Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
123.Kesedihan Alma.


__ADS_3

Dewi terheran-heran melihat Alma yang berlari panjang meninggalkan dapur."Sepertinya Non Alma tidak biasa mengiris bawang.".Ditatap nya bawang dimeja yang baru diiris sedikit,diatas Talenan.


Baru melihat sedikit bagian tubuh Alma,kejantanan Daniel sudah menegang.Semampu nya Daniel menahan hasratnya yang masih dalam proses pemanasan.


Alma tak menyadari jika Daniel tengah memperhatikan nya saat ini.Baru tersadar saat Daniel berdehem,dan menoleh kala Daniel menghampirinya.Alma cepat-cepat menutupi dadanya dan mengancingkan bajunya.


Dengan pipi bersemu merah meraih gelas yang disodorkan Daniel.".Terima kasih.".Meminum seteguk air hangat nya dan diletakkan di nakas gelas nya.


Melihat bahasa tubuh Alma yang kikuk dan salah tingkah,Daniel mengulum senyum.Dibalik sikapnya yang tenang,Daniel berdiri disamping tempat tidur,dan mengatur nafas nya yang memburu."Alma,aku khawatir,sebaiknya periksa kesehatan mu.".


"Khawatir pada ku,atau anak mu?.".Aura dingin Alma mengerutkan kening Daniel.


Ucapan Alma terdengar sarkastik ditelinga Daniel."Itu anak mu juga.Kamu tidak bisa merasakan kehadiran nya?.".Daniel mengernyit aneh,naluri Alma menjadi calon ibu,dipertanyakan nya."Alma,kamu selalu menghindar dari kenyataan,dan selalu berusaha menolak kehadiran anak ku di rahim mu.".Daniel menjadi stress dan frustasi dibuatnya,tatapan syahdu nya memudar menjadi tatapan yang menyedihkan.


Alma menggeleng pelan dalam kondisi lemah tak berdaya."Itu tidak benar.".Hati nurani nya telah diragukan Daniel,Alma menahan tangisnya.Sedih hati nya dituduh yang bukan-bukan oleh suami sendiri."Karena itu aku mual saat mencium aroma bawang,dan sampai muntah-muntah.".Menyangkal praduga Daniel,dan memberikan jawaban yang awam bagi Daniel."Jika aku egois,aku tidak akan pernah sampai ke tahap ini.".


Alma menyadari,sekarang mulai merasakan sesuatu pada tubuh nya,semakin rapuh dan ringkih.Merasakan banyak perubahan pada suasana hatinya,semakin sensitif dan mudah tersinggung.


"Maaf!.".Daniel menyesali dan garuk-garuk kepala,merasa konyol dan malu."Apa itu reaksi dari bayi.Tidak suka mencium aroma bawang?.".Mengira-ngira sendiri,sebab baru kali ini melihat langsung reaksi yang ditunjukkan wanita hamil.


Alma memutar bola matanya,jengah dengan kebodohan Daniel."Tidak mungkin.".Tak habis pikir,pria dewasa seperti Daniel tak tahu menahu soal gejala kehamilan."Itu reaksi dari kehamilan ku.Ingat pesan Dokter!,mulai sekarang,kamu harus menjaga suasana hati ku!.Hormon ku sedang tidak stabil.".Alma memperingatkan Daniel dan menunjukkan jari telunjuknya.


"Baiklah.Kamu tidur saja!,aku akan meneruskan pekerjaan.".Daniel kembali merapikan dan menata pakaian dilemari.


Alma berbaring berselimut kain tebal dan memunggungi memunggungi Daniel.Sikap Alma yang seakan terus menghindarinya,Daniel menghela nafas pasrah.


Jika Daniel tak memiliki kesabaran tingkat tinggi dalam,mungkin akan pergi menjauhi Alma.Tetapi,Daniel tetap bertahan disisi Alma,tanpa merasa terbebani sedikit pun.


Di Jakarta.Lefrand dan Reza bercengkrama di Rumah makan usai makan siang bersama.


"Lu mau kopi?,gue pesankan!?.Rasanya gak nikmat jika berbincang tanpa kopi.".Kebiasaan Reza yang wajib dilakukan,saat berbincang dengan siapa pun.


"No thanks!.".Lefrand tak lebih dari satu kali sehari minum kopi,itu pun jika ingin saja.


Karena Lefrand menolak,Reza pun hanya memesan secangkir kopi pada pelayan.


"Aku datang ke pernikahan Alma.Dia tampak serasi dengan mantan Presdir itu.Ini lucu,gue sempat jatuh cinta pada Alma,tapi gue gak berani mengungkapkan perasaan gue.".Reza menerawang,ingat akan masa lalunya pernah terpikat pada Alma.


Alma sangat mengenal sosoknya yang terkenal playboy,maka Reza berspekulasi jika Alma akan menolak cintanya.Alasan itu tak ayal membuat Reza memendam perasaannya,hingga akhirnya dipertemukan dengan Kania.


"Sayang sekali.Gue gak bisa menyaksikan momen penting nya.".Bukan tanpa alasan Lefrand tak menghadiri undangan pernikahan Alma dan Daniel.


"Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.Sekarang,lu dan Khaira pasangan kekasih.".Reza teringat akan celotehan nya saat hari pernikahan nya dengan Kania."Tetapi tidak pernah gue sangka,Anayra menikahi kakak Khaira.Alma menikahi pria yang melecehkan nya.Sulit di percaya,semua tidak sesuai ekspektasi gue.".Reza menggeleng tak mengerti dengan semua yang terjadi.


"Itu misteri ilahi.Tuhan mengatur rencana Nya dengan baik,dan mengendalikan hati hamba Nya.Tidak ada yang tidak mungkin,dan tetap berpikir rasional.".Lefrand mengemukakan pendapatnya.


"That's right!.Jo,lu pun harus ambil langkah tegas dan berani.Hadapi orang tua Khaira jika memang serius.".Reza tak ingin Lefrand menyesali jika Khaira dilamar pria lain."Gue pasti mendukung.".


"Masih di pikirkan.".Lefrand tak mau gegabah dan asal mengambil tindakan."Gue menunggu waktu yang tepat.".Jika saatnya tiba,Lefrand takkan pernah bermain di belakang lagi,dan akan menampakkan diri dihadapan keluarga Khaira.

__ADS_1


"Lu pasti takut gak direstui.".Reza menyeringai tipis,baru kali melihat Lefrand ragu-ragu dan tak bergerak cepat."Oya,itu tawaran kerja sama dengan PT Topindo.".Reza menyerahkan proposal pada Lefrand dari dalam tasnya."Jika setuju,tanda tangani kontrak kerjasama nya.".Penuh penghayatan,Reza mencium aroma kopi yang dipesan nya,dan menyeruput kopi nya dengan nikmat.


Lefrand mengambil dan memasukkan proposal itu ke dalam tas kerjanya."Bagaimana pembagian hasil nya?.".Hal itu harus diperhatikan Lefrand,dan menjadi unsur penting dalam bidang pekerjaannya sebagai arsitek.


"60,40.Mereka hanya membeli desain saja,kita tidak harus turun tangan menangani proyek nya.".Meskipun itu penawaran terbaik menurut Reza,tetapi keputusan ditangan Lefrand,sang pemimpin.


Sejenak Lefrand tertegun."Fifty,fifty.Jika mereka setuju,akan gue tanda tangani.Katakan saja,10 persen untuk perantara.".Keputusan Lefrand membuat Reza berdecak kagum dan geleng-geleng kepala.


"Lu memang penuh perhitungan.".Dimata Reza,Lefrand memang selalu memikirkan segala sesuatu nya dengan baik,teliti dan penuh perhitungan.


"Aku sudah mengeluarkan banyak waktu dan uang,untuk mengasah otak ku.".Itu menjadi alasan utama Lefrand.


"Gue suka cara berpikir lu,dan itu yang gue suka dari lu.Sepertinya,gue semakin gak bisa berpaling dari lu.".Reza memuji otak Lefrand yang jenius dan brilian."Uang memang bisa membuat kita terlihat berkuasa,dan disegani.".Tersenyum dengan narsisnya.


Hal itu membuat Reza semakin lebih percaya diri.Kekuasaan dan kekayaan,poin penting bagi kehidupan.Reza pikir seperti itu.


"Otak lu terlalu banyak diasupi kafein.".Lefrand tersenyum miring dan geleng-geleng kepala,Reza meracau tak jelas dan tak sesuai dengan pola pikir nya.


"Apa boleh buat!.".Reza menghela nafas panjang,hal itu terpaksa dilakukan nya."Gue kewalahan menghadapi Kania.Dia tidak pernah puas.Tapi,bukan berarti dia maniak.".Reza mengira Lefrand akan beranggapan istri nya adalah maniak.


"Pikiran gue gak sekotor itu.".Lefrand menepis praduga yang Reza tuduhkan."Hati-hati,dari artikel yang pernah gue baca,itu gak baik untuk kesehatan,jika mengkonsumsi nya terlalu banyak.".Rasa pedulinya terhadap kesehatan,maka harus memperingati Reza.


Peringatan Lefrand tak diindahkan Reza,dan mengibaskan tangannya di udara."Persetan.".Itu tak ada artinya bagi nya."Siang malam tenaga gue terkuras habis.Bekerja dikantor dan berlanjut di tempat tidur.Itu sangat menyiksa gue.".Itu menjadi alasan nya.


Reza pikir,kopi bisa menambah stamina nya selain mengkonsumsi vitamin dan makanan sehat.


"Olahraga lebih baik dari pada kopi.".Lefrand menyarankan hal yang lebih baik dan penting,demi menjaga stamina tubuh Reza."Kania berubah menjadi seperti itu,mungkin karena pengaruh hormon wanita hamil.".Kania yang berbadan dua dan memasuki trimester kedua,menjadi alasan nya.


"Berbahagialah,lelaki tidak harus mengalami itu.Lu harus setia dan benar-benar mencintai Kania.".Lefrand memperingatkan Reza.


"Gue sudah insyaf dan sadar.Lu membuat gue terintimidasi.".Reza menimpuk kepala Lefrand dengan gulungan tisu.


Acuh dan santai Lefrand tertawa,menertawakan Reza yang merasa tersinggung dengan cibiran pedasnya.


Di sebuah rumah besar yang terkesan klasik namun aura yang dirasakan di rumah itu terasa menegangkan dan menyeramkan.Beberapa pria berbadan besar dan tegap berdiri disetiap titik area rumah itu.


Seorang gadis terus mendesah,melenguh dan mengerang keras,dibawah kungkungan seorang pria yang baru beberapa hari dikenalnya.Pria itu terus memanjakan dirinya dengan sensasi kenikmatan yang luar biasa.


Pria itu menggulingkan tubuhnya ditempat tidur,disamping gadis pemuas nafsunya.Setelah melakukan adegan panas,yang menguras seluruh energi nya."Aku tidak salah memilih mu.Kamu wanita pertama yang bisa memberiku kepuasan.".Disela nafasnya yang terengah-engah,pria itu memberikan pujian pada gadis yang mendekapnya erat.


"Aku tidak pernah menyesal berjumpa dengan mu.".Gadis itu menelusuri wajah tampan pria penyelamat nya dari keterpurukan,yang ber aura tegas dan dingin,bahkan terkesan garang dengan jemarinya."Kamu memiliki kekuasaan dan kekuatan,aku tidak harus susah payah mencari pekerjaan lain lagi,selain memberi mu kenikmatan.".Tangan nakalnya menjelajahi tubuh pria itu,saat di area inti,meremasnya pelan hingga kekasih baru nya mendesis.


"Kapan harus ku balas dendam mu?.".Pria itu tak sabar melakukan pembalasan.


"Lebih cepat lebih baik.".Gadis itu meminta dengan penuh harap.


"Selama ini,tidak pernah ada yang luput dari genggaman ku.Jika tidak kehilangan nyawa,akan berakhir di ranjang rumah sakit dengan dipenuhi luka cacat di sekujur tubuh.".Wajah garang pria itu menyeringai lebar.


"Aku sangat mengandalkan mu.Rasa sakit ku karena dipermalukan,harus dibalas lebih dari yang ku rasakan saat itu.".Flashback gadis itu,kala mengingat peristiwa di Teater.

__ADS_1


"Aku pastikan,kamu hanya akan mendengar kabar baik dari ku.".Pria itu memberikan harapan baik.


"Kuharap kamu tidak mengecewakan.".Meskipun yakin dan percaya,gadis itu memastikan agar pria nya melakukan tugasnya dengan baik dan sempurna.


"Jangan ragukan kemampuan ku.".Selama ini,apapun yang dilakukan pria itu tak pernah gagal dari rencana yang dibuat nya,dan tak meleset dari target.


"Baiklah,aku percaya.".Melihat aura iblis yang ditunjukkan pria nya,gadis itu ketakutan."Tapi pastikan,serang hati nya,bukan dirinya.Aku ingin dia merasakan rasa sakit yang luar biasa.".Mata yang bengis pmenerawang,tak sabar menunggu untuk melihat itu semua.


"As you wish,ratu ku.".Mengecup sekilas bibir gadis yang ada di dekapan nya.


Gadis itu tersenyum licik,bahagia tak terhingga.Tak harus mengotori kedua tangannya untuk balas dendam,dan tak harus susah payah membuang tenaga dan waktu."Sayang,saldo ku mulai menipis.".Merengek manja,merayu pria nya demi niat nya.


Pria itu mengambil ponselnya di nakas dan mengetik sesuatu tanpa pikir panjang."Sudah ku transfer.".


Gadis itu memeriksa saldo rekening nya,matanya berbinar bahagia melihat nominal angka diponselnya."Thanks!.You're my Hero n my soulmate.".Bertubi-tubi menciumi area wajah pria nya.


"Sweetheart,kamu membakar hasrat ku.".Merasa terpancing lagi hasratnya,akhirnya pria itu meneruskan ritual panasnya,bersama gadis yang menjadi budak ****.


Sejak hari pernikahan Alma dan Daniel berlangsung,Anayra masih tetap di rumah orang tuanya,dan tidak ikut pulang bersama Khaffa dan keluarga besarnya.


"Kamu menyiksa ku,honey!.Kamu bersenang-senang disana,sementara aku tersiksa disini.".Khaffa sangat merindukan Anayra,dan memandangi wajah Anayra di ponselnya.


Baru beberapa menit yang lalu ber video call dengan Anayra,tetapi rasa rindu sudah melanda hati nya lagi.


Aktifitas Khaffa terhenti saat duduk santai dikursi kerjanya,tatkala seseorang mengetuk dan membuka pintu ruangan nya."Maaf,Pak!.Ada yang ingin bertemu dengan anda.".Nichole penuh rasa hormat memberikan ruang untuk pria yang berdiri dibelakangnya,dan bergeser ke samping.


"Maaf!,apa kita saling mengenal?.".Khaffa terheran melihat pria asing yang berdiri menghadap nya.


Khaffa berdiri dan menyambut tangan pria itu yang ingin menyalaminya.


"Selamat sore Pak Khaffa!?.Apa kabar?,aku Franstian.".Keramahan terpancar dari wajah Franstian.


"Baik.Ada yang bisa ku bantu?.".Sebagai pimpinan perusahaan,Khaffa harus penuh wibawa dan ramah.


"Aku tertarik membuka usaha disini.".Tanpa basa-basi lagi,Franstian mengutarakan niatnya.


"Apa rekomendasi mu?.".Khaffa tak bisa asal menerima saja.


"Perangkat lunak,dan elektronik.Sudah lulus uji dan memiliki ijin edar.".Franstian menjelaskan bidang usahanya.


"Nichole,apa masih ada ruang kosong?.".Setahu Khaffa seluruh outlet Mall terisi penuh.


"Setahu ku tidak.Tapi pekan depan,gerai didekat toilet dilantai satu,batas waktu perpanjangan kontrak nya jatuh tempo,dan berakhir masa kontraknya.".


Khaffa mengerti penjelasan Nichole."Aahhh,aku tau.Pak Franstian,anda bisa mendengar sendiri penjelasan asisten ku?.".Khaffa tak harus susah payah menjelaskan lagi.


"Aku mengerti,itu tidak masalah.Peruntungan tidak tergantung pada tempat,tetapi pengaruh dari kebutuhan manusia.".Franstian tak keberatan sama sekali.


Misi dan visi nya yang terpenting saat ini.Itu hanya kedok belaka untuk menutupi niat busuknya dibalik bisnis yang dirintisnya saat ini,dan dibalik pembawaan dirinya yang tenang.

__ADS_1


"Aku sependapat dengan anda.Baiklah,silahkan duduk dan isi proposal pengajuan kontraknya.Kuharap kita bisa menjadi partner bisnis yang baik.".Tanpa pikir panjang lagi,Khaffa mengajak Franstian duduk bersama di sofa.


Selama itu tidak menyalahi aturan dan sesuai prosedur,Khaffa tak bisa menolak siapa pun yang ingin merintis usaha di tempat yang dipimpinnya.


__ADS_2