!.".Jawabku gugup.Aku memakainya setelah melepaskan labelnya.Dia menyunggingkan senyumnya setelah melihatku memakai mantel pemberiannya.


Tanpa menunggu lama aku naik dan duduk dijok belakang.Seperti sebelumnya dia memberiku pelindung kepala lalu memakainya.Hmmh...Aku rasa dia sengaja menggunakan motor.Supaya aku bisa menyandarkan kepalaku dan merekatkan tubuhku pada punggungnya alias memeluknya.Mustahil jika dia atau keluarganya tidak mempunyai mobil.Secara dia anak sultan.


Drnnn...Secepat kilat memacu motornya.


*End.


***


Author POV.


Deburan ombak dan pasir putih menambah pemandangan pantai kian indahnya.semilir angin menerpa wajah Anayra dan Lefrand.Rambut mereka menari meliuk-liuk diterpa angin.


Lefrand menatap wajah Anayra tanpa berkedip dari arah samping.Anayra tak menyadarinya.Matanya fokus menatap lembayung senja disore hari.Dia terpana dengan maha karya Sang Pencipta yang terlukis dengan indah sambil duduk berdampingan dikursi pantai dengan beberapa camilan dan minuman ringan.

__ADS_1


"Subhanallah cantiknya!.".Lirih Lefrand.


"Iya mas lembayungnya cantik!.Aku ga puas liatnya.".Ucap Anayra lalu menyeruput minuman favoritnya Bubble Tea.


Aku memujimu Anayra.Aku tau lembayung itu cantik tapi kamu mengalahkan kecantikannya..Pikir Lefrand.


"Kamu suka tempat ini?.".Tanya Lefrand.Dan dibalas anggukan kepala oleh Anayra.


"Tadi aku hubungi kamu tapi ga dijawab.Apa kamu sibuk?.".


"Maaf mas!ponselku mode diam.Dan memang aku sibuk.".


Oo...Itu nomor ponselnya aku lupa ga disave.Dia pasti kesal kalo tau..Pikir Anayra.


"Anayra...Aku minta jawaban kamu.Apa kamu mau terima aku?.".Tanya Lefrand lembut.


Deg,deg,deg...


Jantung Anayra berpacu cepat tak terkendali.


"Mmmas yakin dan serius?.".Tanya Anayra dan Lefrand menganggguk.


"Tapi gimana bisa mas tertarik padaku?aku cuma gadis sederhana dan hanya pegawai butik.Ga mungkin ga ada gadis lain selain aku yang lebih menarik?.Pasti banyak gadis yang idola in dan ngarepin cintamu.".


Anayra sadar diri dan menyimpulkan sendiri mengingat status sosial mereka yang berbeda.Apalagi secara fisik Lefrand sangat memikat kaum hawa.


Dan Lefrand yakin melabuhkan hatinya pada Anayra setelah mencari tahu dari kakaknya tentang Anayra.Gadis baik dan tidak neko-neko,sederhana dan mandiri.Poin plus dari Lefrand untuk Anayra.Berbeda dengan gadis-gadis yang dikenalnya selama petualangan cintanya.


Bukan pertama kalinya juga bagi Anayra mengenal cinta diusinya yang menginjak 24 tahun.Tapi baru kali ini mulai berpikir untuk serius dalam menjalani hubungan.Maka dari itu lebih selektif dalam mencari pasangan.


Lefrand mengulum senyum sambil menatapnya nanar.


"Apa cinta butuh alasan?.Apa aku salah jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu?..Persetan sama alasan yang kamu sebutkan!.Aku cuma butuh jawaban kamu!...Selami hatimu!kalo yakin dan percaya aku,terima cintaku dan sebaliknya.Kalo ga kamu berhak menolakku!.".


Tapi berharap Anayra bisa menerima cintanya.Berharap jika cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.Jangan sampai mengalami kegagalan untuk yang kedua kalinya pasca putus dari sang mantan kekasihnya yang tengah fokus mengejar karirnya didunia modeling.


Sudah lama hatinya terasa kosong dan hampa tanpa sentuhan cinta.Dan sekarang mulai membuka hatinya kembali saat bertemu dengan Anayra untuk pertama kalinya.


Anayra tercengang dan terpaku mendengar kata-katanya.Anayra mengalihkan pandangannya kedepan.Tertegun sambil menyelami dan meraba hatinya.Apa yang dirasakannya saat ini?.Keraguan atau keyakinan?...


Lefrand tak berhenti menatap Anayra.Harap-harap cemas menanti jawaban Anayra.


1,2,3,4,5,6,7,8,9...Menghitung waktu dalam hatinya.


Namun saat memasuki hitungan ke 10.Lefrand menunduk pasrah dan menyerah.Harapannya untuk memiliki gadis yang dicintainya seketika meredup.


Sekian detik kemudian...


"Mas mari kita mulai hari ini!.Kita buka lembaran baru.".


Refleks Lefrand menegakkan kepalanya lalu menatap Anayra.Seketika senyum bahagia terukir dibibirnya.Lefrand meraih tangan Anayra dan menggenggamnya.

__ADS_1


"Makasih udah kasih aku kesempatan Ana'!.".Semburat merah merona dipipi Anayra saat mendengar panggilan baru untuknya.


"Kuharap mas bisa jaga hati dan hubungan kita.Kalo mas sakiti dan khianati aku,saat itu juga aku akan mengakhirinya dan meninggalkanmu!.".Lefrand menganggguk tanda setuju.


Senyum bahagia terukir dibibir mereka.Mata mereka berbinar-binar mewakili suasana hati mereka saat ini.


***


Anayra POV.


Aku berharap banyak sejak hari itu dan seterusnya.Hari itu menjadi awal kebahagiaanku berharap selalu bahagia disetiap waktuku.


Hari demi hari kulalui bersamanya sejak hari itu.Lembayung senja menjadi saksi bisu awal cerita cintaku.


Aku merasa bahagia dan ada nyaman saat bersamanya.Dia selalu membuatku tersenyum dan memanjakanku.Pria penuh kejutan dan romantis mampu menghipnotis hatiku dengan cinta dan perlakuan manisnya.Kurasa dia mulai 'Bucin'.


Seiring berjalannya waktu...Bulan berganti tak terasa tali cinta kami memasuki 11 bulan.Lika-liku perjalanan cinta kami telah kami lewati dengan senyuman,canda tawa dan kadang perselisihan.Namun itu hal biasa dalam suatu hubungan.Itu menjadi bumbu cinta kami.Dan kerikil-kerikil kecil yang harus kami lewati.


Dia menunjukkan keseriusannya dan berkomitmen.Merencanakan untuk mengikat tali cinta kami dalam ikatan pertunangan.Kedua keluarga kami sudah memberi ijin dan restu.Bahkan aku dan dia bisa beradaptasi dengan baik saat melakukan pendekatan dengan keluarga.


*End.


Flashback off.


Author POV.


Anayra mengenang kisah kasihnya saat bersama Lefrand dulu disela-sela bekerjanya.Rekaman kenangan itu terus berputar-putar dipikirannya.Hingga mengusik konsentrasinya dalam bekerja.


Tak terasa waktu berlalu begitu saja.Pikiran dan hatinya disibukkan dialam bawah sadarnya.Mata dan raganya bergerak menyibukkan diri hingga perutnya yang kosong dan keroncongan tidak dihiraukannya.


Dua waktu istirahatnya dilewati tanpa makan apapun.Hanya air minum yang masuk melalui tenggorokannya dan mengisi perutnya.Makanan yang ditawarkan oleh para juniornya pun ditolaknya.Padahal perutnya meronta-ronta minta diisi.


Hari mulai gelap dan malam.Anayra dan juniornya bergegas pulang setelah closhing.


"Mbak kami pulang duluan ya!.".Seru Ines saat pintu khusus pegawai.


"Ya hati-hati!.".Sahut Anayra sambil melambaikan tangannya pada ketiga juniornya sebelum menghilang dari pandangannya.


Anayra memperhatikan sekitarnya yang sudah sepi.Semua pegawai yang menghuni Mall yang tadinya ramai kini telah pulang kekediamannya masing-masing.Kini tinggal dia sendiri dan beberapa petugas parkir sedang berkumpul dipos penjagaan dan petugas keamanan sedang Briefing sebagiannya lagi melakukan penyisiran.


Anayra melangkahkan kakinya dengan gontai dibasement.Tubuhnya terasa lemas dan kepalanya pusing.Pelipis dan keningnya dia pijat sejenak untuk meringankan rasa pusing dikepalanya.Kepalanya juga terasa berat karena otaknya dipaksa bekerja terus menerus.


Keringat dingin mulai bercucuran keluar dari sela-sela pori-pori kulitnya.Kakinya terasa bergetar dan langkahnya mulai limbung.Tiba-tiba pandangannya kabur dan gelap.


Brughhh...


Anayra ambruk tetapi beruntung tidak membentur lantai karena seorang pria menangkap dan menahan tubuhnya agar tidak mendarat sempurna dengan kedua tangannya.


Pria itu memangku Anayra lalu menggendongnya ala brydal style masuk kedalam mobilnya.


Naasnya tidak ada yang tahu hal itu karena terhalang oleh mobil pria itu.

__ADS_1


Setelah memasang seat belt dan menyalakan mesin pria itu membawa Anayra pergi dengan mobilnya.


 


__ADS_2