Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
80.Malam yang Panjang.


__ADS_3

Warning!!!.


Author minta maaf kalo di episode ini ada adegan dewasanya...Jangan lupa tekan tombol like,rate dan comment ya... Author mengucapkan terima kasih kakak-kakak tercinta.🤗


***


Khaffa tak hentinya memandangi wajah Anayra yang tertidur lelap disampingnya.Menggeleng tak percaya jika mereka sekarang adalah suami istri.Tersenyum mengingat pertengkarannya tadi sampai gemas melihat tingkah lakunya.Dan bernafas lega sekarang bisa memandanginya sepuasnya tanpa batas lagi.


Perlahan kening Anayra dikecupnya penuh kasih sayang dan pipinya penuh cinta.Dibawah kungkungannya Anayra tak terganggu sama sekali oleh perlakuannya dan masih betah terpejam.


Cuppp.


Hasratnya semakin menggebu tatkala menci*m bibirnya.Memainkan dan melum*tnya penuh gairah yang membara.Tetapi Anayra tak terusik dan masih bergeming malah asyik dialam mimpinya.Dada Khaffa semakin bergemuruh dan jantungnya berpacu cepat tak bisa mengendalikan hawa nafsunya lagi.Disingkapnya selimut yang membungkus tubuh wanita halalnya yang menutupi hingga ke lehernya itu.


Tersentak kaget melihat penampilan Anayra yang memakai setelan baju olahraga yang serba panjang lengan baju dan celananya serta berbahan tebal pula berwarna merah muda.Sampai membuat Khaffa tersenyum miring dan geleng-geleng kepala.Mungkin ini cara dan usahanya untuk menghindari malam yang panjang dan melelahkan ini.Tak pusing soal itu karena darahnya sudah bergejolak dan mendidih.


Perlahan la beranjak menyalakan lampu tidur yang menempel didinding diatas sandaran spring bed lalu beranjak mematikan lampu utama.Kembali keposisinya semula dan melanjutkan niatnya untuk melucuti pakaian yang membalut tubuh Anayra satu persatu menyisakan segitiga pelindung dan kacamata kudanya berwarna hitam dan senada.


Tercengang memandangi panorama didepannya yang indah dan seksi.Tak mau mengulur waktu lagi,la melakukan hal yang sama melucuti pakaiannya sendiri dan menutupi mereka dengan selimut.Tanpa ba-bi-bu segera melaksanakan kegiatan salah satu ibadahnya dan haknya sebagai seorang suami untuk menafkahi Anayra secara batiniah,dan untuk menyalurkan haknya sebagai seorang suami.


Setiap inci dan jengkal tubuh Anayra dijelajahinya dan tak terlewatkan sedikit pun untuk melampiaskan hasratnya yang telah lama terpendam dan kini sudah memuncak.Terkesima dan terpesona melihat kulit mulusnya yang bersinar terang,dan auranya semakin terpancar saat butiran keringat menyembul dicelah pori-porinya.


Anayra menggeliat kegelian saat Khaffa menci*mi lehernya dan meninggalkan jejak disana tanpa mau membuka matanya karena terasa berat dan merekat kuat seperti dilem.Tubuhnya sangat lemas dan lemah tak berdaya karena lelah seluruh jiwa dan raganya.


Bermain-main did*d*nya yang ranum setelah Khaffa melepaskan benda yang menghalanginya.Membuat Anayra menggelinjang hebat dan meremas-remas rambut Khaffa.Tetapi bukannya terbangun malah Anayra sangat menikmatinya.


Anayra POV.


Apakah aku sedang bermimpi sekarang?,dan apakah ini yang disebut 'mimpi basah'?.Kenapa mimpiku seperti ini?,mimpi yang pertama kali kurasakan.Tetapi kenapa aku sangat menyukai dan menikmatinya sampai aku tak mau membuka mataku karena takut mimpiku akan buyar dan hilang seketika.


Entahlah ini mimpi atau nyata tapi bagiku sangat indah,menantang dan menyenangkan.Membangkitkan gairahku yang terpendam dilubuk hatiku sebagai seorang wanita dewasa dan normal.


"Hmhhh...


Aku melenguh saat seseorang bermain diarea d*d*ku yang padat ini sembari meremas rambutnya.Entah siapa pangeran yang memberikan sensasi sentuhan seperti ini padaku.Sungguh membuatku penasaran ingin melihat wajahnya.


Tetapi kenapa mimpiku semakin lama semakin liar dan semakin terasa saat sesuatu menerobos masuk kedalam area privatku?,sampai nafasku semakin memburu dan tersengal-sengal.


"Aaakhhh...


Aku mengerang seraya tanganku mencengkram seprai kuat-kuat saat sesuatu yang tumpul menembusnya secara perlahan,namun terasa perih dan sakit.Darahku berdesir panas dan jantungku semakin berdetak cepat seperti sedang lari maraton.


"Akhhh sakiiit...


Kata itu meluncur saja keluar dari mulutku sembari kedua tanganku mencengkeram lengannya kuat-kuat sampai kuku jariku yang panjang menusuk kulitnya saat kurasakan sesuatu yang luar biasa sakitnya.


Semakin lama mimpiku semakin terasa aneh dan panas,membuat aku lelah dan berkeringat serta merintih kesakitan.Berat sekali rasanya mataku untuk terbuka,belum lagi tubuhku terasa lemas tak berdaya untuk bergerak bebas.Bahkan untuk melihat wajah pangeran yang sedang menindihku sekarang dalam mimpiku ini sungguh ku tak bisa.


Perih,sakit dan ngilu kurasakan.Kedua kakiku bahkan terasa pegal sekarang.Kucoba untuk membuka mataku perlahan namun suasana tampak remang-remang dan cahayanya minim sekali.Sesosok wajah tampan diatasku menyambutku dan memandangiku seraya tersenyum manis.Aku membalasnya dengan senyuman manis pula.


Tetapi aku seperti mengenalnya dan kenapa dia ada di mimpiku?.Apa aku masih bermimpi atau sedang berhalusinasi?.Entahlah tapi aku senang dan bahagia saat melihat wajahnya.


"Haiii honey.".Ucapnya seraya menatapku syahdu.


"Haiii sayang.".Balasku seraya tersenyum manis sambil mengelus pipinya.

__ADS_1


Seketika aku tersentak dan tersadar saat mengucapkan kalimat itu.


Deggg.


Jantungku berdebar hebat dan mataku membulat sempurna memandangnya.Ternyata yang kurasakan saat ini bukanlah sekedar mimpi belaka atau halusinasi.Benar-benar nyata karena aku bisa menyentuhnya dan tubuhku terasa berat dan sesak.


"Ka-kamu lagi nga-...Mphhh.".Tanyaku saat melihatnya diatasku dalam keadaan tanpa pakaian.


Bibirku dibungkamnya dan dilum*tnya dengan brutalnya.Semakin lama semakin liar dan dalam sampai aku kewalahan dan terengah-engah.Aku meronta-ronta tapi tenagaku lemah ditambah tenaganya kuat sekali.Apalagi kedua tanganku ada didalam cengkraman kedua tangannya disisi kiri-kananku serta menghimpit tubuhku dibawahnya sampai ruang gerakku terbatas sehingga tak bisa bergerak.Aku pasrah,menyerah dan mengalah untuk melawannya.


Akhirnya aku membalasnya dan berdamai dengan hatiku.Ternyata usahaku membuahkan hasil bisa membuatnya luluh dan melepaskan tanganku.Lambat laun ku mulai menikmati momen indah dan romantis ini karena aku terbuai dan terlena.Mataku terpejam kembali menghayati dan meresapi aktivitas kami.Tanganku pun refleks terangkat keatas melingkar di lehernya.


Inilah saatnya dan waktunya ku mengemban tugasku untuk melayani haknya sebagai seorang suami dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istri.Malam panjang diwarnai drama pertengkaran dan diakhiri drama romantis.Kami bergel*t dan berg*mul saling melampiaskan hasrat masing-masing yang menjadi ibadah dan ladang pahala untuk kami.


Tak mau menjadi dosa besar jika aku menolaknya dan jika tak memenuhi kebutuhan batinnya.Haknya dan kewajibanku menyatu menjadi sebuah kenangan manis dan indah.Kami mengukir momen bersejarah dan pertama kalinya bagi kami didalam kamarku dan diatas tempat tidurku yang kecil ini namun tak sempit.


Malam pertama yang panjang kami lalui bersama saling menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang.Tanpa ada lagi perlawanan dariku dan malah meresponnya dengan baik walaupun sakit sekali rasanya saat la terus berusaha menerobos dan menembus area intiku,sampai aku meringis dan merintih kesakitan.Namun la memberikan ku kenyamanan dengan cium*nnya.Satu sama lain kami saling mem*gut dan memb*ut lagi.Sensasi pertama kalinya yang kurasakan ini sungguh luar biasa indahnya dan membuat ku bahagia.Hatiku bangga dan menangis terharu karena bisa melaksanakan tugasku dengan baik.


Hingga dini hari kami melalui semua itu sampai la berhasil mencapai puncak kenikmatannya.Dan dia seperti beruang madu sedang menghisap madu saat bermain-main dibukit kembarku.Hatiku seketika terasa melayang jauh diawang-awang dan melambung tinggi di udara.Tak bisa ku pungkiri jika la berhasil memanjakanku saat ini.


Setelah berulang kali kami mereguk manisnya cinta.Butiran bening keluar dan mengalir dipipiku saat la berhasil menyingkap dan merobek selaput daraku.Bersamaan dengan menyemburnya lahar bening dan hangat kedalam rahimku.Air mata bahagia dan bangga menetes mengiringi perjalanan kami.Peluh pun membasahi sekujur tubuh kami berdua setelah melakukan senam panas erotis dan romantis tadi.


Cuppp.


Dengan lembut keningku dikecupnya.


"Terima kasih honey!,l love you so much!.".Ucapnya seraya tersenyum bangga dan bahagia.


Dia membelai rambutku penuh cinta dan kasih sayang.Betapa bahagianya yang kurasakan saat ini.


Inilah bentuk rasa cinta dan kasih sayang ku dan juga salah satu bentuk baktiku pada suamiku.Kami berangkulan dibawah selimut yang sama yang membungkus tubuh kami.Kubenamkan wajahku didadanya yang bidang dan hangat ini walaupun agak basah oleh tetesan air keringat.


Jari jemari tangan kami saling bertaut seraya memandangi cincin yang melingkar dijari kami saat la memelukku dari belakang.


"Apa kamu bahagia hon' sekarang?.".Tanyanya lirih dan lembut ditelingaku.


Aku mengangguk dan mengakuinya."Hemh.Maafkan aku tadi malam membuat mu bingung dan kesal!.Apa masih marah padaku,sayang?.".Tanyaku sambil menatapnya.


Bibirnya tersungging saat aku menyebutnya dengan panggilan barunya.


"Iyaaa,tapi setelah ini aku jadi luluh!.Maafkan aku juga hon'!,membuatmu kesal dan marah oleh leluconku!.Tolong lupakan soal itu dan mari kita buka lembaran hidup baru kita dengan senyuman bahagia dan hati yang senang!.Maukah kamu melewati hari demi hari bersamaku selamanya?.".Ucapnya seraya mengeratkan pelukannya.


"Mmm,tergantung sikapmu!.Kalo setia dan baik,aku akan terus mendampingi sampai akhir hayat ku.Tetapi kalo sebaliknya,siap-siap aja dan jangan mewek kalo aku pergi!.".Berusaha tetap tenang padahal hatiku meleleh dan klepek-klepek saat ini.


Sebab dia berhasil membuat hatiku berbunga-bunga dan jantungku berdebar tak karuan oleh perlakuannya.


"Ssttt,kenapa bicaramu seperti itu?.".Katanya seraya menekan bibirku dengan jarinya.


Memutar tubuhku kearahnya dan memprotes ucapanku.


"Jangan berandai-andai dan melebihi takdir!.Kita ga tau kedepannya seperti apa dan bagaimana?.Tapi yang jelas kita harus berusaha saling percaya dan menjaga hati kita,ok!.".Pintanya memelas dan memohon tapi tegas dan tanpa paksaan.


Lidahku keselip dan mengeluarkan kata-kata yang membuatnya marah.


"Baiklah aku ngerti!,tapi aku mau tau alasan sebenarnya dan jawab sejujurnya!.Kenapa tiba-tiba dan mendadak menikahiku kemarin?.".Tanyaku sambil mengerutkan keningku.

__ADS_1


Aku harap-harap cemas menanti jawabannya yang membuatku penasaran.


"Aku cemburu melihatmu bersama Lefrand!,bukankah pernah kukatakan kalau aku akan menikahimu tanpa melihat situasi dan kondisi kalau kamu dekat dengannya dan tak menjaga jarak darinya!?.Apa kamu lupa soal itu hon'?.".Ungkapnya menjelaskan kesepakatan yang pernah kami buat yang sudah ku lupakan.


Teringat hari itu dimana kami membuat kesepakatan setelah mengingatnya dan ku mengangguk mengiyakan.Namun aku mengerutkan kening ku terheran.


"Tapi kapan liat aku bersamanya?.Apa kamu menguntitku atau menyuruh orang untuk mengawasi ku?.Berarti menikahiku kemarin karena atas dasar cemburu dan bukan atas nama cinta?.Apa serendah itu harga diri-...Mmmph.".Tanyaku marah dan jengkel.


Protes pada tindakannya konyolnya itu namun belum selesai ucapanku,dia membungkam bibirku dan menci*mku.Lama-lama semakin dalam dan liar.Tetapi aku tak bisa menolak dan menghindar lagi karena tulang belulang ku terasa patah dan remuk tak kuasa melawannya.Tenagaku semakin lemah setelah malam panjang ini.Kejadian tadi pun tak terelakkan dan terulang kembali.Aku hanya bisa pasrah saja mengikuti keinginannya dibawah kungkungannya.Walaupun saat ini masih terasa sakit disekujur tubuhku dan terasa perih juga ngilu dibagian bawahku.


Brughhh.


Membanting tubuhnya kesampingku dan memelukku erat setelah mencapai klimaks untuk yang kedua kalinya.Mengantuk dan kelelahan membuat kami tertidur pulas dan nyenyak dibawah selimut,tanpa busana dan berkeringat.


***


Tok,tok,tok.


Mataku mengerjap saat terdengar suara ketukan dipintu.


"Kak,kakak ayo bangun!.Udah mau adzan waktunya sholat subuh dulu!.".Seru adikku Andya.


Sontak aku terbangun dari tidurku dan terduduk.Karena terganggu oleh gerakanku dan terkejut,dia beringsrut duduk sambil mengucek-ngucek matanya.Dan aku menatap dadanya yang kekar,berotot dan atletis.Kulihat perutnya yang bergaris-garis seperti roti sobek yang manis.Setelah terbuka lebar matanya,pandangannya langsung kebagian dadaku.


Saking terkejutnya aku sampai lupa kalau tubuhku tanpa ditutupi sehelai benangpun.Kutarik selimut untuk menutupinya.Akan kacau balau dan tamatlah riwayat ku kalau sampai memancingnya lagi.


"Ahhh,dasar mesum!.Belum puas tadi sampe dua ronde hah?.Badanku sampe sakit semua dan tulangku kayak udah remuk.".Umpatku sambil mencubit lengannya saat la meremasnya sekilas.


Menurutnya lucu sampai la mengulum senyumnya.


"Ayo cepat bangun dan mandi!,sebelum adzan!.Dan ikut ayah ke mesjid!.".Ucapku sambil mendorong tubuhnya supaya menyingkir dan bangun dari tempat tidur.


"Iyaaa sabar sebentar!.Kamu kok galak bener sih hon'!.".Ucapnya masih serak-serak basah dan setengah limbung bergegas turun dari tempat tidur.


"Ahhh,dasar katro!.".Umpatku sambil menepuk keningku saat melihatnya berdiri dan tak mengenakan apa-apa.


Secara otomatis terekspos sempurna penampilannya yang bertelanjang bulat.Tetapi cepat-cepat la kenakan t-shirt dan celana dogger nya yang ada diatas karpet.Mengambil handuk putih dikopernya dan membawanya keluar bersamanya.


Dan aku segera mencari-cari pakaianku yang tergeletak dilantai.Bergegas kupakai dan langsung turun dari tempat tidur.


"Shhh...


Kumeringis sakit dan ngilu diarea sela*ngk*ngan ku.Beginikah rasanya sampai menusuk ke ulu hatiku.Berjalan perlahan dan tertatih-tatih karena tak kuasa menahan perihnya.Sekuatnya aku berjalan keluar dari kamar menuju kamar Andya untuk mencari kain sarung yang baru dan peci.Kembali kekamarku dan kucari sejadah yang masih bagus dilemari pakaian ku.


Cklek.


Ku menyambutnya dengan senyuman saat la masuk kedalam kamar.Terlihat bersih,segar dan wangi setelah la mandi.Ku terpana saat menelisik penampilannya yang seksi karena rambutnya basah dan acak-acakan.


"Aaku mandi dulu!.Itu udah kusiapkan sarung,peci dan sejadah.Buat atasannya pake kemeja aja soalnya baju Koko Andya dan ayah ga akan muat ditubuhmu!.".Ucapku gugup sambil menunjuk barang disofa saat la menghampiri dan berdiri dihadapan ku.


"Makasih istriku sayang!,muachhh!.".Ucapnya sambil mengecup pipiku sekilas.


Pipiku memerah seperti ceri dan mataku mengerjap saat tersadar.Selalu saja terlena dibuatnya sampai aku mematung.Seperti inikah rasanya pengantin baru?.


"Morning kiss!.".Sambungnya sambil melengos pergi untuk bersiap.

__ADS_1


Tanpa menoleh kebelakang lagi aku pergi keluar untuk membersihkan diriku dan bersuci dikamar mandi.Sebab badanku terasa basah dan lengket oleh keringat setelah olahraga ranjang tadi yang menguras tenaga ku.


__ADS_2