
***
Anayra berjalan tergesa-gesa dilorong apartemen menuju lift.Tampak buru-buru tetapi bukan karena bangun kesiangan dan takut terlambat berangkat bekerja.Pasalnya ingin menghindari orang yang sekarang satu atap.
Anayra sengaja berangkat lebih pagi dari sebelumnya padahal jarak apartemen ke tempat kerja lebih dekat.Semalam Anayra dapat informasi dari Alma bersumber dari Riccy jika Khaffa hari ini akan mulai bekerja kembali.
Dilorong lain dan dua lantai dibawah.Khaffa berjalan sembari wajah berseri-seri menuju lift.Gagah dan tampan seperti biasa berbalut jas dan menenteng tas laptop.Khaffa sangat bersemangat hari ini untuk kembali bekerja.
Tinggg.
Saat pintu terbuka Khaffa masuk kedalam lift yang rupanya sudah penuh oleh penghuni lainnya dan agak berdesakan.Tetapi tetap masuk sebab suasana hatinya bagus dan baik hari ini.Biasanya Khaffa urung jika harus berdesakan seperti itu dan bahkan la menyunggingkan senyuman pada tetangga satu atapnya.
Dan diisudut lift itu,Anayra refleks memalingkan wajahnya saat melihat pria berperawakan tinggi yang dikenalny.Was-was dan takut jika orang yang ingin dihindarinya melihatnya.Tetapi untungnya bisa bersembunyi dibalik punggung seorang pria paruh baya yang lebih tinggi darinya.
Lift mendarat diarea parkir lantai satu.Khaffa terlebih dahulu melangkahkan kakinya disusul yang lainnya dan Anayra paling terakhir keluar.
"Huuuh...".Anayra bernafas lega nafas pasalnya tak diketahui Khaffa dan bisa menghindarinya."syukur deh dia ga liat aku.".Mengelus dadanya sembari menatap punggung Khaffa yang jauh didepan dan masuk kedalam mobilnya.
Saat melihat mobil Khaffa akan lewat,spontan bersembunyi dibalik pilar.Anayra melanjutkan langkahnya menuju motornya dan pergi saat helm sudah terpasang dikepalanya.Anayra melewati jalan alternatif supaya tak sejalan dengan Khaffa.
Sekitar 20 menit Anayra telah sampai di basement Mall dan seperti biasa memarkirkan motornya setelah itu berjalan menuju pintu khusus pegawai.
Namun dari arah belakang tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik tangannya dan menuntunnya menuju lift.Anayra sudah siap akan memaki dan mengumpatnya tetapi diurungkan setelah melihat wajahnya.
"Pak,lepasin tanganku!,kayak mau nyebrang jalan saja!.".Pinta Anayra menarik-narik tangannya tetapi tak berhasil.
Khaffa tak hirau cicitan Anayra malah semakin erat menautkan tangannya.
"Pak,tolong lepasin tanganku!,aku mau masuk.".Pinta Anayra lagi.
"Kita naik lift!.".Khaffa
"Ishhh,mana boleh begitu?.Aku harus melewati pintu khusus pegawai,gimana kalo aku kena SP dari CEO disini!.".Protes Anayra kesal sesampainya didepan pintu lift.
Khaffa terkekeh geli seakan Anayra lupa berhadapan dengan siapa saat ini.
Ijaaah,dia kan CEO nya!.Kenapa jadi ga konek gini...Rutuk Anayra dalam hatinya dan menepuk keningnya sendiri.
Anayra tersenyum kikuk saking malunya.Khaffa terus memandangi Anayra tanpa bergeming."Apa kamu masih takut padanya?,apa dia masih suka menindas dan semena-mena?.Biar aku yang mengurusnya dan akan ku beri dia pelajaran!.Kamu tenang saja,aku pastikan mulai hari ini ga akan ada yang berani mengusikmu termasuk aku!.".Khaffa menggoda Anayra dan menebar senyum manisnya.
Mata Anayra membulat dan tercengang oleh kata-kata Khaffa.
Sejak kapan si serigala berubah jadi domba?.Ehhh bukan,si singa jantan jadi hello kitty**?...Pikir Anayra geleng-geleng kepala dan menatap Khaffa terkaget-kaget.
"Tapi Pak,aku ga mau pegawai lainnya nanti iri kalo liat aku diperlakukan begi...".
"Ayo masuk!.".Khaffa menarik Anayra kedalam lift.
Didalam lift,Anayra melirik Khaffa disampingnya dan Khaffa tampak tenang meskipun hati dan jantungnya jingkrak riang.Keduanya terdiam dalam isi pikirannya masing-masing.
Apa ini efeknya dari menjenguknya kemarin atau dia beneran cinta sama aku?.Apa jangan-jangan dia cuma mau ngerjai aku saja?.Ahhh,aku jadi bingung...Anayra bertanya-tanya dalam hatinya sembari mendengus kasar.
Jantung gue makin berdebar kencang.Huuuh,kenapa suhu disini tiba-tiba panas dan gerah?.Dia benar-benar bikin hati gue ga bisa tenang...Batin Khaffa dan menghela nafas berat.
Tinggg.
Pintu lift terbuka dan keduanya keluar dari lift saat tiba dilantai 1 Mall.
"Pak,lift menuju kantor CEO disana!.".Tunjuk Anayra kearah lift khusus CEO saat Khaffa menuntunnya menuju butik.
"Aku antar kamu kebutik!.".Khaffa santai saja berjalan didepannya tanpa ragu dan takut orang lain melihat dan memergoki.
"Ga usah!,aku ga mau jadi bahan gunjingan nanti!.".Protes Anayra mencari alasan tetapi terlambat sebab sudah sampai didepan butik.
__ADS_1
"Laporkan padaku kalo ada yang berani melakukan itu!.Masuklah!.".Khaffa memberi isyarat dengan dagunya menyuruh Anayra masuk.
Tetapi Anayra tak bergerak dan Khaffa menatapnya heran.
"Kamu mau aku mengantarmu sampai kedalam?.".Khaffa menggoda seraya tersenyum lebar saking senangnya.
Tentu Khaffa takkan menolak dan bahkan senang hati melakukan itu.
Namun cepat-cepat Anayra menggelengkan kepalanya."Pak,tolong lepasin tanganku dulu!.Kalau tanganku dipegang terus,gimana aku bisa masuk?.".Anayra menunjuk tangannya yang masih digenggam Khaffa.
Refleks Khaffa pun melepaskan tangan Anayra."Maaf!.".Tersenyum kikuk dan menggaruk-garuk tengkuknya.
"Dimaafkan!.Aku masuk Pak,permisi.".Anayra tersenyum tipis dan tampak canggung lalu masuk kedalam butik.
Anayra terheran-heran dan bingung oleh sikap Khaffa yang berbeda dan berubah.Walaupun tahu alasannya tetapi masih tak percaya dan belum yakin jika Khaffa benar-benar mencintainya.
Khaffa menatap punggung Anayra tersenyum.Beginikah efek jatuh cinta.Seperti pertama kali merasakannya....Dan berjalan menuju lift yang tertuju langsung ke ruangan kantornya.
Pegawai-pegawai yang baru datang ke gerai aksesoris terheran melihat Khaffa senyum-senyum sendiri saat berjalan melewati mereka.
"Pak Khaffa aneh,ganteng-ganteng kok konslet!.".SPG 1 saat membuka kunci pintu gerainya yang terbuat dari kaca tebal.
Diikuti lainnya masuk kedalam setelah membuka pintunya.
"He'em...Kayaknya efek sakit deh!.".Sahut SPG 2 dan menekan tombol saklar untuk menyalakan lampunya.
"Bukan,kayaknya efek jatuh cinta Kaliii!.".Sanggah SPG 3 menyusul keduanya saat berjalan menuju loker.
''Ck,ck,ck,kalo gitu bisa jadi hari patah hati massal nih!.".SPG 1,tangannya bergerak memasukkan tasnya kedalam loker.
"Ho'oh!...Kira-kira siapa ya yang beruntung jadi soulmate Pak Khaffa?.".Tanya SPG 2 menopang dagunya dan bersandar dilemari loker.
"Kalo ga model ya wanita karir atau anak konglomerat.".Timpal SPG 3 bergerak membereskan ruangan.
"Ahhh,udah ayo kita kerja!.Kepalaku nyut-nyutan mikirinnya!,tapi yang jelas bukan pegawai biasa kayak kita.".SPG 1 merapikan rak pajangan.
Saat pintu terbuka aktivitasnya terhenti.
"Selamat datang Boss!.".Sapa Riccy tersenyum sumringah melihat Khaffa dan merangkul pundaknya dari belakang saking rindunya pada sahabat sekaligus Boss nya itu.
"Heiii,lepas gue masih normal dan waras!,bukan jeruk minum jeruk!.".Khaffa risih dan spontan mendorong tubuh Riccy.
Namun Riccy malah tertawa bukannya marah."Hahaha...Ternyata benar,lu Boss gue!.".Riccy menepuk-nepuk punggung Khaffa.
Melihat sikap Khaffa kasar seperti itu,maka Riccy tak heran dan tak aneh lagi.Khaffa berjalan menuju kursi kerjanya.
"Ri',adakan Briefing dilobby satu jam lagi setelah semua pegawai dan staff sudah masuk!.".Titah Khaffa tegas menghempaskan tubuhnya dikursi.
"Baik Boss!.".Riccy mengangguk mengerti dan keluar dari ruangan CEO.
Seluruh pegawai yang bekerja diMars Group berkumpul dan berbaris rapi dilobby yang luas itu.Mereka tampak tak sabar menunggu kedatangan sang pemimpin perusahaan.
Khaffa keluar dari lift dan berjalan menuju lobby didampingi Riccy.
"Selamat datang Pak Khaffa!.".Sang Manager Taufanji menyambutnya hangat dan menjabat tangannya.
"Terima kasih Pak Taufan!.".Sahut Khaffa tersenyum tipis.
Tak berselang lama seorang pegawai resepsionis menyerahkan buket bunga untuk Khaffa saat berdiri dihadapan para pegawainya."Selamat datang di kantor Pak!.".
"Terima kasih!.".Khaffa meraihnya dan mulai berbicara saat resepsionis itu kembali ke barisan nya."Selamat pagi semuanya!.".Sapa Khaffa ramah dan tersenyum mempesona.
"Selamat pagi Pak!.".Semua menjawab serentak.
__ADS_1
"Saya meminta kalian berkumpul disini untuk mengumumkan jika mulai bulan depan gaji kalian akan saya naikkan sebesar 10 persen!.".Penuh semangat,tegas dan berwibawa.
Sontak diwarnai suara sorak sorai pegawai dan disambut tepukan tangan yang terdengar riuh.
"Saya sangat berterima kasih atas kinerja kalian selama ini membantu saya diperusahaan.Dan untuk yang sudah lebih dari 5 tahun mengabdikan dirinya disini,akan mendapatkan 20 persen kenaikan gaji.".Sambung Khaffa.
Disusul gemuruh tepukan tangan dan sorakkan lagi.Semua tersenyum senang mendengar perkataan sang pimpinan.Tentu itu kabar gembira yang dinantikan semua pegawai.Selama Khaffa memimpin disana,ini pertama kalinya ada berita mengejutkan seperti itu.
Pastinya bukan tanpa alasan Khaffa melakukan itu.Entah ilmu apa yang menyihir Khaffa dan makhluk apa yang merasukinya sampai membuat pengumuman mengejutkan sekaligus menyenangkan itu.
"Terima kasih Pak!.".Teriak semua pegawai.
Khaffa mengangguk meresponnya dan tersenyum manis.
"Baiklah!,saya rasa cukup sekian yang mau saya sampaikan hari ini.Silahkan kembali ketempat masing-masing!.".Khaffa mengakhiri briefing.
Para pegawai berbaris rapi menyalami pimpinan mereka untuk sekedar mengucapkan terima kasih dan masuk kedalam ruangan kantor mereka masing-masing.Perlahan suasana mulai sepi tersisa asisten Riccy,Manager dan staff lainnya.
"Selamat datang kembali dikantor Pak!.".Pak Arief selaku kepala keamanan menyalami Khaffa disusul SV Nichole.
"Pak,maaf kami tidak menjenguk waktu anda sakit!.Kami berniat menjenguk tapi kami mendapat kabar dari Pak Riccy kalau Bapak tidak mau diganggu!.".Manager Taufan mewakili yang sudah terlebih dahulu menyalami Khaffa.
"Tidak apa-apa Pak!.Memang benar saya meminta Riccy untuk tidak diganggu oleh siapapun.Sakit saya juga tidak parah dan hanya sakit lambung biasa,jadi hanya butuh istirahat saja,makan cukup dan teratur!.".Khaffa menjelaskan keadaannya.
"Syukurlah Pak!,tadinya kami merasa cemas tapi kami senang sekarang karena Pak Khaffa sudah sehat dan hadir disini kembali.".Ucap SV Nichole bersuara.
"Terima kasih atas perhatian kalian semuanya!.Saya mohon maaf bila membuat kalian cemas dan khawatir!.Mmm,sudah jam 9 pagi!.Ayo kita mulai aktivitas kita,sebentar lagi Mall buka!.".Khaffa melihat jam ditangannya.
"Baik,kami pamit Pak!.".Taufan mewakili.
Mereka berpencar menuju ruangannya masing-masing meninggalkan Khaffa dan Riccy berdua.
"Wowww,keren Boss!.Ga salah yang gue dengar tadi tuh?.".Tanya Riccy didalam lift.
"Telinga lu ga budek kan?,apa kurang keras gue ngomong tadi?.Gue ga akan pernah main-main soal itu,Omen!.".Tegas Khaffa tanpa menoleh.
"Tapi ada angin apa Boss?.Kok ga konfirmasi dulu sampai bikin gue kaget setengah mati!?.".Rutuk Riccy memprotes tindakan Khaffa yang tiba-tiba sembarimelipat kedua tangannya.
Riccy terheran sikap mendadak Khaffa yang tiada angin tiada hujan mengumumkan kenaikan gaji seluruh pegawai.
"Jangan banyak bacot lu!.Siap-siap saja bulan depan liat saldo rekening lu!.".Timpal Khaffa memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
"So pasti Boss,thanks!.Good job!.".Riccy menepuk bahu Khaffa dan tersenyum bangga.
Khaffa acuh dan datar hanya menaikan kedua alisnya saja menanggapinya.Riccy mengikuti langkah Khaffa menuju ruangan CEO.
"Ri',lu cari tau data diri Anayra sekarang juga!.Dalam waktu 1 jam harus selesai dan serahkan laporannya!,kalau lebih dari satu jam belum selesai juga,maka gajimu ga jadi kunaikan!.".Pinta Khaffa menerobos masuk kedalam ruangannya.
Kening Riccy mengernyit heran mendengar permintaan Khaffa untuk mencari data diri Anayra.Tetapi was-was kenaikan gajinya jadi bahan pertaruhan jika tak menyelesaikan tugasnya dalam satu jam.
"Siap Boss!.".Riccy segera pergi melangkah panjang meninggalkan ruangan CEO.
Khaffa duduk dikursi kebesarannya sembari memainkan ponselnya.Membuka galeri dan melihat foto-foto gadis cantik bergaun pesta yang bernyanyi diatas panggung.Secara diam-diam Anayra dipotretnya menggunakan kamera ponselnya.Khaffa terus menatapnya sembari berseri-seri.
"Tunggulah sebentar lagi Anayra,aku akan membuatmu mewujudkan permintaanku.Aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya disisiku selamanya!.".Gumam Khaffa membelai dan menatapnya lekat wajah Anayra yang ada dilayar ponselnya.
Sadar atau tidak,tetapi Khaffa sudah yakin untuk melakukan itu.Menjadikan Anayra kekasihnya yang sebenarnya dan bahkan mungkin lebih dari itu.
"Kurasa memang harus lebih kerja keras lagi dan memutar otak untuk bisa mendapatkan cintanya.".Khaffa meletakkan ponselnya dimeja dan membuka laptopnya.
Tak membuang waktu lagi untuk bekerja,supaya bisa segera melakukan rencananya.Rencana untuk mendapatkan gadis yang dicintainya.Namun entah berhasil atau tidak,hanya Tuhan lah yang tahu itu.
Tetapi Khaffa takkan menyerah dan mundur walaupun harus melewati banyak halangan dan rintangan.Hatinya sudah tertuju sepenuhnya pada Anayra dan tak ragu lagi.Meski sikap Anayra belum merespon baik dan langsung menyambut pernyataan cintanya.
__ADS_1
Adanya Daniel dan Lefrand membuat Khaffa bersemangat dan berinsiatif untuk lebih dulu bergerak cepat.Walaupun merasa tersaingi,tetapi tak membuat Khaffa takut dan pesimis.
Hatinya terus berdo'a akan berhasil dan terkabulkan harapannya.Akan terus berusaha dan berjuang sampai takdir berkata lain.Memang tak memihaknya dan tak mendukungnya.