
Author POV.
Khaffa cerita pada Anayra jika tak bisa tidur nyenyak selama Anayra dirawat dirumah sakit.Tak menyentuh makanan dan tak mandi pula.
"Apa sampai segitunya?.Kenapa anda menyiksa diri sendiri?.Iiich,CEO tapi kok aneh dan jorok!.". Anayra mencubit lengan Khaffa.
"Awww...sakit!.Katanya aku menyiksa diri tapi kamu sendiri malah menyiksaku!?.".Keluh Khaffa meringis dan mengusap lengannya.(Akting).
Langsung terkesiap dan berkata."Eeeh,maaf Pak!.Coba ku lihat!.".Anayra meraih lengan Khaffa dan melihat bekas cubitannya.
Perasaan cubitanku pelan tapi kenapa bisa sakit?.Ga merah juga...Dalam hatinya dan menatap heran lengan Khaffa yang tak merah sama sekali.
Khaffa tersenyum samar melihat ekspresi wajah Anayra dan langsung memasang wajah sedih saat Anayra mendongak menatapnya.
Pura-pura kesakitan saja untuk mencari perhatian Anayra.Namun Anayra tak tahu jika Khaffa berakting dan percaya saja.
"Pak,akan kusiapkan air hangat buat mandi dan makanan juga!?.".Anayra melepaskan tangan Khaffa.
"Boleh,terima kasih!.".Ucap Khaffa tersenyum manis.
Anayra segera beranjak menuju ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat dibathub untuk Khaffa mandi.
Anayra keluar dari kamar mandi dan menghampiri Khaffa dan berdiri dekat tempat tidurnya.."Silahkan sudah siap Pak!.Aku tunggu diluar!.".Anayra keluar dari kamar Khaffa.
Sepeninggal Anayra keluar,Khaffa tertawa cekikikan saat dikamar mandi."Dia seperti singa betina kalau lagi marah tapi lucu seperti anak kucing saat dikerjai.".Membayangkan ekspresi wajah Anayra saat marah dan lucunya.
"Apa benar aku jatuh cinta sama dia!.".Khaffa membuka bajunya dan masuk kedalam bathtub.
Merendam tubuhnya di air hangat dan bertabur busa sabun aroma terapi yang wangi dan menenangkan.
Anayra menghangatkan sisa bubur di panci,yang ada diatas kompor gas tanam dipantry.Pelan-pelan memasukkannya kedalam mangkuk dan tak lupa menuang air kedalam gelas.Meletakkan mangkuk dan gelas dinampan lalu membawa nampan itu kekamar Khaffa.
Khaffa keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe diwaktu yang sama.Tetapi Khaffa segera masuk kedalam ruang tersembunyi pribadinya saat Anayra membuka pintu.
"Apa dia belum selesai mandinya?.".Anayra melirik pintu kamar mandi yang tertutup dan meletakkan nampan diatas nakas.
Seperti seorang istri,Anayra merapikan seprai dan selimut Khaffa yang berantakan.
Pukkk.
"Huwaaa...".Jerit Anayra saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Heiii,ini aku lihatlah!.".Khaffa memutar badan Anayra kearahnya.
Anayra menilik penampilan Khaffa yang sudah memakai kaos ketat warna hitam dan celana pendek warna coklat muda.
Apapun yang dipakainya,tetap tampan...
"Ishhh,Pak Khaffa tiba-tiba nongol aja kayak jelangkung!.".Oceh Anayra dan menghempaskan tangan Khaffa dipundaknya.
Khaffa malah terkekeh geli dan mendudukkan dirinya ditempat tidur yang sudah rapi.Memperhatikan gerak-gerik Anayra disana.
Anayra mengambil nampan berisi mangkuk dan gelas."Ayo makan dulu Pak!,lalu minum obatnya!.".Dan meletakkan nampan diatas tempat tidur.
"Terima kasih!.Kurasa kamu sudah cocok jadi ART ku.".Ledek Khaffa menggodanya.
"Apa maksud anda?.Kurasa lebih cocok jadi aktris.".
"Emmm,kupikir lebih cocok lagi jadi istriku!.".Tandas Khaffa menyunggingkan senyum manisnya menatap sayu Anayra.
Anayra dibuat salah tingkah dan tersipu malu."Makanlah sebelum dingin.".Menunjuk mangkok buburnya untuk mengalihkan perhatiannya.
Bibir Khaffa tersenyum lebar dan menyantap buburnya lahap penuh semangat.Adanya Anayra disampingnya membuat Khaffa terasa bugar dan sehat.
Sehabis makan lalu minum obat dan Anayra memainkan ponselnya sejak tadi saat menunggui Khaffa makan.
Saat terdengar bel pintu berbunyi,Anayra dan Khaffa saling berpandangan.
"Sepertinya ada tamu,biar aku buka!."
Anayra beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Khaffa untuk membukakan pintu.
Anayra sangat terkejut saat melihat wajah seorang pria berdiri didepannya.Pria berperawakan tinggi dan gagah.
Pria itu mengangkat tangan kanannya menyapa Anayra."Haiii?,kita ketemu lagi!?.".Sapanya ramah dan tersenyum mempesona.
"Kkamu,ada apa kemari?.".Anayra menunjuk wajahnya dan terheran melihatnya ada diapartemen Khaffa.
"Suruh aku masuk dulu baru kujawab!.".Protesnya dan berjalan santai masuk kedalam lalu meletakkan keranjang buah segar dimeja.
Anayra menutup pintu dan mendekatinya."Sekarang katakan,kenapa anda kemari?.".Anayra mengulangi pertanyaan dan pria itu berbalik kearahnya.
__ADS_1
Pria itu mengernyit aneh."Harusnya aku yang tanya,kenapa kamu ada disini?.Setau ku tempat ini milik sepupuku!.".Pria itu memutar balikkan pertanyaan Anayra.
Pria ini sepupunya,pantesan saja sama gesreknya...Kata Anayra dalam hati dan memutar matanya jengah.
"A-aku menjenguk Pak Khaffa yang sakit!.".Tiba-tiba Anayra menjadi gugup setelah pria itu mengaku sepupu Khaffa.
Pria itu manggut-manggut dan melipat kedua tangan di dadanya."Oohhh.Memangnya kalian ada hubungan apa?.".Tanyanya menyelidik dan menarik satu alisnya keatas.
Anayra menggeleng cepat ."Ga ada!.Memangnya kalo menjenguk orang sakit harus punya hubungan dulu gitu?.".Kilah Anayra dan mendengus kesal.
"Ckkk,aku kan cuma tanya!.".Katanya sembari memasukkan tangannya kedalam saku celananya dan menatap Anayra penuh arti.
"Siapa yang datang?.".Khaffa keluar dari kamarnya dan memperhatikan punggung pria yang berdiri didepannya.
"Aku yang datang!.".Pria itu berbalik dan menatap Khaffa.
"Bang Daniel,abang kemari?.".Khaffa menghampirinya dan merangkulnya sejenak lalu melepaskan lagi.
"Hai Ffa?.Kudengar kamu sakit?,jadi aku mampir kemari.Ku bawakan itu untukmu!.".Daniel menunjuk keranjang buah di meja.
Pria bernama Daniel Devandra seorang Presdir D'n'D Grand City Hotel.Kakak sepupu Khaffa dari sang ayah.Daniel putra semata wayang dari kakak laki-laki Andika yang bernama Al Devandra,seorang pemilik saham terbesar diHotel iti.Daniel ditunjuk sebagai Presdir oleh para pemegang saham lainnya yang ikut bergabung menginvestasikan dananya diHotel itu.
"Terima kasih bang!.Silahkan duduk!.".Khaffa mempersilahkannya sembari duduk disofa ruang tamu.
Daniel duduk dihadapan Khaffa."Heiii,apa kamu ga mau duduk?.Ayo duduklah bersama ku!.".Daniel menepuk ruang kosong disampingnya dan mengedipkan matanya.
Daniel meminta Anayra duduk saat melihat Anayra berdiri saja.
Anayra ternganga dan bergidik ngeri melihatnya.Khaffa terhenyak melihat gelagat tak baik dari Daniel.Cemas dan risau saat Daniel menggoda Anayra.Khaffa sudah tahu tingkah polah Daniel yang notabene seorang playboy sejati dan berbanding terbalik dengannya.Daniel agresif dan sering bergonta-ganti gadis yang dikencaninya.
Meskipun usianya lebih tua dari Khaffa,tetapi Daniel belum berniat mengakhiri status jejakanya.Daniel masih berpetualang mencari cinta sejatinya dan sama halnya dengan Khaffa.
"Anayra,sebaiknya kamu pulang saja!.".Titah Khaffa lembut dan menganggukkan kepalanya memberi kode.
"Baik pak semoga cepat sembuh!,permisi aku pulang dulu!.".Anayra berlalu dan mengambil tasnya dikamar Khaffa lalu pergi meninggalkan dari sana.
"Ekhm...Maaf Bang,tau darimana kalo aku sakit?.".Tanya Khaffa mengalihkan perhatian Daniel yang terus memandangi Anayra hingga menghilang dibalik pintu.
Daniel menoleh dan menjawab."Khaira,kemarin aku kekantormu tapi Khaira bilang kamu sakit tapi kulihat kamu keliatan baik-baik saja!.".Daniel mengamati Khaffa yang tampak segar dan sehat.
Khaffa memang terlihat segar setelah Anayra menjenguknya.Kehadiran Anayra memicu hormon endorfin nya naik dan mengurangi rasa sakitnya.Seolah Anayra mengalirkan energi positif untuk Khaffa.
Sebelum bicara,Daniel menghela nafas sejenak."Mhhh,aku mau tanya sesuatu tentang gadis cantik yang bernyanyi dipesta tempo hari,kamu pasti mengenalnya bukan?.".Daniel menarik satu alisnya keatas memicingkan matanya menatap Khaffa,seolah berkata 'Kamu pasti tau siapa yang ku maksudkan'.
Daniel menumpangkan satu kakinya dan menyilangkan kedua tangannya saat bersandar disofa.
Khaffa tentu saja paham maksudnya tetapi belaga pilon dan pura-pura tak tahu."Ada apa tanya soal dia?.".Khaffa tetap tenang walaupun cukup terkejut dan menatap Daniel penuh selidik.
Daniel tersenyum miring seolah menyindirnya,tak mungkin Khaffa lupa dan tak tahu makna dibalik pertanyaannya itu."Kurasa kamu tau alasannya kalau aku tertarik padanya!.".Jawab Daniel menatap mata tajam Khaffa.
Rupanya dia serius,gue pikir cuma main-main...Pikir Khaffa membalas tatapannya meski tak setajam Daniel.
"Abang,aku minta jangan coba-coba mendekatinya!.gadis itu gadis baik-baik,ga seperti gadis-gadis yang Abang kencani selama ini!.".Tandas Khaffa secara langsung melarang dan mengancam Daniel untuk tak mendekati Anayra.
Daniel geram,padahal Khaffa tak berhak melarangnya.Setahunya Anayra masih sendiri dan bukan kekasih siapapun,termasuk Khaffa.Maka,siapa saja berhak mendekatinya tanpa terkecuali dan termasuk dirinya.
Daniel bangkit dari duduknya."Heiii,kenapa kamu marah?,dia bukan kekasihmu bukan?.Aku tau dia gadis baik,maka dari itu aku menyukainya!.".Tegas Daniel tak memungkiri jika Anayra gadis baik-baik.
Daniel bisa menilai dan menarik kesimpulan sendiri.Dilihat dari sikap Anayra yang ketus dan acuh saat Daniel berinteraksi dengannya.Kebanyakan gadis yang ditemui Daniel bersikap agresif,memuja dan memujinya.
Khaffa mendengus kasar."Dia memang bukan kekasihku,tapi aku ga suka abang mende...".
"Apa kamu menyukainya?.".Sela Daniel menyelidik.
"Aku mencintainya Bang!.".Tegas Khaffa serius.
"Dia sudah tau itu?.".Daniel penasaran dan melipat tangannya didada.
"Tentu!.".Khaffa mengangguk mengiyakan.
"Apa dia juga mencintaimu dan menerimamu?.".Menarik satu alisnya keatas.
"Untuk saat ini belum.".Jawab Khaffa jujur tertunduk lemah menatap parsel buah dimeja.
Khaffa tak bisa berbohong dan mengakui statusnya saat ini.Walaupun sudah berusaha dan mengutarakan perasaannya,tetapi Anayra masih belum membalas cintanya.
Daniel paham,refleks tertawa terbahak-bahak dan berjalan perlahan menghampiri Khaffa."Hahaha...Baru kali ini ku dengar seorang Khaffa digantung cintanya oleh seorang gadis.Banyak gadis mengincarmu tapi kamu tolak.Sekarang kamu mengincarnya,tapi dia menggantungmu!?.Itu hukum karma bro!.".Tukas Daniel mencibir dan menepuk-nepuk punggung Khaffa.
Daniel menertawakan Khaffa.Nasib cintanya tak semulus karirnya sebagai CEO.Khaffa terdiam dan mengakui jika yang dikatakan Daniel benar adanya.Entahlah,Khaffa bingung dan heran bisa jatuh cinta pada Anayra.Baru kali ini juga cintanya tak terbalaskan dan tak disambut baik oleh Anayra.
"Ffa,dengar ya!?.Kalau kamu ga bisa membuatnya jatuh cinta padamu maka aku yang akan membuatnya jatuh cinta padaku!.".Tegas Daniel serius mengajak Khaffa untuk bersaing.
__ADS_1
Khaffa merasa diancam dan merasa ditantang untuk memperebutkan hati Anayra.Daniel seolah membuat Anayra jadi bahan taruhan dan siapa yang lebih dulu mengambil hatinya maka dialah pemenangnya.
"Kenapa Abang ga cari gadis lain saja yang lebih cantik dan seksi dari Anayra?,kenapa harus dia?.".Khaffa menggeram dan bangkit berdiri menatap sengit Daniel.
Tak terima tiba-tiba Daniel datang diantara la dan Anayra.Baru saja Khaffa mendapat perhatian dari Anayra tetapi sekarang diganggu oleh kehadiran Daniel dan mengajaknya bersaing untuk mendapatkan Anayra.
Daniel menggedikkan bahunya."Entahlah,aku juga ga mengerti!.Mmm,mungkin aku bosan oleh gadis-gadis yang agresif,murahan dan matrealistis.Mereka mendekatiku cuma mau uangku dan kesenangan saja!.".Daniel santai dan tenang saja berjalan melihat foto-foto yang dipajang didinding ruang tamu itu.
Daniel memang punya banyak pesona.Selain tampan tetapi juga kaya bahkan tak bisa dihitung lagi.Pria seperti Daniel menjadi incaran gadis-gadis yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dan untuk memuaskan ambisinya yang terobsesi oleh materi.
Tetapi Daniel pun tak menolak gadis-gadis yang mendekatinya,selama itu menguntungkan keduanya.Bagi Daniel tak masalah jika sekedar mengeluarkan sebagian kecil pundi-pundi miliknya.Ibarat simbiosis mutualisme.
"Baiklah,aku harus pergi sekarang!,kurasa waktuku sudah cukup disini.Ingat ucapanku tadi baik-baik Ffa!,ayo kita bersaing secara sehat dan jujur!.".Daniel menghampiri Khaffa dan memegang kedua bahunya.
Khaffa terdiam dan menatap Daniel penuh arti.
Menatap lekat wajah Khaffa."Cepatlah sehat dan siap-siap!.".Sambung Daniel dan melengos pergi sembari bersiul menuju pintu dan keluar meninggalkan apartemen Khaffa.
Praaakkk.
Khaffa membanting vas bunga dimeja tamu dan mendengus kesal.Ingin rasanya melampiaskan amarahnya dan melawannya.Tetapi tak bisa melakukannya sebab sangat menghormati Daniel sebagai kakak sepupunya dan lebih tua darinya.
Tetapi percuma melawannya juga.Khaffa hafal watak Daniel yang takkan takut dan menyerah soal cinta apalagi mengalah.
Dilain tempat dan dilantai lainnya dalam satu atap gedung yang sama.
Anayra menghempaskan tubuhnya ditempat tidur empuk dan nyaman.Dikamar yang ada didalam apartemen Lefrand yang ditempatinya saat ini.Menatap lampu ditengah langit-langit berwarna putih dikamar itu.
Dalam hatinya tak henti mengucap syukur atas perhatian Lefrand.Meskipun hanya tinggal sementara bersama Alma,tetapi setidaknya bisa merasakan kehidupan mewah didalam ruangan mewah.
Didepan pintu kamar Anayra,Hani berdiri dan mengetuk pintu lalu membukanya."Kak,makan malam dulu yuk!.".Hani melongokan kepalanya dicelah pintu.
"Iya bu!.".Anayra menoleh menatap Hani.
Hani berbalik menuju ruang makan.Anayra bangun dari tempat tidur dan berjalan mengikuti ibunya kemudian duduk dimeja makan.Anayra dan Hani duduk bersampingan di kursi meja makan.
Anayra memandangi kursi-kursi kosong lalu celingukan mencari-cari seseorang."Lho,kita cuma makan berdua Bu?,ayah sama Andya kemana?.".Lalu menyiduk nasi dan lauk pauknya kedalam piring.
"Dari siang mereka pergi mancing ikan diajak mas Lefrand.Mereka pasti lupa waktu kalau sudah mancing!.".Jelas Hani dan melakukan yang sama dengan Anayra.
"He'em,benar juga!.Tapi biarkan ayah dan Andya menikmati waktunya selama disini.Kalian pulang pekan ini kan?.".Sudah tahu kebiasaan ketiganya saat Anayra masih bersama Lefrand.
Hani mengangguk mengiyakan."Iya benar!.Oya kak,besok sore ibu ke Mall.Mau tau butik baru disana,sekalian jalan-jalan!?.".Ucap Hani disela-sela makannya.
Tak mau menyia-nyiakan waktu dan kesempatan selama di Jakarta.Ini kedua kalinya Hani kesana tetapi belum pernah ke butik yang ada di Mall.Tetapi pernah berkunjung ke butik pusatnya.
Hubungan keluarga Anayra dan keluarga Lefrand masih terjalin baik walaupun status Anayra dan Lefrand sudah mantan.Tak bersama lagi tetapi bukan berarti harus memutuskan tali silaturahmi.
"Siap bu!,sepulang aku kerja kita shopping n hunting diskonan,ok!.Heee...".Anayra cengar-cengir seperti kuda lalu melahap makanannya.
Hani geleng-geleng kepala dan tertawa-tawa."Hahaha...kakak mah ga berubah dari dulu.Orang lain berburu barang brandit tapi kamu malah cari barang obralan.".Ungkap Hani tatkala teringat kebiasaan Anayra.
"Sayang Bu!,buat apa foya-foya cuma buat beli satu barang mahal jadi lebih baik uangnya kutabung buat simpanan masa depan ku!.".Anayra mengesampingkan egonya dalam bergaya demi sosialita dan memilih menabung ketimbang penampilan.
Menomor satukan masa depan daripada hal-hal tak penting,menurut Anayra.Lagi pula Anayra tak bisa menghabiskan tabungan hanya untuk membeli satu barang branded yang harganya selangit.
Hani bernafas lega sebab Anayra tak terbawa arus dan tak terpengaruh oleh pergaulan jaman sekarang."Alhamdulillah,ibu bersyukur kamu ga jadi korban sosialita disini!.Ibu percaya sama kamu,makanya ibu ijinkan kamu bekerja dikota ini.".Hani tersenyum bangga dan memegang punggung tangan kiri Anayra.
Anayra tersenyum manis dan melanjutkan kegiatan makannya kembali hingga habis.
Di tempat pemancingan ikan.Lefrand,Ridwan dan Andya duduk bersampingan berjarak 30 cm dibangku pendek didepan kolam ikan tawar.
"Ikannya banyak tapi kenapa umpanku ga kena-kena sih!?.".Keluh Andya menggaruk-garuk kepalanya.
Andya kecewa melihat isi ember hasil tangkapan ikannya.Ember itu masih kosong dan tak ada satu ikanpun yang berhasil ditangkapnya.Sementara diember milik Lefrand dan ayahnya sudah terisi cukup banyak ikan berukuran sedang.
"Hahaha...Kamu mancingnya dikolam ikan rumah saja sana dek!,langsung nyebur dan tangkap ikannya pake jaring!.".Goda Ridwan meledeknya.
Lefrand tersenyum tipis dan berkata."Ga apa Dy!,yang penting sudah usaha.Anggap saja kita sedang melatih kesabaran kita!.".Lefrand menenangkan Andya yang tampak kecewa.
Mereka bertiga memang dekat hingga sekarang,sejak Anayra dan Lefrand dekat.Walaupun kini telah putus tetapi tak menjadi penghambat dan terputus kedekatan mereka.
Ridwan menyikapinya bijak serta mengganggap Lefrand dan Anayra tak berjodoh.Ditambah sikap Lefrand yang ramah dan hangat membuat keluarga Anayra tak mengasingkannya.
Lefrand tak mempunyai saudara laki-laki sehingga merasa senang mengenal Andya meskipun menjadi kakak ipar dan adik ipar tak kesampaian.Tak segan dan merasa tenang sebab Ridwan selalu menyambutnya baik.
Lefrand memandang langit yang gelap dan malam dan berkata."Ini sudah malam,kurasa sebaiknya kita pulang Yah!?.".Lefrand menoleh pada Ridwan.
Ridwan memandang keatas yang gelap gulita."Benar,ayo kita pulang!.".Ajak Ridwan beranjak dari duduknya disusul Lefrand dan Andya.
Mereka pulang sembari menenteng plastik bening berisi ikan-ikan hasil pancingannya.Berjalan menuju mobil Lefrand diparkiran dan masuk kedalam kemudian pergi disopiri Lefrand.
__ADS_1