Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
98.Terungkap.


__ADS_3

-Selamat membaca Readers semua.Jangan lupa tinggalkan jejak...Terima kasih.


***


Alma serta ibunya bernama Ita dan ayahnya bernama Ceppy belum tahu nama belakang dan latar belakang keluarga Daniel.Bahkan tak tahu nama ayahnya maupun ibunya,yang mereka tahu nama depan Daniel saja.


Sengaja orang tuanya tak tahu dan tak mau tahu nama keluarga Daniel.Mendengar nama Daniel saja yang telah merenggut paksa kesucian dan kehormatan putri mereka cukup membuat hati keduanya terpukul dan sedih.


Anayra cepat menyela nya."Alma,nanti akan kujelaskan!.Bu,Pak sebaiknya kalian pulang duluan.Aku disini dulu,gak pa-pa kan?.".Pada orang tua Alma.


"Tentu.".lta dan Ceppy serentak menjawab.


"Mas,tolong antarkan mereka pulang!.Nanti aku menyusul keapartemen.Aku mau melihat kondisi bude ku dulu!.".Anayra pada Lefrand yang berdiri disampingnya.


"Ok!,gak masalah!.Ayo kita pergi!.".Ajak Lefrand pada ketiganya.


"Om,Tante kami pamit pulang dulu!.Semoga kerabat Tante dan Om yang sakit lekas sembuh dan sehat!.".Alma pamit pada Andika dan Rena.


"Aamiin...Terima kasih.".Rena dan Andika bersamaan.


"Kami permisi.Terima kasih untuk perhatiannya selama ini pada kami!.".Ayah Alma mengucapkan rasa terima kasihnya pada orang yang sudah dikenalnya dan sering memberikan perhatian saat Alma dirawat dirumah sakit.


Selama Alma dirawat,Rena selalu mengirimkan makanan untuk mereka saat menunggu Alma dirumah sakit.Ada buah-buahan,cake dan cemilan lainnya.Rena mengirim itu melalui sopir pribadinya.Sikap Rena sangat terbuka dan merangkul siapa pun yang dekat dengan Anayra.


"Sama-sama,jangan sungkan.Itu tidak seberapa.Hati-hati diperjalanan nanti.".Rena mengangguk dan menyunggingkan senyumnya.


Saat menoleh pada pria yang berdiri disamping Anayra,Rena menatap tajam Lefrand.


Apa yang dilakukannya disini?.Anak itu seperti bayangan Anayra saja,tidak mau jauh dari nya...


Lefrand sadar saat Rena melihatnya seperti itu."Permisi,aku pamit duluan!.".Berlalu pergi dengan kepala tertunduk untuk menghindari tatapannya.


Alma dan orang tuanya mengikuti dibelakang tanpa berkata-kata lagi.


Anayra melihat ekspresi wajah ibu mertuanya berdiri disamping ayah mertuanya langsung menggaet lengan Rena."Mami,kita temui Papa Al!.Mari Pi,kita kesana!.".Ajaknya pada mertuanya.


"Hemmm...".Rena bergumam mengiyakan.


Ketiganya berjalan beriringan menuju IGD.Namun disaat yang sama berpapasan dikoridor.Lenni didorong dengan bangkar oleh petugas medis ditemani Al.Untuk dipindahkan ke ruang perawatannya setelah melewati masa pemeriksaan di IGD tadi.


"Itu Papa Al dan Bunda Lenni!.".menunjuk kearah mereka.


Melihat itu Andika,Rena dan Anayra langsung mengikutinya.


Dihalaman parkir rumah sakit.Khaffa dan Khaira keluar dari mobil yang sama.Keduanya bergegas pergi kesana setelah mendapat kabar tentang Lenni dari Andika.Keduanya sampai meninggalkan ruangan rapat yang dihadiri staff-staff perusahaan,untuk membahas diangkatnya Khaira menjadi wakil CEO dan staff Nichole sebagai asisten Khaira.


Selama beberapa pekan terakhir ini.Khaira melakukan tugasnya dengan baik.Bisa mewakili Khaffa dan menggantikan posisinya saat Khaffa tak ada diruangannya.Karena itu,Khaffa bisa bernafas lega dan bisa bersantai dari segala rutinitasnya.


Saat ini Khaffa tak perlu asisten lagi karena ada Khaira dan staff Nichole.Bahkan menyerahkan sebagian tugas pentingnya dan sebagian tanggung jawab besar perusahaan pada Khaira.Tetapi posisinya sebagai CEO perusahaan takkan tergantikan oleh siapapun,termasuk Khaira.


Dari arah pintu keluar rumah sakit,Alma dan orang tuanya serta Lefrand berpapasan dengan Khaira dan Khaffa.Khaira tercengang melihat Lefrand dan begitupun sebaliknya.Tetapi Khaffa tak kalah terkejutnya.


Khaira,Khaffa mereka datang kemari**?...Lefrand menatap keduanya secara bergantian.


Dia ada disini?.Apa dia mencuri kesempatan untuk mendekati Anayra lagi...Khaffa menatap sinis Lefrand.


Ya ampun,kenapa bisa kebetulan berpapasan disini?.Kuharap gak terjadi sesuatu...Khaira salah tingkah dibuatnya.


Khaira cemas Khaffa dan Lefrand berselisih paham dan saling bersikap kasar.


Untuk mengalihkan perhatian semua Khaira langsung bergerak cepat memeluk Alma."Kak Almaaa,aku senang kakak sudah sehat dan bisa pulang sekarang.Aku merindukan saat-saat kita bercanda ria bersama.Ayo kita ganti waktu kebersamaan kita yang terbuang selama sepekan terakhir ini!.".Mengelus punggung Alma.


Alma membalas pelukannya erat.Sementara keempat orang lainnya tersenyum senang melihat kedekatan keduanya.


"Benar juga!.".Alma mengangguk mengerti.".Kalian datang kemari pasti mau menemui Anayra dan orang tua kalian,bukan?.Katanya kerabat dekat kalian dirawat disini sekarang?,tadi kami berpapasan dengan mereka!.Anayra juga bersama mereka sekarang!.".Alma mengurai pelukannya dan mengatakan itu.


Khaira tak menyangkalnya,tetapi menjadi salah tingkah dibuatnya."Haaa...Begitu ya?.Benar kak,iiitu Bude ku yang sakit masuk IGD.Dia istri dari Papa Al,kakaknya Papiku.Mama dan Papa dari kak Daniel...Upsss.".Jujur dan polos mengungkapkan hal yang ingin disembunyikannya dan refleks menutup mulutnya sendiri saat tanpa sadar mengungkapnya dan kelepasan bicara.


Oh God?.Mulutku gak bisa ku kendalikan...Khaira mendadak panik.


Namun kata-katanya tak bisa ditarik kembali dan terlanjur didengar Alma dan yang lainnya.


"Apaaa???.Papa dan Mama Daniel?.".Alma ternganga dan terbelalak setelah mencerna kata-katanya.


Barulah Alma sadar dengan sikap Anayra yang seakan menutupi dan menyembunyikan tentang sosok Al.Ayah dari pria yang memporak porandakan jiwa dan raganya serta yang telah menghancurkan masa depannya.

__ADS_1


Hati siapa yang tak sakit dan takkan terluka saat kegadisannya telah hilang.Dirampas dengan paksa dan brutalnya oleh pria yang baru pertama kali ditemuinya.Walaupun nama Daniel tak asing lagi ditelinga Alma yang merupakan nama pemimpin dihotel tempat pesta Lulla digelar.Namun lupa nama belakangnya.Selain itu,Alma tak pernah berjumpa dengannya dan tak tahu wujudnya seperti apa.


Sekilas Alma pernah mendengar namanya dari salah satu juniornya yang mengatakan jika presiden direktur dihotel itu adalah Daniel Devandra.Pria berperawakan tinggi dan tampan namun terkenal 'playboy' nya.Gosip itu terdengar santer dan jelas ditelinga Alma saat sedang bersiap dikamar hotel sebelum pesta hari jadi butik Lulla dimulai.


Saat itu lndah,Ani dan lnes teman sekamarnya bergosip ria tentang Daniel.Bersemangat dan berapi-api ketiganya membicarakan Daniel.Presiden direktur dihotel tempat mereka menginap kala itu.


Flashback on.


"Indah,tolong bantu tarikin resleting gaun gue!.".lnes membuka kimono handuknya tanpa merasa risih dan malu.


Tetapi untungnya sudah memakai bra dan pelindung segitiga nya dikamar mandi terlebih dahulu.Lalu meraih gaunnya yang digantung menggunakan hanger dirak pakaian kemudian memakainya.Indah bergerak cepat membantunya menarik resletingnya.


"Apa kalian tau siapa Presdir dihotel ini?.".Ani yang berhias diri didepan cermin tiba-tiba berbicara.


"Siapa?.Memang kalau tau,kita akan dapat bonus darinya,merchandise atau digratiskan menginap disini?.".lnes dengan ketusnya menjawab.


"Tentu enggak lah,dan gak mungkin juga!.Tapi bukan begitu maksudku.Waktu kita makan bersama di restoran tadi.Aku melihatnya masuk kedalam lift khusus Presiden direktur,waktu aku pergi ketoilet.".Kilah lnes dan meraih anting-anting mutiaranya ditas aksesorisnya yang ada dikopernya lalu dikenakan dicuping telinganya."Daniel Devandra,gagah dan keren bak pangeran dari kerajaan.Pria dengan sejuta pesona.Tapi sayangnya,kudengar dari temanku yang kerja disini,katanya dia pecinta wanita dan playboy sejati alias Don Juan!.".Ani menjelaskan sosoknya yang terkenal.


Alma yang duduk ditepi tempat tidur menyimak dan mendengarkan saja sambil memasang heelsnya.


Daniel Devandra.Sepertinya citranya gak sebaik tampangnya...Pikir Alma tersenyum sinis seolah mencibirnya.


Kemudian mengamati Ani dan lndah yang sudah bersiap sejak tadi,berbalut gaunnya masing-masing dan riasan 'flawless'.Lalu mencermati gerak-gerik keduanya yang berhambur kearah pintu dan bergaya dihadapan ponselnya masing-masing.


Indah dan Ani mengambil gambar dan ber 'Selfi' ria dengan latar nama hotel yang terpampang dibalik pintu kamar mereka.


Melihat hal itu,Alma terkekeh geli akan kekonyolan juniornya."Kupikir aku saja yang katro dan norak!.".Alma geleng-geleng kepala.


Tak lama terdengar bunyi notifikasi pesan diponselnya.


Aku menunggumu di dekat ballroom.Cepatlah kemari sebelum kesabaranku habis.Aku ingin melihat penampilanmu....


Pesan panjang yang dikirim Riccy dibacanya.Bibir Alma pun tersenyum lebar.


Alma beranjak dari tempat duduknya"Aku pergi,menyusul Anayra ke ballroom.Kalian cepat kesana,sebelum waktunya berakhir.".Menginstruksi ketiganya supaya bergerak cepat dan bergegas pergi menghadiri pesta.


"Ok,Mbak.".Jawab ketiganya.


"Ajak Santi,Melly dan Dea.Kurasa mereka belum pergi.".Alma beralasan lalu berjalan keluar melewati Indah dan lnes yang berdiri didekat pintu.


Alma bergegas pergi untuk menemui pria terkasihnya yang sudah menunggunya didekat ballroom.


Flashback off.


Benar,itu dia.Daniel Devandra,aku ingat sekarang...Alma tersadar saat teringat hal itu tentang Daniel dan nama belakangnya.


Saat Khaira berceloteh,Khaffa menghela nafasnya.Akhirnya terkuak juga hal yang ditutupinya tanpa disengaja oleh adiknya.


Khaffa dan Anayra bersepakat untuk menyembunyikan hal itu dulu untuk sementara waktu.Baru akan menjelaskan jika waktunya tepat tentang sosok Daniel dan orang tuanya.


Orang tua Alma tercengang tatkala mendengarnya.Menjadi paham dan mengerti alasan Al Devandra membayar seluruh biaya perawatan Alma yang tak lain ayah Daniel.


Nama Daniel sudah tahu yang telah merusak kehormatan putrinya dari Anayra.Tetapi tak pernah berjumpa dan tak pernah mengenalnya.


Lefrand kini mulai paham dan mengerti semuanya.


Terungkap sudah misteri dibalik sikap misterius Anayra.Daniel nama pria itu,kakak sepupu mereka berdua,dan Al Devandra adalah ayahnya...Lefrand tersenyum samar memandangi Khaira dan Khaffa.


Walaupun tak dijelaskan secara gamblang namun bisa berasumsi sendiri jika pria bernama Daniel lah yang terlibat dengan Alma.Tak lain kakak sepupu Khaira dan Khaffa.


*K*enapa Khaira tidak pernah mengatakannya?.lni salahku,tidak pernah bertanya soal itu...Lefrand mengernyit heran dan aneh.


Tetapi yang penting sekarang rasa penasarannya terjawab sudah dengan sendirinya.Lagi pula Lefrand tak pernah bertanya tentang itu.


Diluar ruang perawatan Lenni,VIP room.Andika,Rena dan Anayra langsung berdiri mendekati Al.


"Bagaimana keadaan Mbak Lenni?.".Sapa Andika saat Al baru keluar dari ruangan tertutup itu.


Dokter hanya memperbolehkan Al saja yang masuk kedalam dan hanya satu orang yang diijinkan menemani dan menjaganya.


"Semakin lemah!.Dia terus meracau dan mengigaukan nama Daniel.Kurasa Daniel yang dibutuhkannya saat ini.".Al duduk dikursi tunggu,wajahnya tertunduk pasrah.


Saat melihat kondisi sang istri terbaring lemah diranjang perawatannya,dada Al begitu berat dan nafasnya pun terasa sesak.Apalagi saat istrinya terus menggumamkan nama Daniel.


Mendengar itu,Andika buka suara."Akan kuusahakan supaya Daniel bisa diijinkan kemari.".Tergerak hatinya dan berinisiatif untuk membawa Daniel.

__ADS_1


"Aku pergi dulu.".Andika pamit pergi tetapi baru saja akan melangkahkan kakinya,Rena mencegahnya.


"Tunggu,sebaiknya tunggu Abang dan Khaira kemari.Sebentar lagi mereka akan sampai disini.Biar bang Al ditemani Anayra,Khaira dan Abang.Mami bisa ikut Papi kekantor polisi!.".Rena berpendapat demikian.


"Mami yakin mau ikut?,tidak risih masuk kesana dengan setelan kebaya begini?.".Andika mengamati penampilan Rena dari atas sampai ke bawah.


Rena memutar bola matanya jengah,Andika seolah menyepelekan nya."Apa salahnya dengan pakaianku ini?.Memang ada larangan dan ada aturannya dengan pakaian yang kita kenakan untuk bisa masuk ke sana?.".Bersungut-sungut dan mengerucutkan bibirnya.


Anayra dan Al sampai terkekeh geli mendengar ocehannya.


Andika tersenyum tipis dan memegang pundak Rena lalu berkata."Tentu tidak,tapi Mami akan kerepotan berjalan.Lebih baik abang yang temani Papi kesana!.Mami dan Nayra disini,temani bang Al!.".Jelas Al lembut.


Bukan tanpa alasan Andika melarang ikut dengannya.Ditilik dari penampilannya,Rena akan sulit berjalan.Andika akan ikut susah dan repot harus menuntunnya.Bukankah akan menyita waktu Andika nantinya?.


Akhirnya Rena mengerti alasannya dan mengakui jika ucapan suaminya ada benarnya."Baik,tuan besar!.".Mengalah dan mengangguk mengiyakan.


"Itu dia Abang dan Khaira.".Pekik Rena saat melihat wajah putra dan putrinya datang.


Pucuk dicinta ulam pun tiba.Khaffa dan Khaira datang bersama disaat yang tepat dikoridor rumah sakit.Nafas Khaffa dan Khaira terengah-engah saat tiba disana.


Sembari terengah-engah Khaffa berkata."Maaf,kami telat datang.".Lalu mengatur nafasnya sejenak kemudian merangkul pinggang Anayra."Honey,syukurlah kamu gak ikut mengantar Alma pulang.Kurasa sebaiknya kamu disini saja.".Tukas Khaffa.


Makna kata dibalik ucapan Khaffa membuat Anayra mengernyit heran tetapi enggan berkomentar.


"Bagaimana kondisi Bunda,Papa Al?.".Khaffa menatap Al dan sangat penasaran dengan kondisi Lenni.


Khaffa sangat menyayangi Lenni maka khawatir dan cemas padanya.Begitu juga sebaliknya,Lenni sangat menyayangi Khaffa.


"Itu sebabnya kami berkumpul disini.Dokter tidak mengijinkan kami masuk.Cuma satu orang yang boleh menemani didalam.".Rena menjelaskan hal tersebut dan Khaffa menganggguk mengerti.


"Bang,temani Papi kekantor polisi!.Kita coba ajak Daniel kemari.Semoga saja dia diijinkan menemui ibunya.".Ajak Andika.


Mencoba walaupun belum tahu hasilnya.Namun Andika yakin bisa membawa Daniel bersamanya,meskipun 50 persen saja tingkat keyakinannya.


"Baik!.Honey tunggu aku disini!.Jangan pergi kemana pun selama aku gak ada disamping mu!.".Titah Khaffa tegas dan mengecup kening Anayra lembut.


"Baiklah!.".Anayra manut walaupun tanpa alasan yang jelas."Sayang,maaf!.Karena aku akhirnya semua jadi begini!.Ini semua salahku,Bunda ada disini!.".Lirih Anayra dengan raut wajah penuh penyesalan dan bercampur sedih.


Anayra merasa bersalah dan berdosa karena telah menjebloskan Daniel kedalam sel tahanan atas permintaannya.Sehingga menyebabkan Lenni berakhir dirumah sakit.


"Jangan begitu!.Sudahlah ini bukan salahmu,jangan menyalahkan dirimu sendiri.Ini sudah takdirnya harus begini.Soal Daniel,dia pantas mendapatkan hukumannya!.".Sanggah Al cepat dan bijak menanggapinya.


Bagaimana pun Al sadar dan mengakui kesalahan Daniel.Al juga netral,tak membela Anayra dan tak membela Daniel juga.Al menganggap semua adalah takdir.


Diangguki kepala oleh yang lainnya dan sependapat dengan Al.


Khaffa merengkuh Anayra kedalam pelukannya dan berkata,".Do'akan saja yang terbaik untuk Bunda,sayang!.Jangan terlalu dipikirkan soal itu!.Ini bukan salahmu.".Mengelus punggungnya lembut dan penuh kasih sayang supaya Anayra lebih tenang suasana hatinya.


Selain itu Khaffa menyalurkan kekuatan pada Anayra yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri atas sakitnya Lenni dan ditahannya Daniel dikantor polisi.


Anayra menguraikan pelukan hangat suaminya."Terima kasih untuk pengertian kalian.Pergilah sekarang!,temani Papi kesana dan bawa dia kemari!.".Lirihnya.


"Kuharap juga begitu,bisa membawanya kemari!.".Khaffa berharap sama.


"Semoga dilancarkan dan sesuai harapan kita.".Rena menimpali.


"Akan kami usahakan semampu kami.".Andika dengan penuh semangat,meskipun tak yakin."Kami pergi!,kabari kami jika terjadi sesuatu disini!.".Sebelum melangkah pergi.


"Tentu.".Jawab Al.


Andika dan Khaffa tak mau membuang waktu lagi.Keduanya pergi dengan langkah panjang meninggalkan tempat itu.Pergi meninggalkan rumah sakit menggunakan mobil Khaffa untuk melaksanakan niatnya.


Dalam waktu singkat,Alma dan orang tuanya serta Lefrand sudah tiba di apartemen milik Lefrand.Jarak rumah sakit ke apartemen tak terlalu memakan banyak waktu sehingga cepat sampai.


Apartemen yang belum sempat ditinggali Alma lagi selama beberapa terakhir ini,dan tanpa Anayra sekarang bersamanya.Sehari setelah hari pernikahan Anayra dan Khaffa peristiwa yang dialami itu menimpanya.Kehilangan kesuciannya yang menghancurkan masa depannya.


Peristiwa yang mempertemukannya dengan Daniel tanpa disengaja.Hari itulah yang menjadi hari terburuk bagi Alma sepanjang hidupnya.Hari paling sial dan mengenaskan dimana Daniel telah memperkosa dirinya tanpa ampun,dengan alasan konyol dan dalam keadaan tak sadar pula.


Selama diperjalanan Alma diam membisu tanpa berkata-kata.Hanya menyandarkan kepalanya dikaca jendela mobil.Ucapan Khaira masih terngiang-ngiang ditelinganya tentang Daniel dan Al adalah ayahnya.


Namun Alma tahu jika Daniel kakak sepupu Khaira dan Khaffa,sejak Daniel mengungkapkan jati dirinya hari itu.Saat Daniel mengintimidasinya dan sebelum menjebol benteng pertahanannya sebagai gadis perawan.


Saat-saat itu masih terlintas dipikirannya.Saat dengan gagahnya Daniel menerobos paksa selaput daranya lalu terbersit dalam benaknya untuk loncat dari atas atap gedung dan saat menyayat urat nadi pergelangan tangannya.Bahkan rasa sakitnya seakan masih dirasakannya hingga sekarang ini.


"Ayo,istirahatlah dikamar Alma!.Kamu pasti lelah.".Ibunya menggandeng lengan Alma dengan penuh kasih sayang menuju kamarnya.

__ADS_1


Sikapnya kini melunak dan lembut pada putri satu-satunya itu.Tak lagi berani berucap kasar apalagi bersumpah serapah yang tak jelas.Bahkan jiwa Mak comblangnya menguap dan hilang begitu saja yang memenuhi hati dan pikirannya.Tersisa kini hanya rasa penyesalan setelah kejadian yang menimpa putrinya.


__ADS_2