Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
91.Kontak Batin.


__ADS_3

"Khaira,kamu baik-baik saja?.".Sabrina mengamati Khaira dengan intens.


"Iya,jangan khawatir!."Menutupi rasa kecewanya.".Maaf,kalau boleh ku tau,darimana kakak mengenal kak Lefrand?.".Penasaran ingin tahu akan kedekatan Lefrand dan Sabrina yang baru kali ini dilihatnya.


Sabrina mengernyitkan dahinya.Khaira tampak penasaran sekali tentang kedekatannya dengan Lefrand.


"Kami pernah dekat,itu saja.Tidak lebih!.".Sabrina menjawabnya dengan malas.Tak berniat menjelaskannya secara gamblang.Menurutnya tak penting lagi,karena Khaffa lebih menarik perhatiannya saat ini."Tapi,kulihat kalian sepertinya sudah sangat akrab dan dekat!.Tebakanku benar bukan?.".Berusaha menyelidikinya.


Mendengar itu,Khaira sangat terkejut."Pernah dekat?.Lalu kenapa kalian putus?.".Khaira malah balik bertanya,alih-alih menjawab pertanyaan Sabrina.


Apa dia gadis yang didalam album foto itu?.Tapi kelihatan berbeda...Menjadi teringat pada foto gadis di album foto milik Lefrand.


Khaira mengamati penampilan Sabrina yang berbeda.Difoto rambutnya pendek dan sekarang panjang.


"Aku lupa soal itu.Kurasa tidak penting untuk kujawab.".Sabrina beralasan karena malas mengungkitnya.


Khaira memahaminya."Apa kakak kenal kak Anayra?,taukah penyebab kak Lefrand dan dia putus?.".Mengalihkan pembicaraan dan berusaha mengorek hubungan Lefrand dengan Anayra di masa lalu.


Anak ini cerewet sekali...Mulai jengah ditanya terus Khaira.


"Maaf!,pertanyaanmu tidak bisa ku jawab.Itu bukan urusanmu,walaupun aku tau.".Tak mau ikut terbongkar topengnya sendiri,yakni penyebab utama retaknya hubungan antara Lefrand dan Anayra."Lagi pula tidak baik mengungkit masa lalu orang lain,bukan?.".Dengan nada marah.


Kenapa dia marah sekali?.Aku menanyakan soal orang lain,bukan dirinya...Khaira heran melihat Sabrina marah,tetapi berusaha memakluminya.


"Aku mengerti,aku gak akan memaksa kakak untuk menjawabnya.".Khaira mencoba memahami alasannya."Maaf,jika menyinggung perasaan kakak!.".Menyesalinya saat Sabrina tampak tersinggung dan menjadi marah.


Sabrina memperhatikan raut wajah Khaira yang muram."Tidak masalah,kurasa kamu hanya penasaran saja.Tapi,sepertinya Lefrand menyukaimu?.".


Dikursinya,Sabrina menyimak kejadian itu semua saat duduk dengan anggunnya.Asyik menikmati tontonan yang menarik perhatiannya,juga penghuni lainnya di Restoran.


Tetapi saat melihat itu,Sabrina berasumsi sendiri jika Lefrand menaruh rasa suka dan cinta pada Khaira.Sudah tahu watak Lefrand yang tak akan diam saja saat barang miliknya direbut orang lain.Lefrand tak akan bereaksi seperti itu jika Khaira tak penting baginya.


Khaira terkejut,tetapi ingin tertawa mendengarnya."Mustahil.Kak Lefrand gak mungkin menyukai ku.".Mengibaskan tangannya,menepis dugaan Sabrina.


Jika menyukai ku gak mungkin menolakku waktu itu...


Sabrina geleng-geleng kepala tak percaya,pikirnya Khaira lugu dan polos."Kurasa kamu terlalu naif.Buka mata mu lebar-lebar.Dia tidak mungkin bersikap seperti itu jika bukan karena cemburu.Apa kamu tidak merasakannya jika dia memiliki perasaan itu?.".


"Aku naif?.".Khaira menunjuk wajahnya sendiri,dan diangguki Sabrina."Hahaha...Kurasa kakak yang salah sangka.Menurutku,dia cuma gak suka melihat kekonyolan ku bersama staf Nichole ditempat umum,walaupun kami gak sengaja melakukannya.".Menyangkal praduga Sabrina.


Entahlah,aku yang bodoh atau dia yang dungu...Sabrina memutar matanya jengah dan menghela nafasnya panjang.


Khaira sangat keras kepala dan terus menyangkalnya,membuat Sabrina tak habis pikir.


"Baiklah.Terserah pola pikir mu saja.".Sabrina menggedikkan bahunya,tanda acuh."Sekarang giliran ku bertanya!.Kakakmu tinggal dimana dengan gadis kampung itu?.".Ingin tahu keberadaan Khaffa dan Anayra sekarang.


Tetapi sebenarnya Sabrina hanya ingin bertemu Khaffa saja.


Kenapa dia menanyakan itu?.Ada urusan apa dengan Abang dan kak Anayra?.Sangat mencurigakan...Menyebut kak Anayra gadis kampung,sombong sekali nada bicaranya.Dia pikir dia lebih baik dari kak Anayra?....Khaira menelisik penampilan Sabrina dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


Ayolah,katakan!.Dimana alamatnya?.Aku tidak bisa bersabar lagi untuk menemui Khaffa...Sabrina harap-harap cemas menanti jawaban Khaira.


"Kumohon,jangan mengusik ketenangan mereka!.".Khaira memelas dan memohon."Kakakku sudah menikah dengan kak Anayra.Jadi,jangan merusak dan mengganggu kebahagiaannya.".Dengan sopan dan hati-hati mengatakannya.


Apa dia bisa menebak isi hati ku...Sabrina terkejut.


"Aku hanya ada urusan penting saja dengan kakakmu itu.".Sabrina menyangkal prasangka buruk Khaira."Tapi aku heran,bagaimana bisa kakakmu menikahinya?.Jelas-jelas aku lebih sempurna dibandingkan dengannya.".Dengan nada angkuh dan narsisnya.


Ya ampun,aku sampai kehabisan kata-kata mendengarnya...Khaira tercengang dan melongo tak percaya mendengar perkataan Sabrina.


Terdiam dan terpaku.Lidahnya terasa kelu dan bingung harus berkata apa.


Sabrina tersenyum miring."Kurasa penglihatan kakakmu buruk dan payah,tidak bisa membedakan angsa cantik dan buruk rupa!.".Mengejek dan menjelekkan Anayra didepan Khaira,yang notabene adik iparnya.


Sabrina merasa bangga atas yang dimilikinya saat,merasa lebih baik dibandingkan Anayra.Bahkan beranggapan bahwa status sosial mereka sangat jauh berbeda.Anayra hanya gadis kampung biasa dari keluarga sederhana yang bekerja di butik.Sementara dirinya seorang model yang sering wara-wiri diatas 'catwalk' diluar negeri.


Cara pandang Sabrina selalu menilai fisik seseorang dari harta kekayaannya atau materi,dari jabatan atau kedudukan dan latar belakangnya.Walaupun dalam pertemanannya,tak berlaku soal itu.Namun dalam urusan hatiny,tentunya itu menjadi kriteria utamanya.Tetapi pada Anayra,Sabrina merasa iri dan tersaingi.Merasa dikalahkan dan ditikungnya.


Aku baru tau,ternyata didunia ini ada gadis seperti nya.Aku bersyukur,Abang gak memilihnya...


Khaira bernafas lega karena perjodohan Khaffa dibatalkan dengan Sabrina dan tidak menikahinya.Bisa melihat dengan jelas sifat buruk Sabrina,sangat sombong dan angkuh dari nada bicaranya dan pembawaan dirinya.

__ADS_1


"Kupikir,sepertinya Lefrand masih mencintainya.Kamu tau itu?.".Sabrina memancing dan memanasi Khaira.


Ingin tahu tanggapan Khaira jika mengungkapkan soal itu.


Dengan tetap tenang dan santai Khaira menanggapinya."Itu bukan rahasia lagi,semua tau soal itu.Tapi,dugaan kakak salah.Kak Anayra gak seburuk yang kakak pikirkan.".Walaupun hatinya merasa iri pada Anayra karena masih menguasai hati Lefrand.


Tetapi bagaimana pun,Anayra kakak iparnya.Jadi,sudah pasti harus membelanya.Sabrina terhenyak,aksinya telah gagal.


"Kamu tidak keberatan sama sekali soal itu?.".Sabrina heran dan aneh.


"Kebahagiaan kakak ku lebih penting.".Menyadari hal itu saat melihat ekspresi kebahagiaan Anayra dan kakaknya."Lagipula,kak Anayra mencintai kakakku,karena itu menerimanya menjadi suami.".Tak meragukan perasaan Anayra pada kakaknya.


Apalagi Khaira tahu,jika Khaffa sangat mencintai Anayra juga.


Tapi,apa benar yang dikatakannya itu?,kak Lefrand masih cinta sama kak Anayra?.segitu istimewanya sampai belum bisa move on.Katanya mau merelakannya.Aneh...


Mulai meragukan perasaan Lefrand pada Anayra.Padahal sebelumnya sudah mendengar pengakuan Lefrand untuk merelakan dan melepaskan Anayra pada kakaknya.


Sabrina menghela nafas panjang,bosan lama-lama berbicara dengan Khaira."Baiklah,terserah pada mu saja.Kesabaranku mulai habis.Cepat katakan!,dimana alamat kakakmu?.".Mendesak dan memaksa Khaira.


"Maaf!,soal itu gak bisa kujawab.Aku takut Abang marah,dia gak suka ada orang lain berkunjung ke tempat tinggalnya.Apalagi sekarang sudah menikah.Aku harus menjaga privasinya.".Bertutur lembut tanpa mengurangi rasa hormatnya pada Sabrina."Aku pergi kak,masih banyak pekerjaan!.".Khaira berlalu pergi dari hadapan Sabrina,tak mau meladeninya terus menerus.


Lagipula,Khaffa memang sudah mewanti-wanti untuk tak membocorkan dimana tempat tinggalnya.Pada seluruh keluarga ataupun pegawainya yang sudah tahu keberadaannya.Tak mau terganggu dan terusik ketenangannya.


"Tidak sopan..".Sabrina berkacak pinggang memandangi punggung Khaira."Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri.".Menenggerkan kacamatanya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Khaira kembali kekantornya tanpa melanjutkan makannya.Staff Nichole dan Manager Taufanji masih diRestoran.Lefrand meninggalkan gedung Mall menuju gedung kantornya,dan Sabrina pulang kerumahnya.


DiRestoran.Manager Taufanji dan staff Nichole masih bercengkrama sembari menikmati makanannya.


"Apa yang terjadi dengan Bu Khaira dan Pak Lefrand?.Kau tau soal itu tak?.".Manager Taufanji pada Staff Nichole karena sudah mengenal baik Lefrand dan Lulla.


Mereka pernah bertemu saat memilih gaun pernikahan rancangan dari butik Lulla untuk calon istrinya kala itu.


Dijawab gelengan kepala oleh staff Nichole sembari terdiam.


Kurasa Pak Lefrand mencintainya.Aku bisa lihat itu dari cara dia menatapnya.Tapi kenapa mereka tidak bersama?....Dalam hati Staff Nichole berkata-kata dan memandangi piring Khaira yang masih terisi penuh dan utuh.


"Akh,percuma lah ku bertanya pada kau!.".Manager Taufanji menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Apa kau sudah dengar soal Pak Riccy?.Kenapa dia tiba-tiba hilang dan lenyap bak ditelan bumi?.Benar-benar mencurigakan,bukan?.".Berpikir keras menerka yang terjadi pada Riccy dan mengorek informasi yang dilakukannya.


"Entahlah!,Pak Khaffa saja masih bingung dan aneh atas kepergian Pak Riccy yang tiba-tiba.Beliau belum mendapatkan kabar darinya sampai sekarang,karena kehilangan jejaknya.Setauku rumah orang tua Pak Riccy sudah kosong,katanya mereka pindah tapi entah kemana.".Staff Nichole menjelaskan yang diketahuinya.


"Begitukah rupanya.". Manager Taufanji manggut-manggut.


Kepergian Riccy memang sudah membuat ricuh suasana gedung kantor dan bahkan sampai mengundang pemikiran yang negatif oleh segelintir orang-orang disekitarnya.


Staff Nichole melihat jam ditangannya dan waktu sudah menunjukkan pukul 17:45.


"Lebih baik kita kekantor!.15 menit lagi waktu istirahat usai.Aku akan meminta pelayan membuat porsi yang baru untuk Bu Khaira makan,sekalian membayar ke Kassa.".Staff Nichole beranjak dari duduknya.


"Baiklah.Aku pergi duluan.Terima kasih traktirannya!.".Manager Taufanji berdiri dan bergegas pergi meninggalkan Staff Nichole.


Staff Nichole pergi untuk melaksanakan niatnya.


Lefrand ada ditengah perjalanan menuju kantornya.Sejak meninggalkan basement tak bisa fokus mengemudi karena pikirannya kacau balau memikirkan Khaira.


"Shittt,kenapa aku bisa semarah itu pada Khaira?.".Lefrand menyesali dan membanting setir mobilnya kekiri.


Menepikan mobilnya karena takut terjadi sesuatu.Hati Lefrand tak nyaman melihat keintiman Khaira dan staff Nichole tadi.


"Mungkin kah aku cemburu?,atau iri saja melihatnya?.Apa mereka dekat?.Aku lupa,Khaira dikelilingi pria-pria dikantornya.".Bersandar dikursinya menatap hampa dan menerawang.


Lefrand meraba hatinya sendiri jika saat ini sedang cemburu atau hanya iri saja melihat kemesraan Khaira dan Staff Nichole.Namun melihat semua itu membuat hatinya terasa sakit dan pedih.Nalarnya tak bisa menerima hal itu.Disaat kehilangan Anayra,tanpa disengaja Khaira datang didalam kehidupannya.Seakan Khaira gadis pengganti Anayra walaupun rasa cintanya belum sebesar pada Anayra.


"Harus sampai kapan ku pendam perasaanku ini?.Haruskah ku kubur rasa ini dalam-dalam dihatiku?.Adakah kesempatan untuk dekat dengannya?.Kenapa begitu rumitnya jalan yang harus kulalui setiap melewati jalan menuju pelabuhan cintaku?.".Mengusap wajahnya gusar dan putus asa.


Lefrand takut kehilangan Khaira sebelum mendapatkannya.Namun sepertinya takdir belum berpihak padanya.Bahkan terasa begitu beratnya memendam perasaan itu didalam hatinya.Pernah terbersit dalam pikirannya untuk menyampaikan perasaannya yang sesungguhnya namun saat teringat ancaman Rena,nyalinya menjadi menciut.Belum lagi sikap Khaffa yang selalu dingin padanya seakan membenci dirinya.


Dalam lamunannya Lefrand mengambil ponselnya dan menscrol layarnya mencari nomor kontak Khaira.Sembari memandangi ponselnya la berpikir dan merenung.


Diruangan CEO.

__ADS_1


Saat ini Khaira termenung sendirian diruangan CEO.Memikirkan yang telah terjadi pada Lefrand dan dirinya sendiri.


"Telpon atau enggak?.".Memandangi ponselnya.


Sesakit inikah cinta bertepuk sebelah tangan?.Seperih inikah cinta gak dibalas cinta?....


Menenggerkan kepalanya diatas meja kerja Khaffa.


Hati siapa yang tak luka jika cintanya tak terbalaskan dan tak disambut baik orang yang dicintai.Baru kali ini Khaira merasakan cinta yang sebenarnya pada Lefrand setelah hubungan asmaranya dengan Satrya berakhir.


Namun rasa cinta dihatinya pada Lefrand berbeda dengan yang dirasakannya pada Satrya.Awalnya bisa dikatakan hanya sebatas kasihan melihat perjuangan Satrya untuk mendapatkan cintanya.Tetapi,saat Khaira akan membuka pintu hatinya,Satrya malah mengkhianatinya.


Saat bersama Lefrand,merasakan kenyamanan dan kedamaian serta merasa terlindungi setiap ada didekatnya.Lefrand sosok pria dewasa yang diharapkan Khaira selama ini.Namun,apa mau dikata jika Lefrand tak memiliki rasa yang sama dengannya.


"Kenapa dia memarahi ku?.Apa benar yang dikatakan kak Sabrina?.Tapi kenapa menolakku jika menyukai ku?,padahal aku mencintai nya.".Khaira masih menyimpan Lefrand dihatinya dengan baik,walaupun cintanya sudah ditampiknya.


Namun apa daya jika Lefrand menolak cintanya dan tak bisa menjangkau hatinya.Ibarat kata,seperti pungguk merindukan bulan.


Drttt,drttt.


Saat ponselnya bergetar,dengan malas Khaira melihat layar ponselnya.Namun langsung terbelalak saat melihat nama kontak yang menelponnya.


"Kak Lefrand.".Beringsrut duduk tegak.


Pucuk dicinta ulam pun tiba.Tanpa disadarinya hatinya terpaut dan terkontak batinnya dengan Lefrand.


Khaira terdiam,dengan wajah bingung memandangi layar ponselnya."Jawab atau enggak?.".Menimbang-nimbang dalam hatinya.


Namun perlahan menekan tombol hijaunya,jantungnya berdegup kencang karena grogi."Assalamu alaikum?.".


"Waalaikum salam.Khaira bisa kita bertemu dan bicara?.".


"Bbisa".Dengan gugup.


"Aku tunggu ditaman waktu pertama kali kita bertemu.".


"Bbaik!.Aku kesana usai membereskan pekerjaan ku.".


Segera meletakkan ponselnya dimeja saat Lefrand menutup panggilannya.


Plakkk.


"Awww,sakit.".Khaira mengusap pipinya setelah menamparnya dengan tangannya sendiri."Ini bukan mimpi,ini benar-benar nyata.Ya ampun,aku hampir kehabisan kata-kata tadi.Apa dia tau isi hatiku?.".Memegang dadanya sendiri.


Membuka laptopnya dimeja untuk menyelesaikan pekerjaannya.Disaat bersamaan Staff Nichole datang ke ruangan CEO.Membawakan makanan untuk Khaira yang belum sempat dimakannya.Disebabkan drama kecil yang terjadi di sana.


Tok,tok.


Aktivitas Khaira terhenti saat terdengar suara ketukan dipintu.


"Masuk!.".


Kklek.


Bergegas Staff Nichole menghampiri Khaira dimejanya."Ini ku bawakan makanan!.Tadi ibu tergesa-gesa pergi.".Meletakkan bungkusan plastik berisi sekotak makanan cepat saji dimeja.


"Terima kasih.".Khaira tersenyum manis.


Senyum Khaira membuat jantung Staff Nichole berdebar-debar."Sama-sama!.Ada yang bisa ku bantu?.".


"Pak Nichole,bisakah mengambil alih tugasku membuat proposal perpanjangan kontrak kerjasama dengan perusahaan yang bergabung disini?.".Khaira memohon dengan wajah penuh harap dikabulkannya.


"Tentu!.Dengan senang hati".Melebarkan senyumnya.


"Baiklah,terima kasih!.Aku harus pergi,ada urusan mendadak.".Khaira beranjak berdiri dan mengambil bungkusan plastik itu,mengambil ponselnya dan tasnya.


Tanpa menunggu jawaban dari Staff Nichole,pergi keluar dengan wajah berseri-seri."Aku kesana sekarang!.".Langsung menutup ponselnya usai menelpon.


Bergegas pergi dengan setengah berlari menuju lift untuk turun ke basement.Sesampainya disana segera masuk kedalam mobil,dengan cepat melajukan mobilnya kearah tujuannya.


Menatap kepergian Khaira yang menghilang dibalik pintu,Staff Nichole terbengong sendirian didepan meja CEO."Ya Tuhan.Dia pergi begitu saja?.".Menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal dengan wajah kecewa.

__ADS_1


Padahal sudah bersiap diri membantu Khaira mengerjakan tugas dan duduk disofa bersamanya.


Lefrand menginjak gas usai menelpon Khaira.Pergi ke tempat tujuannya diringi alunan musik dan bersenandung ria.Senang dan bahagia hatinya saat ini.


__ADS_2