
***
Siang hari,Anayra dan Alma duduk bersampingan dikursi kerjanya masing-masing di butik.Mereka sibuk mengerjakan laporan harian pemasukan dan pengeluaran barang dibelakang meja kerjanya.Alma membacakan laporan dan Anayra mengetiknya dilaptopnya.
"Oiya Nay',aku lupa bilang.Ada 5 barang yang harus diretur hari ini.Tadi pagi aku sudah cek,dan sudah aku packing juga.Ada sobekan digaun itu.".Alma meletakkan selembar kertas dimeja.
Penjelasan Alma membuat Anayra heran"Kenapa bisa?.".Menghentikan aktivitas nya dan mengernyit aneh.
"Sepertinya itu ulah si Jerry.".Alma menduga-duga dan menopang dagunya dimeja."Ini tidak bisa dibiarkan,perusahaan akan merugi jika kita diam saja.".Rasa pedulinya terhadap perusahaan menuntutnya untuk melakukan sesuatu.
Tadi pagi saat Alma baru masuk,Santi dan Melly memberitahunya.Saat itu keduanya tengah merapikan dan memeriksa gaun-gaun dipajangan.Mereka melihat ada sobekan digaun itu yang tampak seperti bekas gigitan tikus.
"Apa???,gawat!.Bagaimana bisa tikus itu masuk kemari?.".Anayra terperanjat berdiri dan panik.
"Telat kagetnya tau!.Dia mau shopping kaliii!.".Alma memutar matanya jengah mendengar pertanyaan konyol Anayra.
"Bukannya penjagaan disini sangat ketat?.".Setau Anayra,Mall itu sangat menjaga kebersihan dan keamanan nya.
Alma semakin gemas dibuatnya."Hellouuu...Hewan itu sangat kecil,tidak sebesar tubuhmu yang semok itu,seksi dan montok.".Alma berkacak pinggang dikursinya,merasa sebal dengan kebodohan Anayra.
Temperamen Anayra perlahan meningkat.Amarah menguasai hati dan pikirannya,tak bisa berpikir logis dan rasional lagi."Baiklah.Al',ambil alih kerjaanku!.Aku akan membuat perhitungan dengan nya.".Anayra mengepalkan tangannya dan tergesa-gesa pergi menuju gedung sebelah.
Tangannya mengepal kuat dan matanya menyipit,menahan amarah yang bergejolak dihatinya.
"Ada apa kak?.".Khaira berdiri saat Anayra berjalan melewatinya.
Khaira merasa aneh melihat Anayra tiba-tiba muncul dengan wajah garang.
Anayra tak merespon dan tak hirau,pikirannya fokus pada niatnya dan pada orang yang ada didalam ruangan CEO itu.
Brakkk.
Sekuatnya Anayra membuka pintu dan membantingnya keras dan penuh keberanian tingkat tinggi.
Melihat Anayra menerobos masuk tanpa mengetuk pintu dan tanpa seijinnya,Khaffa menjadi geram."Heiii...Dimana letak sopan santun mu,hah?.".Khaffa menatapi sinis Anayra.
Anayra tak mengindahkan ocehan Khaffa.Tanpa rasa takut,berjalan menghampiri Khaffa,tanpa menyadari jika Khaffa tidak sendirian di ruangan itu.
"Sebaiknya Pak Khaffa segera bertindak!.Bagaimana bisa ada tikus masuk ke Mall dan merusak gaun-gaun di butik?.".Anayra bersilang tangan saat berhadapan dengan Khaffa,dan didepan dimeja kerja sang pemimpin perusahaan.
"Omong kosong.".Khaffa berdecak tak percaya akan yang dikatakan Anayra."Tingkat kebersihan dan keamanan disini sangat ketat.Tidak mungkin itu sampai terjadi.".Sebagai pimpinan perusahaan,bagi Khaffa itu hal utama dalam menjaga kenyamanan pengunjung Mall.
"Menyedihkan,anda meragukan ucapan ku?.Apa aku harus memberikan buktinya pada anda?.".Anayra menatap tajam Khaffa merasa diremehkan,Khaffa menganggapnya mengarang cerita.
"Apa yang harus aku lakukan pada tikus itu jika ada bukti yang konkret?.Haruskah ku menghukum nya dan memberinya sanksi?.".Khaffa hanya akan percaya jika ada fakta dan melihatnya sendiri,tidak percaya kata-kata saja.
Khaffa menyilangkan kedua tangannya dan menatap Anayra dengan sengitnya.Ucapan Khaffa yang masuk akal membuat Anayra salah tingkah dan gelagapan,kelimpungan mencari jawaban yang tepat untuk membalas pertanyaan Khaffa.
"Iitu...Terserah anda!.Tapi harus anda ketahui,gaun di butik bernilai jutaan.Bagaimana jika Bu Lulla mengalami kerugian setiap hari nya?,jika anda berdiam diri saja?.".Anayra menceritakan keadaan yang mungkin bisa terjadi dan dialami majikannya.
Memang begitu kenyataannya,mengingat harga gaun-gaun dibutik tak ada yang murah,semuanya berharga jutaan.Terkecuali jika ada acara diskon dan cuci gudang.
"Aku tau,aku tidak butuh penjelasan tentang itu.".Khaffa memasukkan tangannya kedalam saku celananya."Aku bukan orang bodoh dan tolol yang harus kamu gurui.Hal semacam itu semua orang sudah tau.".Menggeram merasa digurui Anayra.
Rasa marah,bingung dan malu bercampur menjadi satu."Bagus,jika anda mengerti.Tapi aku akan sangat berterima kasih dan merasa senang jika anda bergerak cepat.".Anayra keukeuh mau melakukan perhitungan dengan Khaffa."Jangan sampai si Jerry,em maksud ku tikus itu,masih berkeliaran di Mall.".
Khaffa mengulum senyum,menahan tawanya saat Anayra menyebutkan nama si Jerry.Ingin sekali meledakkan suara tawanya tetapi tetap tenang demi menjaga wibawanya.
Sedari tadi Anayra tidak menyadari jika ada seseorang tengah memperhatikannya dibelakangnya.
Siapa gadis ini?,berani sekali dia berbicara lantang pada Khaffa?...
Seorang pria tampan berperawakan tinggi dan tegap berdiri dibelakang Anayra.Pria itu tadi dilewati Anayra begitu saja,dan tak melihat nya sama sekali.
Pria itu baru datang beberapa menit yang lalu sebelum Anayra menerobos masuk.Baru saja menyapa Khaffa,Anayra tiba-tiba muncul dan mengagetkan nya.
Sudut bibir Khaffa terangkat keatas,menyeringai tipis."Kamu pikir mudah menangkap binatang sekecil itu,yang ukurannya hanya sebesar kepalan tanganmu itu?.''.Khaffa memangkas jarak dan mendekati Anayra."Jika kamu punya banyak waktu,tangkaplah sendiri binatang itu!.".
"Aaaku?,menangkapnya sendiri?.".Dengan panik Anayra menunjuk wajahnya sendiri,dan berjalan mundur kebelakang."Lalu apa yang akan anda lakukan sebagai seorang pimpinan tempat ini?.".
"Menurutmu apa?.Aku sibuk dan tidak punya waktu untuk mengurus hal itu?.".Khaffa terus melakukan perlawanan dan memojokkan Anayra.
Anayra semakin kebingungan."Aku tau,tapi anda tetap harus melakukan sesuatu,jika tidak maka...". Ucapannya terhenti saat kakinya membentur kaki kursi,dan menjadi gugup kala Khaffa hanya berjarak sejengkal saja dengannya.
Khaffa sengaja melakukan itu,bahkan hatinya senang bisa melihat ekspresi wajah Anayra seperti itu.
Anayra meminta pertanggung jawaban Khaffa sebagai CEO di Mall.Tak ingin Khaffa hanya duduk diam saja dan tidak melakukan tindakan apapun.Tidak mungkin jika harus mencari binatang pengerat itu sendirian,saat melihatnya saja merasa jijik dan geli.
Pria yang dibelakang Anayra,tampak asyik memperhatikan gerak-gerik Anayra yang menurutnya lucu dan menggemaskan.Pria itu penasaran dengan wajah Anayra.Sayangnya,hanya bisa menatapi Anayra dari belakang saja,saat dirinya berdiri dan bersandar dibagian belakang sofa dengan bersilang tangan.
__ADS_1
Mengagumkan.Gadis ini berani sekali melawannya...
Pria itu senyum-senyum memandangi Anayra.
"Maka apa?.".Khaffa mencondongkan badannya kearah Anayra,dan menatapnya lekat."Apa yang akan kamu lakukan padaku?.Katakan!,aku penasaran?.".Melihat Anayra bergeming,Khaffa mengulum senyum.
Anayra semakin gugup,hingga terdiam saja dan tertunduk malu.Merasa cukup puas mengintimidasi Anayra,Khaffa menghela nafas.
Sepertinya dia nervous dan kehabisan kata-kata.Kurasa sudah cukup,mengerjainya...
Khaffa memandangi wajah Anayra yang ditekuk.
"Baiklah,aku akan menuruti permintaanmu.Tapi,jangan pernah berani masuk kedalam ruanganku tanpa mengetuk pintu dan tanpa seijinku!.Apalagi saat aku sedang menerima tamu.".Khaffa mengalah karena iba.
Anayra terhenyak saat Khaffa memegang dagunya dan mengangkat wajahnya.Khaffa melakukan itu agar bisa melihat wajah cantik Anayra dengan jelas.
Ucapan Khaffa yang santai,mampu menggetarkan hati Anayra,dan perlakuan manis Khaffa membuat jantung Anayra berdebar-debar.Apalagi saat iris mata mereka beradu pandang,dan saling bertatapan.
Khaffa segera menarik tangannya dari dagu Anayra.Jantung Khaffa berdegup saat merasakan sesuatu dihatinya.
Bodoh,kupikir dia sendirian disini...
Anayra terkejut saat Khaffa mengungkapkan jika tengah bersama seseorang diruangannya.
Kepala Anayra celingukan mencari orang tersebut.
"Ekhm...".Pria dibelakang Anayra berdehem.
Anayra berbalik kearahnya dan memandangi nya.
Cantik...
Pria itu terpesona melihat kecantikan wajah Anayra.
Sumpah aku malu.Aku harus segera pergi dari sini...
"Maaf!.".Anayra tersenyum kikuk dan membungkukkan badannya pada pria itu.
"Bbaiklah,aku permisi Pak!.Uurusanku sudah selesai disini!.".Anayra berlalu pergi dari hadapan Khaffa.
"Heiii tunggu!.".Khaffa mencekal lengan Anayra."Lepaskan sepatumu!.".Membuat Anayra mengernyit terheran."Ucapanku tidak jelas?,lepaskan!.".Melihat Anayra mematung,Khaffa membentaknya karena kesal.
Hisss...Sepertinya pria ini kehabisan obat.Penyakit darah tinggi nya kumat...
Khaffa membungkuk dan mengambil salah satu sepatu Anayra,membolak-balik sepatunya dan meletakkannya kembali."Pergilah!.".
Dengan hati dongkol Anayra melirik Khaffa sekilas dan mendengus kesal."Dasar pria aneh!.".Berlalu dari hadapan Khaffa apa dengan hati dongkol.
Saat berjalan menuju pintu,Anayra menatap pria yang berdiri dibelakangnya,dan menatapnya saat melewatinya.Pria yang ditatapnya menyunggingkan senyum manisnya,membuat Anayra mengernyit aneh dan bergidik ngeri.
"Dia lebih aneh lagi kurasa!.".Gumamnya didepan pintu ruangan CEO.
Khaffa mengulum senyumnya sembari menatap kepergian Anayra sampai menghilang dari pandangannya.lngin sekali la tertawa terbahak-bahak jika sedang sendirian saat ini karena tingkah Anayra tadi membuatnya geli dan gemas.
"Siapa gadis itu?.Dia cantik dan unik!.Apa dia salah satu pegawai diMall ini?.".Tanya pria berjaket kulit warna hitam itu penasaran sambil menghampiri Khaffa lalu duduk dikursi yang ada didepan meja Khaffa.
"Ahhh,dia cuma pegawai biasa dibutik Bang!.Jangan ganggu gadis itu,dia rese dan agak galak!.".Ungkap Khaffa sambil duduk dikusinya.
Khaffa sengaja menjelekkan Anayra didepan pria yang dipanggilnya 'Bang' itu.
"Tapi sepertinya aku menyukainya!.Dia tipeku dan aku justru tertarik pada wanita seperti itu,menurutku menyenangkan!.".Ucap pria itu.
Deggg.
"Hahaha...Lupakan soal dia Bang!.Apa Abang akan akan hadir dipesta itu?.".Ucap Khaffa mengalihkan pembicaraan sambil bersidekap diatas mejanya meneruskan pembicaraan yang dibahasnya ditelepon genggam selulernya tadi pagi bersama pria yang ada dihadapannya.
Tentunya Khaffa tak rela jika pria itu mendekatinya.Pasalnya,Anayra mulai menarik perhatiannya dan lagipula la tahu jikalau pria itu seorang pemburu cinta.Seperti seorang kumbang penghisap sari bunga lalu ditinggalkan bunga itu setelah sari nya terhisap habis.
"Tentu saja,ga mungkin aku menolak undangan yang ditujukan untukku,apalagi diberikan langsung oleh ibu Lulla.".Jawabnya datar.
Kemarin la mendapat undangan dari Lulla secara la selaku presiden direktur diHotel tempatnya bekerja.
"Apa ibu Lulla boking ballroom hotel dan kamar?.".Khaffa menyelidik dengan wajah penasaran.
Khaffa sudah mengetahui lokasi digelarnya pesta dari undangan yang diberikan Anayra.Pesta akan digelar disebuah Hotel ternama yang dipimpin oleh pria yang sedang berbincang dengannya saat ini.
"Ballroom dan 10 kamar saja untuk para pegawainya bersiap,kurasa!.".Ucapnya datar sambil memainkan miniatur mobil antik yang ada dimeja Khaffa.
Mengatakan apa adanya sesuai dengan yang diketahuinya.
__ADS_1
"Hmmm,memang seharusnya begitu!.Sepertinya pesta itu akan digelar dengan meriah.".Ucap Khaffa menduga-duga.
Khaffa bisa menduga-duga sebab hotel tempat pesta akan digelar bukanlah hotel biasa-biasa saja.
"Pasti,ibu Lulla bahkan melibatkan WO terkenal disini.Dan chef ternama dikota ini untuk urusan kateringnya.".Jelas pria itu.
Dia pernah melihat tim dari WO yang bertugas untuk mendekorasi ballroom yang sudah la ketahui.Dan juga mengenal Chef handal yang akan bertugas didapur adalah Chef yang bekerja dibawah kepemimpinannya.
"Ffa,apa kabarnya Om dan Tante?.Aku sudah lama ga mengunjungi mereka karena sibuk!.".Sambung pria itu sambil berjalan menghampiri kaca jendela raksasa dibelakang kursi Khaffa lalu menatap keluar melihat pemandangan dibawah.
"Baik Bang!.Aku juga begitu,jarang pulang kerumah.Sebab aku tinggal diapartemenku sekarang.".Sahut Khaffa sambil memutar kursinya kearah pria itu.
"Aku tau soal itu!.Oiya aku pernah berencana untuk membeli satu unit diapartemenmu!.Aku bosan menetap terus dipaviliun lantai atap.".Ucapnya merendah.
"Jangan merendah Bang,itu paviliun tapi bentukannya seperti istana diatas awan.".Sanggah Khaffa cepat.
"Hahaha...Itu menurutmu!.Baiklah,aku pergi dulu,masih banyak yang harus ku urus!.".Pamitnya.
"Ok,sampai jumpa lagi Bang!.".
Khaffa saling berangkulan dengan pria yang dipanggilnya Abang itu kemudian pria itu pergi dari ruangan Khaffa sambil menenggerkan kacamata hitamnya.
"Huuuh,kenapa pria-pria yang suka sama dia orang penting semua?.Kayaknya saingan gue nambah satu!.".Ucap Khaffa sambil menghempaskan tubuhnya dikursinya.
"Aaaargh...kenapa pikiran gue jadi kacau kayak gini?,dia kan bukan kekasih gue dan cuma kekasih pura-pura gue!.".Oceh Khaffa sambil mengacak-acak rambutnya.
Cklek.
Sepeninggal pria itu,Khaira masuk kedalam dengan kening berkerut.
"Abang,kak Anayra kenapa?,tadi keliatannya dia marah?.".Tanya Khaira penasaran dengan wajah sok ingin tahunya sambil menghampiri Khaffa dimejanya.
"Ckkk,kamu selalu saja mau tau urusan Abang Khai'.Sebaiknya kamu fokus kerja dan lakukan saja tugasmu dengan baik!.".Titah Khaffa tegas tanpa menoleh padanya dan malah tertarik menscrol ponselnya yang tadi tergeletak dimejanya.
Khaira berdecak kesal sambil menghentakkan kakinya.
"Ckkk,Abang selalu saja buat aku penasaran.Lama-lama aku bisa mati penasaran disini!.".Rutuk Khaira sambil melengos pergi dengan wajah merengut kesal.
Khaira terus mengoceh tak jelas dikursi kerjanya dan mengeluarkan uneg-unegnya sambil membuka buku agenda halaman demi halaman.
Dibutik.Anayra sudah sampai 5 menit yang lalu.Dia berkeluh kesah pada Alma sepulangnya dari kantor CEO.
"Tenang aja Nay'!.CEO itu pasti bertindak kok!.Oya Nay',tadi Mas Lefrand kesini tapi dia buru-buru pergi!.Ada kerjaan katanya dan dia cuma nitipin ini buat kamu!.".Ucap Alma sambil menyerahkan kotak didalam paper bag berukuran besar.
Secepatnya Anayra mengambilnya,dengan jantung berdebar lalu membukanya secara perlahan.
Setelah Anayra menunjukkan isinya,Alma bersiul saat melihat barangnya.
"Syuuuttt.Kado istimewa,untuk gadis istimewa dan dari pria yang istimewa.".Celoteh Alma menggoda Anayra sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Sembari mencebikkan bibirnya,Anayra menoyor pelipis Alma.
"Leeehhh.Tapi kenapa dia ngasih aku gaun ini?,kukira dia marah dan ga mau ketemu aku lagi!.".Anayra terheran sambil menatap gaun putih yang cantik itu.
Dia mengira Lefrand akan menghindari dan menjauhinya karena tersinggung oleh ucapannya tempo hari.
"Itulah kekuatan dan hebatnya cinta!.Selama janur kuning belum melengkung,CEO pun pasti lewat!.".Ucap Alma sambil menggesek lehernya dengan tangannya seperti sedang menyembelih.
"Kurasa kamu dianggap cinta sejatinya Nay'!.Buktinya dia ga pernah menyerah sampai sekarang,walaupun sudah ditolak berkali-kali secara ga langsung sama kamu!.Kuat juga mentalnya,maju terus dan pantang mundur!.Bahagialah kamu Nay' karena bisa dicintai sampai segitunya sama mas Lefrand!.".
Berasumsi sendiri seperti itu sebab Alma menilai dari sikap Lefrand yang maju terus dan pantang mundur.Seperti seorang prajurit cinta sejati.
"Entahlah Al'!.Biar waktu yang menjawabnya.Aku akan menerima cinta nya lagi atau menerima cinta yang lain?.Untuk saat ini biarlah mengalir saja apa adanya.Aku takut untuk berencana dan berandai-andai.Seperti yang sudah-sudah dan sebelumnya,akhirnya berujung pahit dan kecewa kisah cinta ku.".Lirih Anayra berargumentasi sambil meletakkan gaun itu kembali kedalam kotaknya dan memasukkannya kedalam paper bag kemudian menyimpannya dibawah mejanya karena takut merusaknya.
Teringat masa-masa la bersama Lefrand dulu.Rencana yang sudah disusun dengan baik dan matang untuk bertunangan namun pada akhirnya tidak pernah terwujudkan karena pengkhianatan Lefrand.Sekarang Anayra mengantisipasi diri dari hal-hal yang membuatnya kecewa dan sedih.Sebab tidak mau masuk dan jatuh kedalam lubang yang sama.
Walaupun masih tersimpan rasa cinta untuk Lefrand namun rasa takut dikhianati lagi menghantuinya.Seakan Lefrand akan melakukan hal yang sama lagi seperti dulu.Bayangan dulu pun masih terlintas dipikirannya saat Lefrand berkencan dengan gadis yang dikenal sebagai mantan kekasihnya.
Sejenak Alma tertegun menyimaknya tanpa berani berkomentar.Dia paham dan mengerti yang dirasakan Anayra.
"Baiklah!,terserah kamu Nay'!.Jangan terlalu dipikirkan dan jangan dipaksakan!.Ikuti saja kata hatimu nanti!,harus memilih dia lagi atau pindah ke lain hati.".Cetus Alma sambil menggenggam tangannya.
Dengan penuh rasa sayang Alma memandangi wajah sahabatnya itu.Dia adalah saksi mata saat Anayra mengarungi bahtera cintanya bersama Lefrand dulu kala itu.Alma menyaksikan saat Anayra tersenyum bahagia dan juga saat menangis sedih.
Ditanggapi senyum tipis oleh Anayra lalu menyibukkan dirinya kembali pada pekerjaannya masing-masing tanpa berniat membahas soal itu lagi.
Teka-teki cintanya bersama Lefrand masih belum terjawab dan belum terbayangkan dipikiran Anayra.Lika-liku perjalanan dalam mengarungi kehidupannya pun belum tahu akan berakhir bahagia atau sedih nantinya.
***
__ADS_1
Author:Bahagia itu bagi author saat readers berkenan meninggalkan jejak 'Like' dan Komentar' untuk penyemangat...Semoga suka dan terhibur.
Terima kasih.