Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
83.Pertarungan Sengit di Siang Hari.


__ADS_3

Di kediaman keluarga Anayra.


Anayra bersama suami dan keluarganya makan siang bersama,dengan menggelar karpet disaung buatan yang ada dihalaman belakang rumah Anayra yang cukup luas.Halaman yang menyatu dengan dapur separuh luasnya dari halaman itu.


Ini pertama kalinya bagi Khaffa makan bersama keluarga Anayra dan duduk bersila diatas karpet seperti ini.Namun ini cukup menyenangkan dan mengesankan baginya yang tak seperti terbiasa.


"Maaf!,kita makan seadanya.Belum sempat masak sehabis beres-beres bekas kemarin.".Hani yang menyiapkan makanan seadanya saja merasa tak enak hati.


"Tidak masalah ibu,ini lebih dari cukup.Maaf!,kami sudah merepotkan ibu dan ayah.".Khaffa yang mulai beradaptasi dengan keluarga barunya tak mempermasalahkan soal itu.


Khaffa menyaksikan sendiri kesibukan keluarga Anayra usai akad nikah selesai digelar.


"Itu sudah tugas kami sebagai orang tua.Jangan sungkan!,kita satu keluarga sekarang.Anggaplah kami orang tua mu sendiri!?.".Ridwan sebagai kepala keluarga angkat bicara.


"Baik ayah.".Khaffa sangat senang dengan sambutan baik dan hangat ayah dan ibu mertuanya.


"Kakak,kenapa tangan mu luka dan lecet?.Seperti bekas cakaran?.".Andya tak sengaja melihat beberapa luka dikedua lengan Khaffa yang masih baru.


Pertanyaan Andya membuat Anayra terkesiap.


Khaffa mengulum senyum,mendengar pertanyaan adik iparnya."Ini hasil karya bidadari yang duduk disamping ku.Indah dan unik,lain dari yang lain.".Melirik Anayra dan pura-pura acuh.


Pengakuan Khaffa yang jujur membuat Anayra salah tingkah,apalagi mendapat tertawaan dari anggota keluarganya.Walaupun kata-kata Khaffa kiasan,mereka bisa dimengerti.


"Lukisan tubuh dengan terobosan baru.Itu patut diacungi jempol.".Andya menggoda kakaknya sampai mendapat lemparan serbet dari Anayra."Kak Khaffa,aku sarankan untuk tidak tidur bersama kakakku!.Dia menakutkan.Dulu rambut ku pernah dijambak karena kakak bermimpi dan mengigau.".Menceritakan pengalaman lamanya.


"Heiii...".Hati Anayra semakin tak karuan,dan tangannya refleks memukul kepala Andya,saking kesalnya."Maaf!,tanganku terpeleset.".Acuhnya Anayra bersiul,seolah tak terjadi apa-apa,dan tak menghiraukan Andya yang merengut.


Andya menjadi marah dibuatnya."Kak,aku heran.Apa yang kakak lihat dari kakak ku?.Dia kasar,ketus dan...".Saat bertanya pada Khaffa tertahan karena Anayra menyelanya.


"Haishhh...Berani menjelekkan ku lagi mulutmu akan ku cekoki dengan sambal.".Anayra memelototi Andya.


"Itu tidak seberapa.Aku bisa menahannya.Ingat kak!,aku penggila makanan pedas.".Andya tahan banting dengan ancaman Anayra dan tersenyum bangga."Jika berani,aku menantang kakak mencari titik kelemahan ku!.".


Terang saja itu membuat Anayra memutar otak nya."Baiklah.Cicilan motor mu aku tangguhkan,dan Atm mu aku blokir.Itu menarik,bukan?.".


Tentunya hal itu membuat Andya kelabakan dan bisa mati gaya jika kesehariannya tanpa motor dan Atm.


"Kakak,kenapa jadi serius begitu?.".Andya merajuk pada Anayra."Kakak,aku tarik kembali kata-kata ku.Kakak ku baik hati dan lemah lembut,tidak seperti dugaan ku atau orang lain.".Meyakinkan Khaffa tentang sosok Anayra yang sebenarnya."Kakak tidak akan menyesal menikahi kak Ara,aku pastikan itu.".Memamerkan senyum kaku nya pada Khaffa.


Tak ayal tingkah konyol Andya mengundang tawa orang tua nya dan Khaffa.


"Lihatlah!.Konyol sekali kamu dek.".Anayra geleng-geleng kepala akan kekonyolan adiknya.


"Tenang saja dek,aku ada dipihakmu jika kamu kesulitan.".Khaffa membela Andya dan mengangkat tangan ber- high five ria.


Senangnya bukan main,Andya merasa mendapatkan pembelaan."Terima kasih kak!.Tidak sia-sia kakak menjadi kakak ipar ku.".


"Kalian bersekutu dan sekongkol melawanku?.Baiklah,mulai malam ini surat ijin masuk kamarku ditahan.".Anayra menggertak Khaffa,dan beranjak berdiri.


Penuh senyum kemenangan berlalu pergi menuju dapur untuk mencuci piring kotor.Khaffa dan Andya saling berpandangan dengan wajah terkejut-kejut.


"Maaf kak!.Itu urusan kakak,aku tidak bisa ikut campur.Selamat tidur disofa dan jadi obat nyamuk diruang tamu malam ini.".Andya menepuk lengan Khaffa dan melengos pergi meninggalkan Khaffa yang terbengong ditempatnya.


"Ayah,seperti nya menantu kita harus bekerja keras untuk meyakinkan hati putri kita.Kak,kami ikut prihatin.Tapi maaf!,kami tidak bisa membantu mu soal itu.".Hani memasang raut wajah iba nya dan beranjak berdiri.


"Semoga berhasil!.".Ridwan menepuk pundak Khaffa memberinya semangat dan menyusul Hani kedalam rumah.


Kini Khaffa seorang diri disana dan melongo tak percaya."Aku tidak suka akhir ceritanya.".Bergegas menyusul Anayra dan yang lainnya kedalam.


Khaffa berpikir keras untuk mencari cara untuk merayu Anayra yang tengah mencuci piring."Honey,kamu tidak serius kan tadi?.".


"Aku tidak pernah seserius itu.".Anayra tanpa menoleh pada Khaffa menjawab.


Khaffa menjadi gusar dan putus asa.".Bagaimana jika kita berdamai?.Aku akan melakukan apapun dan menuruti semua permintaan mu?.".Membuat penawaran untuk menarik perhatian Anayra.


"Itu sudah kewajiban mu sebagai suami.".Anayra berkilah,melirik Khaffa sekilas dan tersenyum miring lalu membereskan peralatan makan ke tempatnya.


Khaffa bingung,tak tahu harus berkata apa lagi dan semakin memutar otaknya."Honeeey...Kamu tidak bisa membiarkan ku tidur kedinginan disofa ruang tamu seperti itu.Aku suami mu,bukan pajangan!.".Memberanikan diri melakukan perlawanan,walaupun takut semakin membuat Anayra murka hingga menutup pintu kamar nya rapat-rapat dan menguncinya.


Anayra merasa tersadarkan akan posisinya dan posisi Khaffa."Akan kupikirkan tawaran mu tadi.".Berlalu meninggalkan dapur menuju kamar, diikuti Khaffa dibelakang.


Akhirnya Anayra luluh dan mengalah,tak setega itu membiarkan Khaffa kesulitan dirumahnya.Khaffa senang sekali hatinya dan tersenyum sumringah,rayuan maut dan manisnya tak sia-sia dilakukan.Meskipun rasanya aneh karena baru kali ini melakukan itu.


Satu jam kemudian,orang tua Anayra pamit ke minimarket.Anayra duduk disofa ruang tengah menonton TV usai merapikan kamarnya.Setelah bersiap diri,Andya keluar dari kamarnya.


Saat melewati Anayra,Andya menggodanya lagi."Kakak,aaawww,aaaduhhh,sakiiittt.".Andya pura-pura merintih kesakitan.


"Apa maksudmu?.".Anayra keheranan dan mengernyitkan dahinya.


"Semalam suhunya sangat dingin,tapi kenapa suasananya panas dan gerah?.".Andya berlagak kepanasan dan mengibaskan kerah kemeja nya.


Anayra tertegun sejenak dan mencerna kata-kata Andya."Dasar bocah gendeng.Awas jika pulang nanti!.Benda keramatmu itu akan ku jadikan santapan ikan cup*ng piaraanmu nanti.".Anayra murka dan berlari mengejar Andya keluar rumah.


Anayra teringat teriakannya dan peristiwa tadi malam saat terjatuh dikamarnya.Anayra menduga jika Andya menggodanya karena mengira dirinya dan Khaffa tengah asyik menikmati malam pertamanya.


"Kabuuurrr.".Andya secepatnya pergi mengendarai motornya saat melihat Anayra akan melemparinya batu besar.


Anayra kesal dan jengkel oleh keusilan mulut adiknya itu.Melihat tingkah laku Anayra yang seperti itu,Khaffa geleng-geleng kepala.Melipat tangannya saat berdiri dan bersandar dipintu.Tetapi tak membuat nya syok sebab sudah terbiasa melihatnya seperti itu sebelum mereka menikah.

__ADS_1


Setelah adiknya luput dari pandangannya,Anayra berbalik dan tersentak kaget mendapati Khaffa tengah menatapnya intens."Lihat kan?.Itu karena ulah mu.Bibir mu suka menyinyir seperti netizen.Puas melihatku menjadi bulan-bulanan adikku?.".


Bukannya pergi dan mengacuhkannya,Khaffa mendekati Anayra dan mengangkat tubuh Anayra.Berjalan masuk menuju ke kamar dengan langkah panjang.


Anayra yang terkejut-kejut saat ada dalam gendongan Khaffa,meronta-ronta."Turunkan aku!.Ibu dan ayah melihat kita.".Alasan itu terpikirkan saja oleh nya.


"Jangan mencari alasan.Ayah dan ibu pergi beberapa menit yang lalu.".Khaffa mendorong pintu kamar dengan kakinya dan merebahkan tubuh Anayra ditempat tidur.


"Stoooppp!.Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan.Matahari masih terik.".Anayra panik saat Khaffa membuka bajunya.


"Aku gerah,Honey.Badan ku kepanasan dan keringatan.Disini tidak ada AC.".Khaffa beralasan dan menyamarkan garis senyum nya.


"Itu tidak masuk akal.Lihatlah!,jendela kamar ku terbuka lebar dan itu juga.".Anayra menunjuk keluar jendela dan menunjuk kincir angin yang menempel di langit-langit kamarnya."Jadi,jangan mencari alasan dan jangan macam-macam!.".Memutar balikkan ucapan Khaffa.


"Honey,berhentilah bersikap seperti itu!.".Khaffa memutar matanya,jengah dengan sikap Anayra yang mencoba menghindar.


"Itu salah mu,siapa yang menanam kejelekan,maka akan menuai ke...Mphhh.".Belum selesai Anayra bicara,Khaffa membungkam mulutnya dengan bibirnya.


Untuk mendiamkan Anayra,hanya ini cara satu-satunya.Khaffa sudah punya jurus jitu untuk menghentikan omelan istrinya yang merambat terus seperti akar dan tanpa henti itu.


Anayra meronta-ronta saat Khaffa mau melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya dan mendorong tubuh Khaffa hingga tersentak ke belakang."Sayang,hentikan!.Aku sudah bersuci.".


"Nanti bisa mandi lagi.".Khaffa acuh dan menciumi leher jenjang dan putih istrinya.


"Heiii,ini aku malu.Ayah dan ibu akan mengira yang bukan-bukan,jika kita mengunci diri di kamar.".Anayra terus berkilah dan menggeliat kegelian.


"Tidak masalah,kita sudah sah.".Khaffa memaksa dan mendorong tubuh Anayra agar berbaring kembali.


"Ahhh,sayaaang hentikan.Bisakah kita menundanya nanti malam?.".Anayra mendesah saat Khaffa meremasi bukit kembarnya.


"Itu tidak mungkin.Aku tidak mampir bertahan hingga jangka waktu yang lama.".Khaffa membuka paksa pakaian Anayra dengan satu tarikan kekuatan otot tangannya.


Melihat ulah Khaffa yang kelihatan sudah 'mupeng',Anayra hanya bisa menghela nafasnya dan pasrah saja mengikuti keinginan suaminya.


Seluruh lekuk tubuh Anayra dijamah dan dici*mi Khaffa.Meninggalkan jejak merah tanda bibirnya,dan menelusuri bukit kembar Anayra yang padat dan berisi.


Anayra menekan tengkuk dan menjambak rambut Khaffa saat menikmati sensasi indahnya."Ahhh,sakiiit.".Meringis kesakitan saat Khaffa melancarkan aksi nya diarea inti nya.


"Aku akan melakukan nya pelan-pelan.".Khaffa mengurangi tempo ritme gerakannya.


Anayra menggigiti bibirnya dan memejamkan mata,menahan rasa yang luar biasa,yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata."Akhhh...".Mendes*h dan meleng*h dalam buaian nikmat dan indah Khaffa.


Khaffa tersenyum smirk saat Anayra begitu menikmatinya.Semakin bergairah dan bersemangat untuk memacu kuda jantan perkasanya lebih cepat lagi.Setiap des*han dan lenguh*n panjang Anayra bagaikan nyanyian merdu ditelinga nya.Menjadi penyemangat nya dan semakin kecanduan.


Udara panas disiang hari membuat suhu tubuh mereka lebih meningkat lagi oleh aktivitasnya diatas ranjang.


Anayra tergolek lemah dan terpejam.Tubuhnya terasa lelah dan mengantuk.Khaffa beranjak dan berpakaian lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dilain tempat.


Alma panik dan kebingungan saat pria yang duduk disampingnya itu membawanya kesebuah Hotel yang mewah.


"Maaf!,kenapa membawaku kemari?.Aku meminta mu untuk mengantarku pulang!?..".Alma terheran-heran saat pria itu membawanya ke rumah nya.


"Tempatmu terlalu jauh dari sini.Bersihkan dirimu dulu dan ganti bajumu.Aku tidak mau kamu sakit karena kesalahan ku.".Pria itu mencari alasan yang tepat untuk menahan Alma.


"Tapi kenapa harus ke Hotel?.".Hal itu membingungkan Alma.


"Ini rumahku dan aku tidur disini.Ayo,cepat keluar!.".Pria itu menepikan mobilnya digarasi khusus untuk mobil miliknya.


Alma keluar dari mobil tanpa sepatah kata pun mengikuti langkah pria didepannya yang masuk kedalam lift.


Lift meluncur kelantai paling atas,dan saat keluar dari lift Alma tercengang dan terpukau melihat sebuah rumah yang berada diatap dan seperti villa mewah."Wowww.".


Saat tiba disebuah kamar,pria itu membuka pintunya."Masuklah,ini kamar ganti mu dan bersihkan dirimu.".


"Baik.".Tak ada lagi yang bisa dilakukan Alma selain menurutinya.


Sadar akan penampilan nya saat ini yang sangat lusuh,kotor dan basah kuyup,hingga tak memungkinkan untuk pulang ke rumahnya yang berjarak masih jauh.


"Kamarku disamping.Jika membutuhkan sesuatu gunakan telpon itu!.".Pria itu menunjuk telepon dimeja nakas dekat tempat tidur."Aku pergi sebentar,untuk mencari baju untuk mu.".


Setelah diangguki kepala Alma,pria itu menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya yang basah kuyup dan kedinginan juga.


Tanpa mengulur waktu lagi,Alma membuka seluruh pakaiannya dikamar mandi dan menyiapkan air hangat kedalam bathtub.Masuk dan berendam disana seraya memainkan busa sabun aroma terapi.Tubuhnya yang kotor,dingin dan lusuh dimanjakannya sejenak sekaligus merelaksasi pikirannya yang semrawut.


Alma menyelesaikan aktivitas nya dikamar mandi dan keluar dengan berbalut handuk ditubuhnya.


Pria itu berjalan dilorong rumah menuju kamar Alma dalam keadaan rapi dan bersih.Berpakaian lengkap dengan balutan kemeja lengan panjang warna abu dan celana panjang hitam.


Klek.


Pria itu masuk kedalam kamar Alma tanpa mengetuk pintu,dan tercengang saat melihat wajah Alma yang cantik mempesona.Tanpa berkata-kata dan berdiri terpaku,pria itu memandangi pemandangan yang indah dan menarik didepannya.


Gadis itu...Benarkah itu dia?...


Tubuh Alma yang mulus dalam balutan handuk putih melilit,hingga bagian dada dan pahanya terekspos mata pria itu.Rambutnya yang basah digulung handuk putih.


"Ekhm...Maaf!,aku menganggu mu.".

__ADS_1


Saat tengah berdiri menghadap cermin,Alma berbalik ke belakang saat mendengar suara seorang pria menyapanya,dan terkejut melihatnya."Bisakah mengetuk pintu dulu saat masuk ke kamar ku?.".Memandangi pria berwajah tampan dan berpenampilan rapi yang ada di kamarnya.


"Maaf!,aku lupa jika dirumah ku ada seorang tamu gadis.Kupikir kamu masih membersihkan diri.".Pria itu membuat alasan agar Alma tak marah.


Alma salah tingkah dan menyilangkan kedua tangannya lalu berbalik kedepan kembali.


"Ini baju ganti mu untuk sementara.".Pria itu menyodorkan kaos putih dan celana pendek miliknya pada Alma.


"Letakkan saja dimeja.".Tanpa menoleh pada pria itu,Alma mengintruksi.


"Baiklah!.Aku akan mencarikan pakaian yang tepat untuk mu."Pria itu meninggalkan kamar Alma dan senyum-senyum sendiri."Menakjubkan.Gadis itu cantik,mulus dan seksi.".Gumamnya saat berjalan menuju pantry.


Drttt,drttt.


Ponselnya yang bergetar segera diambilnya dari saku celananya lalu menjawabnya."Ada apa?.".


"Tuan ada Pak Dani diruangan kerja anda.Beliau ingin menemui anda.".


"Baik,suruh dia menungguku!.Ranu,apa tugas yang kuberikan padamu sudah kau kerjakan?.".


"Sudah selesai tuan dan sudah siap!.Nanti saya simpan dimeja kerja anda tuan.".


Tuttts.


Senyum tipis terukir dibibirnya dan menutup ponselnya.Beralih menyiapkan makanan cepat saji untuk Alma yang pasti kelaparan menurutnya.Setelah selesai,menuju kamar Alma dengan membawa sepiring beff steak,lengkap dengan saus barbeque nya dan kentang goreng serta segelas air minum.


Tok,tok.


Cklek.


Segera Alma membuka pintunya saat terdengar suara ketukan.Alma berdiri dipintu dengan penampilan seadanya.


"Makanlah dulu,dan tunggu sebentar lagi!.Ada sesuatu yang harus kulakukan.Setelah urusan ku selesai,aku akan mengantarmu pulang.".Pria itu menyodorkan barang yang dipegang nya dan menatap Alma tanpa berkedip.


"Terima kasih.".Alma mengangguk hormat dan sopan,dengan mengulas senyum manis.


Tanpa berkata-kata lagi pria itu meninggalkan Alma menuju ruang kerja nya.Dengan raut wajah penasaran Alma memandangi punggungnya yang menjauh pergi lalu menutup pintu.


Alma meletakkan makanan dan minuman nya dimeja lalu duduk di sofa."Siapa sebenarnya pria itu?.Apa pekerjaannya hingga memiliki tempat se mewah ini."Alma tertegun sejenak memikirkan pria yang terlibat urusan dengannya saat ini dan duduk di sofa.


Suatu kebetulan yang tidak disengaja,rumah itu pun berada diatas hotel pula tempat pesta hari jadi butik digelar.Semua itu membuat Alma bingung dan heran,merasa aneh dan juga penasaran.


Alma menyantap makanannya dengan lahap dan hati dipenuhi tanda tanya dibenaknya.Perutnya terasa lapar setelah melewati peristiwa kecil tadi yang menuntunnya masuk hingga ketempat itu,dan merasakan fasilitas mewah dirumah itu.Peristiwa itu pun yang mendorong nya dengan hati terpaksa untuk berurusan dengan pria asing yang tampan,bertubuh atletis dan tinggi serta kaya.


"Entahlah.Sama sekali aku tidak tau.".Alma mengacak-acak rambutnya merasa frustasi saat mencoba menduga-duga sendiri akan sosok pria pemilik rumah mewah yang dihampiri nya saat ini.


Tetapi nihil hasilnya saat tak menemukan jawaban dari dugaannya itu,dan itu semakin membuat kepala Alma pusing saja.


"Pria itu sangat misterius sekali.Tapi satu hal yang pasti,pria itu sangat kaya raya dan bukan orang sembarangan.".Hanya satu hal itu yang tak bisa dipungkiri Alma.


Usai menyantap makanannya,Alma meminum air putih nya dan bersantai sejenak,dengan berselonjor kaki dan bersandar di sofa.


"Apa ini kesialan yang membawa keberuntungan?.".Memikirkan yang terjadi saat ini padanya,membuat Alma bingung."Entahlah.".Alma menggedikkan bahunya,tak tahu akan jawaban dari pertanyaan nya itu sendiri.


Alma beranjak memandangi setiap sudut diruangan itu yang tampak serba mewah,dan beralih menuju jendela kamar untuk menikmati pemandangan yang jarang dilihatnya,yakni pemandangan alam yang terlihat dari atas atap gedung bertingkat yang menjulang tinggi dan besar.


Itu suatu keberuntungan atau kesialan bagi Alma.Teka-teki ini sangat sulit dan rumit hingga tak bisa dijawabnya.


Diruangan kantor.


Dani langsung berdiri untuk menyambut kedatangan pria yang berjalan kearahnya."Anda sudah sampai?.Maaf!,aku mengganggu waktu istirahat anda.".Berbasa-basi dengan canggung karena merasa mengusik ketenangan pria itu.


"Silahkan duduk!,Pak Dani.Ada apa kemari?,seharusnya anda istirahat.".Pria itu menatap heran Dani."Bukankah besok pagi anda mulai bekerja dikantor,sepulang melakukan perjalanan panjang urusan kerja kita tempo hari?.".Mendudukan dirinya disofa.


Pria itu teringat akan perjalanan mereka keluar kota dalam urusan pekerjaan.Tetapi Dani pulang lebih dulu dan pria itu menyusul kemudian hari.


"Maaf Pak Daniel,saya kemari bukan karena urusan pekerjaan.Ada hal lain nya yang harus saya sampaikan pada anda.Saya mau meminta tolong,mungkin anda bisa membantu.".Dani tampak ragu-ragu tetapi memberanikan diri menyampaikan niatnya.


"Silahkan ceritakan!,apa maksud kedatangan anda kemari?.Aku akan membantu semampuku,jika aku bisa.".Daniel menanggapi nya serius dan menumpangkan satu kakinya serta bersilang tangan.


Pria itu tak lain adalah Daniel yakni sepupu Khaffa yang kini tengah berurusan dengan Alma dan yang mengincar Anayra.Namun sayang,Alma tak mengenalnya sama sekali,dan tak tahu menahu urusan Daniel dengan Anayra.


"Maaf sebelumnya!.Pak Daniel,apa anda sudah tau jika adik sepupu anda sudah menikah kemarin?.".Dani menjelaskan kabar berita yang disangka nya belum diketahui Daniel.


Tak ayal Daniel terperanjat berdiri dengan wajah terkejut yang terlihat jelas oleh Dani."Maksudmu,Khaffa?.".


"Benar.".Dani mengangguk mengiyakan dengan wajah terheran-heran.


"Apa?.".Daniel tercengang."Tidak mungkin.".Menggeleng tak percaya dan terduduk di sofa nya kembali dengan wajah kebingungan,pikiran tak karuan dan hati kacau balau bercampur rasa takut jika Khaffa telah menikahi Anayra.


Walaupun belum tahu sosok gadis yang dinikahi Khaffa,tetapi hati Daniel rasanya sakit.Seperti dihantam ombak dan badai yang besar,setelah mendengar kabar berita yang mengejutkan yang disampaikan Dani.


"Anda baik-baik saja?.".Dani mengernyit aneh dan menghawatirkan keadaan Daniel yang aura wajahnya tampak memucat dan menegang.


Daniel membuka kancing kemejanya saat merasakan suhu tubuhnya seketika terasa panas hingga mengeluarkan cairan keringat yang dingin.


Sama sekali Daniel tak tahu menahu soal itu dan baru sekarang mendengarnya.Itu karena ponsel pribadinya rusak kemarin dan belum diperbaiki.Ponsel Daniel terjatuh dari tangannya saat ada dilantai atas disebuah rangka bangunan.


Saat itu Daniel tengah meninjau proyek Hotel cabang baru ditemani Dani.Alasan itu hingga menyebabkan Daniel dengan terpaksa harus menggunakan ponsel khusus urusan bisnis dan pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2