
***
Anayra sudah sampai sejam yang lalu dibutik.Saat akan membuka laptopnya,tiba-tiba telepon dimeja kerjanya berdering dan disuruh menemui pria nomor satu digedung Mall itu.
"Kekantorku segera,sekarang dan secepatnya!.".Pekik suara pria diseberang sana hingga membuat telinga Anayra berdenging sampai menjauhkan gagangnya.
Meskipun tak terdengar jelas,tetapi bisa tahu jika itu suara Khaffa.
Anayra mendesis kesal dan memandangi gagang telepon ditangannya."Hisss.Apa lagi maunya?,apa aku membuat kesalahan?.Kurasa enggak!.".Menerka kesalahan yang dilakukannya sembari meletakkan gagang telepon.
Diruangan CEO,Khaffa menatap pintu terus menunggu Anayra datang dan berdecak kesal saking tak sabarnya."Ckkk...Gadis itu lamban sekali.Kupikir jarak butik kemari ga jauh?.".Pikirannya terfokus pada Anayra,padahal dimeja kerjanya banyak berkas yang harus ditandatangani.
Setengah berlari Anayra pergi menuju kantor Khaffa takut membuatnya marah dan geram.Mengetuk pintu dan masuk.Anayra berdiri tegak menghadap meja Khaffa.
Khaffa dibalik mejanya memandangi Anayra tanpa berkedip.Sampai membuat Anayra kikuk.Dua insan mulai berinteraksi.
"Maaf,ada apa Pak Khaffa memanggilku kemari?.".Anayra mulai bertanya maksud Khaffa menyuruhnya datang ke kantor CEO.
"Kamu ingat ucapanku kemarin lusa?.Kamu memiliki hutang budi padaku dan urusan kita belum selesai?.".Jawab Khaffa santai dan tenang.
Anayra menatap Khaffa sengit dan paham maksud Khaffa.Raut wajahnya berubah mulai tidak bersahabat dan suasana hatinya yang baik menjadi buruk."Jadi apa mau Pak Khaffa sekarang?.Apa aku harus membayar pertolongan anda yang sudah mengantarku pulang waktu pingsan semalam?.".Tanya Anayra sinis dan ketus.
Bukannya marah,Khaffa malah menertawai Anayra.Khaffa menganggap konyol kata-katanya."Hahaha...Kamu meledekku?,memangnya kamu sanggup membayarku mahal?.Gajimu saja mungkin ga lebih dari pegawai resepsionis dikantor ini!.Aku rasa otak mu jadi terganggu gara-gara pingsan kemarin.".Jawab Khaffa tidak kalah sinisnya.
"Ckkk, kalau pamrih kenapa dia menolongku?,kenapa ga biarkan aku tergeletak disana saja malam itu!?. Perhitungan sekali.".Gumam Anayra pelan tetapi masih bisa didengar Khaffa.
Brakkk.
"Kau mengumpatku?.".Sekerasnya Khaffa menggebrak mejanya saking kesal mendengar Anayra mengumpatnya.
Hingga Anayra terlonjak kaget."liyaa maaf,aku lupa kalo Pak Khaffa seorang milyarder!.Terus,apa mau Pak Khaffa sekarang?,dan apa yang harus aku lakukan?.".Ucapnya spontan tanpa dipikirkan dulu.
Khaffa tersenyum smirk beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati Anayra."Gadis pintar!.Kamu bisa membayarnya dengan dirimu!.".Sahut Khaffa santai dan acuh menunjuk Anayra menggunakan dagunya lalu menarik mengangkat satu alisnya keatas menunggu jawaban Anayra.
Namun Anayra gagal paham dan salah sangka.Sontak terkejut mencerna ucapan Khaffa.Kedua tangannya refleks menyilang menutupi dadanya dan tersentak mundur kebelakang.
Anayra menggelengkan kepalanya berulang kali.Tidak habis pikir akan mendengar kalimat itu dari seorang CEO."Mmak sud Pak Khaffa apa?.Kkenapa aku harus membayarnya dengan tubuhku?.".Tanya Anayra lugu dan polos.
Tubuh Anayra bergetar dan merinding ketakutan.Khaffa mengerutkan keningnya karena terheran melihat sikapnya.
Gadis bodoh,kenapa dia ketakutan begitu?.Sepertinya dia salah paham!.Tapi ini kesempatan gue untuk mengerjai dia**....Pikir Khaffa sembari menyeringai licik mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Kenapa?,apa kamu takut dan mau menolak permintaanku?.".Gertak Khaffa dan selangkah demi selangkah memangkas jarak darinya.
Spontan juga Anayra terus mundur kebelakang dan panik."Tttentu saja a-aaku ga mungkin melakukan itu!.Gimana bisa aku membayarnya dengan tubuhku!?.".Anayra tergagap saking gugupnya dan terheran-heran sebab Khaffa meminta sesuatu yang mustahil diberikannya.
Khaffa semakin memangkas jarak lagi darinya,bahkan tubuhnya hampir bersentuhan.Saking gugup dan ketakutan,Anayra sampai terduduk dikursi yang ada dibelakangnya.
Khaffa membungkukkan badannya kearah Anayra,dan berpegangan ke lengan kursi untuk mengunci tubuh Anayra supaya tidak melarikan diri."Baiklah,aku akan membuat pilihan!.Pertama,kamu harus pergi dari Mall ini dan keluar dari pekerjaanmu,tapi aku pastikan ga akan ada perusahaan yang bisa menerimamu bekerja!.Kedua,aku akan memberikanmu ini,tapi kamu harus menuruti permintaanku!.''.Khaffa memperlihatkan sebuah ponsel ditangannya.
Ya ampun,ternyata ponselku ada ditangannya selama ini.Kurasa jatuh dimobilnya waktu aku pingsan kemarin...
"Iitu ponselku,bisa kembalikan ponselku?.".Pinta Anayra dan menengadahkan tangannya kearah Khaffa.
Namun Khaffa tak serta merta memberikannya begitu saja."Tentu,tapi kamu harus mengikuti syarat yang kuberikan tadi!.".Dan tersenyum devil.
__ADS_1
Khaffa bersandar ditepian mejanya dan memainkan ponsel Anayra.Hati Khaffa bersorak-sorai telah berhasil mengerjai Anayra.Namun belum berpuas diri,jawaban Anayra masih menggantung,maka membuat Khaffa penasaran.Apa pilihan Anayra yang pertama atau kedua?.Tetapi dalam hatinya berharap Anayra menjatuhkan pilihannya pada yang kedua.Maka,Khaffa bisa bebas mengerjainya dan menguasai Anayra.
Skak mat.gadis butik tapi berani melawan gue dan berani bicara ketus pada CEO,sekarang rasakan akibatnya...Pikir Khaffa.
Sikap Anayra selama ini tidak bisa diterima Khaffa.Tidak terima dirinya direndahkan oleh seorang gadis yang bekerja sebagai staff dibutik.
Kenapa pilihannya ga ada yang baik?.Semua merugikanku...Pikir Anayra.
Anayra resah dan gelisah,galau dan bingung oleh syarat yang diberikan Khaffa.Entah mana yang harus dipilihnya,keduanya tidak ada yang menguntungkan dan malah merugikan.
Anayra *******-***** jari jemarinya dan menekuk wajahnya.Menimbang-nimbang dan memikirkan sebab akibatnya jika memilih salah satu diantaranya.Namun kuldesak,seperti ada dijalan buntu.
Dukkk.
Sekerasnya Khaffa menendang kaki kursi yang diduduki Anayra.Kesal dan kesabarannya habis menunggu Anayra menjawab.
Jantung Anayra seakan mau lompat keluar.Mata Anayra mengerjap dan memegang dadanya terlonjak kaget.
"Heiii,aku menunggu jawabanmu!.Cepatlah,jangan membuang waktuku lagi untuk hal sepele begini!.Aku hitung sampai lima kalau kamu tidak memilih salah satu diantaranya,maka kamu akan mendapatkan yang lebih buruk dari ini.Paham!.1...2...3...4...Li-...".Ucapan Khaffa terhenti diwaktu Anayra memotongnya.
"A-aku pilih yang ke dua Pak!.".Tertunduk pasrah sembari terpejam.
Antara sadar dan tidak,Anayra memilih salah satunya persyaratannya konyol itu,menurutnya.Tetapi saat sadar,Anayra menepuk keningnya sendiri merasa dirinya bodoh dan tolol.Tak berpikir panjang dulu.
Betapa senangnya hati Khaffa melihat ekspresi wajah Anayra.Sesuai harapannya.Bibirnya tersenyum samar sebab Anayra telah masuk dalam perangkap permainannya.Rupanya semudah itu untuk mengerjainya.
"Good girl!.Ambil ponselmu dan tunggu kabar dariku!,aku akan hubungi mu nanti!.Kalau kamu berani lari dan kabur,maka tanggung akibatnya sendiri.Ingat itu!.Pergilah!.".Khaffa mengintimidasi.
Anayra beranjak dan segera mengambil ponselnya dari tangan Khaffa.Tanpa ba-bi-bu bergegas keluar dari ruangan CEO dengan langkah panjang.Nafas Anayra tersengal-sengal menahan gugupnya sedari tadi.Anayra sangat tertekan dan ketakutan oleh gertakan Khaffa.
Khaffa telah berhasil membuat suasana hatinya ruwet dan berantakan serta tidak bisa berpikir jernih.
Sebenarnya Khaffa pribadi yang hangat dan ramah jika dihadapan orang-orang tertentu.Seperti orang yang lebih tua,relasi bisnis dan rekan sejawatnya.Bahkan banyak yang kagum dan segan.Khaffa memperlihatkan taringnya hanya didepan orang-orang yang berani melawannya,membantahnya dan membuatnya marah.Salah satunya Anayra.
Khaffa tertawa puas dan senang dikursinya.Akhirnya,usahanya mengintimidasi Anayra membuahkan hasil."Cukup puas dan menyenangkan.Apa aku terlalu jahat dan kejam tadi padanya?.Kurasa tidak!.".Menggelengkan kepalanya jika dirinya tak sejahat dan tak sekejam itu pada Anayra.
Meraih berkas yang akan ditandatangani dan membacanya lebih dulu sebelum melakukan itu.
Ditempat lain.
Di pesta pernikahan.Lefrand datang sebagai tamu undangan dan sebagai pendamping mempelai pria.Terlihat tampan berbalut setelan jas pesta yang khusus disiapkan olehnya sendiri.Lefrand mendampingi Reza sahabatnya yang sudah lama tidak ditemuinya.
"Selamat Jo!,gue harap lu bahagia selamanya sampai menua bersama istri lu kelak.".Lefrand mendo'akan dan merangkul Reza
Lefrand dan Reza ada dikamar hotel tempat Reza melangsungkan pernikahannya.Keduanya bahagia akhirnya bisa bertatap muka dan berpelukan setelah sekian lama tidak bertemu.
"Thanks Jo!.Sorry gue langkahi lu naik ke pelaminan lebih dulu!,hahaha...".Reza seraya menepuk bahu Lefrand.
"I'ts ok!,gue masih dalam proses pencarian jodoh,hahaha...".Jawab Lefrand menghibur hatinya sendiri yang sebenarnya mendung dan berkabut.
Reza ikut tertawa saja menanggapinya.Walaupun bisa menebak isi hatinya saat ini.
"Gue bahagia lu bisa hadir disini dan bisa mendampingi gue sampai naik pelaminan nanti!.".Imbuh Reza.
__ADS_1
"Gue juga bahagia liat lu mengakhiri petualangan lu sebagai playboy koplak hahaha...".
Mereka bersenda gurau saling menghibur suasana hati masing-masing.Reza yang tampak gugup dihari pernikahannya dan Lefrand yang merasa miris meratapi nasibnya karena gagal untuk bertunangan dan menikah bersama Anayra.
Didalam ballroom digedung hotel berbintang pesta itu digelar mewah dan megah.Ruangannya luas hingga bisa menampung ratusan hingga ribuan tamu undangan.
Reza melangsungkan pernikahannya bersama wanita terkasihnya.Dia tampak gagah dan tampan mengenakan busana pengantin pria berwarna putih seperti pengantin pada umumnya.Dan Lefrand menyiapkan warna DC yang sesuai dengan warna gaun pengiring pengantin wanita dipernikahan Reza dan calon istrinya.
Setelah melewati serangkaian acara serah terima hantaran pernikahan dan kata-kata sambutan dari kedua keluarga.Acara sakral itupun dimulai.Reza memasuki pelataran akad pernikahan didampingi Lefrand menuju kursi yang disiapkan khusus untuk mengucapkan ikrar janji sucinya didepan penghulu,wali kedua belah pihak dan para saksi.
Penghulu mulai mengucapkan beberapa kalimat pembuka lalu mengucapkan kalimat ijab kabul dengan Reza sambil berjabat tangan.Dan Reza mengucapkan kalimat sakralnya dengan lantang dalam satu tarikan nafas.
Beberapa menit kemudian.Setelah ijab kabul dilaksanakan,akhirnya...
"Sah!.Bagaimana para saksi,sah?.".Tanya penghulu.
"Sah!.".Jawab semua serentak.
Disusul gemuruh dan riuh suara tepukan tangan dari tamu yang hadir mencairkan suasana yang tadinya tegang.Reza tidak berhenti mengucap syukur dengan jantung berdegup kencang karena gugup saat mengucapkan kalimat sakral itu.
Tak berselang lama sang mempelai pengantin wanita yang cantik datang memasuki pelataran pernikahan didampingi oleh pengiring pengantin wanita yang tidak kalah cantiknya.Sang mempelai wanita mencium punggung tangan pria yang kini telah resmi menjadi suaminya lalu duduk disebelahnya.
Deggg.
Lefrand terpana tetapi juga terkejut saat melihat wajah gadis cantik yang menjadi pengiring pengantin wanita itu."Apa dia gadis yang ditaman itu?.Gadis yang memberiku minuman?.Apa benar itu dia?.".Gumam Lefrand penasaran terus memperhatikan gadis itu dan mengingatnya.
Setelah melakukan serangkaian acara prosesi adat istiadat dan ritual dalam pernikahan.Kini tiba saatnya untuk kedua mempelai pengantin memasuki singgasana sebagai raja dan ratu sehari.Mereka berganti busana pengantin dengan busana pesta.Mereka mulai menyambut tamu undangan dan menyalami mereka satu persatu.
Saat tamu undangan mulai berkurang yang menyalami pasangan pengantin.Lefrand menghampiri keduanya.
"Selamat menempuh hidup baru Jo!,sakinah mawadah warohmah!.".Lefrand mendo'akan keduanya seraya memeluk Reza dan menyalami istrinya.
Lefrand cukup terkesiap saat melihat istri Reza."Wah hebat Jo,istri lu masih muda dan cantik.Ga sangka diusia lu sekarang bisa dapat jodoh daun muda,hahaha...".Canda Lefrand.
Reza ikut tertawa karena memang benar adanya.Sementara istrinya,Kania hanya mengulum senyum saja dan merangkul lengan Reza.
"Haiii,selamat kak Reza dan Kania!.Samawa until Jannah!.".Ucap seorang gadis cantik yang menjadi pengiring pengantin wanita diikuti seorang gadis dibelakangnya.
Mereka bersalaman dan saling cipika cipiki bersama pengantin wanita yang tak lain sahabatnya.Gadis itu adalah Khaira dan Mia.Kedua gadis yang tak disengaja dan kebetulan bertemu ditaman bersama Lefrand.
"Aamiin!.Terima kasih Khaira,Mia kalian mau datang dan sudah meluangkan waktu untuk kami!.".Reza merangkul pinggang istrinya yang bertubuh mungil.
"Ekhm,cieee...Nanti malam digas ya!.Buatin ponakan yang lucu-lucu nanti buat aku!,hahaha...".Celetuk Mia menggoda keduanya dengan gaya centil dan genitnya.
Disusul suara tawa yang lainnya.Namun tanpa disadari Khaira dan Mia,Lefrand memperhatikan gerak-gerik mereka lalu berkata."Ekhm...Sudah selesai?,gimana kalau kita berfoto bersama?.".Lefrand tiba-tiba berdiri dibelakang Khaira dan Mia sampai mengejutkan keduanya.
Spontan Khaira berkata."Kamu kak?.Kakak yang ditaman itu kan?.".Tanya Khaira menunjuk wajah Lefrand dan menatapnya kaget.
Tanpa kata-kata Lefrand mengangguk mengiyakan dan hanya tersenyum saja.
Khaira terpaku dan terpesona melihat penampilan Lefrand yang tampak berbeda sekali penampilannya.Pertama kali melihatnya Lefrand hanya mengenakan kaos putih polos dan celana boxer diatas lutut.Bercucuran keringat dan rambutnya acak-acakan.
Begitupun sebaliknya,Lefrand.Ternyata Khaira lebih cantik jika dilihat dari jarak yang lebih dekat.Apalagi penampilannya saat ini sangat memukau,anggun dan elegan.Tidak seperti saat ditaman.Berkaos ketat warna merah muda dan celana,legging sebatas lutut dan rambutnya diikat asal.
Namun yang menarik perhatian Lefrand,saat Khaira memberikan sebotol minuman segar dan dingin untuknya.Sampai sekarang masih terbersit dibenak Lefrand oleh kebaikan kecil Khaira.Hal sederhana tetapi cukup berkesan bagi Lefrand.
__ADS_1