
_________
Cahaya matahari tergerus air hujan.Cuaca dingin begitu menusuk tulang Lefrand.Sudah belasan menit berdiam diri didalam mobil,menanti hujan reda dikawasan rumah Khaira.Namun sialnya hujan tak mereda,malah semakin deras.
Lefrand ingin menemui Khaira dan keluarga nya.Ada yang harus disampaikannya.Namun sayangnya tak membawa payung sehingga tak bisa keluar dari mobil.Tak mungkin la masuk kedalam rumah Khaira dan menemuinya sekeluarga dalam keadaan basah kuyup.
Mobilnya pun tak bisa mendekati rumah Khaira.Terhalang pohon tumbang dan bannya mendadak bocor.Menggilas paku dijalan.Sementara tempat tambal ban atau bengkel,jauh dari lokasi nya saat ini.Nomor kontak montir mobil pun tak punya.
Sesuatu yang tak pernah diharapkannya terjadi,datang di waktu yang tidak tepat.Setir mobil dipukuli nya karena kesal."Sial.Apa yang harus kulakukan?.".Mencoba menghubungi Khaira namun sia-sia,masih tidak aktif."Aku harus bagaimana?.".Lefrand berpikir mencari cara untuk menemui Khaira.
Mau minta tolong tetapi jalanan sepi.Tak seorang pun lewat,mobil atau motor.Lefrand menatap jas yang dipakainya dan mendapat ide.Langsung membuka jasnya dan menutupi kepalanya dengan jas.Membuka pintu mobil dan keluar.Usai menutup pintu nya,la berlari secepat mungkin menuju rumah Khaira.
Apapun yang terjadi,Lefrand harus bertemu Khaira.Demi cinta harus ada yang dikorbankan.Entah bagaimana nanti hasilnya,yang penting sudah berusaha.Tak perduli ibu atau kakaknya menghalangi jalannya,Lefrand takkan menyerah.Akan terus memperjuangkan cintanya dan Khaira.
*****
Hujan tak hentinya turun,namun tak menyurutkan semangat dan langkah nya ke kantor Advokat milik Fakhrul.Terjebak didalam mobil karena hujan dan tak membawa payung,namun Andika tak kehabisan akal.
Andika melirik kaca spion dan melihat ada mantel tebal dan topi koboi nya dijok belakang.Jimat penolong dipakainya.Bergegas keluar dari mobil dan berlari menerobos hujan menuju kantor Fakhrul.
Akhirnya Andika tiba tepat waktu,sesuai janji.Fakhrul segera membukakan pintu melihat Andika datang."Silahkan masuk,Pak.".
"Terima kasih.".Begitu masuk ke ruangan Fakhrul,Andika menanggalkan mantel dan topinya dikayu tinggi khusus jaket dan topi,lalu duduk di sofa.
Sementara Fakhrul membuat kopi,untuknya dan Andika,di mesin Coffee maker.Fakhrul lebih suka minum kopi buatannya sendiri.
Andika menghela lega,sudah ada di kantor Fakhrul.Ia sudah tak sabar ingin mengorek sesuatu dari Fakhrul terkait kasus Anayra yang melibatkan Sera Novi dan Franstian.
"Cuaca sekarang sangat ekstrim.Hujan disertai badai dan petir.Banyak pohon yang tumbang.Penglihatanku nyaris kabur karena derasnya air hujan.".Mencairkan suasana yang hening dengan membuka obrolan.
"Efek dari fenomena Aphelion mengguncang dunia,Pak.Suhu udara lebih dingin dari biasanya.Tidak heran jika hujan badai sering terjadi akhir-akhir ini.".Kopinya sudah diseduh dan siap,Fakhrul membawa dan meletakkan secangkir kopi dimeja tamu untuk Andika,lalu duduk bersamanya.
Saat ini bumi dilanda fenomena Aphelion.Dimana letak bumi jauh dari Matahari.Cuaca nyaris setiap hari mendung dan hujan badai sering muncul juga.
Andika meraih cangkir kopinya dan sedikit demi sedikit meneguknya saat masih panas.Tubuhnya yang kedinginan terasa hangat dalam sekejap."Kapan sidangnya digelar,Pak?.Aku sudah tidak sabar ingin menyaksikan ekspresi dua penjahat itu saat dijatuhi vonis oleh hakim,atas perbuatannya itu.".Hal itu terus berkutat didalam pikirannya setiap waktu.
Oh rupanya hal itu yang membuat Andika datang jauh-jauh dan hujan-hujanan datang ke kantor nya,karena penasaran.Sungguh tak sabaran.Fakhrul tertawa hatinya mendengar ucapan Andika.Namun mengerti yang dirasakan Andika tak lain karena menyayangi menantunya itu.
Namun tak secepat itu dan tak semudah itu.Andika harus sabar menunggu lebih lama.Kemarin Fakhrul baru menyerahkan berkas perkara itu ke kantor kejaksaan setelah bukti penyelidikan polisi sudah rampung dan lengkap.Polisi pun baru beberapa kemarin lusa menggelar rekontruksi di TKP dengan melibatkan Sera Novi dan Franstian,dan model peraga pengganti Anayra.
Fakhrul menghirup dalam-dalam aroma kopinya yang wangi.Menyeruputnya pelan-pelan,dan diletakkan kembali dimeja."Prosesnya masih panjang,Pak.Berkasnya baru kemarin ku serahkan ke kantor kejaksaan.Tunggu hasil investigasi jaksa terhadap tersangka dulu.Sidang perdana baru dilakukan,Pak.".
Andika mendengus dingin mendengar penjelasan Fakhrul,dan meneguk kopinya hingga tandas.Andika kecewa,padahal sudah tak sabar ingin menyaksikan sendiri Franstian dan Sera Novi saat divonis nanti.
"Lalu,berapa lama hukuman untuk dua tersangka itu?.".Dengan wajah penasaran menanti jawaban Fakhrul.
Merujuk pada pasal di kitab undang-undang hukum perdata mengenai kasus Anayra yang ditanganinya saat ini,Franstian dan Sera Novi akan dijatuhi hukuman kurungan paling lama 12 tahun.
"KUHP menetapkan kasus penculikan dan penyekapan diperkirakan hukuman nya dipenjara 12 tahun lamanya.Itu pun jika terdakwa tidak mengajukan naik banding.".
Penjelasan panjang Fakhrul dapat dimengerti Andika.Namun lagi-lagi harus menelan ludah kecewa.Bukan itu yang diharapkan nya.
"Kurasa itu tidak setimpal.Harapanku mereka bisa dipenjara seumur hidup.Aku takut mereka mengulangi tindakan yang sama pada menantu ku,atau orang lain.".Bersandar disofa,Andika mengeratkan genggamannya pada lengan kursi,menahan amarah.
Kopi Andika dilihat Fakhrul sudah tandas.Melihat Andika tampak gelisah,kecewa dan marah.Fakhrul beranjak mengambilkan Andika segelas air putih.
"Tenangkan hati,bapak!.".Menyodorkan cangkir pada Andika.
Andika menerimanya tetapi tak meminumnya dan hanya memegangnya.Namu keadaan Andika sudah terlihat lebih baik.Fakhrul kembali duduk bersama Andika.
"Pak Andika,kita tidak bisa melangkahi hukum yang berlaku dan sudah ditetapkan negara.Tapi bapak jangan cemas.Saat mereka dipenjara nanti tentu akan diberi bimbingan.Dan,jika mereka mengulangi hal itu,jaksa akan bertindak lebih tegas lagi.Hukuman kedua akan lebih memberatkan mereka,Pak.".Menyampaikannya dengan serius,sesuatu yang harus Andika pahami.
Terdiam,Andika mencerna ucapan Fakhrul dan benar adanya.Bagaimanapun keputusan hakim yang agung dipengadilan nanti,Andika harus pasrah menerima.Ia harus menghormati hukum yang diberlakukan negara.
"Baiklah,aku mengerti.Oiya,aku harus pergi sekarang.Menantu ku pulang siang ini.Kuharap sidang perdana nanti berjalan lancar.Kabari aku jika ada sesuatu yang penting,Pak Fakhrul.".Andika bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya pada Fakhrul.
Fakhrul membalas uluran tangan Andika."Tentu,Pak.Sampai jumpa.".Sejenak membungkuk hormat pada Andika sebelum mertua kliennya melangkah pergi.
"Sampai jumpa nanti.".Secepatnya Andika pergi dari kantor Fakhrul selesai memakai mantel dan topi.
Dengan mengendarai mobil sedan warna hitam metaliknya kembali,Andika melaju kencang menerobos jalan pintas agar cepat sampai ke rumah.Memburu waktu tak mau melewatkan momen penting dalam menyambut kedatangan menantunya dari rumah sakit.
*****
Hari ini Anayra senang bisa pulang ke rumah.Usai berganti baju pasien dengan dress longgar berwarna putih di toilet,Anayra mematut diri didepan cermin wastafel.
Khaffa,Hani dan Ridwan duduk di sofa menunggu Anayra bersiap.Rona bahagia terus terpancar diwajah mereka.Masalah yang dianggap mimpi buruk telah berlalu.Anayra sudah kembali sehat dan Daniel dalam masa pemulihan.
"Ayah,ibu maaf!.Aku sering merepotkan kalian.Ayah dan ibu ada disini,Andya pasti kesulitan tanpa kalian.".Belakangan ini mertuanya sering bolak-balik Bandung-Jakarta belakangan ini sampai meninggalkan Andya sendirian di rumah,Khaffa tak enak hati akan itu.
Saat ini Andya tengah mengikuti ujian dikampus.la lebih memilih diam diBandung ketimbang ikut ke Jakarta.Rasa cemas dan rindu akan kakaknya tentu ada,namun tak bisa meninggalkan aktivitasnya di kampus.
Putra bungsunya sudah beranjak dewasa dan bisa mengurus diri sendiri,Hani pun tak segan meninggalkan Andya.
"Tidak apa-apa,Nak.".Punggung tangan Khaffa dielusnya.Sedikit menyurutkan rasa bersalah Khaffa akan hal itu."Dia sudah dewasa dan biasa ditinggal pergi.Kelihatan pecicilan tapi mandiri dan dewasa.Lagipula Andya tidak mungkin meninggalkan kuliahnya.".
"Benar,Nak.Jangan pikirkan kami dan Andya.Fokus saja pada istri mu dan buah hati kalian.Tanggung jawab utama mu adalah menjaga putri dan cucu kami.".Leganya hati Khaffa mendengar permintaan sederhana ayah mertuanya.
Dengan mantapnya Khaffa menganggukkan kepala."Baik ayah.".
Mulai detik ini Khaffa akan menjaga Anayra sebaik mungkin dan buah hatinya.Takkan membiarkan Anayra tersakiti lagi.Apalagi saat ini Anayra tengah mengandung benihnya.
__ADS_1
Ada rasa bangga dibenak Khaffa memiliki mertua seperti Ridwan dan Hani."Terima kasih untuk pengertian kalian.".Wajah ayah dan ibu mertua nya ditatap dengan netra penuh rasa syukur.
Sudah sering direpotkan dan pernah dikecewakan karena tak menjemput sendiri istrinya sehingga penculikan pun tak terelakkan,namun mertuanya tak pernah mengeluh dan tak menyalahkannya atas apa yang dialami Anayra.
Bukan tanpa alasan Ridwan bersikap bijaksana dan pengertian."Jangan sungkan,Nak.Kita satu keluarga sekarang,jadi sudah seharusnya saling peduli dan pengertian.".
Senyuman pun menembang dibibir Khaffa.Ucapan ayah mertuanya mampu mencairkan kebekuan hatinya selama ini.Pribadinya yang dingin dan jarang bicara kini harus dibuangnya jauh-jauh.
"Jika ayah dan ibu membutuhkan sesuatu,katakan saja padaku.Biaya kuliah Andya pasti cukup berat.".Ini saat yang tepat menunjukkan baktinya pada sang mertua.
Tidak ada salahnya la membantu meringankan beban mertuanya yang tak pernah meminta apapun,dan tak banyak menuntut selama masa pernikahannya dengan Anayra.
Ridwan tersenyum bangga memiliki menantu seperti Khaffa.Dibalik sikapnya yang acuh dan dingin tetapi baik,peduli dan perhatian."Tidak nak.Maaf!,Ayah tidak bermaksud menolak,tapi itu tidak perlu.".Menolak secara halus tawaran Khaffa.
Hidupnya memang serba sederhana dan jauh dari kemewahan,namun Ridwan masih sanggup mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah Andya.Lagipula Ridwan tak mau merepotkan Khaffa.Melihat putrinya dibahagiakan Khaffa sudah lebih dari cukup baginya.Anayra bahagia,la pun turut bahagia.
Penolakan Ridwan tak membuat Khaffa menyerah."Ayah aku serius,bukan hanya omong kosong.Lagipula sudah kewajiban ku membantu kalian.Kumohon,terimalah ayah,ibu!?.".Tak gentar meyakinkan Ridwan karena tak pernah memberi mertuanya apapun,selain kesedihan dan kesusahan.
Sang menantu dengan gigih mendesaknya,Ridwan menggenggam tangan Khaffa dan menepuk-nepuk nya.Mengerti niat baik Khaffa.Namun saat ini belum membutuhkan bantuan Khaffa.
"Ayah percaya,Nak.Tapi ayah masih bisa mengatasinya.Pemasukan menjadi montir dan menjual sparepart memang tidak menentu,tapi cukup untuk kami bertiga.Jadi,jangan khawatir soal kami,Nak.".
Ladang usaha nya memang hanya bengkel kecil dan penghasilan nya juga tidak tetap.Namun Ridwan selalu bersyukur atas hasil jerih payahnya itu karena bisa menghidupi keluarganya hingga sekarang.
Khaffa tak bisa mendesak mertuanya,la pun menganggukkan kepala."Baiklah.Tapi jangan sungkan jika butuh bantuan ku.Aku senang bisa membantu Ayah dan ibu.Kalian orang tua ku dan Andya adikku.Kumohon jangan anggap aku orang asing.".
Begitu terharunya Hani sampai meneteskan air mata.Tangannya terulur memeluk Khaffa."Terima kasih,kak.Sudah hadir di keluarga kecil kami.".
Ridwan tak mau ketinggalan mencurahkan rasa sayangnya dan turut memeluk Khaffa."Terima kasih kak.Ayah akan ingat itu.".
Momen manis yang takkan pernah Khaffa lupakan.Hidupnya penuh curahan kasih sayang dari mertuanya.
Khaffa sangat bahagia dan balas merangkul kedua mertuanya yang duduk di sisi kanan kiri nya."Sama-sama ayah,ibu.Aku sangat menyayangi kalian.".
Ketiganya terhanyut dalam lautan kebahagiaan.Hujan badai yang menerjang berhasil dilalui bersama,terutama oleh Anayra.Tersisa kini senyuman merekah dan luapan energi yang positif.
Ditoilet Anayra masih sibuk merias wajah.Pipinya yang tirus saat ada didalam gubuk derita mulai tembam lagi dan disapunya dengan kuas blush on.Anayra mengulas senyum melihat perubahan dirinya yang signifikan.Selesai menyemprotkan parfum dan menyisir rambut,bergegas keluar dari toilet.Tas kosmetik nya tak lupa la bawa.
Tiga orang yang dicintai dan disayangi saling berpelukan,Anayra berseri-seri melihat pemandangan yang langka,mengharukan dan membahagiakan.Mendekati tiga orang tersayangnya yang duduk di sofa.
"Heiii,ada apa ini?.Apa aku melewatkan sesuatu?.".Bersilang tangan,meminta penjelasan tentang yang dilihatnya sekarang.
Istrinya cemberut,pasti iri dan cemburu.Khaffa melepaskan ayah dan ibu mertuanya.Bangkit mendekati Anayra dan mendekap pinggang istri tercinta.
"Honey,kamu tidak perlu berdandan secantik ini.Pria-pria bisa terpesona melihat mu.Aku tidak rela istri ku ditatap pria lain.".Dagu istrinya yang lancip dicubitnya gemas.
Entah pujian atau sikap posesif.Apapun itu,Anayra tersinggung mendengar ucapan Khaffa yang serius dan datar.Tanpa senyuman sedikit pun.Karena gemas Anayra menangkup wajah suaminya yang tampan.
Istrinya mulai merajuk,Khaffa tertawa geli."Ha,ha,ha...Aku hanya menggoda mu saja,hon.Jangan merajuk begitu.Jelek tau?.".Gemasnya mencolek hidung sang istri yang bangir.
Dada bidang Khaffa dipukul Anayra pelan.Bukannya meredakan dan merayu,malah menggodanya.Anayra jadi kesal dan jengkel.
Hani tertawa melihat perdebatan anak menantunya yang terlihat sangat romantis."Sudah,sudah.Kalau kakak sudah siap,ayo kita pulang!?.".Beranjak dari duduknya dan mendekati Anayra.
"Sudah Bu.Tapi sebelum pergi,aku mau menjenguk kak Daniel sebentar.Tidak apa kan,sayang?.".Anayra membujuk sang suami dengan memasang raut memelasnya.
Khaffa mengangguk dan mencubit pipi Anayra dengan gemasnya."Tentu saja.Dia kakak ipar mu,honey.".
Ridwan tersenyum bahagia,Khaffa tampak begitu mencintai Anayra.Hatinya sekarang tenang dan tak ragu lagi mempercayakan putri nya pada Khaffa.
"Ayo pergi!.Pastikan barang-barang nya tidak ada yang tertinggal,Bu.".Beranjak dari sofa sembari tengok kanan kiri,memastikan jika tak ada yang tertinggal diruang rawat Anayra.
"Aman,yah.Semua barang sudah dimasukkan Pak Asep ke bagasi mobil.".Hani memastikan semua sudah dibawa ke mobil.
"Baiklah.Kak,jika begitu,ayah dan ibu menunggu di mobil ya?.".Ridwan tak turut ke kamar rawat Daniel,la sudah lebih dulu menjenguknya dengan Hani.
"Iya ayah.Ayo sayang!.".Anayra bergandengan tangan dengan Khaffa menuju ruang rawat Daniel.
Sedangkan Hani dan Ridwan menuju Parking lot dimana mobil Khaffa terparkir.
Di ruang perawatannya,tak jemunya Daniel menggoda Alma yang telaten menyeka wajah dan tubuhnya.Istrinya begitu perhatian dan menggemaskan.Hatinya merasa lega dan bahagia,kesakitan nya membawa berkah dan hikmah.Alma berubah total,hangat dan romantis.
"Sayang diamlah.".Alma menyingkirkan tangan Daniel yang tak bisa diam.Menggelitik pinggang nya dan menusuk-nusuk bukit kembarnya yang semakin padat,dan berisi."Nanti jahitan luka nya terbuka lagi.".
Bukannya diam,Daniel malah menarik pinggang Alma dan sengaja membenamkan wajahnya di dada montok Alma."Sayang,ayo katakan pengakuan mu kemarin.Aku ingin mendengar nya lagi".Tangannya menelusup masuk ke dalam baju Alma dan meraba-raba benda kenyal Alma.
"Ha,ha,ha...Sayang.".Alma tertawa kegelian, dan menyingkirkan tangan Daniel yang asyik mengobok-obok bukit kembarnya."Apa yang ingin kamu dengar?.Banyak yang ku ucapkan.Aku tidak bisa mengingat semuanya.".Duduk di tempat tidur,berdempetan dengan Daniel.
Daniel menyenderkan kepalanya di bahu Alma."Ayolah!.Jangan pura-pura tidak tau.Sudah lama ku nantikan mendengar itu dari bibir mu.".Perut Alma yang mulai membuncit dan tempat benihnya bermukim,dielusnya pelan.
"Yang mana?.Aku tidak mengerti.".Alma pura-pura lupa dan berlagak mengingat ucapannya,dengan mencubiti dagunya.
"Baiklah.Kalau begitu kamu harus dihukum.".Karena Alma tak mau mengaku,Daniel menciumi wajah Alma bertubi-tubi.
Refleks Alma mencubiti lengan Daniel.Ulahnya itu bisa mengundang syahwat dan setan."Sayaaang,nanti Dokter dan perawat melihat kita.".Melototi Daniel karena kesal.
"Kamu menggemaskan sayang.".Bukannya meminta maaf,Daniel malah memiringkan kepala hendak menciumnya,Alma pun menahan dada Daniel yang memakai piyama.
"Ishhh,tidak etis.Jaga privasi tempat ini,sayang.".Alma celingukan melihat pintu,takut ada orang yang melihat kemesraan Daniel padanya.
"Secara hukum,aku suami mu yang sah.Tidak perduli orang lain atau tempat ini.Aku mencintai mu,sayang.".Sayunya Daniel menatap Alma dan mendekatkan wajahnya pada Alma.
__ADS_1
Terlena dan terbawa suasana,Alma terpejam saat Daniel menciumnya dan mengalungkan tangannya dileher sang suami.Kebenciannya tergerus rasa cinta dan terkikis habis rasa takut kehilangan.
Alma dan Daniel dimabuk cinta.Bak sejoli yang kasmaran,bibirnya saling bertaut.Tak perduli ada dimana dan tak sadar saat dua orang masuk kedalam ruangan.
"Assalamu alaikum Alma,kakak ip....".Anayra tercengang dan menutup mulutnya,melihat Alma dan Daniel bermesraan ditempat umum.
Rikuhnya Daniel dan Alma saling melepaskan diri saat mendengar ucapan salam.Malunya sudah ketahuan mesum di tempat tak seharusnya.Alma turun dari ranjang dan membenahi diri,sedangkan Daniel memasang wajah tak berdosa.
"Waalaikum salam.Kalian disini?.".Dengan cueknya Daniel bertanya,seolah tak terjadi apa-apa.
Sesaat Anayra dan Khaffa saling pandang lalu saling melemparkan senyuman.
"Sayang,sepertinya kita datang diwaktu yang salah.Ayo pulang saja!,kita kembali nanti.".Anayra pura-pura marah dan menggandeng lengan Khaffa.
Khaffa dan Anayra hendak pergi,Alma pun mencegahnya."Tunggu Anayra,Pak CEO.Jangan pergi,kami tidak melakukan apa-apa,hanya berciuman saja.".
"Ha,ha,ha...".
Alma garuk-garuk kepala saat Khaffa dan Anayra malah tertawa-tawa.Bingung dan heran,apa yang salah dengan ucapannya.
Ditertawakan seperti itu,Daniel merasa konyol dan harga dirinya terasa ternodai."Heiii,hentikan itu!.Tidak lucu.Kalian belum pernah melihat singa yang mengamuk?.".
Tatapan mata Daniel begitu tajam dan buas.Terlihat tak bersahabat dan murka.Anayra terhenyak melihatnya.Sedangkan Khaffa hanya tersenyum miring saja.
"Oiya,maaf!.Kami pamit pulang kakak ipar,get well soon ya.Silahkan lanjutkan!.Dahhh Alma.".Buru-buru Anayra melambaikan tangan dan menarik Khaffa keluar dari sana.
"Ishhh,dasar...".Bantal tidur dilemparkan Daniel ke lantai dengan keras,dan Alma menenangkannya.
Lukanya membuat Daniel sensitif dan mudah marah.Alma kewalahan menghadapi Daniel.Namun,Alma tetap setia merawat dan mendampingi Daniel.Kenangan pahit saat kesuciannya direnggut Daniel pun,menguap ditelan waktu.Tersisa kini rasa cinta dan sayang.
*****
Khaira kamu harus* memutuskan hubungan mu dengan pria itu.Jika tidak,kamu harus memilih.Dijodohkan dengan pria pilihan Mami?,atau keluar negeri?.Lanjutkan pendidikan tentang ilmu manajemen bisnis*...
Ucapan ibunya tadi malam terus terngiang di telinga Khaira.Rena meminta Khaira untuk memutuskan benang merah yang mengikatnya dengan Lefrand.
"Sialan.Mami jahat.Aku benci Mami.Mami tidak sayang aku.Haaahhh...".Emosinya sudah tak terelakkan,Khaira melemparkan vas bunga pada cermin tempatnya merias wajah.
Pranggg.
Cermin riasnya pecah seketika dan terbengkalai di lantai,korban kemurkaannya.Mata Khaira memerah,memancarkan amarah yang membara.Selimut,bantal dan guling dilemparnya ke sembarang arah.
Belum puas melampiaskan amarah,Khaira meraih gunting.Mencabik-cabik bantal sampai terkoyak dan silikon nya terburai keluar.
"Aku tidak perduli ancaman Mami.Sama sekali aku tidak takut.Aku tidak mau putus dengan kak Lefrand,Mi.Aku tidak bisa hidup tanpa dia...".Lelah dengan semua itu,Khaira membanting tubuhnya ke tempat tidur dan menangis tersedu-sedu.
Tidak mudah mengatakan putus pada Lefrand.Khaira belum siap untuk putus cinta dan patah hati tuk kedua kali.Sakit,sakit rasanya.Khaira pernah mengalami dan merasakan nya saat putus dengan Satrya.Tetapi rasa sakit nya tak sesakit ini.Baru membayangkan putus saja sakitnya sudah terasa.Luka lamanya sudah terobati dan bekas lukanya tersamarkan karena Lefrand,namun sekarang harus membuat luka baru.Itu mustahil.
Terlalu dini untuk putus.Hubungannya dengan Lefrand baru seumur jagung dan sedang bahagia pula.Khaira sudah berikrar dalam hati untuk serius dan setia pada Lefrand.
Kesibukan Rena menata makanan dimeja ruang tengah untuk menyiapkan menyambut kepulangan Anayra terhenti.Suara gaduh yang berasal dari kamar terdengar jelas olehnya.Memastikan dengan yang terjadi di kamar Khaira,Rena naik keatas memeriksa Khaira.Bak kapal pecah,kamar Khaira porak-poranda saat Rena membuka pintu.
"Ya Tuhan.Khaira ada apa ini?.Kamu mau menghancurkan kamar ini?.".Rupa kamar Khaira sudah tak karuan lagi,Rena menggeleng tak percaya dengan yang dilihatnya itu.
"Mami,biarkan aku pergi menemui kak Lefrand.Aku mencintai dia,Mi.".Khaira merasa terbelenggu dalam kekangan ibunya.
Sudah mempertaruhkan segalanya demi cinta nya pada Lefrand.Membodohi dan membohongi semua orang dirumah.Khaira tak ingin usaha nya itu sia-sia.Apapun yang terjadi,harus mempertahankan cinta nya dan tetap bersama Lefrand.
Serasa ingin tertawa Rena mendengar ucapan Khaira."Cinta?.Hah,omong kosong.Kamu tidak bisa mencintai pria yang membuat mu jadi begini?.".Rena menunjuk bekas ulah Khaira dilantai.
Khaira menatap nyalang ibu yang meremehkan cintanya dan pria yang dicintainya."Ini salah Mami,bukan salah dia.Aku begini karena Mami mengurung kebebasan ku.Mami mengijinkan ku ke keluar,tapi tidak membiarkan ku bernafas.".Langkahnya merasa terbatas dan tak leluasa dikawal bodyguard kemana-mana,karena ibunya.
Rena memegang tangan Khaira yang terlihat dikuasai amarah.Rena mengerti yang Khaira rasakan,namun sampai detik ini belum bisa menerima Khaira dekat dengan Lefrand."Ini demi kebaikan mu,Khaira.Jangan salah paham,karena Mami sayang kamu.".
Dengan kasar Khaira menepis tangan ibunya.Merasa jijik disentuh Rena,dan perlahan mundur menjauhi Rena.
"Tau apa Mami apa yang terbaik untuk ku?.Jika Mami mengerti,aku tidak akan dikawal terus,seperti seorang pembelot.Apa itu baik untuk ku,menurut Mami?.Aku seperti burung yang dikurung didalam sangkar dan tidak bisa terbang bebas.".Khaira tak terima ibunya tak membiarkan nya hidup bebas dan bahagia.Terbelenggu dalam pengawasan Rena,dan terkungkung dalam kesedihan.
Tak henti nya Rena mengikuti langkah Khaira.Saat Khaira duduk di sofa,la turut duduk.Saat Khaira berdiri,la pun berdiri.Rena merasa seperti orang tak waras,karena Khaira.
"Khaira,kamu jangan memberontak Mami,ya?!.Mami tidak suka itu.Apa yang Mami lakukan karena Mami peduli dengan kebahagiaan mu.Jadi,turuti kemauan Mami.".Rena menunjuk wajah Khaira,begitu mengecamnya.
"Arrrgh.".Khaira merasa frustasi dan putus asa.Mengacak-acak rambutnya sambil mengitari kamar."Cukup Mi.Aku punya hati dan bukan boneka mainkan Mami.Lihat Mi!,hatiku seperti benda-benda itu.".Memperlihatkan bagaimana hatinya saat ini dengan menunjuk cermin yang dipecahkan hingga hancur berkeping-keping,dan bantal yang dikoyaknya hingga tercerai berai.
Brakkk.
"Ya Tuhan.".Begitu terkejutnya Rena saat Khaira pergi keluar dan membanting pintu.
Sukar dipercaya.Baru kali ini la melihat Khaira seperti itu.Khaira sudah berani memberontak dan melawan.Perubahan sikap Khaira begitu dahsyat karena cinta.
Rena ingin menangis namun tak bisa.Air matanya terasa kering dan sulit keluar.Merasa marah pada Lefrand,Rena mengepalkan tangannya kuat-kuat."Sialan.Anak kurang ajar.".Karena Lefrand Khaira menjadi seperti ini.
Demi Tuhan,Rena merasa dikhianati dan ditipu.Dibodohi dan dibohongi.Bak Khaira atau Lefrand,telah tega mendustai dan mengelabuinya selama ini.Tanpa sepengetahuannya menjalin ikatan cinta dan bermain di belakang.
Luar biasa,ternyata tak mudah memisahkan Khaira dari Lefrand.Cinta Khaira sangat kuat dan besar pada Lefrand.Cintanya tidak main-main dan begitu menggelora.Khaira sungguh mencintai Lefrand sampai membela Lefrand mati-matian dan menghancurkan barang.
Mencerna yang terjadi baru saja,Rena terduduk dalam lamunan,di tempat tidur Khaira.Langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya?,Rena bingung dan belum memiliki gambarannya.Semua yang terjadi diluar nalar.
Sudah berupaya memisahkan Khaira dan Lefrand namun telah gagal,dan akhirnya jadi begini.Khaira marah besar dan tak terkendali.
****
__ADS_1
Semoga sehat dan sukses.Maaf ya,baru update sekarang... Terima kasih atas dukungannya dan semoga suka...🥰