Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 39.Kedatangan ART.


__ADS_3

Kedatangan seorang wanita paruh baya diapartemen Khaffa membuat Anayra terkejut.Dipandangnya wanita yang memakai setelan baju muslim berwarna hijau lumut dan kerudung bermotif abstrak warna krem itu yang berdiri disampingnya sembari membawa tas besar berisi belanjaan.


"Iibu siapa?.".Tanya Anayra dengan wajah terkejut karena tiba-tiba saja muncul tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Saya bi Diah mbak,ART dikediaman ibu Rena.Ini mbak Anayra ya?,pacarnya den Khaffa kan?.".Tanya bi Diah memastikan sambil menunjuk Anayra.


Terdiam saja Anayra karena bingung harus menjawab apa.Mau menjawab ya tapi kenyataannya bukan,mau menjawab bukan tapi la teringat dengan sandiwara yang Khaffa ciptakan.Jika jujur pasti akan berdampak buruk padanya dan la tidak mau melihat Khaffa murka sebelum la mengetahui jika Khaffa sudah menjelaskan tentang hubungan mereka yang sebenarnya pada ibunya yaitu hanya sandiwara belaka dan kekasih pura-pura semata.


"Darimana ibu tau namaku?.".Anayra balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan ibu itu terlebih dahulu.


"Subhanallah cantiknya!.Eh maaf mbak heee...".Sembari memandangnya dengan penuh kekaguman lalu cengar-cengir seperti kuda.


"Oiya,saya tau dari ibu Rena.Ibu pernah cerita kalo Den Khaffa sudah punya pacar dan saya kira pasti mbak orangnya.Sebab saya juga baru liat ada gadis didalam sini.Tau ga mbak?,Den Khaffa kan ga pernah bawa gadis masuk kemari.".Ungkap Diah sambil meletakkan tas bawaannya dimeja.


Entahlah Anayra harus senang atau sedih mendengarnya.Meskipun bukan pertama kali mendengarnya tetapi la tidak percaya begitu saja mengingat jika Khaffa bukan pria biasa-biasa saja.Pria dengan sejuta pesona dan popularitas.Banyak yang memuja dan memujinya serta tidak sedikit yang menjadi pengagum atau penggemarnya.


Tidak mau munafik jika dalam hati kecil Anayra menyukai dan mengaguminya.Bahkan saat melihat ketampanannya saja diam-diam selalu membuat jantungnya berdetak keras.Dan tidak dipungkiri juga jauh dilubuk hatinya yang terdalam la tertarik dan terpesona oleh karisma dan wibawa Khaffa yang notabene sebagai seorang CEO.Apalagi saat melihatnya duduk dikursi kebesarannya berbalut setelan jas kerjanya.Namun Anayra tidak pernah berani bermimpi untuk menjadi kekasihnya apalagi menjadi istrinya.


Siapa yang tidak akan berkedip saat menatapnya.Pria sempurna yang ditunjang dengan harta kekayaannya,kecerdasannya dan kesuksesannya dalam mengelola perusahaan menjadi bukti nyata.Baru tiga tahun la menduduki posisi itu,dengan melewati proses panjang terlebih dahulu.Khaffa mengikuti jejak sang ayah dalam bekerja.la juga banyak belajar dari ayahnya bagaimana cara mengelola dan memimpin perusahaan sebelum mengambil alih kursi kepemimpinan ayahnya.Sebab la sadar dan tahu diri jika perbedaan mereka sangat mencolok dan terlihat kentara.Ibarat bumi dan langit.


Sejak dibawah kepemimpinannya khaffa,tangan dinginnya menaikkan perusahaan kepuncak kejayaannya.Metode dan cara kerjanya yang berbeda dengan sang ayah yang menjadikan penyebabnya.Mungkin karena berbeda generasi dan juga pola pikirnya yang lebih kekinian serta ilmu pengetahuan dan wawasannya yang luas.


"Haaa,gitu ya Bu!?.Maaf,apa lbu mau membereskan tempat ini?.".Tanya Anayra karena teringat ucapan Rena jika ada orang yang sekali-kali datang keapartemen Khaffa untuk bersih-bersih.


Sembari mengangguk Diah menjawab."Benar mbak!.Tapi keliatannya sudah rapi dan bersih.Apa mbak yang mengerjakannya?.".Tanya Diah sambil mengedarkan pandangannya melihat seluruh ruangan sudah tampak rapi dan bersih.


"Ahhh iya,sekalian saja tadi Bu.".Jawab Anayra sambil cengengesan.


"Mbak mau masak ya?.".Tanya Diah sambil melihat bahan makanan yang ada dimeja.


"lya Bu,mau masak buat makan siang Pak,eh Mas Khaffa.".Ucap Anayra segera meralatnya karena takut Diah curiga.


"Ya sudah,saya mau kekamar Aden dulu mau ambil pakaiannya yang kotor.Tapi saya mau membereskan ini dulu dan memasukkannya kedalam kulkas.Tadi ibu menyuruh bibi sekalian belanja buat disini.".Ucap bi Diah sambil membuka tas belanjaannya.


Satu persatu Diah mengeluarkan sayuran dan buah-buahan serta lauk pauk segar dari tas belanjaan yang dibawanya.Sang ART dari kediaman Rena yang diutus keapartemen Khaffa untuk memenuhi perintah majikannya.


ART yang sudah bekerja selama 10 tahun ini sudah menjadi orang kepercayaan keluarga Rena,termasuk Khaffa yang sedari remaja dimanjakan olehnya.Maka dari itu Khaffa ingin Diah yang mengurusi apartemennya.


"Oh iya,silahkan Bu!.".Jawab Anayra pendek kemudian mengambil pisau dan talenan untuk memulai memotong sayuran.


Aktivitas Diah terhenti saat tercetus ide didalam isi kepalanya.


"Oiya mbak,boleh minta tolong kekamar Den Khaffa?.Tolong ambilkan pakaian kotornya soalnya habis ini saya mau langsung pergi kelaundry sebab saya harus segera kembali kerumah ibu Rena karena masih banyak pekerjaan disana!?.".Pinta Diah memohon dengan wajah memelas.


Saat mendengarkan Diah berbicara,Anayra menghentikan kegiatannya sambil berpikir dan menimbangnya,harus menolak atau menerima permintaannya.Dan Diah tanpa ragu menyuruhnya untuk kekamar Khaffa sebab la pikir Anayra kekasihnya.


"Iiya Bu!.".Jawab Anayra sambil meletakkan pisau dimeja kemudian berlalu menuju kekamar Khaffa.


Pasrah saja Anayra menurutinya.Sebab mau menolak takut menyinggung tetapi jika melakukannya merasa lancang memasuki kamar tidur orang lain tanpa seijin sang empunya tempat.Anayra pikir kenapa tidak wanita itu saja yang melakukannya,tetapi la merasa tidak enak membantah ucapan wanita paruh baya itu yang usianya jauh lebih tua darinya tetapi lebih muda dari ibunya dan Rena.


"Oiya mbak,nanti pakaian kotornya masukin kesini saja ya!.".Pinta Diah sambil memberikan sebuah paper bag padanya.


Dibalas anggukan kepala oleh Anayra sambil mengambil benda itu dari tangan Diah kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Masuk atau enggak ya?.".Gumamnya sambil berdiri didepan pintu kamar Khaffa.

__ADS_1


Saat Anayra sedang berpikir.Ditengah perjalanan menuju tempat kerjanya,Khaffa bergumam sendirian.


"Dia lagi ngapain sekarang ya?.Apa dia udah balik atau masih diapartemen gue?.".Sembari fokus mengemudi menatap lurus kedepan memandangi jalanan yang mulai lengang.


"Kayaknya nanti harus gue cek dimonitor kantor!.".Sembari manggut-manggut dan mengetuk-ngetuk setir mobilnya.


Bergegas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu dan untuk melakukan sesuatu.


Cklek.


Walaupun ragu-ragu awalnya tetapi akhirnya Anayra membuka pintunya juga lalu memberanikan diri masuk kedalam kamar Khaffa secara perlahan.Lagi-lagi la terpukau melihat interior berwarna putih dan hitam dan furniture yang ada didalam kamar dengan nuansa maskulin.Tempat tidurnya berkelas dan mahal sepertinya terlihat sangat empuk dan nyaman saat ditiduri.Warna seprainya dan selimut berwarna abu tua terasa melambai-lambai menggodanya untuk merebahkan diri diatasnya.Tetapi Anayra tidak melakukannya karena tidak sopan menurutnya.


"Ck,ck.Begini ya ternyata isi kamar orang gedongan?.".Gumam Anayra saat mengitari ruangan dengan bola matanya sambil berdecak kagum.


Kemudian menyibak dan membuka tirai yang warnanya senada dengan seprai dan selimutnya supaya ada sinar matahari masuk kedalam.Perhatiannya lalu teralihkan kearah samping tempat tidur karena tertarik untuk melihat foto-foto yang ada diatas Nakas berwarna putih didekat lampu tidur yang berbentuk unik dan klasik.Foto Khaffa saat wisuda dan foto bersama keluarganya.


"Manis juga ternyata kalo lagi tersenyum waktu difoto.Tapi kenapa kenyataannya wajahnya serem kayak jombi.".Sembari memandangi wajah Khaffa dibingkai foto.


"Ini tv apa bioskop?.".Sembari mengamati TV LED yang besar menempel didinding diatas meja kabinet seperti 'home teather'.


"Kamarnya bagus banget sampe bikin betah diam disini.".Gumamnya tampak enggan untuk keluar karena merasa nyaman dan ingin berlama-lama ditempat ini.


"Tapi sayang kamar ini bukan punyaku!.".Sembari menghela nafasnya memandangi ruangan yang bisa memanjakan dirinya tetapi sayang tempat itu bukan miliknya.


"Aneh!.Dikamar segede gini tapi kok ga ada lemari bajunya sih.".Saat melihat ke sekelilingnya sembari berpangku tangan.


Terheran dan termangu merasa aneh karena tidak menemukan lemari pakaian dikamar itu.


"Heuhhh,ngapain juga aku pusing mikirin soal itu.".Sambil mendengus keras.


"Busettt dah,ini kamar mandinya aja segede kamar dirumahku yang ada di kampung.".Sembari mengambil pakaian kotor Khaffa dibox khusus lalu diletakkannya didalam paper bag yang.


Setelah selesai dengan kegiatannya lalu keluar dari ruangan itu.Dia ingin berlama-lama didalam kamar itu karena merasa betah tetapi entah kenapa la merasa takut.Takut jika ada sesuatu yang hilang nanti dan membuat la menjadi tersangka utamanya.


Tetapi sebenarnya Anayra tidak perlu takut sebab Khaffa tidak menyimpan barang pribadi dan benda berharga dikamarnya.Dia mempunyai tempat khusus dan tersembunyi diWalk in Closhet.Tempat itu ada didalam kamar Khaffa dibalik rak buku besar dan tinggi.Tempat tersembunyi dan tidak ada orang lain yang tahu kecuali keluarganya.Namun hanya Khaffa yang tahu cara membukanya.


Seluruh ruangan apartemen itu juga dilengkapi oleh CCTV untuk antisipasi,terkecuali dikamar mandi.Dan Khaffa bisa melihatnya secara langsung dilayar monitor yang ada diruangan kerja dikantornya.


Apartemen yang ada disekitar pusat kota ini tergolong elit,dan semua penghuni ditempat itu bukanlah orang dari kalangan biasa,sehingga fasilitas disanapun lengkap.Ada kolam renang,fitness center dan arena olahraga badminton.Serta keamanan disana pun terjamin dan terjaga dengan ketat.Tetapi meskipun begitu tetap saja tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab menjadikan tempat itu sebagai target operasi untuk melancarkan aksi kriminalnya.


Namun beruntunglah karena selama ini belum tercatat ada kasus penjarahan yang terjadi ditempat itu dan tetap aman.Mungkin saja hal itu bisa terjadi jika para penjarah seorang yang mahir dan profesional bukan amatiran.


Sembari membawa paper bag ditangannya,Anayra menghampiri Diah dipantry.


"Bu ini sudah kurapikan pakaiannya.".Ucap Anayra sambil menyerahkan paper bag berukuran besar pada Diah.


"Terima kasih mbak,maaf ya jadi merepotkan!.".Ucap bi Diah sambil menerima paper bag itu.


"Ga apa-apa Bu,tenang saja ga usah sungkan!.".Sembari tersenyum manis.


"Oiya Bu,maaf boleh aku tanya sesuatu?.".Tanya Anayra saat Diah bersiap-siap untuk pergi.


"Boleh silahkan mbak!,mau tanya apa?.".


"Kalo boleh tau,memangnya kenapa Mas Khaffa ga pernah membawa gadis kemari?.".Tanya Anayra penasaran.

__ADS_1


"Oalah kirain mau tanya apa?.Gini lho mbak,soalnya Aden pernah dikejar-kejar sama seorang gadis yang tergila-gila sama Aden sampai ngejar kemari.Gadis itu terus datang kemari sampai Aden keganggu,padahal udah ditolak tapi tetap ngotot.".Ungkap bi Diah.


"Apa gadis itu masih mengganggunya sampai sekarang Bu?.".Tanya Anayra penasaran.


"Ya enggaklah!,kejadian itu udah lama kok mbak.Dan lagi Aden ancam dia kalo masih terus mengganggunya mau dilaporkan kepolisi.".


Bi Diah tampak serius menceritakan kejadian itu.Sementara Anayra manggut-manggut saja menanggapinya.


"Terima kasih ya Bu!.Oiya Bu,tolong jangan katakan sama Mas Khaffa kalo aku bertanya soal ini!.".Pinta Anayra sambil memegang tangan bi Diah.


"Asiiiap mbak,tenang saja!.".Jawab bi Diah sambil menirukan gaya Y*ut*uber no 1 se Asia itu.


Sikap lucu bi Diah membuat Anayra menutup mulutnya saat tertawa cekikikan.


"Oiya mbak,Aden itu baik dan perhatian sama siapapun walaupun agak keras keliatannya.Dan Aden itu orangnya setia pada pasangan.Buktinya sampai sekarang masih betah jomblo setelah ditinggal menikah sama pacarnya yang dulu.Padahal mereka belum putus lho mbak!.".Ungkap bi Diah serius.


Mendengar hal itu membuat Anayra terkesiap sampai mundur selangkah kebelakangnya.


Ternyata pria sesempurna dia pernah patah hati juga.Kukira dia yang suka bikin patah hati wanita...Pikir Anayra sambil tertegun.


"Ya sudah,bibi pergi dulu ya mbak takutnya kelamaan!.Nanti ditanya-tanya sama Ibu.".Ucap bi Diah sambil bersiap pergi.


"Iya Bu,terima kasih.Hati-hati ya Bu!.".Ucap Anayra ramah.Dan bi Diah mengangguk saja.


"Assalamu alaikum.".


"Waalaikum salam.".


Anayra mengantarkan bi Diah hingga kedepan pintu.Tak lupa la mencium punggung tangannya.Bi Diah tampak risih tapi tidak bisa menghindar karena Anayra yang meraih tangannya.Bi Diah sampai terheran-heran diperlakukan seperti itu mengingat Anayra adalah kekasih Khaffa,setahunya.


Sebab kekasih Khaffa dulu tidak seperti itu dan malah suka bertingkah layaknya tuan rumah serta suka menyuruh-nyuruhnya tanpa segan dan tidak sopan.Tetapi sayangnya Khaffa tidak tahu menahu soal itu sebab gadis itu melakukannya tanpa setahu Khaffa dan keluarganya.Dan Khaffa sangat mencintai gadis itu hingga tidak tahu sikap buruknya.


Anayra memanggil bi Diah 'lbu' mengingat usianya yang jauh lebih tua diatasnya.Dan untuk menunjukkan rasa hormatnya pada orang yang lebih tua,tanpa memandang statusnya.


Sepeninggal bi Diah,Anayra meneruskan pekerjaannya yang tertunda untuk memasak menu makan siang sang tuan rumah.Dimulai dengan menggelung rambutnya dan menggulung lengan sweaternya.Kemudian mulai melakukan kegiatan yang biasa dilakukan layaknya seorang chef yang handal.


Dia memasak sembari bersenandung dan menari dengan earphone terpasang ditelinganya mendengarkan alunan lagu dan irama musik diponselnya.Kekesalannya tadi pagi hilang seketika karena teralihkan oleh kegiatannya saat ini.Ditambah kedatangan ART yang lumayan sedikit menghiburnya.Tetapi la tidak menyadari jika saat ini ada sepasang mata mengawasinya dari kejauhan.


Ditempat lain diruangan CEO.


Sedari tadi Khaffa senyum-senyum sendiri dikursi kerjanya sambil menatap layar monitor dimejanya.Semenjak la datang memasuki ruangannya matanya tetap fokus melihat layar.Bahkan teriakan Khaira yang menerangkan daftar kegiatannya hari ini dan cicitan Riccy yang meminta tanda tangannya pun tidak digubrisnya tadi.Dia hanya menjawab dengan gumaman 'Mmmh' saja tanpa menoleh pada mereka.


Khaira dan Riccy yang sudah terbiasa menghadapi sikap Khaffa dan lebih memilih pergi dari ruangan itu.Riccy dan Khaira memang harus punya kesabaran tingkat tinggi saat berhadapan dengan Khaffa,termasuk Anayra dan orang terdekat yang berada disekitarnya.


Ketika Khaffa sudah berbicara dan memberikan perintah maka tidak ada yang berani membantahnya atau melawannya.Terkecuali Anayra yang cukup mempunyai keberanian dan nyali yang besar untuk melakukan hal itu.


Khaffa memutar rekaman video dan memperhatikan Anayra dari mulai membereskan rumah dan bersih-bersih.Pada saat bi Diah masuk dan berinteraksi dengan Anayra.Ketika Anayra masuk kedalam kamarnya dan melakukan aktifitas didalam kamar tak luput dari pandangannya.


"Gadis ini misterius banget.Kayak singa betina sikapnya tapi ternyata luwes kalo lagi bekerja dan jujur juga.".Gumam Khaffa sambil menopang dagunya dimeja.


Anayra tidak memperlihatkan gerakan mencurigakan ataupun janggal disana.Dan Khaffa seakan sedang menguji kejujuran Anayra.Dia menjadi tersentuh hatinya karena selain cantik tetapi juga baik dan jujur.Menurutnya.


Sembari tertawa terbahak-bahak tidak bisa menahan tawanya,Khaffa memandangi Anayra bersenandung dan menari.Penampilan Anayra terlihat seksi dimatanya dan cara memasaknya juga terlihat cekatan dan terampil.Khaffa memberikan poin plus untuk Anayra.


"Gue rasa Mami benar,gue udah pantas menikah punya istri dan anak.".Gumam Khaffa sambil duduk bersandar dikursinya dengan mata tak lepas menatap Anayra dilayar monitornya.

__ADS_1


Secara sadar la mengatakan itu.Tetapi entah apa makna dibalik kalimat itu dan arti tatapannya pada Anayra.Gadis yang seketika menjungkir balikkan hatinya yang kesepian dan menghibur hidupnya yang membosankan menjadi lebih berwarna dan berkesan.


__ADS_2