
Kedatangan Sabrina tadi membuat pikiran Khaffa teralihkan dan tidak bisa fokus bekerja.Untuk melupakan itu Khaffa pergi menuju Mall,mencari hiburan disana dan sekaligus memantau situasi Mall sendirian.
Saat menyusuri lantai,langkahnya terhenti didepan butik,menatap gadisnya dan tersenyum tipis.Anayra tengah merapikan dan menata ulang gelungan rambutnya tanpa tahu jika Khaffa mengawasinya dibalik dinding kaca dari kejauhan.
Dari luar butik seorang pria tampan masuk kedalam butik tanpa melihat situasi.Pria berstelan jas tanpa dasi itu menghampiri Anayra dan langsung duduk dihadapan mejanya dan mengukir senyuman.Khaffa sontak tersulut emosinya saat melihat mereka berdua.
Didalam butik.Anayra langsung memegang dadanya karena terkejut,tiba-tiba Lefrand duduk dihadapannya."Ya ampun,jantungku hampir loncat keluar!.".Dengan wajah terkejut-kejut.
"Ana',apa kabar?.Lama kita gak bertemu,aku sampai gak bisa tidur nyenyak karena merindukanmu!.Apa kamu juga merindukanku?.".Langsung menodong Anayra dengan pertanyaan konyol untuk menggodanya.
"Alhamdulillah baik mas!.Ishhh,apaan sih,main tembak saja pakai kata rindu?.Sesibuk itu mas sampai lama gak mampir kemari?.".Lefrand cukup lama tak menemuinya hingga membuat Anayra bertanya-tanya.
Biasanya Lefrand selalu menyempatkan diri untuk mampir ke butik disaat waktu senggang.Bahkan bisa datang sesering mungkin jika banyak waktu luang dan berlama-lama disana, menemani Anayra.
Anayra sangat santai dan menikmati bincang-bincang nya bersama Lefrand.Sampai melupakan perjanjiannya bersama Khaffa.Tak tahu juga jika Khaffa ada diluar butik dan tengah menatapnya tajam.
Saat merasakan panas menjalar dihatinya,Khaffa pergi meninggalkan tempat itu dan tersenyum smirk."Jangan terkejut jika aku melakukan sesuatu yang membuat mu akan berpaling darinya.".Berjalan menuju lift,pergi ke basement."Terpaksa harus ku lakukan!.Kamu yang memancing emosi ku Anayra.Ini salahmu karena lupa akan janji kita!.".Khaffa dipenuhi rasa cemburu melihat Anayra dan Lefrand.
Dibutik,Lefrand tak bergeming."Begitulah!.Tapi kamu masih tetap sama,gak berubah sama sekali.".Memperhatikan Anayra yang duduk dihadapannya."Ana',kita makan siang bersama nanti,jangan berani menolakku?.".Setengah memaksa dan menekan mengajak Anayra makan.
"Tumben tanya dulu,biasanya main gusur saja!.".Anayra terkekeh geli melihat sikap Lefrand yang aneh.
Pikirannya fokus disana tanpa memperdulikan hal lain.Lefrand tertawa renyah saat Anayra meledeknya karena sadar dan mengakuinya,memang benar kenyataannya seperti itu.
"Baiklah!,karena kamu gak menolak.Aku tunggu disofa.Sisa waktumu 25 menit,jadi siap-siap ok!.".Lefrand melihat jam ditangannya dan pindah duduknya disofa tanpa menunggu jawaban Anayra.
Selama menunggu Anayra sampai jam istirahat tiba.Lefrand membaca koran yang tadi pagi dibelinya tetapi belum sempat dibacanya karena terhalang pekerjaan.
Dibasement.Khaffa pergi meninggalkan gedung bertingkat itu.Melesat cepat dengan mobilnya menuju kediaman keluarganya.Diperjalanan Khaffa tak hentinya berpikir.
Setibanya dihalaman rumah.Dengan langkah panjang langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.Rena dan Andika baru selesai makan siang,saat akan menuju ruang tengah,dikagetkan Khaffa yang tampak marah.
"Mami,siapkan segala sesuatu nya untuk pernikahanku besok!.Hubungi keluarga Anayra dan suruh mereka bersiap-siap!.".Tanpa basa-basi dan menyapa Khaffa mengatakan itu dengan serius dan tegas.
Rena dan Andika sampai terbelalak,menghampiri Khaffa yang sudah duduk disofa dan duduk disampingnya.
"Abang ada apa?,kenapa mendadak sekali dan tiba-tiba mau menikah besok?.Apa kamu melakukan sesuatu pada Anayra?,apa kamu menghamili dia?.".Rena mencecari Khaffa pertanyaan dengan nada marah.".Ishhh,dasar anak kurang ajar dan kurang iman!.Banyak istighfar dan jangan terus berduaan dengan nya,yang ketiga ada setan menggoda kalian!.".Rena terus mencaci maki Khaffa tanpa menyelidiki dulu kebenarannya dan tak tahu alasan sebenarnya.
Khaffa meringis saat Rena menimpuknya menggunakan bantal sofa dan berusaha terus menghindarinya."Mami dengarkan dulu penjelasan Abang!.Ini gak seperti yang Mami pikirkan dan Mami katakan!.Stop Mi!.".Khaffa menyilangkan kedua tangannya membentuk huruf x saat ibunya terus menyerangnya.
"Mi,sudah kasian Abang!.Dengarkan cerita dia dulu!.".Andika merebut bantal sofa dari tangan Rena.
Rena terengah-engah saat menghentikan aksinya.Khaffa menepuk pakaiannya yang berdebu dan berantakan karena ulah ibunya.
"Lalu,apa alasannya sampai mau menikahinya secepat itu?.Kamu pikir menyiapkan itu semua mudah,hah?.Cepat katakan!?.".Rena menginterogasinya dengan wajah berang.
"Karena Abang sangat mencintai Anayra dan gak mau kehilangannya.Bukankah seharusnya Mami dan Papi senang akan Abang menikah?,harapan Mami jadi terkabulkan!.".Khaffa beralasan untuk menenangkan hati ibunya.
Rena terdiam mencerna kata-katanya."Benar!,tapi bukan begitu caranya!.Kita ini keluarga beradab dan terpandang!.Mau ditaruh dimana muka kami kalau kamu menikah tanpa mengundang siapapun!?.".
"Itu urusan mudah Mi,yang penting akad dulu!,resepsi pernikahan bisa digelar kemudian hari,baru saat itu kita bisa sebar undangan!.".Andika memberi saran dan mengambil jalan tengah untuk mendukung keputusan Khaffa.
"Ide Papi cukup bagus!.Gak salah Mami pilih Papi sebagai suami!.".Rena mengacungkan jempolnya kearah Andika.
"Ok,kalau begitu Mami setuju!.Tapi benar kan kamu belum belah duren dan tidak mengganggunya?.Kalau sampai itu terjadi,siap-siap saja diblacklist dari keluarga kita!.".Rena cemas karena takut Khaffa membodohi dan berbohong lagi.
__ADS_1
Khaffa menganggguk yakin dan mantap."Yakin!,Mami harus percaya dan jangan khawatir soal itu?.".
"Mami pegang kata-kata mu!.Mami tidak segan untuk menghukum mu!.".Rena menatap tajam Khaffa,seolah mengancamnya.
Jika Khaffa berbohong maka Rena akan bertindak sesuatu yang membuat Khaffa kapok dan jera.
"Haruskah Abang buktikan dengan Anayra didepan Mami?.".Khaffa mengatakan sesuatu yang konyol untuk meyakinkan ibunya.
"Anak nakal!,tidak tau etika dan tata krama!.Berani berbuat mesum didepan Mami,hah?.".Rena mengerti yang dikatakan Khaffa dan mencubit lengannya dengan keras hingga Khaffa meringis sakit.
"Pertanyaan Mami aneh!.Aku gak mungkin melakukan hal serendah itu!.".Khaffa menegaskan itu yang membuat Rena bernafas lega.".Mi,jangan lupa siapkan mas kawin,mahar dan seperangkat alat sholat!.".Untuk mengingatkan ibunya.
Membuat Rena memutar matanya jengah mendengarnya dan menepuk keningnya sendiri."Hadeuhhh!.Sebelum kamu menikah,Mami dan Papi mu lebih dulu menikah.Ingat!,dari mana kamu lahir?.Sampai sudah sebesar dan setinggi ini!.".Rena berkacak pinggang,tak habis pikir Khaffa mengajarinya.
"Aku paham,Maaf Mi!.Abang mendadak lupa dan pikun!.".Khaffa garuk-garuk kepala saat sadar akan kebodohannya.
"Abang,bagaimana kabar Riccy?,ada berita tentang dia?.".Andika bertanya karena penasaran.
Andika cemas setelah tahu Riccy pergi kekotanya dan belum kembali tanpa kabar berita hingga sekarang.
"Belum Pi!.Kurasa telat mencarinya!.Sekarang dia dan keluarganya pindah entah kemana.Abang Raka,kakaknya Riccy sulit dihubungi juga.Kita kehilangan jejak dan putus kontak dengan mereka semua!.".Khaffa merasa sedih dan kehilangan Riccy serta anggota keluarga Riccy yang lainnya.
Baru kali ini Khaffa merasa gagal dengan tugasnya dan tak berhasil melakukan sesuatu.Kepergian Riccy sangat membingungkan Khaffa dan orang-orang disekitarnya.
"Ya sudah!,mereka pergi pasti ada alasannya,jangan terlalu dipikirkan nanti sakit!.Suatu saat dia pasti kembali!.".Andika menenangkan dan memberi pengertian pada Khaffa karena tidak mau melihatnya sedih dan terpuruk.
Walaupun Andika merasa kehilangan juga.Riccy sudah seperti putranya sendiri,anak yatim yang membutuhkan figur seorang ayah.Andika menyayangi Riccy dan memberikan perhatiannya,membantunya dengan materi dan memfasilitasinya dengan sebuah rumah kecil bergaya modern minimalis untuk tempat tinggal Riccy selama bekerja.Rumaj yang ada dikawasan perumahan,tetapi rumah itu kini kosong ditinggalkan pemiliknya.
Usai berbincang,Khaffa menuju meja makan untuk mengisi perutnya yang kosong karena belum sempat makan siang.Rena melayaninya dan Andika menuju ruang kerja pribadinya.Menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk membantu persiapan besok,dan menghubungi keluarga Anayra.Andika belum pernah bertemu dengan keluarga Anayra tetapi sudah pernah melihat fotonya.
Andika dan Rena pasrah saja mengikuti keinginan Khaffa.Keduanya sudah tahu wataknya Khaffa yang tidak akan berhenti merajuk sebelum niatnya terlaksana.Tetapi dalam hati keduanya senang,akhirnya Khaffa mau melepaskan masa lajangnya walaupun dengan cara yang membuat mereka geleng-geleng kepala.
"Waalaikum salam.Maaf bisa saya bantu?,dengan siapa saya bicara**?.".
"Perkenalkan,aku Andika ayahnya Khaffa!.Bapak pasti mengenal putra ku itu,setau ku Khaffa sudah melamar putri bapak tanpa didampingi kami.Mohon maafkan putra kami!,sebagai orang tuanya tidak tahu menahu soal itu.".
"*B*enar Pak!.Terima kasih bersedia menyapa ku!.Tapi maaf!,ada apa menghubungi ku?.".
"Begini!,sebelumnya aku minta maaf!.Sebenarnya,aku mau memberikan kabar berita yang pasti mengejutkan mu sekeluarga!.Sesuai permintaan putra ku,aku mau mengabari jika Khaffa ingin segera meresmikan hubungannya dengan Anayra dalam ikatan pernikahan!.Maaf,jika kurang sopan dan tidak beretika mengabari ini melalui telepon,bukan secara langsung menghadap kalian.Sebab esok Khaffa ingin menyunting Anayra!.".Andika menjelaskan dengan hati-hati,takut menyinggung perasaan Ridwan.
"Masyallah,Alhamdulillah!.Senang sekali mendengarnya,tapi ini mendadak sekali,apa terjadi sesuatu?.".
"Tidak ada!,kami pun beranggapan sama dan pasti terkejut seperti kami,tapi tidak perlu cemas dan khawatir.Mungkin niat dan tekadnya sudah bulat dan terlalu mencintai putri anda,hahaha...".
"Baiklah,aku mengerti!.Apa yang harus kami lakukan dan mempersiapkan semuanya kalau mendadak begini?.".
"Tidak perlu cemas,kita menggelar akad nikah lebih dulu!,untuk pesta pernikahannya bisa diatur kemudian hari.Nanti aku kirim orang untuk membantu,kirimkan alamat rumah anda!.".
"Baik,kalau memang seperti itu.Aku terima kalau memang sudah jalannya seperti ini.Aku salut dan kagum pada putra anda itu.Hahaha...".
"Terima kasih mau memahami dan memaklumi,Assalamu alaikum.".
Andika menutup ponselnya setelah salamnya dijawab Ridwan.Tersenyum senang karena ayah Anayra meresponnya dengan baik dan respek.Tak marah sama sekali,mau memahami dan memakluminya.Usai itu Andika menemui istri dan putranya dimeja makan saat notifikasi pesan masuk berkedip.Ridwan mengirim pesan singkat berisi alamat rumah nya.
"Papi sudah mengabari keluarga Anayra.Abang,siap-siap untuk besok!.Mi,kabari keluarga kita semua,hubungi WO terdekat diBandung dan suruh segera meluncur ke alamat itu.Transferkan langsung biaya semuanya pada pihak WO nya!.".Andika menyerahkan ponselnya yang bertuliskan alamat rumah Anayra pada Rena.
__ADS_1
"Kuharap semuanya berjalan lancar!.".Rena berharap demikian.
"Aamiin!.".Ketiganya bersamaan.
"Bersikaplah lebih baik lagi!."Andika berdiri di samping Khaffa dan merangkul pundaknya."Abang,kamu akan menjadi suami dan kepala keluarga dalam biduk rumah tangga mu nanti bersama Anayra,jadilah imam yang baik dan bertanggung jawab.Sayangi dan perlakukan istri mu dengan lembut dan penuh cinta.Pria sejati itu selalu bisa membuat istrinya tersenyum bahagia,jujur dan setia.".Andika memberikan sedikit ilmunya untuk Khaffa,nasihat dan petuah bijak sebagai seorang ayah yang akan melepas putranya saat akan mengarungi bahtera hidup berumah tangga.
"Aku mengerti!.Maaf,selama ini meresahkan dan merepotkan Papi dan Mami.".Khaffa memegang tangan Andika yang bertengger di pundaknya dan menatap kedua wajah yang disayanginya bergantian.
Rena tersenyum senang mendengarnya."Pergilah!,siapkan dirimu!.Simpan tenaga mu untuk besok!.".Dengan tulus Rena mendukung keputusan Khaffa meskipun tiba-tiba,tetapi Rena sama sekali tak keberatan.
Inilah hari yang ditunggu-tunggu Rena dan Andika.Melihat Khaffa menikah dan duduk dikursi pelaminan.Rena dan Andika tersenyum bahagia,kini penantian mereka berakhir.Putranya kini telah dewasa dan siap hidup berumah tangga.
Khaffa beranjak,meninggalkan Rena dan Andika menuju kamarnya setelah perutnya kenyang.Dikamar menyiapkan segala sesuatunya dengan cepat yang mereka butuhkan.Surat-surat biodata lengkapnya dan Anayra,mengirimnya lewat email pada kerabatnya diBandung yang sudah dihubunginya untuk mengurus hal itu.
Rena manut pada titah suaminya,bergerak cepat untuk pergi ke toko perhiasan langganannya.Membeli satu set perhiasan yang cantik dan berkelas.
diBandung,keluarga Anayra cekatan mengurusi semua yang diperlukan dan mempersiapkannya dibantu WO yang dikirim keluarga Khaffa.Tidak harus repot dan tidak mengeluarkan banyak uang dan tenaga,dengan kekuatan uang dan kekuasaan yang dimiliki Khaffa dan Andika semua bisa terlaksana dengan mudah dan cepat.
Anayra sepulang dari makan siang bersama Lefrand dikejutkan oleh panggilan telepon dari ibu dan ayahnya.Jantungnya seakan mau melompat dari sarangnya saat mendengar hal itu.Anayra marah dan kesal langsung menghubungi Khaffa tetapi ponselnya tidak aktif.Terpaksa harus menahan dan bersabar sampai jam kerjanya berakhir.
Saat waktu itu tiba,Anayra mau menemui Khaffa dirumah kediaman keluarganya selepas pulang bekerja.Tetapi saat mau pergi,dua orang pria sudah berdiri didepan butik dan menghadangnya supaya tidak pergi dan melarikan diri.
Pasrah dan menyerah,Anayra menurut saat diminta ikut bersama mereka.Disaat itu juga menjadi tontonan yang menarik diMall,dan menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya,terutama pegawai yang ada digerai kosmetik.Gadis itu tertawa senang saat melihat Anayra dibawa paksa kedua pria itu tanpa tahu sebab dan alasannya.
Alma dihubungi Anayra.Setelah mengetahui soal itu,Alma langsung menemui Anayra yang sudah menunggunya dimobil dekat gedung apartemen atas permintaan Anayra."Apa yang terjadi?.Siapa dua pria itu?.".
"Entahlah!.Kurasa mereka orang suruhan Khaffa!.".Anayra menghela nafas berat menyandarkan kepalanya di pundak Alma.
"Ini seperti di film-film,tuan CEO mu itu romantis sekali dan keren!.".Alma berbinar-binar menggoda Anayra.
"Tutup mulut mu itu!.Ini bukan syuting film dan bukan adegan akting.".Menyikut lengan Alma yang bersidekap didada.
"Beruntung sekali nasibmu Nay'!.Akan dinikahi CEO tampan dan kaya.Senyumlah!,kamu harus bahagia untuk itu!.".Alma melebarkan bibir Anayra supaya tersenyum.
"Berhentilah menggoda ku!.Kamu gak tau yang kurasakan saat ini.".Anayra mengangkat tangan kanannya keatas seolah akan memukul Alma karena kesal.
Alma tak bergeming,menertawakan Anayra dengan renyahnya."Hahaha...Kamu gak asyik!.Nikmatilah fasilitas mobil mewah ini,tuan putri!.".Mengambil remot dan menyalakan televisi yang ada dihadapannya.
"Haissshhh...".Anayra merengut dan melototi Alma tetapi diacuhkan Alma,malah asyik menonton acara di TV berukuran kecil itu yang ada didalam salah satu mobil keluarga Khaffa.
Alma dan Anayra pergi tanpa membawa apapun keBandung,hanya tas selempang yang menemani dipundak masing-masing.Tak bisa melakukan apapun dan tak bisa memprotes saat Khaffa meminta orang suruhannya menyita ponsel Anayra dan Alma.
Khaffa segera mengabari dan menghubungi Lulla perihal tersebut dengan ponselnya yang lain untuk antisipasi.Khaffa menonaktifkan nomornya yang ada dikontak ponsel Anayra.Khaffa meminta ijin pada Lulla sampai membuat Lulla kebingungan dan keheranan.Tetai Lulla mengerti dan memahami,walaupun cukup terkejut dan terlonjak kaget mendengar alasan Khaffa.
Khaffa terpaksa berbohong karena tidak mungkin mengatakan alasan yang sebenarnya.Cemburu pada Lefrand yang notabene adik Lulla,sangat memalukan jika hal itu terungkap.Khaffa masih teringat akan janjinya pada Anayra yang tentunya dilupakan Anayra.
Segala sesuatunya berjalan lancar sesuai rencana dan dalam sekejap mata.Khaffa bernafas lega,impian nya akan terwujud sebentar lagi tanpa mengindahkan atau menghiraukan apapun.Masalah yang terjadi dan dihadapinya saat ini,termasuk ancaman Sabrina dilupakannya.Bagi Khaffa,bukan perkara sulit dan hal mudah untuk mengurus lebah betina kecil yang berusaha mengengatnya.
Khaffa tersenyum lebar saking senangnya dan bahagia,tidak ada lagi pergerakan dari Daniel,sebab kini dirinya tengah pergi keluar kota disibukkan untuk membuka cabang Hotel nya yang baru.
Dipikiran Khaffa yang terpenting saat ini,melancarkan niatnya tanpa hambatan apapun.Sebab,Khaffa tidak mau kumbang jantan seperti Lefrand masih berputar-putar di sekitar Anayra.Membuat hati Anayra mungkin bisa goyah suatu saat jika terus menerus menemuinya.
Khaira dengan wajah kebingungan,langsung kelabakan setelah disuruh Khaffa mengambil setelan jas yang sudah dipesannya jauh-jauh hari di Tailor langganannya.Entahlah Khaffa sudah 'prepare' dan berinisiatif memesan jas untuk pernikahannya kelak bersama Anayra.Khaffa seakan sudah memiliki firasat itu.
Lelah dengan aktivitasnya.Khaffa membaringkan tubuhnya ditempat tidur king size-nya,usai membersihkan diri dan berpakaian.Menatap langit-langit dan senyum-senyum membayangkan sesuatu.Entah bagaimana yang terjadi esok hari,dan yang Anayra lakukan saat ini disana.
__ADS_1
Walaupun penasaran dan ingin tahu,tetapi Khaffa tidak bisa menghubunginya.Takut akan mendapat serangan dari Anayra,memprotes tindakannya.Lebih baik Khaffa bersabar dan menunggu sampai hari esok menjelang.
Biarlah mungkin nanti akan mendapat amukan dari Anayra,tetapi yang terpenting saat ini bisa menyeretnya dulu kepelaminan,dan mensahkannya sebagai istrinya.Supaya Khaffa bisa bebas dan halal melakukan apapun padanya.Khaffa merasa tak sanggup menahan dirinya lebih lama lagi,saat berdekatan dan berduaan bersama Anayra sangat menyakitkan dan menyiksanya.