
Author:Readers ku dan kakak senior yang sudah mampir.Terima kasih 💕
###
Khaira yang mendapat telepon dari staff Nichole tadi telah tiba digedung kantor.Dilobbby,berjalan tergesa-gesa menghampiri staff Nichole yang berdiri didepan lift.
Staff Nichole yang menunggu kedatangan Khaira dari tadi,langsung tersenyum manis menyambutnya.
Bagaimana tidak,selama ini diam-diam staff Nichole mengagumi dan menyukai Khaira.Namun sadar perasaannya takkan pernah tersampaikan dan takkan bisa terbalaskan.Ibarat pungguk merindukan bulan.Belum lagi banyak dinding penyekat antara mereka.Kini,hanya bisa memendam perasaannya didalam lubuk hatinya yang terdalam,dan akan menguburnya perlahan-lahan.
"Ada masalah apa Pak Nichole?.".Khaira berdiri di hadapannya tak bisa menyembunyikan rasa panik dan penasarannya,sebab staff Nichole tak menjelaskan secara gamblang masalah yang terjadi di kantor.
Staff Nichole pun menceritakan yang ingin Khaira tahu."Tadi pagi,ada gadis yang berusaha menerobos masuk ke kantor CEO tanpa ijin dulu ke resepsionis.Bahkan gadis itu berani menaiki lift khusus CEO.".Ungkapnya serius.
Khaira yang mendengar itu tentu mendadak terkejut namun cukup melegakan.Disangka Khaira masalah yang terjadi disana itu berhubungan dengan Mall atau pekerjaan dikantor.
"Dimana gadis itu sekarang?.".Kepala Khaira celingukan dan matanya beredar mencari-cari gadis yang dimaksud di seluasnya lobby gedung itu.
Tetapi Khaira bingung,sebab belum tahu sosok gadis itu.Staff Nichole pun tak mengenalnya.Khaira beralih menatapnya dan meminta penjelasan.
Staff Nichole mengungkapkan keberadaan gadis itu."Dikantor CEO.".Tertunduk diam karena merasa lalai dalam bertugas.
Pasrah dan siap jika Khaira akan memarahinya.Staff Nichole tahu,ada peraturan tertulis jika kantor CEO tempat yang terlarang bagi orang lain,terkecuali Khaffa sendiri dan Khaira.Apalagi saat ruangan dalam keadaan kosong.Namun jika dalam keadaan darurat larangan itu tak berlaku,tetapi hanya staff tertentu saja yang diijinkan memasukinya.
Khaira heran akan lolosnya gadis itu bisa masuk ke sana,menjadi mempertanyakan tugasnya dan Security gedung.Padahal seluruh pegawai sudah tahu akan peraturan itu dan Security juga selalu siap siaga berjaga didekat pintu masuk gedung.
"Apa anda dan Security disini tidak mencegahnya masuk?.".Selidik Khaira yang langsung ditanggapi staff Nichole dengan menegakkan kepalanya.
"Aku dan Security sudah berusaha mencegah dan mengusirnya tapi tidak berhasil.Gadis itu malah menyerang dan menendang benda pusaka Security,sampai jatuh tersungkur dan teriak histeris.Bahkan lututku jadi korbannya."Menunjuk lututnya yang terasa ngilu akibat kena tendangan.
Sedih bercampur malu karena bisa dikalahkan seorang gadis.Tetapi bukan kalah melainkan mengalah.Staff Nichole tak berani melawan wanita dan tak berani bertindak lebih kasar lagi.
Ditengah terkejutnya Khaira mengulum senyum saking gelinya.Bagaimana bisa dua pria dikalahkan seorang gadis."Lalu?.".Menyuruh staff Nichole melanjutkan ceritanya.
"Tapi gadis itu tidak mau pergi sebelum bertemu Pak CEO.Akhirnya,aku dan Security menyerah dan membiarkannya saja disana.".Jelas staff Nichole apa adanya tanpa ditutupi yang terjadi disana tadi pagi itu
Khaira mendengar hal itu luar biasa menjadi marah dan geram.Dahinya mengkerut saking penasarannya akan sosok gadis itu.Tak membuang waktu lagi,Khaira bergegas ke ruang CEO meninggalkan staff Nichole yang berdiri terpaku didepan lift.
Didalam kantor CEO.Gadis yang diceritakan staff Nichole tengah duduk anggun di sofa.Gadis itu memandangi interior ruangan yang mewah namun kosong dan sepi tanpa pemiliknya.
Brakkk.
Gadis itu langsung berdiri saat pintu dibanting keras oleh Khaira dan memandanginya terheran-heran.
Kupikir Khaffa yang datang...
Hahhh,rupanya kucing liar yang membuat onar itu...
Khaira menghampiri gadis itu tetapi tak terkejut sama sekali melihatnya ada disana.Dihadapannya kini telah berdiri seorang gadis cantik berperawakan tinggi dan langsing.
Gadis yang sangat dikenal Khaira itu sudah standby dan tersenyum ramah menatapi Khaira."Hai Khaira?.Senang jumpa lagi dengan mu!.".Sabrina berbasa-basi ramah.
Namun bukan balas menyapa,ditatapnya sinis gadis itu sembari bersilang tangan."Ahhh...Kukira siapa pembuat onar disini tadi,ternyata kucing liar yang memaksa masuk kemari itu!?.Huhhh...".Menghela nafas kesal,kesenangannya tadi dirumah Lenni merasa terusik padahal tadinya akan tetap disana untuk beberapa waktu."Menjengkelkan sekali.Aku sampai meninggalkan rumah bude ku yang baru pulang dari rumah sakit!.".Sesalnya dan memutar bola matanya jengah.
Entah sejak kapan Khaira berubah ketus begitu pada Sabrina.Namun sejak tahu Sabrina mantan kekasih Lefrand menjadi 'ilfil'.Belum lagi Sabrina terus mencari-cari kakaknya menjadikan Khaira jengkel dan benci juga.
Kata-kata Khaira yang terdengar pedas,angkuh dan ketus ditelinga Sabrina membuat gadis itu mendesis kesal."Hisss...Sambutan yang ramah.Nada bicara mu ketus sekali!.Terakhir kita berjumpa sikapmu masih sopan padaku.Ahhh,ternyata kekuasaan dan kedudukan mencuci otak tikus kecil.Uups maaf!,maksudku manusia.".Sabrina melakukan hal serupa memutar bola matanya,balas mencibir Khaira.
Jabatan Khaira sebagai wakil CEO sudah sampai ke telinga Sabrina.Maka dari itu dimata Sabrina,Khaira sangat banyak berubah tak seperti sebelumnya.Namun bagi Khaira,sikap seperti itu hanya berlaku untuk Sabrina saja.
Khaira ketus seperti itu karena Sabrina tak pernah menyerah untuk bertemu Khaffa,padahal sudah tahu jika Khaffa sudah menikah.Namun Sabrina seperti pengemis cinta meskipun sudah ditolak Khaffa dan lebih memilih Anayra.
Khaira semakin jengah dan dongkol lagi mendengar balasan Sabrina,tetapi tak berbalik menyerangnya."To the point saja!.Apa niatmu datang kemari?.".Dingin dan datar memandangi Sabrina.
Namun Sabrina malah bergeming dan mengernyitkan dahinya heran menatapinya terus tanpa berkedip.
Khaira tak mau membuang waktu lama bersama Sabrina,sebab masih banyak tugas penting yang harus dikerjakannya.Khaira melirik jam ditangannya.".Cepatlah!,waktuku gak banyak.".Sentaknya.
Bukannya menjawab,Sabrina malah balik bertanya."Kamu tidak menyuruhku duduk dulu?.".Sabrina menarik satu alisnya keatas menanti Khaira mempersilahkan.
Tetapi Khaira diam saja dan acuh,malah mencelos duduk disofa dengan anggunnya.
__ADS_1
Tak ayal membuat Sabrina berdecak kesal dibuatnya,sia-sia saja padahal sudah bersikap ramah dan sopan."Ckkk,sudahlah.Aku anggap diammu tanda mempersilahkan.Terima kasih,kamu baik dan ramah sekali.Aku duduk disini.".Duduk memangku tas 'branded' nya dihadapan Khaira dibatasi meja.
Sikap Sabrina yang semakin menjadi memancing emosi Khaira.Sudah dikecewakan,dibuat kesal dan marah juga."Kenapa harus minta ijin?.Saat aku masuk,kamu tengah duduk manis tanpa seijin dari pemilik tempat ini.".Tersenyum miring mencibirnya.
Sabrina yang merasa tersinggung malah semakin ingin sengaja membuat Khaira kesal lagi dan bukannya mengatakan niatnya kesana."Huhhh...Kenapa ruangan disini panas sekali,aku jadi gerah.Sepertinya AC nya rusak,kurasa aura diruangan ini juga buruk.".Sabrina mengipasi wajahnya dengan telapak tangannya,padahal suhu diruangan itu cukup dingin dan Ac nya juga sudah dalam mode on.
Sabrina terus menguji kesabaran Khaira karena dibuat kesal.Tak menyambutnya dengan baik dan tak menyenangkan.Sudah kecewa tak bertemu Khaffa,malah diperlakukan buruk dan tak bersahabat oleh Khaira.
Belum lagi hampir diusir Security dan staff Nichole.Bahkan harus berjibaku melawan dua pria itu.Namun untungnya bisa membela diri dan melakukan perlawanan sehingga berhasil masuk,padahal niatnya baik ingin bertemu Khaffa saja.
Khaira mencoba bersabar menghadapinya namun kesabarannya kini telah habis."Cerewet sekali!.Katakan!,maksud dan tujuan mu kemari?.".Menumpangkan satu kakinya dan melipat tangannya didada.
Khaira berusaha tetap tenang,walaupun jengah melihat tingkah laku Sabrina dan terus mengulur waktunya.
Sebagai wakil CEO tentunya Khaira sangat sibuk hari ini,sampai harus mengorbankan waktu dan momen bahagia dirumah Lenni demi meladeni Sabrina.Padahal Khaira sudah meluangkan waktunya untuk itu.
Ditatapnya tajam seraut wajah gadis yang membuat moodnya buruk itu.Gadis yang posisi duduknya masih sama,kaki kirinya menopang kaki kanannya dan memeluk lututnya.
Sabrina akhirnya mengalah dan menghela nafas panjang sebelum bicara.Lelah juga mengerjai gadis dihadapannya ini."Hahhh...Sepertinya kamu sangat tidak sabaran.Baiklah,aku kemari untuk menagih hutang pada kakakmu!.Paham!?.Tapi kurasa dia tidak disini.Aku jadi sedih,kenapa dia menolak gadis secantik aku dan terus menghindari ku?.Malah menikahi mantan kekasih Lefrand.".Dengan bahasa tubuh yang membuat Khaira melongo tak percaya.
Sabrina sedih,usahanya belum membuahkan hasil hingga sekarang.Padahal sangat antusias untuk bertemu Khaffa,tetapi malah berhadapan dengan Khaira.
Khaffa hari ini pergi agak siangan kekantor seakan sudah punya firasat tak baik.Namun bukan itu alasannya,melainkan Khaffa dan Anayra menjenguk Lenni dulu dikediamannya baru ke kantor.
Khaira berdecih dan geleng-geleng kepala,tak habis pikir melihat Sabrina seperti itu.Baru kali ini bertemu gadis yang karakternya seperti Sabrina,pandai berakting dan berkata-kata.Tetapi paling menyebalkan dan menjengkelkan lagi,membawa nama Lefrand segala.
Entah sengaja atau tidak,dan tahu atau tidak jika Lefrand kekasihnya sekarang.Belum lagi Sabrina mengulang kalimat yang sama,soal Khaffa yang menikahi Anayra dan tidak memilihnya.Sangat membosankan dan menjengkelkan mendengarnya.
Semakin lama Khaira semakin jengah meladeninya dan menjadi terpikirkan mengusir untuk Sabrina."Kalau gak ada hal penting yang ingin kamu sampaikan lagi,lebih baik pergilah!.".Tandas Khaira bangkit berdiri dan menunjuk pintu.
Mempertegas menyuruh Sabrina benar-benar harus pergi.
Sabrina dibuat terkejut."Kamu mengusirku keluar?,tapi urusan ku disini belum selesai!.".Tukas Sabrina.
Khaira menggeleng pelan."Tapi kuanggap selesai!.Lagi pula urusan mu disini dengan kakakku,bukan aku.Akupun gak mengerti yang kamu katakan!.Hutang?,hutang apa?.Kakakku gak pernah berhutang pada siapapun.Mengada-ngada saja!.".Khaira mengibaskan tangannya diudara mencibirnya.
Khaira tak mengetahui saat Sabrina menggertak Khaffa.Jika Khaffa ingin menikahi Anayra maka harus memberikan 50 persen sahamnya.Tetapi itu atas dasar inisiatif dan permintaan Sabrina sendiri,bahkan Khaffa juga tak pernah menyetujui dan mengiyakan permintaannya.
Khaira tak diam saja tanpa rasa takut melawannya."Kamu marah dan tersinggung oleh ucapanku?.".Balas menatapnya tajam.
"Bukan cuma itu saja.Dari tadi selalu saja mencibirku,bicara ketus dan menatapku sinis!.Aku baru tau sekarang,kukira kamu gadis naif.Tapi rupanya,kamu besar kepala sekali.Cihhh...Membuat ku naik darah saja.".Sanggah Sabrina.
"Kalau tau lalu mau apa?.Mau menampar pipi ku?,silahkan!.".Menawarkan pipinya untuk ditampar Sabrina."Mau menjambak rambutku?,dengan senang hati kuberikan.Tapi jangan menyesal kalau ku serang balik.".Khaira menggertak Sabrina tanpa rasa takut sama sekali.
Sabrina menyeringai,Khaira ternyata gadis yang tangguh sekali."Besar sekali nyalimu!.Seandainya saja kamu tau alasan Lefrand dan Anayra putus dulu?.Kamu tidak penasaran soal itu?.".
Khaira tercengang."Apa maksudmu mengatakan itu?.".Pura-pura tak mengerti,tetapi penasaran juga.
Berdiri dekat meja kerja Khaffa untuk menghindari Sabrina.Mengatur jantungnya yang berdebar-debar kencang.
"Jangan pura-pura lugu!.Baiklah,anggap saja kamu beruntung hari ini!.Aku akan menceritakan alasannya.".Sabrina berjalan memutari Khaira dan berhenti tepat disampingnya."Dengarkan aku baik-baik!.Aku dan Lefrand bercumbu diatas tempat tidur miliknya.Dirumah Lefrand yang akan ditempati mereka setelah menikah.Tapi sayang,hal itu tidak pernah terjadi.Puas mendengarnya?.".Menjelaskan alasannya yang baru saja diketahui Khaira.
Penjelasan Sabrina yang terdengar jelas ditelinganya hampir membuat Khaira menahan nafas dan jantungnya seakan berhenti berdetak."Apaaa?.Itu gak mungkin!.".Khaira menggelengkan kepalanya antara percaya dan tidak percaya.
Sabrina yang masih berdiri disampingnya menghela nafas kasar dan memandangnya sinis."Hahhh,kamu meragukan ucapan ku?.Aku sudah berbaik hati mengakuinya dengan jujur soal ini.".Menghela nafas berat karena kecewa diragukan Khaira.
Khaira mencelos menghindari tatapan Sabrina."Bi- biar kan saja!,iitu masa lalunya.Lagi pula apa hubungan nya dengan ku?.".Terbata dan terputus-putus saking terkejutnya,bahkan tubuhnya gemetaran.
Sabrina tersenyum miring mendengarnya"Jangan mengelak,bahasa tubuh mu mengatakan sebaliknya?.Aku tau,kamu dan Lefrand saling mencintai,dan diam-diam menjalin ikatan dibelakang Anayra,Khaffa dan keluarga mu.".
Sabrina bisa tahu itu dari sikap Lefrand yang janggal.Menarik kesimpulan jika Lefrand cemburu melihat Khaira berpelukan dengan staff Nichole.Dalam posisi tertidur,saat tak sengaja terjatuh restoran.Bukan hanya itu saja,Sabrina mendapat kiriman foto dari Shenna,yang pernah memergoki mereka berdua saat makan pagi bersama di restoran.
Shenna yang mengenal baik Lefrand tentu saja mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya.Namun tak mengenal Khaira sama sekali.Sabrina yang merasakan keanehan langsung bertindak,menyelediki hubungan mereka melalui orang suruhannya.
Khaira menarik nafas dalam-dalam,akhirnya rahasianya terungkap.Sulit dipercaya,padahal berusaha seapik dan serapih mungkin menutupi hubungannya dengan Lefrand.Bahkan sangat hati-hati saat bertemu dengannya secara diam-diam.
Sabrina yang memegang kartu rahasia Khaira merasa menang.Semakin ingin mengintimidasinya."Kurasa,aku harus mengatakan kabar gembira itu nanti pada keluarga mu.".Berusaha menakutinya.".Aaahhh,sulit kubayangkan jika mereka tau itu,bagaimana reaksi mereka nantinya?.".Santai dan tenang tanpa beban memojokkan Khaira.
Khaira yang berusaha tenang dan bersabar,akhirnya tak bisa berdiam diri lagi.Saat kata-kata Sabrina seakan terdengar mengancamnya.Spontan Khaira mendorong tubuh Sabrina hingga terjerembab dan pinggulnya mendarat sempurna dilantai.
Brughhh.
__ADS_1
"Akhhh...".Sabrina memekik kesakitan dan mengusap-usap pinggulnya.
"Kalau kamu berani mengatakan itu,aku gak segan untuk menyakiti mu!.".Khaira berbalik mengancamnya.
Sabrina perlahan bangkit berdiri.Mengiris menahan rasa panas dan ngilu di pinggul nya.Dadanya naik-turun saat amarahnya kian terbakar tatkala Khaira berani bersikap kasar padanya.
Sabrina maju selangkah demi selangkah mendekati Khaira,dan memandanginya dengan sorot mata yang tajam dan kelopak mata yang menyipit."Baiklah,Tikus kecil,karena kamu sudah berani melawan kucing liar,maka akan kuladeni!.".Menjambak dan menarik rambut Khaira yang panjang kebawah sampai Khaira memekik kesakitan.
"Aaaakh..."..
"Aaakh...Kamu berani melawanku?.".Sabrina berteriak saat Khaira balas menjambak rambutnya.
"Sama sekali aku gak takut,takkan mundur selangkah pun.".Dengan berapi-api Khaira melawan Sabrina.
Dua gadis cantik itu saling menarik dan menjambaki rambut.Saling serang dan menyerang tanpa mau mengalah dan tak mau menyerah.
"Ughhh....".Sabrina mengaduh saat Khaira menendang lututnya sekerasnya.
Sabrina melepaskan kedua tangannya dari kepala Khaira dan membungkuk memegangi lututnya.
"Itu untuk membalas perlakuan kasarmu pada Staff Nichole,dan ini....".Tangan kanan Khaira mengayun diudara dan mendarat dipipi Sabrina.
Plakkk.
"Akhhh....".Sabrina merintih sakit saat Khaira menamparnya hingga pipinya terasa panas dan nyeri.
"Untuk membalas sikapmu pada Security disini.".Ungkap Khaira.
"Gadis kurang ajar!.Dimana sopan santun mu?.".Sabrina bangkit berdiri mendekati Khaira dan secepat kilat melayangkan tangan kanannya diudara,siap balas menampar pipi Khaira."Ini untuk membalas perbuatan mu.".
Khaira terpejam saat Sabrina akan mendaratkan tangannya dipipinya.
"Jangan sentuh adikku!.".Tiba-tiba Anayra mencekal lengan Sabrina dan menurunkannya kebawah."Apa yang kamu lakukan disini?.".Menatapnya dengan tajam.
"Kamu?.".Sabrina tercengang melihat Anayra sudah berdiri disampingnya.
"Jika berani,hadapi aku bukan dia.Gadis pengecut!.".Tandas Anayra dengan geramnya.
Tangannya mengepal kuat disamping menahan emosinya.Baru saja datang sudah dikejutkan pemandangan yang buruk.Khaira bergerak cepat berdiri dekat Anayra.Merapikan rambutnya yang berantakan dan menatap bengis Sabrina.
Sabrina memandangi dua gadis dihadapannya dan tertawa terbahak-bahak."Hahaha...Dua lawan satu.Siapa yang lebih pengecut disini?.".Tukasnya.
"Khaira,mundurlah!.Biar aku yang hadapi dia.".Anayra memasang badan didepan Khaira.
Tetapi Khaira memegang lengan Anayra,cemas dan takut Sabrina akan berbuat kasar padanya."Tapi kak...".Terdiam saat Anayra menggelengkan kepalanya,memberi isyarat untuk tetap diam.
Melihat momen seperti itu,Sabrina menyeringai tipis."So sweet...Sepertinya kalian saling menyayangi!?.".Menyilangkan tangannya didada dan menatap sinis dua gadis dihadapannya.
"Apa mau mu datang kemari?.".Anayra mengernyit heran melihat Sabrina datang ke kantor.
Alih-alih menjawab,Sabrina malah balik bertanya."Kamu sendiri kemari,Anayra?.Seperti nya kamu tidak didampingi suami mu.Ahhh,aku tau kamu pasti menjenguk adik ipar mu disini.Bukan begitu,Anayra?.".
Anayra tak bergeming."Jangan bertele-tele,cepat katakan gadis binal!.".Menekan kata gadis binal dan menatap rendah Sabrina.
"Kamu,berani mengataiku itu?.Kalian sama saja,terimalah ini...".Sabrina mengangkat tangan kanannya akan menampar Anayra.
"Berhenti!.".Khaffa berteriak didekat pintu ruangannya yang sudah terbuka
Sabrina terkesiap melihat Khaffa disana dan menurunkan tangannya kembali.Menjadi takut dan panik saat Khaffa datang menghampirinya.
"Jangan pernah sekalipun menyentuh istriku!.".Menatap Sabrina dengan sorot matanya yang tajam dan menganggap Sabrina seolah bangkai binatang yang menjijikkan.
Sabrina tertunduk diam,malu bercampur takut.Perlakuan kasarnya pada Anayra dipergoki Khaffa,ini sama saja dengan bunuh diri.Khaffa pasti semakin membencinya sekarang.
Khaffa menatapi Sabrina seperti serigala yang ingin menerkam mangsanya.Dadanya bergemuruh hebat menahan amarahnya.Bagaimana tidak?,istri yang sangat dilindungi dan dicintainya akan disakiti Sabrina.Sedikit pun tak boleh ada yang berani menyentuh dan menyakiti Anayra,baik lahir maupun batinnya.
Sabrina menelan salivanya kasar dan lidahnya mendadak kelu.Tak bisa berkata-kata,seakan nafasnya terasa tercekat saat Khaffa berdiri disampingnya.
"Kau seperti gadis ****** dan murahan.Tidak punya etika,berani membuat keributan dikantor ku?.".Dengan nada yang menekan dan menakutkan.
Khaira dan Anayra saling berpandangan dan tersenyum manis.Senang melihat Sabrina mati kutu seperti itu.Nasib baik seolah berpihak pada mereka,dan nasib buruk seakan berpihak pada Sabrina.
__ADS_1