
Sepenggal kalimat do'a dan wejangan dari kedua orang tua Khaffa dan Anayra menyertai mereka.Betapa sangat beruntungnya Khaffa karena mendapat dukungan dari semua orang dihari bahagianya.Walaupun pernikahannya sederhana,apa adanya dan serba mendadak tapi tak mengubah perasaannya.Diwarnai drama singkat menjadi kenangan manis yang takkan terlupakan.
Langit semakin gelap gulita.Hembusan angin malam semakin dingin dan menusuk pori-pori.Suara jangkrik mulai terdengar merdu saling bersahutan karena dibelakang rumah Anayra terdapat sawah-sawah.Rumah kediaman Anayra terletak disebuah perumahan umum dan biasa yang lokasinya dekat dengan stasiun KA.Dan dulunya tempat itu adalah rawa-rawa yang kini menjadi perumahan yang luas.
Merasa lelah dengan semua ini yang menyita tenaganya.Anayra dan Khaffa masuk kedalam kamar Anayra yang kecil dan dihias seadanya saja.Khaffa membuka jasnya dan melemparnya ketempat tidur kemudian langsung merubuhkan tubuhnya ditempat tidur berukuran sedang itu seraya tersenyum memandangi dua buku nikahnya.Ucapan syukur tak henti dipanjatkan dalam hatinya.
Dan Anayra sibuk melucuti aksesoris yang menempel disanggulnya sembari duduk dikursi meja riasnya menghadap cermin.Sesekali la melirik Khaffa yang terbaring ditempat tidur.Tetapi tak menghiraukannya walaupun jantungnya melompat-lompat.
"Awww...".Anayra berteriak kesakitan saat kulit kepalanya tertusuk jepitan rambut hitam yang menancap disanggulnya.
Karena terkejut dan khawatir,Khaffa langsung bergerak cepat menghampirinya dan berjongkok dibelakangnya.Khaffa mengerti,penyebab Anayra kesakitan seperti itu.Buku nikah yang dipegangnya tadi diletakkan dimeja rias Anayra untuk membantunya.
"Akan ku bantu.Kenapa tidak minta tolong padaku!.Bukannya kita suami istri sekarang?.Lupa atau malu?.".Khaffa mengingatkan dan tangannya bergerak melepaskan benda-benda yang menempel dikepala Anayra.
Acuh dan diam saja tanpa berniat menjawab pertanyaannya.Anayra hanya menatap wajah Khaffa dicermin dengan tatapan tajam tanpa seulas senyumpun.Ekspresi wajahnya dingin dan datar.Entah apa yang dirasakannya saat ini,harus terharu karena bahagia atau sedih.
Setelah semua terlepas.Khaffa memeluknya dari belakang dan mencium lehernya dengan lembut,membuat tubuh Anayra bergetar dan meremang bulu halus dikulitnya.
"Aku mencintaimu hon'!.".Aku bahagia kita telah resmi menikah.Aku bisa memilikimu seutuhnya,untuk selamanya.Teruslah disisiku dan jadilah ibu dari calon anak-anak kita!.".Khaffa berbisik lirih ditelinga Anayra dan menenggerkan kepalanya dipundak Anayra.
Sejenak Anayra terbuai dan terpejam menikmati sensasi sentuhan Khaffa.Tetapi saat teringat kekonyolan pria yang menjadi suaminya,matanya langsung terbelalak dan melepaskan tangannya yang melingkar diperutnya.
"Le-lepaskan aku!.Nafasku sesak.".Anayra beralasan dan berdiri menjauhinya.
Khaffa heran dan bingung,Anayra menghindarinya,berbicara ketus dan dingin.
Anayra sengaja melakukan itu karena marah dan gugup juga.
"Kenapa sikapmu seperti ini?.Apa yang salah denganku?.".Khaffa berjalan menghampirinya dengan memasang wajah penasaran.
"Jangan mendekat dan jaga jarak dariku!.".Anayra memberi kode dengan tangannya,menyuruh Khaffa berhenti.
Refleks Khaffa terdiam ditengah kebingungannya dan hanya memandangi Anayra.
Anayra tersenyum kecut dan geleng-geleng kepala."Sulit ku percaya.Kamu tampak bahagia,hingga melupakan kesalahan sendiri!?.".Dengan ketusnya menyindir Khaffa.
Khaffa termenung masih tak mengerti ucapannya."Katakan!,apa salahku?.".Khaffa menarik satu alisnya keatas,meminta penjelasan dari Anayra.
Anayra membuang nafas kasar,Khaffa masih belum menyadari kesalahannya.
"Bukankah kita akan menikah 3 bulan kedepan,di hari anniversary Papi dan Mami?.Kenapa tiba-tiba menikahiku tanpa kompromi dan diskusi dulu denganku?.".Anayra mengungkapkan kekecewaannya dan melipat tangannya.
Mengingatkan Khaffa tentang kesepakatan yang dibuat,jikalau mereka akan melangsungkan pernikahan 3 bulan lagi.Bertepatan dengan hari anniversary orang tua Khaffa.
"Maaf!.Aku membuat keputusan sepihak.Aku takut kehilanganmu dan takut kamu berpaling dari ku.".Khaffa membela dirinya.
"Aku paham,tapi bukan itu yang membuat ku marah.".Anayra tersenyum miring."Kenapa membuat alasan jika aku hami?.Bukankah itu sama saja mencemarkan nama baik ku dan keluarga ku?.".Marah karena tak suka Khaffa seenaknya saja membuat alasan palsu yang bisa mengundang fitnah dari orang lain.
__ADS_1
Anayra takut hal itu beredar dengan cepat,apalagi Lefrand sudah mengetahui hal itu.Membuatnya semakin malu dan rendah diri seperti tak punya harga diri.Kehormatan keluarganya sekarang ternodai karena ulah Khaffa.
Lambat laun,dia pasti tau itu...
Khaffa terkejut,akhirnya Anayra tahu soal itu.Tetapi sama sekali tak menyesalinya.Menikahi Anayra adalah impian terbesar Khaffa.
"Maaf!.Itu cuma lelucon ku saja!.Aku bingung harus menjawab apa?,saat Bu Lulla menanyakan alasannya kita mempercepat pernikahan.".Khaffa menjelaskan alasan yang sebenarnya dan berjalan menghampiri Anayra.
Anayra geleng-geleng kepala,tak habis pikir Khaffa menjadikan isu kehamilannya sebagai lelucon."Kamu pikir,itu lucu untuk dijadikan lelucon?.Bagaimana jika orang lain tau dan tersebar luas soal itu?.Mereka pasti berpikiran negatif tentang ku dan mengira aku bukan gadis baik-baik!.Keperawanan ku pasti dipertanyakan.".Berdalih dan berjalan mundur kebelakang.
Khaffa tersenyum tipis mendengar kalimat terakhirnya.Sangat lugu dan polos,menurutnya."Kumohon,maafkan aku!.Lupakan soal itu dan jangan dipikirkan!.Soal keperawanan mu cukup aku saja yang tau,nanti.".Menggoda Anayra dan memangkas jarak darinya."Mari kita berdamai!,ini malam pertama kita.".Menyudutkan Anayra hingga terpojok.
Anayra tak bisa mundur lagi sebab membentur dinding.Khaffa semakin mendekatinya dan mengunci Anayra dengan kedua tangannya.Saat akan memiringkan kepalanya untuk mencium Anayra.Khaffa gagal dan malah mencium dinding.
Anayra merosot kebawah dan naik keatas tempat tidur,untuk menghindari Khaffa.Berlari saat Khaffa hendak menangkapnya.
"Menyebalkan.Jangan harap ada malam pertama.Tidurlah disofa!".Anayra melemparkan guling kearah Khaffa.Dengan sigap Khaffa menangkapnya dan tertawa-tawa.Semakin gemas melihat tingkah laku dan celotehan istrinya yang,menurutnya lucu itu.
"Ayolah honey!,hentikan ini!.Kamu mau menyiksa ku?.".Khaffa meletakkan guling ditempat tidur."Berhentilah bersikap konyol!,aku tidak mau tidur disofa.Itu menyakitkan,aku tidak mau tidur sendirian di malam pertama kita.".Khaffa mulai marah dan sudah tak bisa bersabar lagi menghadapi nya.
"Itu urusan mu,bukan urusan ku.".Anayra turun dari atas tempat tidur dan berlari saat Khaffa mau memeluknya.
Tetapi tak menyerah begitu saja,tanpa henti Khaffa terus mengejarnya dan berusaha menangkapnya,tapi Anayra terus menghindar dan berkelit.Terjadilah aksi kejar-kejarannya dikamar berukuran 3,5 kali 3'5 meter itu seperti difilm animasi Tom and Jerry.Didalam ruangan bercat krem nuansa feminim dengan furnitur serba warna coklat.Nafas Anayra sampai tersengal-sengal karena letih,dan melempari Khaffa dengan bantal-bantal tidurnya.Khaffa kewalahan dan terengah-engah saat menangkis bantal-bantal.
Brughhh.
"Awww,aduhhh,sakiiittt!.".Teriak Anayra keras suaranya sampai terdengar jelas keluar.
Cekatan dan spontan Khaffa berjongkok membantunya bangun dan duduk.Anayra meringis dan merintih kesakitan sambil mengusap wajahnya yang mendarat dilantai.Dielus hidungnya yang terasa nyeri dan ngilu.
Disofa ruang tamu Ridwan,Andya dan Hani saling berpandangan saat mendengar suara teriakan Anayra.
"Wahhh,sepertinya kita akan segera punya cucu yah?.".Hani penuh antusiasme dan sangat senang.
"Siap-siap,kita akan jadi kakek dan nenek!.".Ridwan menimpali.
"Siap-siap,aku direcoki keponakan nanti!.".Andya menghela nafas saat tengah memetik gitarnya.
Mereka mengira kalau Anayra dan Khaffa sedang melakukan ritual dimalam pertama sebagai pengantin baru.
"Ckkk,asal menyaut saja seperti petasan!.Sudah tidur sana!,ini sudah jam 10 malam.".Hani mengingatkan dan menunjuk jam dinding.
Tak mau membantah ucapan ibunya.Andya langsung bangkit dan berjalan menuju kamarnya.Andya anak penurut dan pintar walaupun kadang-kadang 'ngeyel' dan urakan.
Dikamar.Khaffa memangku Anayra dan menggendongnya ala brydal style ketempat tidur.Tetapi Anayra meronta-ronta dan kejat-kejat.
"Lepaskan aku!.Aku punya kaki dan bisa berjalan sendiri.Jangan sok perhatian dan cari perhatianku!.Itu tidak akan mempan!.".Anayra memukuli dada bidang Khaffa saat ada digendongnya.
__ADS_1
Bukannya sakit, Khaffa malah geli.Semakin membuat darah Khaffa bergejolak oleh pukulannya.Apalagi tubuh Anayra yang tak diam malah memancing hasratnya semakin naik.Namun Khaffa hanya bisa menghela nafas saja tanpa mau menurunkannya.
"Diamlah honey,nanti jatuh lagi!.Jangan keras kepala dan jangan membantahku.Ingat!,aku suamimu dan imam mu sekarang.Jangan melawanku!,itu dosa.".Khaffa mendudukan tubuh Anayra perlahan ditempat tidur.
Skak mat.Anayra terdiam mendengar itu dan tak berani protes lagi.Ucapannya ternyata menjadi boomerang dan tameng untuk Khaffa,hingga mengukir senyuman diwajahnya.Tak menyia-nyiakan kesempatan itu,perlahan Khaffa duduk disampingnya.
"Jangan mendekat!,sedang zona merah dan dilockdown.".Anayra meletakkan guling ditengah-tengah mereka sebagai pembatas saat Khaffa mau memeluknya lagi.
Was-was,gugup dan marah menjadi satu.Pikiran dan hati Anayra tak mau bersahabat dan tubuhnya menolak kehadiran Khaffa didekatnya saat ini.Membuat hati Khaffa semakin gundah gulana dan tak terkendali lagi sampai mengacak-acak rambutnya.Tetapi karena rasa cinta dan sayangnya sangat besar,maka la bersabar dan tetap tenang walaupun hasratnya sudah diujung kepalanya sekarang.
Khaffa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghempasnya perlahan untuk meredakan gejolak panas ditubuhnya.
"Baiklah,honey!.Aku menyerah,tidak akan mengganggu mu lagi!.Ayo tidurlah,ini sudah malam,kamu pasti lelah?.".Khaffa berkata dengan lembut dan penuh kasih sayang,dan menepuk tempat tidur.
Khaffa mengalah tak mau memaksa Anayra dan tak mau memaksakan kehendaknya.Dia tak mau membuat Anayra marah lagi dan mencak-mencak berlarian kesana-kemari seperti kuda lumping.Beranjak dari tempat tidur lalu Khaffa menghampiri kopernya berisi pakaian ganti yang dibawanya tadi.Dia mengganti pakaiannya dihadapan Anayra tanpa merasa malu dan canggung.
Membuat Anayra tercengang dan langsung memalingkan wajahnya kesamping saat Khaffa membuka bajunya.Tetapi gagal usahanya sebab la masih bisa melihatnya dipantulan cermin meja riasnya.Bayangan tubuh atletis Khaffa pun terlihat jelas dan sangat sempurna perut six pack nya.Tercengang dan terbelalak saat memandangi bagian bawah Khaffa.Sontak membuatnya menggelengkan kepala dan mengusap wajahnya.Entah apa yang dipikirkannya.Tetapi untungnya Khaffa memakai cel*na d*lamnya dan tak telanjang bulat.Namun tetap saja tercetak karena ketat celananya.
"Astaghfirullahal adzim.".Anayra mengusap wajahnya.
Saat tersadar refleks merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.Anayra malu sendiri oleh ulahnya,tadinya mau menghindar malah dapat bonus besar dan jackpot.Tubuh Khaffa terasa lelah dan mengantuk.Disamping Anayra merebahkan tubuhnya dan menatap punggung Anayra yang membelakanginya.
"Aada apa?.".Anayra gugup saat Khaffa mencolek lengannya,tanpa menoleh kebelakang.
"Ganti bajumu!,kamu akan kepanasan.Pakailah pakaian yang nyaman!.".Khaffa mengingatkan Anayra yang masih menggunakan busana pengantin.
Merasa diingatkan,Anayra terbangun dan turun dari tempat tidur.Menghampiri lemari pakaiannya,dan setelah memilah dan memilih keluar dari kamarnya.Berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan berganti pakaian.Tak lama kemudian,kembali kekamar,sebab hari semakin larut malam.Penghuni yang lainnya pun sudah ada dikamarnya masing-masing.
Perlahan Anayra membuka pintu,dengan mengendap-endap masuk kedalam kamarnya.Ditengoknya wajah tampan pria yang kini menjadi suaminya ternyata sudah terpejam.
Anayra menghela nafasnya panjang,merasa lega bisa bebas dan merdeka sekarang.Setidaknya untuk malam ini saja,untuk esok urusan nanti.Anayra tak mau melewati malam pertamanya,sebab tanpa persiapan dan bukan karena keinginannya juga menikah secepat ini.Apalagi Khaffa memutuskan itu sepihak tanpa persetujuannya dulu.
Perlahan tidur disamping Khaffa karena takut membangunkannya,dan pelan-pelan menarik selimut.Bantal dan guling kini sudah ada diposisinya masing-masing.Dengan jantung masih berdebar-debar anayra memandangi wajah Khaffa yang tertidur seperti bayi.Inilah pertama kalinya tidur bersama dikamarnya,dan ditempat tidur yang sama.
Ada rasa bersalah dan menyesal dihatinya karena sikapnya yang memperlakukan Khaffa dingin dan ketus.Tetapi la melakukan itu karena ada alasannya.
"Maafkan aku!,suami tampanku!.Ampuni istrimu yang tidak tau diri ini!.Jangan marah dan murka padaku!.Kumohon,ampuni dosaku yaa Allah,aamiin.".Anayra memandangi wajah Khaffa dan mengusap wajahnya saat mengaamiini.
Anayra memejamkan matanya selang kemudian.Pasrah saja berbaring dan tidur dengan Khaffa,karena lelah dan mengantuk usai main kucing-kucingan tadi.Pesan ayah dan ibunya pun tak dihiraukan saat ini,untuk menjadi istri yang baik dan berbakti,sebab hatinya diselimuti amarah oleh kekonyolan Khaffa.
Senyum samar terukir dibibir Khaffa saat mendengarkan gumamannya dan perutnya terasa geli seperti digelitik.Sebenarnya la tak kuasa menahan tawanya dan ingin sekali terbahak-bahak tapi ditahannya.Setelah dirasa aman dan Anayra sudah tertidur pulas.Khaffa langsung membuka matanya dan mengintip Anayra lalu mendengarkan nafasnya yang sudah mendengkur halus.
Setelah membaca do'a terlebih dahulu.Khaffa melancarkan aksinya yang ditahannya sejak tadi.Biarlah Anayra mengamuk nanti,toh mereka sudah sah dan halal ini.Lagipula la berhak melakukan apapun padanya dimata agama dan hukum negara.
Penuh cinta dan sayang Khaffa membelai kepala Anayra seraya memandangi wajah istrinya yang polos tanpa riasan tapi tetap cantik.Walaupun bukan pertama kali la melihatnya tertidur,tapi ini pertama kalinya tidur bersama diatas ranjang yang sama.Apalagi ini adalah malam pertamanya sebagai suami istri.Malam yang seharusnya indah dan berkesan tetapi malah diwarnai drama seperti difilm India.
Tetapi Khaffa menganggap ini menjadi sejarah,sebagai kenangan manis dan terindah dimalam pertama pernikahan mereka.Supaya menjadi sebuah dongeng untuk diceritakan pada anak-anak mereka nanti.Apalagi perjalanan kisah mereka dari awal sampai ketitik ini dipenuhi oleh drama yang menarik untuk diceritakan.
__ADS_1