Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 17.Peristiwa Kelam 1.


__ADS_3

Lefrand POV.


Aku berlari dan terus berlari .Kulewati jalan setapak yang berbentuk melingkar ditaman yang jaraknya 1 km dari rumahku,ehhh maksudku keluargaku.Kaos putih ketat yang melekat ditubuhku basah oleh keringat yang bercucuran membanjiri tubuhku.30 menit aku melakukannya tanpa jeda istirahat.


Aku melakukan ini memang ada alasannya.Mencari cara untuk melupakan peristiwa itu.Ya,meskipun mustahil tetapi yang penting berusaha.Semalam ku tidak bisa tidur dan terekam terus dimemori ku.


Teringat kejadian kemarin yang membuat dia kesal dan marah,ku menyesalinya sekarang oleh kekonyolan sikapku padanya.Setelah kupikir harusnya sikapku tidak seperti itu yang mulai 'Bucin'.Tapi sebenarnya sedari dulu aku seperti itu sebelum kami 'putus'.


"Hosh,hosh...".Nafasku tersengal-sengal dan terasa berat saat berhenti.


Sejenak ku membungkukkan badan dan tanganku bertumpu di kedua lututku.Saat ku lihat bangku taman ku menghempaskan tubuhku disana.


Perhatianku teralihkan pada dua gadis muda yang berjalan santai kearah bangku taman dari arah jarum jam 11 dan mereka duduk disana.


"Ra',ada apa sih jam segini udah ngajak ketemuan ditaman?.KeMall gitu ngajaknya,liat nih jam 9!.Mau jogging kesiangan,kita mau jemur diri disini?.".Ucap gadis berbaju biru itu.


Suara cemprengnya terdengar jelas ditelingaku.


"Disini tempat yang cocok buat nyegerin otak dan gurah mata,kalo keMall belum buka,abang gue juga baru berangkat kerja tadi.".Jawab gadis berbaju merah muda dan berparas cantik.


Aku tidak sengaja mendengar perbincangan mereka karena tak jauh dari mereka.Sesekali kualihkan mataku pada layar ponselku dan menscrolnya.


"Abang lu balik juga,hahaha...Syukur deh,kirain udah ga ngakuin lu adiknya secara dia CEO tampan dan tajir.".Cibir gadis bernama Mia.


"MIA,pliz...Gue ngajak lu kesini buat dengar cerita gue,bukan ledekin gue!.".Protes gadis yang dipanggil Ra' menjitak pelan kepala temannya.


"Hihihi...Sorry Ra'!.Lu kenapa,ada masalah?.".Tadi meringis kesakitan tapi sekarang malah cekikikan,aneh!.


"Ra',gue kena musibah.Mulai hari ini ga akan ada lagi transferan yang masuk ke rekening gue dari bo-nyok dan abang gue.Gue disuruh cari penghasilan sendiri!.".Sembari memasang raut wajah sedihnya.


Aku terus memperhatikan mereka diseberang sana,entah kenapa merasa tertarik oleh percakapan mereka.


"Omo,serius?...Cup,cup!...Kacian anak konglomerat diasingkan dari semua fasilitas bak putri istana.Gue ikut bela sungkawa Ra'!.".Kata gadis bernama Mia,seraya tangannya menepuk-nepuk lengan temannya.


Entahlah,dia menghibur atau mencibirnya.Tentu hal itu membuat si cantik marah dan melototinya."Haishhh,Mia...Lu mau bantu gue ga atau cuma mau roasting gue?.Percuma cerita sama lu,ga ada guna!.".Ucapnya memasang mimik muka yang lucu dan menggemaskan.


Aku tersenyum tipis memandanginya tanpa berani berkomentar.Siapa aku?,jika harus ikut nimbrung bersama mereka?.Yang ada pasti melihat ku aneh dan sok ingin tau alias 'kepo'.Seketika ku merasa menjadi obat nyamuk saja disini.


Tetapi sungguh panorama yang menarik dan seru.Cukup menghibur dan bisa mengalihkan pikiran ku sesaat yang semrawut.Hatiku yang sesak oleh rasa gundah gulana dan sesal.


"Dih,ngambekan...Ok,gue ngerti.Lu mau gue bantu apa?,kalo bantu materi ga mungkin Ra', keluarga lu lebih tajir daripada keluarga gue.Gue aja suka lu bantuin.Gue cuma bisa bantu cari solusi.Mmmh...Ra' menurut gue,lu kerja bareng abang lu aja!jadi sekertaris atau jadi Cleaning servis juga boleh hahaha...!.".Usul Mia tertawa mengejek.


"Dasar udik,pe'ak!.Tampang beginian jadi CS.Cih,ogah gue!.".Tolaknya mengibaskan rambutnya.


Mia menjipok keras keningnya."Hadohhh!...Yang penting kan dompet lu aman Ra!.Jadi sekertaris aja kalo gitu,posisi itu kosong kan!?.".Menarik satu alisnya keatas.


Sekertaris?,posisi yang cukup bagus untuk gadis seusianya.Tapi kupikir sayang,terlalu cantik untuk menjadi sekretaris.Ahhh,kenapa aku harus ikut pusing soal itu?.


"Tapi gue males kalo nanti ditunjuk suruh ini itu sama abang,kena semprot terus palingan.".Merengut dan memutar matanya jengah.


Sungguh membuatku penasaran,siapa Abang yang dimaksudnya?.Tapi kurasa gadis itu dan kakaknya bukanlah dari keluarga biasa.Kupikir juga kakaknya CEO Mall setelah tahu dari pembicaraan mereka.


"Ckkk...Wajarlah namanya juga kerja.Trus lu mau apa?.".Ucap Mia kemudian meneguk minumannya yang berwarna oranye yang tampak dingin dan menyegarkan dibotol plastik .


"Au ach,gue jadi aus juga.Bentar gue minum dulu!.".Ucapnya melakukan hal serupa dengan Mia.


Seketika aku menelan salivaku kasar karena terasa kering tenggorokanku.Satu jam aku berada ditaman ini tanpa persiapan membawa apapun selain ponselku.


Kulihat disekelilingku tidak ada satupun orang yang menjajakan minuman atau makanan.Ku terhenyak saat melihat gadis berbaju merah muda itu datang menghampiriku.


"Maaf kak,ini untuk kakak.Kakak pasti haus abis olahraga disini,minumlah!ini masih baru kok,aku bawa lebih tadi.".Ucap gadis itu.Senyum manisnya tersungging dibibirnya seraya menyimpan sebotol minuman disampingku dibangku tempatku duduk.


Aku termangu menatap punggungnya yang berjalan kembali ketempatnya.Sikap spontanitasnya membuatku geleng-geleng kepala.Disaat dalam masalah tapi masih masih peduli pada orang lain.


Aku mengambil botol minumannya dan beranjak berdiri."Terima kasih untuk minumannya!.".Ucapku dan berjalan pergi melewati mereka.


Mereka hanya mengangguk dan mengulas senyum manis tanpa berkata-kata.

__ADS_1


Aku pergi meninggalkan taman yang luas ini.Tempat favorit semua orang yang ada di daerah ini,tempat yang cocok untuk merefresh mata,otot dan pikiran.Pemandangannya yang indah dan sejuk.Udaranya yang bersih karena penghijauan disini terawat dengan baik.


Ku hampiri motor sport ku diarea parkir taman,motor kesayanganku yang sudah lama kuabaikan.Motor penuh kenangan indah dan bersejarah bagiku,saksi kebersamaanku dan Anayra dulu.


Kukenakan pelindung kepala saat duduk dijok lalu kemudian pergi setelah menyalakan mesinnya.


Pikiranku seketika menerawang saat mengenang momen indah bersama Anayra dulu.Mimpi dan harapan kami yang sudah terangkai dan terencana dengan baik.Mungkin saat ini kami sudah bertunangan atau bahkan mungkin sudah berada didalam bahtera rumah tangga.


Seketika aku merasa geram dan menyesali mengingat sesuatu yang tidak pernah kuinginkan dan diluar kehendakku.Jika saja hari itu tidak pernah terjadi,aku tidak akan terpisah dari Anayra dan pergi jauh darinya.


Author POV.


Lefrand mengemudikan motornya dengan pikirannya melayang.


Flashback on.


📱...Lefrand calling.


Anayra menekan tanda hijau untuk menjawab panggilan diponselnya.


"Assalamualaikum?.".


Waalaikum salam.Sayang aku otw,sebentar lagi sampai dibutik.Tunggulah!.Assalamu alaikum.


"Baik mas,hati-hati!.Waalaikum salam.".


Tuttt.


Anayra menutup ponselnya setelah Lefrand menutup panggilannya dan melanjutkan pekerjaannya kembali.Sembari menunggu waktu pulang dan menunggu Lefrand menjemputnya.


Lulla berjalan keluar dari ruangannya diikuti seorang gadis cantik dibelakangnya.


"Sabrina,kenalkan ini Anayra staff disini.Nanti dia yang akan mengurus masalah keuangan dan mengurus kontrak kerjasama kita.Anayra ini Sabrina,model yang akan menjadi ikon untuk gaun pengantin rancangan terbaruku.".Tutur Lulla saat ada didepan meja kerja Anayra bersama Sabrina berdiri disampingnya.


"Baik Bu...Haiii salam kenal,aku Anayra.".Seraya mengulurkan tangannya dan menyambutnya ramah.


Alih-alih membalas jabatannya malah berkata."Ya ya,gue tau dan gue ga perlu ngenalin diri lagi kan,tadi mbak Lulla udah ngejelasin siapa gue!.".Ucap Sabrina terdengar angkuh cara bicaranya dan menyibakkan rambut pendeknya yang hanya sebatas pundaknya.


Anayra sudah terbiasa direndahkan dan dipandang sebelah mata oleh orang lain yang lebih tinggi derajatnya darinya.Namun tidak semua begitu,Lulla dan Lefrand contohnya.Walaupun tergolong dari keluarga ningrat dan kaya,tetapi tidak seperti itu.


Entahlah,gadis berprofesi model itu sungguh luar biasa angkuhnya didepan Anayra.Seolah ingin menunjukkan perbedaan antara antara mereka.Dari kasta dan level yang berbeda.


"Ya sudah...Anayra tolong buatkan berkas kontraknya sebelum pulang.Bisa kan?.".Tanya Lulla mencairkan suasana.


"Bisa bu!.".Jawab Anayra dirasa masih ada waktu dan tidak mungkin menolak permintaan atasannya.


Anayra segera melaksanakan tugas yang diberikan Lulla,itu hal mudah baginya karena sudah terbiasa.Meskipun Lulla calon kakak iparnya tapi panggilannya tidak berubah pada Lulla.


Anayra bersikap profesional saat ditempat kerja karena bagaimanapun juga Lulla adalah atasannya.Tetapi tidak saat diluar jam kerja atau diluar tempat kerja.Dia memanggil Lulla dengan panggilan yang sama dengan Sabrina atau Lefrand,adik Lulla.


"Ok!,,,thanks Nay'...Sabrina kamu udah paham kan sama yang kita bahas tadi?.".Tanya Lulla..


Sabrina mengangguk tanda mengerti.


"Ok!...Nanti kuhubungi lagi kapan jadwal pemotretan nya,tolong luangkan waktumu ya!.".Sambung Lulla.


"Hmh,Ok deh mbak.Thanks udah ngundang aku kemari.Aku akan lakuin yang terbaik buat bantu promosiin gaun rancangan mbak!.".


"Hahaha,good girl...Kamu besok datang kemari lagi,untuk tandatangani surat kontraknya!.".


"Ok!...Aku pulang sekarang masih ada urusan!.".


"Baiklah,hati-hati ya!.".


Sabrina berpamitan pada Lulla sambil cipika-cipiki lalu berjalan kearah lift untuk turun kelantai bawah.Karena ruangan kantor butik ada dilantai 2.Dan outlet butik ada dilantai bawah.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Tok,tok...


"Masuk!.".


Ceklek.


"Bu,udah selesai.Besok tinggal mencetaknya.".Ucap Anayra saat ada didalam ruangan Lulla.


"Ok!...Nay',duduk sebentar.".Ucap Lulla seraya menunjuk kursi didepan mejanya.Anayra duduk.


"Gimana udah menentukan tanggalnya untuk hari pertunangan kalian?.".Tanya Lulla kemudian menyeruput secangkir teh dimejanya.


"In sya Allah...Rencana mas Lefrand 2 minggu lagi.Semoga ga ada halangan.".


"Aamiin.Semoga dilancarkan ya!...Nanti biar mbak yang urus masalah DCnya.Kamu dan Lefrand siapkan diri saja!...Dan untuk acara hari-H nya ga perlu mewah,sederhana saja!.Biar keluargamu ga kerepotan.Nanti saja kalo menikah!.".Jelas Lulla seraya beranjak dari duduknya menghampiri Anayra.


"Baik.Terima kasih mbak udah banyak membantu dan mendukung kami selama ini.".


"Ga usah sungkan,kita jadi calon ipar sekarang!.".Tangannya menepuk pundak Anayra.Anayra mengembangkan senyumnya.


"Baik!.Mbak aku pamit pulang.Mas Lefrand mau menjemput didepan.".Lulla menganggguk.


Anayra beranjak dari duduknya lalu keluar kemudian mengambil tas selempangnya yang ada dimeja.Dia pergi melewati lift setelah memeriksa mejanya untuk memastikan peralatan kerjanya rapi dan perangkat kerjanya dalam keadaan nonaktif.


Anayra meluncur kebawah menggunakan lift.Sambil tersenyum sumringah berjalan menuju pintu,namun baru saja akan membuka pintu.Langkahnya tertahan saat melihat Lefrand dan Sabrina masuk kedalam mobil lalu pergi.


"Mas Lefrand kenapa pergi bareng mbak Sabrina?.Bukannya mau jemput aku?.Mereka saling kenal,apa mereka dekat?.".Anayra bergumam sendiri bertanya-tanya dan terheran dibalik pintu berkaca tebal itu.


"Duarrr...Nah lho kok bengong Nay'?,bukannya mau pulang?.".Alma tiba-tiba muncul sambil menepuk pundaknya.


Anayra berdecak kesal karena kaget.


"Ckkk...Kamu mau buat aku mati berdiri disini Al'?,Kaget tau!.".Semprotnya sambil berkacak pinggang.


Alma tertawa cekikikan karena geli melihat ekspresi Anayra.


"Uluh-uluh,calon permaisuri anak sultan ngambek.Maaf,maaf!.".Ucap Alma seraya menangkupkan kedua tangannya meminta maaf.


"Diiih lebay...Udah sana kerja!.Aku pulang Al'!.".


"He'em...".Ucap Alma pendek.


Anayra mendorong pintu kemudian keluar kemudian menatap dua pelindung kepala yang terikat tali jaring dijok motor sport Lefrand yang terparkir dihalaman depan gedung butik.Seketika rasa panas menjalar dihatinya dan matanya mulai berkaca-kaca.Lalu memukul-mukul dadanya untuk menguatkan hatinya dan menahan air matanya supaya tidak tumpah.


Anayra akhirnya pulang menggunakan taksi sebab Lefrand melarangnya naik ojol.Bentuk perhatian Lefrand pada Anayra yang mulai protektif padanya.


Belasan menit sebelumnya...


"Hai Efan,how are you?.".Tanya Sabrina saat keluar dari butik.


Lefrand berdiri bersandar disamping motor sportnya sontak menoleh dan terkejut melihat Sabrina ada didepannya.Lefrand terkejut tiba-tiba Sabrina muncul dan ada didepannya.Gadis yang pernah mengisi ruang kosong dihatinya dulu.


"Sa'...Kamu disini?.Kukira kamu belum kembali ketanah air.".Tanya Lefrand sambil berjalan menghampiri Sabrina yang berdiri didepan mobilnya.


Sabrina hendak merangkul tubuh Lefrand tetapi spontan Lefrand menghindar dan malah mengulurkan tangannya.Sabrina dibuat terhenyak oleh reaksi Lefrand dan akhirnya terpaksa menjabat tangannya.


"Kemarin lusa aku pulang.Mbak Lulla menawariku pekerjaan menjadi model ikon rancangan terbarunya.".Jelasnya.


Lefrand mengulum senyum saja dan Sabrina menatap penuh arti Lefrand.


"Oya Efan...Gimana kalo kita kumpul dikaffe sore ini?.Aku akan mengajak Zira dan Shenna,dan kamu ajak Reza!.".Sabrina mengambil kesempatan dipertemuan pertamanya kembali dengan Lefrand dan muncul ide untuk mengajaknya pergi.


"Maaf Sa',aku ga bisa!.".Lefrand menolak secara halus karena ada alasannya.


Namun Sabrina tak menyerah dan terus mendesaknya."Ayolah Efan!,aku rindu kumpul bersama kalian.Waktuku disini ga banyak dan jadwalku padat...Ini waktu yang tepat buat kumpul.Aku yang traktir anggap aja untuk merayakan kepulanganku...Pliiiz!!!".Sabrina merajuk,memohon,memelas dan menangkupkan kedua tangannya.


Lefrand merasa bingung dan tertegun sejenak seolah berpikir 'Apa harus menolak atau menerima ajakannya?'.Tetapi sesaat kemudian mengangguk setuju.

__ADS_1


Bukan kepalang senangnya hati Sabrina."Thanks Efan!...Pakai mobilku,kamu yang nyetir!.".Sabrina tersenyum bahagia dan bersorak senang dalam hatinya karena tidak ada penolakan dari Lefrand..


Lefrand menghampiri motornya untuk mengikatkan tali jaring pada dua pelindung kepala diatas jok motornya.Kemudian menghampiri mobil Sabrina lalu masuk kedalam mobil secara bersamaan.


__ADS_2