
Anayra POV.
Bukanlah perkara yang mudah berada didalam lingkaran dunia ini.Sabar,tawakal dan ikhlas adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan.Meskipun berbagai rintangan harus kulewati.Kadangkala langkah ku terasa pendek dan beratnya beban dihati tetapi kadang panjang dan ringannya beban dihati.
Pasrah dan berserah diri kepada sang Maha Pencipta akan meringankan langkahku melewati hari-hariku.Meskipun setumpuk rencana telah kusiapkan,tetapi jika sang Khaliq belum meridhoi,aku hanya bisa mengikuti skenario-Nya yang telah ditetapkan.
Dulu ku mempunyai segudang mimpi dan cita-cita untuk menjadi seorang Dokter.Tapi apalah dayaku jika kemampuan orang tuaku tidak bisa mendukungku.Ayahku yang hanya seorang montir disebuah dealer otomotif tentu saja penghasilannya tidak memungkinkan untuk menunjang biaya pendidikanku untuk mendapat gelar Dokter.Belum lagi untuk biaya kehidupan sehari-hari dan rumah yang kami tempati saat itu masih dalam proses angsuran kredit.Rumah sederhana diarea komplek perumahan yang terbilang jauh dari kata elit.
Ibuku selalu setia mengurus dan merawatku dan adik laki-lakiku yang usianya terpaut 5 tahun dariku.Ibu juga sangat cekatan melakukan perannya sebagai istri dengan baik.Ibu sosok ibu rumah tangga yang bisa kuacungi dua jempol.Disaat kesibukannya dan kelelahannya mengurus rumah tangga,ibu juga selalu membantu keuangan keluarga dengan cara menjajakan barang dagangan ditoko kecil yang ada dilokasi berjualan diarea perumahan.Nikmat Tuhan manakah yang kudustakan?.
Maka dari itu,aku tetap bersyukur dan tersenyum bangga.Setiap tetes keringat dari ayah dan ibuku keluarkan menjadi berkah yang luar biasa bagiku.Aku tetap bersyukur dan bersyukur atas anugerah dan rahmat-Nya.
*End.
Lefrand POV.
Jantungku berdegup kencang saat melangkahkan kakiku kedalam ballroom hotel.Tempat pesta pernikahan sahabatku yang akan melepaskan masa lajangnya.
Kulihat betapa mewah dan megahnya ruangan ini yang didekorasi dengan sedemikian indahnya.Seketika hatiku terasa diiris-iris.
Mataku menerawang menatap seluruh ruangan.Mungkin seperti inilah suasananya dan suasana hatiku saat menggelar acara pernikahan dengan Anayra yang tertunda.Tapi jangankan pernikahan,sebuah pertunangan pun tidak pernah terjadi dan terlaksana.Hari pertunangan yang sudah terencana dengan baik tapi sekarang hari itu hanya dongeng belaka.
Itu terjadi karena aku terjerat oleh kecerobohan dan kebodohanku sendiri kala itu.Terjebak didalam permainan gadis bodoh yang enggan kusebutkan namanya.Meskipun saat ini ku berjuang untuk mendapatkan hati gadis yang kucintai kembali,akan tetapi tampaknya mustahil bisa mendapatkannya dengan mudah.
Seketika air mataku menetes saat melihat Reza melafazkan kalimat sakralnya dengan lantang dan lancar.Aku terharu dan ikut merasakan kebahagiaannya.Senyum dibibirnya terus merekah dan mengembang sempurna setiap melewati rangkaiannya.Setelah menyaksikan prosesi upacara adat pernikahan,ku menapakkan kakiku disinggasana pengantin.
Kupeluk sahabatku dan kutatap matanya yang berbinar bahagia.Kuselipkan sepenggal kalimat do'a untuknya.'Semoga kamu selalu bahagia sahabatku hingga akhir hayatmu dan aku turut berbahagia untukmu!.'...Bisikku lirih dalam hatiku.
*End.
Author POV.
Lefrand dan Reza rekan kerja satu kantor digedung arsitek milik Ayah Lefrand.Lefrand adalah putra kedua dan putra satu-satunya dikeluarganya yang berdarah ningrat.Berasal dari kota Yogyakarta tetapi sudah lama menetap di ibukota negara sejak Lefrand dilahirkan.Ayahnya mempunyai perusahaan dikota ini dan juga ibunya berasal dari kota ini.
Apalagi putri pertama dan satu-satunya telah melebarkan karirnya sebagai Desainer ternama,bahkan sudah mempunyai butik sendiri dikota ini.Tetapi meskipun berlimpah kekayaan dan keturunan ningrat.Tetapi tidak membuat mereka menjadi angkuh dan tidak menutup diri dengan orang-orang disekitarnya.
Lefrand tampak tampan dan menawan begitupun juga Khaira tampak anggun dan mempesona.Mereka mengenakan pakaian berwarna senada dan tampak serasi seperti pasangan kekasih.
"Haiii kak.Kita ketemu lagi disini.".Sapa Khaira ramah.
"Benar,ga sangka kita akan ketemu lagi disini!.".Jawab Lefrand mengulurkan tangannya."Aku Lefrand.".Ucapnya mengenalkan diri.
Cantik dan terlihat lebih dewasa...Pikir Lefrand mengamati penampilan Khaira.
"Haiii kak?,aku Khaira temannya Kania dan ini Mia.".Khaira tersenyum manis dan berjabat tangan lalu menunjuk Mia yang berdiri disampingnya.
Mia melongo tak percaya dan terkejut-kejut sejak tadi melihat Lefrand,akhirnya buka suara."Kakak benar kan yang ditaman kemarin itu?,yang lusuh dan tampak kehausan menahan dahaga sehabis jogging kan?,hahaha...".Celetuk Mia dan menjabat tangan Lefrand seraya mengedipkan mata genitnya.
Tetapi dihadiahi cubitan dilengannya oleh Khaira.Mia malah cengengesan saja menampilkan gigi kelincinya.
__ADS_1
"Hmh...Ternyata kalian masih ingat,kukira sudah lupa!?.".Jawab Lefrand menunjukkan senyum menawannya dan berdiri disamping Reza.
"Ga mungkinlah aku lupa sama kakak yang mirip oppa-oppa versi lokalnya heee...".Kelakar Mia lagi dan cengar-cengir kuda.
Basa-basi konyol dan gombalan receh tetapi mampu membuat semua terkikik geli.
Namun tak halnya Khaira,memutar matanya jengah memdengar ocehan sahabatnya yang pecicilan ini."Hadeuhh,udah Mi' basa basinya!.Telingaku gatal dengar ocehan kamu yang ga akan ada ujungnya.Lebih baik kita foto-foto dan Selfi ria!.".Ucap Khaira dan menggamit lengan Mia supaya berdiri sejajar bersama kedua pengantin dan Lefrand.
Khaira berdiri didekat Kania dan Mia,Reza dan Lefrand saling berdampingan.Sang photografer mulai mengarahkan kameranya mengambil foto bersama kedua pengantin dalam banyak gaya dan tak lupa bersama kedua keluarga pengantin.
Setelah puas,mereka turun dari singgasana pengantin menuju meja hidangan untuk menyantap makanan dipesta itu.
Dukkk.
"Akhhh...".Pekik Khaira.
"Awaaas!.".Teriak Lefrand saat melihat seorang pramusaji tidak sengaja menubruk Khaira melewatinya.
Khaira hampir terjatuh jika Lefrand tidak segera meraih pinggangnya.Saat Lefrand berhasil menangkapnya dan memeluknya,Khaira mendaratkan tangannya dipundak Lefrand.
Mendadak Jantung keduanya berdegup cepat saat netra mata saling bertemu.
"Mmaaf kak,terima kasih!.".Ucap Khaira seraya mengerjap dan melepaskan tangannya dari pundak Lefrand.
Khaira menjadi rikuh dan salah tingkah.Namun Lefrand bersikap biasa saja.
"Maaf mbak!,tidak sengaja!?.".Ucap pramusaji itu dan pergi setelah diangguki kepala oleh Khaira.
Mia menyimak interaksi keduanya sembari senyam-senyum sendiri dan berkata."Ekhm...Beli baju baru ditanah abang,peluk aku lagi dong bang.Hihihi...".Celoteh Mia menggoda Lefrand dan Khaira.
Sontak Mia meringis dan mengusap-usap kepalanya yang terasa ngilu."Dasar kuli!.Main jitak dan tiyor saja!.".Selalu saja mendapat bonus dari Khaira setiap kali berkomentar atau bertingkah.
Entahlah,Mia sering dibuat serba salah jadinya.Padahal sikapnya tak melebihi batasan dan masih wajar.Meskipun demikian,Khaira tetaplah sahabat yang baik hati dan suka menolong.
Alih-alih membalas Mia,Khaira malah meminta maaf pada Lefrand."Maaf kak!,dia agak lebay,norak dan asal bunyi!.Kayak ayam ga dikasi makan,recok mulu dimana-mana!.".Khaira berdalih untuk menutupi rasa malunya digoda Mia,tetapi dalam hati bersorak senang saat Lefrand memeluknya tadi.
Kapan lagi bisa dipeluk pria setampan Lefrand.Peristiwa yang jarang terjadi dan langka.Pasalnya,Khaira masih lugu dan awam dalam soal cinta.Jangankan bermesraan,dipegang tangan saja membuat Khaira klepek-klepek.Tetapi lain halnya jika pria itu bersikap kurang ajar dan lancang.
Khaira sangat menikmati hidup dan lebih mengutamakan bersenang-senang ketimbang memikirkan soal asmara.Namun,saat ini ada seseorang yang mencoba mendekatinya.Entah Khaira akan menerimanya atau tidak.
Lefrand hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat menahan tawanya.Tak sampai hati menertawakan tingkah konyol Mia dan kekasaran Khaira.
''It's ok!.Insiden bisa terjadi dimana saja.Aku senang ada kalian disini jadi ada teman ngobrol.Ayo,sebaiknya kita makan!.".Ajak Lefrand dan menghampiri stan makanan diikuti dua gadis cantik dibelakangnya.
Mereka mencicipi menu makanan dipesta itu sembari mendengarkan suara alat musik mendayu-dayu diruangan itu,yang dibawakan oleh pengiring musik.Seorang penyanyi menyerukan suaranya membawakan lagu yang romantis.Suara alunan musiknya membuat semua terhipnotis dan terhanyut.Semua membaur menjadi satu dalam suasana pesta itu.
Disinggasana terlihat dua pengantin mulai kelelahan menyalami tamu undangan satu persatu.Apalagi sejak dimulainya acara,belum ada satupun makanan yang masuk kedalam perut mereka.
"Mas aku lelah dan lapar!.".Rengek Kania manjanya.
"Ok!,ayo kita istirahat dan makan mumpung belum ada tamu lagi yang datang!.".Reza menanggapi keluhan istri tercintanya.
Reza memberi isyarat pada panitia WO dan turun dari singgasananya bersama sang istri.Tangannya tak lepas menggandeng istrinya hingga menuju meja makan yang berbentuk melingkar lalu duduk dikursinya masing-masing.
__ADS_1
Tak berselang lama seorang pramusaji datang membawa makanan untuk mereka dan menghidangkannya dimeja.
"Mas,tolong panggilkan ketiga orang yang ada dimeja itu!.".Pinta Reza pada pramusaji itu seraya menunjuk salah satu meja disana.
Pramusaji itu mengikuti arahan Reza dan menatap orang-orang itu."Baik!.".Ucap pramusaji itu mengangguk mengiyakan dan berjalan kearah meja tersebut.Berbicara pada ketiga orang yang dimaksudkan sesuai instruksi dari Reza.
Mengerti ucapan pramusaji itu,ketiganya pun langsung berdiri.Menghampiri Reza dan Kania ditempatnya duduk.
"Heiii,kalian gabung saja disini dan duduk bersama kami,biar lebih seru!.".Pinta Reza menunjuk kursi-kursi yang kosong didekatnya dan Kania.
"Dengan senang hati.".Khaira duduk didekat Lefrand yang sudah duduk lebih dulu dan Mia didekat Kania.
"Boleh aku tanya kak Reza?,gimana rasanya jadi pengantin?.Dan gimana rasanya waktu mengucapkan kata ijab kabul?.".Tanya Khaira serius dan penasaran sembari menopang dagunya dimeja.
Sok ingin tahunya melanda hatinya.Khaira bermaksud menimba sedikit pengetahuan dari Reza.Mungkin suatu saat akan merasakan hal yang sama dan mengalami hal serupa.Tetapi sebagai mempelai wanita tentunya.
Reza berpikir sejenak."Mmmh...Rasanya kayak ada didunia mimpi dan negeri dongeng,tapi saat ijab kabul kayak naik Roller coaster,hahaha...".Jawab Reza tergelak dan ditanggapi gelak tawa dari yang lainnya.
Pertanyaan Khaira yang serius malah ditanggapi candaan konyol oleh Reza.Namun Khaira tak hirau soal itu.
Tetapi pada akhirnya,Reza berkata serius."Kalian akan mengalaminya sendiri nanti!,dan ku pastikan kalian akan merasakan hal yang sama denganku!.".Imbuh Reza dan menyantap makanannya.
Reza beralih menyuapi istrinya yang tampak kesulitan menyendok makanannya.Mahkota besar yang dikenakan dikepala Kania membuatnya menjadi kesulitan untuk bergerak.
"Tau ga kak?,tipe pria idaman Khaira kan yang udah matang dan mapan kayak kak Reza dan kak Lefrand!.Bukan pria yang masih kinyis-kinyis dan masih suka manja-manjaan sama ibunya,Iya kan Ra'?.".Celetuk Mia membuka kartu Khaira santai dan cuek tanpa peduli tatapan Khaira yang melototinya.
"Dihhh kepo!.".Khaira merengut kesal dan membuat Mia menelan salivanya kasar dan tersendat-sendat nafasnya.
Siap-siap 'diroasting' Khaira.Kendati demikian ternyata dugaannya salah dan Khaira malah berkata.".Lu suka benar kalo ngomong!.".Sembari menepuk lengan Mia dan cekikikan.
Tak ayal membuat Mia bernafas lega dan tersenyum kikuk.Sedangkan Khaira santai saja dan berkata."Kamu bisa liat kan Kania dan kak Reza?,walaupun terpaut 5 tahun usianya tapi tetap saja keliatan serasi!.Kurasa perbedaan usia tak menjadi penghambat dan halangan.".Khaira terkagum-kagum dan berseri-seri mengamati keduanya.
Matanya tak berhenti menyimak Reza dan Kania yang tampak romantis dan berbinar bahagia.Khaira bisa ikut merasakan yang keduanya rasakan.Mungkin jika posisinya menjadi pengantin,akan merasakan hal yang sama seperti yang Reza katakan.
"Yayaya...Kupikir juga begitu!.".Mia merespon baik Khaira.
Khaira,Mia dan Kania mulai berteman saat kuliah.Mereka adalah bintangnya dikampus terutama Khaira selain cantik juga pintar.Ditambah lagi status sosialnya yang dari kalangan konglomerat.Tetapi Khaira tidak pernah membedakan dan tidak menghiraukan hal itu.Buktinya bisa berteman dengan Mia,putri dari seorang pegawai PNS biasa dan Kania putri dari seorang makelar tanah.
"Kalau begitu,menikah saja dengan Lefrand Ra',dia dalam proses pencarian jodoh sekarang!.".Celetuk Reza mengumumkan status Lefrand yang saat ini masih menjomblo.
"Ga mungkin kak,ga mungkin kutolak!,hahaha...".Seloroh Khaira tertawa terbahak-bahak.
Khaira menanggapi santai perkataan Reza dan setengah bercanda menjawabnya.
Tetapi perkataan Khaira rupanya tidak dianggap lelucon.Lefrand langsung menoleh menatap Khaira tanpa berkedip,padahal tadinya sangat fokus ke layar ponselnya.
"Aku juga ga mungkin nolak kalo dikasih jodoh kayak kak Lefrand Ra!.Tapi kita belum tentu masuk kriterianya,benar kan kak?.".Tanya Mia penasaran menunggu menunggu jawaban Lefrand.
Berkelit dari pertanyaan Mia,Lefrand hanya menggedikkan bahunya dan tersenyum saja tanpa berkata-kata.
"Kurasa dugaan ku benar.Aku kecewa,ternyata kita berdua bukan kriteria gadis idaman kak Lefrand.".Mia bertingkah konyol lagi.
Tetapi diam-diam sesekali melirik Khaira dan menatap wajahnya.Entah kenapa,penampilan Khaira saat ini terus menyita perhatian Lefrand.Khaira kelihatan berbeda dari saat pertama kali bertemu ditaman.Khaira tampak anggun dan cantik.Gaun yang melekat ditubuhnya membuat khaira terlihat dewasa dan elegan ditambah riasannya tidak berlebihan.
__ADS_1
Tiba-tiba bayangan Anayra kini hilang dan sirna didalam pikiran Lefrand.Biasanya selalu dipenuhi Anayra,namun terlupakan dan tergantikan sesaat seiring ada Khaira didekatnya.
Apakah tertarik atau hanya sekedar mengagumi saja?.Entahlah,masih gamang dan samar rasa itu didalam hatinya.