
*Renungan kalbu Anayra.
Apa yang kurasakan dan kudapatkan saat ini adalah anugerah Tuhan.Aku selalu mensyukuri setiap hal yang kualami.Entah itu indah atau kelabu,manis ataupun pahit.
Kunikmati setiap bab dari bagian kisah hidupku.Tentang pekerjaan,perjuangan dan cinta...
Cinta kata yang penuh makna dan arti.Kata yang bisa menyejukkan hati tapi juga bisa mengiris hati.Bisa membuatku tersenyum bahagia tapi juga bisa membuatku menangis tersedu-sedu.
Bab dimana aku bisa tersenyum bahagia menyadarkanku jika didunia ini,aku tidak hidup sendirian.Dan bab disaat aku bersedih hati mengajarkanku untuk menjadi lebih tegar dan kuat dalam menghadapi segala rintangan.
Setiap kebahagiaan yang kualami adalah kebaikan dan perhatian dari Sang Maha Pencipta.Dan kesedihan yang kualami adalah teguran agar aku selalu mengingat-Nya.
Satu hal yang pasti.Aku tidak luput dari khilaf dan dosa.Namun aku sadar untuk tidak berkutat merenungi setiap dosa dan kesalahanku.Introspeksi diri solusi terbaik untukku,untuk melanjutkan perjalanan hidupku...
***
Waktu menunjukkan pukul 07:30 pagi.Tetapi Anayra belum juga terbangun dari tidurnya,dan itu membuat Alma harus membangunkannya.
Tok,tok,tok.
Alma terus mengetuk pintu kamar Anayra,tetapi tak ada sahutan dari dalam.
Klek.
Saat mencoba membuka pintu,ternyata tidak terkunci dari dalam."Kupikir pintunya di kunci.".Secepatnya menghampiri Anayra dan mengguncang tubuhnya."Anayra cepat banguuun!.Sekarang sudah hampir siang.".
Anayra yang meringkuk di tempat tidur,merespon dan menggerakkan kakinya."Sebentar,beri aku waktu 5 menit lagi.Lagipula hari ini aku masih hari cuti".Tetapi bukannya bangun,malah bergumam,meminta waktu untuk tidur lagi dan mengeratkan pelukannya memeluk saat guling.
Alma mulai kesal dan geleng-geleng kepala.Sekali tarikan tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh Anayra."Kamu akan terlambat masuk kerja,jika tidak bangun sekarang.Lagi pula ini hari Senin,dan waktu cuti mu habis.".
Anayra langsung terduduk di tempat tidurnya saat sadar akan hal itu."Jam berapa sekarang?.".Matanya memicing saat menatap gadis yang berdiri di sisi tempat tidur nya,disela bangun tidur nya.
"Hampir jam 8.".Alma menunjukkan ponsel nya pada Anayra,memperlihatkan waktu yang tertera di ponselnya.
"Oh Gosh.Aku akan terkena masalah jika tidak masuk kerja hari ini.".Anayra terperanjat turun dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi.
Hari ini tak boleh dilewatkan Anayra karena segudang rutinitas sudah menantinya di butik tempat kerjanya.
Dalam waktu ringkas,Anayra bersiap diri dan bercermin.Menyunggingkan senyum saat memandangi penampilannya.
"Perfect!.".Memuji dirinya sendiri."Sayang sekali.Nasibmu tidak semanis parasmu.Sudah dikhianati,batal tunangan dan tidak jadi menikah.".Anayra geleng-geleng kepala mengeluhkan nasibnya sendiri.
Setelah siap untuk pergi bekerja,Anayra mengambil tas kerjanya dan dengan cepat melenggang keluar dari kamar.
Saat terdengar suara hentakan sepatu hak tinggi Anayra,Alma langsung menoleh dan tersenyum lebar mengamati penampilan Anayra."Mataku selalu dibuat takjub setiap melihat mu.Aku heran,kamu masih betah menjomblo.Tidak berniat mencari pengganti Lefrand?.".Mengucapkan kata-kata yang terdengar pedas ditelinga Anayra,disela menyantap sarapan paginya dan duduk disofa.
Anayra menghampiri Alma dan berdiri didekatnya."Kamu membuat suasana hati ku buruk.".Kesal karena Alma membahas mantan kekasihnya."Aku bosan mendengar mu mengatai ku jomblo?.".Memutar matanya jengah."Kamu belum pernah merasakan yang namanya,trauma!.".Beralasan untuk membela dirinya dengan menekan kata trauma nya.
Menghela nafasnya saat bayangan masa lalunya terlintas dipikirannya.
"Aku pernah merasakan dan mengalaminya,tapi tidak terus menerus terjebak didalam lingkaran itu.".Alma menyangkal praduga Anayra."Cepatlah move on!.Tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru.".Mengingatkan Anayra untuk mencari sosok pria lain.
Menurut Alma,saat patah hati dan putus cinta,penawar nya adalah cinta yang lain.
"Aku harus pergi!.Jika meladeni mu terus,aku akan terlambat.Terima kasih untuk sarapan pagi nya!.".Anayra bergegas pergi keluar rumah.
Anayra malas berdebat panjang dengan Alma.Terasa menyakitkan saat teringat kenangan manis,sekaligus pahit bersama Lefrand.
Menghampiri motor maticnya yang terparkir diteras rumah.Duduk dan mengenakan pelindung kepala.Segera menyalakan mesin dan pergi melajukan motornya.
Digedung kantor Mars Group.
Gagah dan penuh wibawa,Khaffa berjalan dilobby gedung berbalut setelan jas lengkap warna abu tua.Semua pegawai membungkukkan badan saat Khaffa berjalan melewatinya.
Khaffa menuju ruang kerjanya diikuti asistennya.Riccy sang asisten berpakaian serupa berwarna hitam.Dengan langkah panjang masuk ke ruangan CEO yang luas,nyaman dan mewah.
"Riccy,hubungi Ibu Lulla sekarang!.Kita lakukan hari ini tanda tangani berkas kontraknya.".Khaffa duduk dikursi kebesarannya sebagai CEO.
Khaffa dikenal tegas,tak suka bantahan dan penolakan.Jika Khaffa sudah memberikan perintah,maka harus segera dilaksanakan.Selain itu,benci pegawai yang lamban,bodoh dan malas.Tak suka pegawai pembangkang,berani melawannya,lancang dan bicara lantang.
Jika itu terjadi,maka tak segan Khaffa akan memberikan sanksi dan surat peringatan.Paling buruk adalah memecat dan memberi hukuman.
Ini hari pertama Khaffa masuk kantor,usai 'traveling' ke Bandung kemarin.
"Baik!.".Riccy manut dan sigap melaksanakan perintah Khaffa menghubungi Lulla.
Riccy menelpon menggunakan telepon kantor dimeja Khaffa.Sedangkan Khaffa,membuka laptopnya dan mengaktifkannya.
Riccy menjadi asisten CEO sejak lama.Selain asisten Khaffa,tetapi juga sahabatnya sejak masa kuliah dulu.Sementara Khaffa,CEO diperusahaan Mars Group yang mengelola Mall besar,ternama dan terlengkap.Di angkat menjadi pimpinan diperusahaan milik ayahnya yang kini telah pensiun.Khaffa meneruskan ke pemimpinan selama 3 tahun terakhir ini.
''lbu Lulla akan sampai disini sekitar,30 menit lagi.".Riccy melirik jam tangannya.
Khaffa menganggguk."Siapkan berkasnya dimeja!.Turun dan tunggu ibu Lulla dilobby!.Jangan pergi selangkah pun jika kakimu masih ingin tetap utuh!.".Khaffa menggertak dengan nada dingin dan acuh.
Astaga...Bisakah tidak harus menggunakan kata ancaman setiap memberikan tugas?.Kamu itu CEO atau preman?...
Riccy jengah,tetapi hanya bisa pasrah dan menghela nafas saja mendengar kata-kata pedas Khaffa."Baik.".Riccy meletakkan berkas dimeja dan secepatnya Riccy pergi meninggalkan ruang CEO.
Di gedung D Lulla Boutique.
Salah satu butik besar dan ternama di Jakarta.Anayra duduk dikursi kerja dan menatap layar laptop-nya dimeja kerja.
Seorang wanita cantik datang menghampiri Anayra dan berdiri didekatnya."Nay',ikut aku!.Kita akan ke Mars Group untuk tanda tangani surat kontrak cabang butik baru diMall.".
Lulla Nugrahadiningrat,pemilik D'Lulla Boutique sekaligus designer yang sukses dan terkenal dikota Jakarta mengajak Anayra pergi bersamanya.
"Baik,Bu.".Anayra paham dan beranjak berdiri.
Mengambil tasnya dan menyusul sang majikan.Setengah berlari Anayra menuju mobil Lulla yang terparkir dihalaman gedung butik.Masuk dan duduk disamping Lulla yang sudah duduk dikursi kemudinya.
Secepatnya Lulla melajukan mobilnya menuju gedung Mars Group.Lulla dan Anayra tiba usai menempuh perjalanan yang cukup singkat karena jalanan ibukota cukup lengang.Lulla segera menepikan mobilnya dibasement.
Lulla dan Anayra melenggang menuju gedung Mars Group.Gedung itu ada disamping gedung Mall yang berdiri kokoh,besar dan tinggi.Dua gedung itu berdekatan namun berbeda desain bangunannya.Baik warna interior,tinggi dan besarnya,termasuk berbeda fungsinya.
Sesuai instruksi Khaffa,Riccy tak berani sedikit pun berani beranjak dari tempatnya berdiri.Walaupun kata-kata Khaffa hanya gertakan,tetapi Riccy menanggapi serius.
Saat melihat dua wanita cantik yang berbeda usia datang menghampirinya di lobby,Riccy tersenyum menawan menyambut kedatangan Lulla dan Anayra.
__ADS_1
"Selamat datang dan selamat pagi Bu Lulla,apa kabar?.".Riccy ramah menyapa dan mengulurkan tangannya menyalami Lulla.
"Baik Pak Riccy,terima kasih!.".Lulla balas ramah dan menjabat tangan Riccy.
Riccy menautkan kening penasaran memandangi Anayra yang berdiri disamping Lulla.
Siapa gadis cantik ini?...
Riccy sudah mengenal baik Lulla saat Lulla mengajukan kontrak,tetapi saat itu Lulla datang sendiri tanpa didampingi siapa pun.
Hari ini waktunya menanda tangani kontrak pengajuan Lulla setelah di Acc Khaffa.Maka Lulla mengajak Anayra yang dipikirnya rekan yang cocok untuk menemaninya.
"Pak Riccy,kenalkan,ini Anayra staffku dibutik!.".Lulla memperkenalkan dan menepuk lengan Anayra pelan paham yang dipikirkan Riccy.
"Salam kenal mbak Anayra,aku Riccy.".Riccy ramah menyalami Anayra dan memandangi wajah Anayra tanpa berkedip.
Cantik,tapi dia bukan tipe ku...
Kesan pertama Riccy saat melihat Anayra.
"Salam kenal,aku Anayra.".Mengulum senyum dan menjabat tangan Riccy.
Apa dia CEO disini?.Baik,ramah dan sopan...
Kesan pertama Anayra melihat Riccy.
Setelah perkenalan usai dan berbasa-basi ringan.Riccy teringat akan sesuatu."Oya Bu,silahkan ikut saya keruangan CEO!.Beliau menunggu anda diruangannya.".Riccy mempersilahkan dengan sopan.
"Baik!.".Lulla menganggguk mengiyakan.
Kupikir dia CEO nya,lalu siapa CEO perusahaan besar ini?.Apa dia gendut,brewok,mata keranjang dan mesum?...
Anayra menghela nafas kecewa ternyata dugaannya salah dan menerka-nerka penampakan CEO Mars Group.
"Ayo Anayra,jangan sampai Pak Khaffa terlalu lama menunggu kita!.".Lulla mengajak Anayra pergi.
Mendengar nama yang disebutkan Lulla,kening Anayra mengkerut heran."Khaffa.Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.".Anayra bergumam sendiri dan berpikir.
Cepat-cepat Anayra menyusul Lulla dan Riccy saat tertinggal jauh dibelakang.Keduanya mengikuti Riccy masuk ke lift khusus dan melesat kelantai atas.
Saat pintu lift terbuka.Ketiganya keluar dan beriringan menuju ruangan CEO.
Riccy mengetuk pintu dan membukanya."Silahkan masuk!.".
"Terima kasih!.".Lulla dan Anayra masuk dan berdiri didekat pintu.
"Boss,ibu Lulla sudah tiba disini.".Riccy menyapa Khaffa yang tengah sibuk membaca laporan perusahaan di meja kerja.
Deggg.
Saat Khaffa mendongak dan menatap tamu nya,Khaffa terkejut melihat wajah gadis yang dikenalnya.
Gadis itu,apa yang dilakukannya disini?...
Khaffa terheran-heran memandangi Anayra.Sebaliknya,Anayra tak kalah terkejutnya dan terbelalak melihat Khaffa duduk dikursi CEO.Anayra dan Khaffa saling bertatapan dengan kening saling bertaut.
Anayra mengedip-ngedipkan matanya.Tak percaya jika Khaffa CEO nya.
Nafas Anayra tiba-tiba terasa sesak dan berat.Menjadi kikuk dan salah tingkah dibuatnya,hingga meremas jari jemarinya.
Khaffa memandangi Anayra tanpa berkedip sama sekali,dan mengamati penampilannya yang berbeda dengan intens.Anggun dan feminim,tak seperti saat pertama kali melihatnya.
Apa benar dia gadis itu?,feminim,heels,rok span dan,cantik...
Anayra semakin tegang dan risih saat dipandangi Khaffa terus sampai menggigiti bibirnya.
Khaffa terus memperhatikan gerak-gerik Anayra.
Shittt!,apa yang ku pikirkan?...
Khaffa mengerjap dan tersadar.
Kenapa sikapnya aneh?.Apa mereka terkejut dan saling jatuh cinta?...
Lulla keheranan menyimak interaksi Anayra dan Khaffa,saling beradu pandang tanpa berkata-kata.Riccy bergeming menunggu titah dari Khaffa.
"Pak Riccy,bisa kita mulai sekarang!?.Waktu ku tidak banyak disini.".Bisik Lulla menyikut lengan Riccy.
"Ahhh,iya.Baik Bu.".Riccy mengangguk mengerti.
"Ekhm...Maaf Boss,waktu terus berjalan.".Riccy membuyarkan lamunan Khaffa.
"Oiya maaf!.".Khaffa beranjak berdiri dan menghampiri mereka.''Selamat datang Bu Lulla,apa kabar?.Maaf merepotkan anda datang kemari!.".Khaffa menyambut ramah dan menjabat tangan Lulla.
"Baik,Pak Khaffa.Jangan sungkan,kita akan membahas bisnis disini.".Lulla santai dan tenang.
Khaffa tersenyum saja menanggapinya.Pasalnya,Khaffa tak suka banyak bicara.
"Oya Pak Khaffa,kenalkan ini Anayra staff dibutik!.".Lulla memperkenalkan dan memegang pundak Anayra.
Khaffa menoleh dan mengulurkan tangannya pada Anayra.Perlahan dan ragu-ragu Anayra menjabat tangan Khaffa dan tersenyum kaku.
"Salam kenal mbak Anayra,aku Khaffa?.".Khaffa ramah tetapi tatapannya tajam dan tersenyum miring.
Baiklah,kita lihat!.Siapa yang lebih berkuasa dan lebih disegani.Aku atau kamu?...
Hati kecil Khaffa berkata-kata.
"A-anayra,Pak.".Anayra gugup dan terbata saat Khaffa menatapnya tajam.
Dia menakutkan sekali.Aku merasa terintimidasi dan dalam masalah besar.Kurasa dia tidak akan membiarkan ku keluar hidup-hidup dari sini....
Anayra menjadi takut dan gelisah,dan menekuk kepalanya kebawah menghindari tatapan mata Khaffa.
Riccy dan Lulla semakin aneh dan heran menautkan keningnya memandangi Anayra dan Khaffa.
"Oya,silahkan duduk!.".Khaffa mempersilahkan duduk menetralkan suasana yang mulai mencekam.
__ADS_1
Mereka bertiga duduk disofa yang ada diruangan CEO saling berhadapan dibatasi meja.Sementara Riccy berjalan kearah meja kerja Khaffa dan menelpon seseorang dengan telepon kantor.Usai itu berdiri didekat Khaffa.Riccy harus siaga dan cekatan saat Khaffa membutuhkan sesuatu.
"Bu Lulla,silahkan duluan!.".Khaffa menyerahkan berkas kontrak dimeja pada Lulla.
"Baik,terima kasih!".Lulla bersikap sopan meskipun usia Khaffa terpaut jauh dibawahnya tetapi sangat menghormatinya.
Lulla menerima dan teliti membacanya lalu menandatangani."Silahkan,giliran anda Pak!.".Menyerahkan kembali pada Khaffa untuk ditanda tangani.
Anayra terus bergeming,menyimak dan menyaksikan saja interaksi dua atasan ini.
Untuk apa aku disini kalau cuma jadi obat nyamuk saja...
Anayra merutuki nasibnya sendiri dan memasang raut wajah murung.
"Selamat Bu!,D'Lulla Boutique sekarang resmi menjadi bagian dari Mars Group.Semoga kerja sama kita berjalan lancar dan sukses!.".Khaffa antusias dan tersenyum lebar.
"Aamiin.Ku berharap sama.Terima kasih Pak Khaffa,sudah meng Acc pengajuanku!.".Lulla menangkupkan kedua tangannya berterima kasih.
"Sama-sama Bu.".Khaffa merapikan berkasnya dan menyerahkan pada Riccy.
Riccy menyimpan dilaci khusus berkas-berkas.
Tok,tok.
Riccy membuka pintu saat terdengar suara ketukan.OB datang membawa minuman dan meletakkannya dimeja,usai itu pergi.
"Silahkan diminum tehnya!,maaf cuma teh saja.".Khaffa merendah dan berbasa-basi.
"Terima kasih.Santai saja,kita kerabat kerja sekarang.".Lulla tertawa renyah dan Khaffa mengulum senyumnya."Kantor ini sangat luas dan nyaman.Sepertinya aku kalah sukses dari anda!.".Lulla memperhatikan setiap sudut ruangan CEO dan meraih cangkir tehnya.
"Ini milik ayahku,aku hanya meneruskan saja!.".Khaffa mengatakan apa adanya."Oya mbak Anayra,apa kita pernah bertemu sebelumnya?.Wajah mu sangat familiar!.Seperti gadis yang pernah ku temui di suatu tempat.".Khaffa bertanya bersamaan saat Anayra meneguk tehnya.
"Uhukkk,uhukkk.".Anayra tersedak dan terbatuk-batuk,terkejutnya mendengar pertanyaan Khaffa.
"Santai saja Nay'!,Pak Khaffa tidak akan minta bayaran untuk tehnya.".Lulla menepuk lengan Anayra.
Ditanggapi Anayra dengan senyuman kaku,dan meletakkan cangkir tehnya dimeja.
"Benarkah Nay',kalian pernah bertemu sebelumnya?.".Lulla menyelidik penasaran.
"Mu-mung-kin mirip,Bu.".Anayra gugup dan tertunduk lemah.
Khaffa tersenyum smirk dan menatap Anayra dingin.
Kamu pikir aku bisa melupakan begitu saja dirimu?.Wajahmu sangat ku ingat betul walaupun penampilan mu berubah.Lihatlah wajahku baik-baik.Apa kamu gugup dan takut padaku?...
*Ku pikir dia sudah melupakan aku.Tatapannya membuat ku jantungan saja*...
"Sepertinya anda salah lihat.Mungkin benar,mirip saja.Pak Khaffa pasti banyak bertemu orang diluar sana sehingga lupa.Secara,Pak Khaffa CEO sukses dan tampan.Benar bukan Nay'?.".Lulla menetralkan suasana yang mulai canggung dan kaku.
Tanpa berkata-kata,Anayra tersenyum saja menanggapinya.Khaffa tersenyum bangga mendengar pujian Lulla.
"Baiklah,urusan kami disini sudah selesai!.Kami pamit,masih banyak pekerjaan.Nanti kukabari hari pembukaan outletnya."Lulla pamit dan bangkit berdiri."Oya,nanti Anayra yang ditugaskan disini untuk mengelola butik,jadi kalau ada sesuatu yang penting silahkan diskusikan dengan Anayra!.".Lulla menjelaskan itu tanpa diduga Anayra.
Anayra salah satu orang kepercayaan Lulla dibutiknya.Meskipun Anayra bukan asisten pribadi atau sekretarisnya tetapi Anayra orang yang tepat untuk mengelola butiknya nanti.
"Tentu,dengan senang hati.".Khaffa sangat senang mendengarnya dan menatap Anayra penuh makna.
Awal yang bagus.lni sangat ku nantikan...
Anayra tampak gusar dan putus asa.Itu sama artinya la akan sering bertemu dan berinteraksi dengan Khaffa.Dia menoleh dan terhenyak saat Khaffa menatapnya seperti iblis.
Habislah aku...
Anayra menjadi gelisah dan cemas,saat Lulla menunjuknya menjadi pengelola butik di cabang Mall nanti.
"Anayra,mari kita pergi!.".Lulla mengajak pergi dan diangguki Anayra.
Lulla dan Anayra beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya kearah pintu diikuti Khaffa dan Riccy.
"Mari saya antar keluar.".Riccy membukakan pintu untuk Lulla dan Anayra.
"Tidak perlu!,tenang saja kami tidak akan tersesat.".Lulla tertawa lepas.
Ditanggapi Senyuman merekah dan mempesona oleh Anayra,dan tawa renyah Riccy dan Khaffa.
Deggg.
Jantung Anayra berdebar-debar dan berdesir, terpana melihat Khaffa tertawa.Semakin menambah ketampanannya dan ini pertama kalinya melihat Khaffa tertawa.Begitupun sebaliknya,Khaffa terpesona melihat senyum manis Anayra.
Sejenak tanpa sadar saling mengagumi wajah masing-masing.
"Ekhmmm...
Deheman Riccy mengagetkan keduanya,dan menyadarkan Khaffa saat melihat interaksi mereka seperti saling terpatri satu sama lain,tanpa seucap kata.
Anayra tertunduk malu dan pipinya bersemu merah merona.
"Selamat jalan!.Terima kasih,bersedia meluangkan waktu untuk datang kemari!.".Khaffa membungkuk hormat pada Lulla.
"Sama-sama!.".Lulla menangkupkan kedua tangannya.
Mereka saling berjabat tangan secara bergantian.Khaffa menjabat tangan Anayra,menatapnya tajam dan tersenyum smirk sampai membuat Anayra salah tingkah.
Tanpa mengulur waktu lagi Lulla dan Anayra kemudian melenggang pergi keluar dari ruangan CEO melanjutkan perjalanan mereka setelah urusannya selesai.
"Hahaha..."Khaffa tertawa terbahak-bahak diruangannya usai kepergian mereka saat mendudukkan tubuhnya disofa.
Riccy terheran melihat Khaffa tiba-tiba tertawa-tawa seperti itu."Apa yang terjadi?.Seperti habis memenangkan undian berhadiah saja?.".Tanya Riccy menduga-duga sambil memasang raut wajah penasaran.
"Kamu tidak akan mengerti!.".Khaffa tersenyum smirk.
"Aneh!!!.Tidak biasanya dia seperti itu.Baru kali ini aku melihat nya tertawa begitu.".Riccy meninggalkan ruangan CEO dengan raut wajah terheran dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal menuju ruangan pribadinya.
Heran melihat tingkah aneh Khaffa dan tak seperti biasanya,dingin dan datar terkecuali pada rekan bisnisnya.Membuat Riccy penasaran dan bingung.
Khaffa Putra Alyandra CEO diperusahaan Mars Group milik ayahnya bernama Andika Alyandra dan ibunya Rena Marliana.Sudah 3 tahun meneruskan kepemimpinan ayahnya yang kini telah pensiun setelah menyelesaikan kuliah S2 nya diluar negeri.
__ADS_1