
45 menit berlalu.
Anayra dan Khaffa menghabiskan sebagian waktu perjalanannya cukup lama karena terjebak kemacetan.Setelah saling melemparkan kata-kata yang membuat mereka terdiam karena memendam kekesalan.Setibanya ditujuan,Khaffa menghentikan kendaraannya diarea parkir disebuah gedung bertingkat.
"Keluarlah!.".Titah Khaffa sesaat setelah menepikan mobilnya.
"Pak,kenapa membawaku kemari?.".Tanya Anayra penasaran sambil menatapnya penuh selidik.
Alih-alih menjawab pertanyaan Khaffa,Anayra malah balik bertanya.Dia bingung dan heran karena Khaffa membawanya ketempat yang asing dan belum pernah dikunjunginya.Namun Khaffa acuh saja dan tidak menggubris pertanyaannya.
"Apa telinga mu tuli hah,?,apa aku harus menyeretmu keluar dari mobil?.".Sentak Khaffa seraya memandangi Anayra dengan raut wajah sangar sembari melepaskan sabuk pengamannya.
Khaffa seperti itu karena melihat Anayra diam saja bukannya menuruti perintahnya.
"Bbaik!.''.Jawab Anayra dengan wajah ketakutan saat mendengar intonasi suara Khaffa yang tinggi.
Dengan cepat Anayra melakukan perintah Khaffa setelah melepas sabuk pengamannya karena takut kena teguran Khaffa lagi.Dia keluar dari mobil dengan tergesa-gesa lalu mengikuti Khaffa yang sudah berjalan didepannya.Setelah menaiki lift menuju kelantai atas,Khaffa menghampiri bilik apartemennya dan membuka pintu kemudian masuk.
Sedangkan Anayra berdiri didepan pintu sembari mengamati bagian dalam ruangan yang tampak mewah karena kelihatan dari luar.
"Amazing,apa ini apartemennya?.".Gumam Anayra pelan dengan pandangan mata terkagum-kagum melihatnya.
"Masuklah!.".Seru Khaffa saat melihat Anayra terdiam ditempatnya.
Dengan kaki bergetar dan langkah perlahan Anayra masuk kedalam sambil menundukkan kepalanya karena gugup.Seketika bayangan yang buruk terlintas dipikirannya.
Apa maksudnya membawaku kemari,apa dia mau melakukan itu**?...Pikir Anayra seraya mengeratkan genggaman tangannya memegang tali tas selempangnya.
Kenapa ekspresi wajahnya kayak gitu?,apa dia takut gue berbuat jahat padanya?.Tapi keliatan lucu,heee...Pikir Khaffa sambil memandangi wajah Anayra yang ditekuk.
Khaffa terkekeh dalam hatinya melihat ekspresi wajah Anayra yang terlihat jelas gugup dan takut.Kemudian pelan-pelan melangkah kearahnya.
"Apa kamu sudah siap?.".Ucap Khaffa tiba-tiba berdiri dihadapannya sampai mengejutkan Anayra.
"Uuntuk?.".Tanya Anayra sambil mendongak dan menatapnya dengan kening berkerut tanda tidak mengerti.
"Apa harus kuingatkan lagi?.".Ucap Khaffa seraya maju selangkah demi selangkah dan refleks Anayra mundur kebelakang.
Apa dia mau melakukannya sekarang?.Ya Allah tolong aku!...Bathin Anayra dengan wajah ketakutan seraya menatap Khaffa tanpa berkedip.
Bukkk.
"Akhhh...
Hati Anayra semakin kacau balau dan panik saat langkahnya tertahan dan terpojok karena punggungnya membentur daun pintu.
Gimana nih dia makin mendekatiku...Gumamnya dalam hati sambil menelan salivanya dengan kasar saat Khaffa semakin mengikis jarak darinya.
Hahaha...Skak mat!.Kayaknya gue berhasil ngerjai dia...Pikir Khaffa sambil tersenyum samar.
Saat Khaffa berdiri dihadapannya,la memandangi bola mata Anayra yang jernih dan indah dengan pandangan mata terpesona dan terpana.Dan Anayra mengamati lekuk wajah Khaffa yang tampan dan matanya yang teduh.Tidak kelihatan ada gurat kebencian atau kemarahan disana.Dalam hitungan detik mereka saling bertatapan dan beradu netra.Saling mengagumi wajah masing-masing.
Mata yang indah...Pikir Khaffa.
Tampan tapi somplak...Pikir Anayra.
Kemudian Khaffa tersadar saat Anayra mengedipkan matanya.
"Ekhm.Ayo cepat tunjukkan kemampuan mu!,apa harus aku sendiri yang melakukannya?.".Ucap Khaffa dengan nada perintah.
Membuat Anayra gelagapan dan salah tingkah.Nafasnya pun terasa tercekat.
"Ppak aapa ga ada cara lain lagi untuk menebus kesalahanku?.Aaku takut karena aku belum pernah melakukan hal itu dan lagi pula aku masih masih suci pak.Tolong jangan lakukan itu tanpa ikatan yang sah,karena itu dosa besar yang dilaknat oleh Allah bila kita melakukannya tttanpa ikatan pernikahan!.".Ucap Anayra dengan gugup lalu menghela nafas panjang setelah menyelesaikan kalimatnya.
Dengan susah payah Anayra mengucapkan kalimatnya.Dia memberanikan diri untuk memprotes tindakan yang akan dilakukan Khaffa padanya karena takut berdosa.Kening Khaffa berkerut dan heran mendengar ucapan Anayra yang masuk akal tapi tidak sesuai dengan perkiraannya.Kemudian geleng-geleng kepala karena tidak habis pikir jika Anayra akan seburuk itu menilainya.
__ADS_1
Sudah gue duga,pasti dia pikir gue mau nyentuh dia.Mhhh,dasar otak mesum....Pikir Khaffa sambil menarik sudut kiri bibirnya keatas.
"Apa yang ada didalam pikiranmu?,apa kamu kira aku akan melakukan sesuatu yang bodoh yang akan kusesali seumur hidupku?,apa otakmu kotor dan mesum,hah?.Tapi kalo kamu rela melakukannya,dengan senang hati aku akan mengabulkannya!.".Tanya Khaffa dengan nada ketus kemudian menggodanya.
Gue akui lu memang cantik dan menarik.Tapi gue masih punya akal sehat walaupun iman gue lumayan tergoda...Gumam Khaffa dalam hatinya.
Dukkkk.
Setelah mendengar kalimat Khaffa yang terakhir,sontak membuat Anayra menendang lututnya sekerasnya karena terpancing emosinya.Dan seketika Khaffa tersentak kaget kemudian meringis kesakitan.
"Shhh...
"Kenapa kamu menendang lututku?,apa ucapanku salah,hah?.".Ucap Khaffa seraya mengusap-usap lututnya.
Tidak terima dengan perlakuan kasarnya.
"Apa maksud anda dengan senang hati akan mengabulkan kalo aku rela melakukannya?.".Tanya Anayra dengan nada marah dan hati yang dongkol sambil berkacak pinggang.
Sebab ucapan Khaffa sudah menyinggung perasaannya dan tidak bisa diterima oleh logikanya.
"Memangnya kenapa?,aku cuma mau mewujudkan isi pikiranmu!.Bukannya kamu yang berpikir seperti itu?.".Dalih Khaffa memutar membalikkan pertanyaan sambil menyilangkan kedua tangannya.
"A-aku ga ada pikiran kayak gitu!,bukannya Pak Khaffa yang minta aku untuk melakukannya dengan tubuhku,hah?.".Dalih Anayra tidak mau kalah.
Membuat bibir Khaffa menyeringai mendengarnya.
"Ralat,di ri mu bukan tu buh mu,apa kamu ga bisa membedakan makna kata yang kuucapkan?.Kenapa pikiranmu bisa sedangkal itu,hemh?.".Sanggah Khaffa dengan nada mengejeknya sambil menunjuk-nunjuk wajah Anayra.
"Dasar otak mesum!.".Bisik Khaffa ditelinga Anayra kemudian berdiri tegak sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
Blushhh.
Seketika membuat pipi Anayra berubah menjadi kemerahan karena merasa malu.Ternyata pikirannya keliru selama ini tentang Khaffa.Dia mengira bahwa Khaffa memintanya untuk melakukan sesuatu yang diluar nalarnya yang bisa mendorongnya pada jurang kehancuran dan menjerumuskannya kekubangan lumpur penuh dosa yang besar.
Dasar bego,oon,lemot,pe'ak.Bisa-bisanya aku suudzon sama dia.Dihhh,bikin malu aja.Muka ku mau ditaro dimana sekarang?...Merutuki dirinya sendiri dalam hati sambil menggigiti bibirnya.
"La lu apa yang ha rus kulakukan?.".Tanya Anayra sambil tertunduk dan tersipu malu.
"Buatkan aku makanan yang enak sekarang!,dan kamu harus memasaknya sendiri.Bahan-bahannya ada didalam lemari pendingin.Aku akan mengujimu nanti,kalo masakanmu enak maka kamu lulus dan bebas!.".Ucap Khaffa dengan nada memerintah tanpa bergerak sedikitpun ditempatnya berdiri.
Membuat mata Anayra terbelalak dan tercengang karena kaget seraya memandangi Khaffa.Dia tidak mengira sama sekali jika ternyata permintaannya semudah itu dan hanya memintanya menjadi juru masaknya saja.Tetapi kemudian terdiam karena malu dan merasa konyol oleh isi pikirannya sendiri.Jika bisa,ingin sekali tiba-tiba menghilang dari hadapan Khaffa untuk bersembunyi dari rasa malunya.
Jadi dia cuma minta aku masak aja disini.Cihhh,dasar otak udang!,kenapa ga dipikir dulu sih kalo ngomong?.Kenapa juga aku langsung berasumsi kayak gitu?,harusnya tanya dulu sama dia dan cari dulu kebenarannya sebelum suudzon...Berkata-kata dalam hatinya.
Alis Khaffa saling bertaut sembari mencermati Anayra yang diam membisu.Heran karena berdiri saja seperti patung bukannya melakukan tugasnya yang diperintahkan olehnya.
"Kenapa diam?,kamu ga mau dan menolak melakukannya?.Ok,kalau begitu aku ganti hukuma-...".Tanya Khaffa saat melihat Anayra bergeming.
"Aaaku akan melakukannya sekarang!.".Dengan cepat Anayra menyela ucapannya.
Dan tanpa instruksi darinya lagi dengan berlari menuju pantry diapartemen Khaffa untuk melakukan tugasnya.Sedangkan Khaffa masuk kedalam kamarnya.
"Hahaha...
Khaffa tertawa puas dan senang didalam kamarnya yang kedap suara.Tingkah konyol Anayra membuatnya tidak bisa menahan tawanya.Dia tidak menyangka pikiran Anayra sesempit itu tapi hatinya merasa puas telah berhasil mengerjainya.
Brughhh.
Sembari merentangkan kedua tangannya Khaffa menghempaskan tubuhnya ditempat tidurnya yang berukuran besar dan nyaman.
"Wajahnya lucu banget tapi gimana bisa pikirannya sekotor itu?.".Gumam Khaffa seraya menyilangkan kedua tangannya dibawah untuk menyangga kepalanya.
"Matanya indah dan jernih sampe bikin hati gue adem.Wajahnya juga cantik dan menarik kalo diliat dari dekat,gue jadi betah dan ga bosen liatnya lama-lama juga.".Imbuhnya seraya senyum-senyum sendiri ketika membayangkan wajah Anayra yang membuatnya terpesona.
"Ahhh,sayang sikapnya suka jutek dan cara bicaranya juga ketus.Tapi kenapa malah gue senang liat sikapnya itu.".Sambungnya saat teringat oleh tingkah lucu Anayra yang kadang-kadang bisa membuatnya kesal tapi juga gemas.
__ADS_1
"Hahaha...Benar-benar gadis ajaib sebab bisa menghibur hati gue yang kesepian.".Ucapnya lagi sambil menghela nafasnya dan mengulum senyumnya.
Baru kali ini la bisa tertawa-tawa dan tersenyum setelah sekian lamanya.Seketika kehadiran Anayra telah memberikan energi positif baginya.
Disudut lain.
Anayra berdiri dipantry apartemen Khaffa yang sangat bersih dan rapi seperti tidak pernah disentuh sama sekali.Khaffa memang tidak pernah mengotori peralatan masaknya untuk membuat makanan.Karena sebagian besar waktunya dihabiskan didalam gedung Mall dan kantornya.
Dan untuk urusan makanan pun la sering membelinya diluar,makan diRestoran atau rumah makan lainnya.Dia selalu memakan makanan cepat saji sehingga jarang sekali makan masakan rumahan.Kecuali bila pulang kerumah kediaman keluarganya.
Saat Anayra membuka pintu lemari pendingin,la tersentak dan terbelalak matanya.
"Wow.Bahan-bahannya semua lengkap dan masih baru.Apa dia sengaja beli ini semuanya dan menyiapkannya buat ngerjai aku?.".Ucapnya.
Dia terkesan saat melihat bahan masakan yang sudah tersedia didalam lemari pendingin karena bahan masakannya lengkap dengan kualitas yang bagus.
"Ckkk.Sulit kupercaya,dia beli ini semua sendirian?.".Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
Satu persatu Anayra mengeluarkan bahan masakan.Dia memilih udang,wortel,buncis dan jagung manis lalu meletakkannya dimeja pantry.
"Ckkk,aneh.Kenapa diapartemen sebagus ini ga ada ART nya,huuhhh?.".Gumam Anayra sambil menghela nafasnya dan mengedarkan pandangannya melihat semua isi ruangan yang terlihat mewah.
Perabotannya bermutu dan berkualitas tinggi serta tersusun rapi ditempatnya.Tapi terheran karena tidak ada penampakan seorang pun ART disana.
"Ck,ck,ck.Begini ya isi dapur horang kayah mah.".Dan berdecak kagum melihat isinya.
Ini adalah salah satu bukti kecil dan fakta bahwa Khaffa benar-benar bukan orang biasa seperti dirinya.
"Ok kita mulai!.aku akan masak udang goreng tepung dengan saus asam manis dan tumis sayur.".Ucap Anayra seraya menunjuk bahan yang ada dimeja.
"Semangaaat!.". Serunya menyemangati dirinya sendiri.
Dengan cekatan Anayra mulai mencuci bahan masakan lalu memotong sayuran.Kemudian membuat bumbu lalu mulai memasaknya.
"Ya ampuuun.Kenapa pikiranku bisa sekotor itu sih?,aku kayak ga punya muka didepan dia.".Anayra berbicara sendiri disela-sela kesibukan memasaknya.
Beberapa menit kemudian.
"Wuihhh...Keahlian masakku memang ga diragukan lagi dan dijamin pasti enak!.Semoga dia suka biar aku lulus dan bisa bebas nantinya.".Ucapnya dengan mata berbinar dan tersenyum bangga memuji hasil masakannya sendiri yang sudah tertata rapi dimeja makan.
Kemudian bergegas menghampiri kamar Khaffa yang ada dibarisan paling depan lalu mengetuk pintunya.
Tok,tok.
Cklek.
Saat terdengar suara ketukan yang cukup keras,Khaffa membuka pintu ditengah kesadarannya karena ketiduran dengan nyenyaknya setelah berimajinasi tadi.Sembari menutup mulutnya,Anayra menahan tawanya karena geli saat melihat penampilan Khaffa yang acak-acakan dan lusuh.
"Apa yang kamu tertawakan?,apa tugasmu udah selesai?.".Tanya Khaffa seraya menguap dan menggeliat.
Apa benar ini dia?.Aku ga salah liat kan?...Pikir Anayra sambil menatapnya tanpa berkedip.
Sukar dipercaya Anayra melihat wajah Khaffa seperti anak kecil baru bangun tidur.Tidak seperti biasanya yang selalu memasang raut wajah dingin dan angkuh.Dan Khaffa hanya mengenakan kemeja warna biru Dongker yang dibiarkan asal keluar dari celananya warna hitamnya.Dasinya tidak berbentuk dan rambutnya acak-acakan.
Kenapa dia liatin gue kayak gitu?,apa dia ga pernah liat pria tampan kayak gue?.Apa dia udah mulai jatuh cinta sama gue**?...Pikir Khaffa.
Trkkk.
Untuk mengalihkan perhatiannya lalu Khaffa menjentikkan jarinya karena Anayra tidak menggubrisnya dan malah asyik memandanginya.
"Iiya Pak,udah selesai.".Jawab Anayra setelah tersadar kemudian melengos pergi.
Dibelakang Anayra,Khaffa berjalan menuju ruang makan.Seketika aroma wangi masakan tercium dan menusuk indera penciumannya.Dan matanya terbelalak melihat hidangan makanan yang sudah tertata rapi dimeja makan.Membuat Khaffa menelan salivanya karena tampilan makanan itu tampak lezat dimatanya dan mengundang selera makannya.Perutnya yang sudah keroncongan tampak tidak sabar untuk segera minta diisi.
Dan Anayra memperhatikan wajah Khaffa saat berdiri disampingnya.Tersenyum puas melihat reaksi Khaffa yang tampak puas dengan hasil masakannya.
__ADS_1
Heiii tuan,cepat makan jangan bengong aja kayak sapi ompong!.Awas ileur mu netes tuh!.Aku tau kamu pasti ga sabar kan mau nyicipi makanannya.Jadi ga usah jaim deh!.Cepat makan dan puji hasil masakanku,biar aku bisa bebas dari kesepakatan konyol ini...Pikir Anayra dengan raut wajah tampak antusias jika Khaffa akan menyukai masakannya.
Kemudian menggigiti bibirnya karena harap-harap cemas dan tidak sabar menunggu Khaffa untuk segera mencicipi makanan itu.