
***
Author POV.
Flashback on.
Seorang gadis berjalan mengendap-endap dibasement area parkir motor setelah keluar dari pintu khusus pegawai.Dia menghampiri sebuah motor matic berwarna putih kemudian dengan sengaja pura-pura terjatuh lalu tangannya meraba-raba ban motor saat dirasa situasi dan kondisi aman.
Wusss...
Suara angin keluar dari ban motor itu ketika gadis itu membuka penutupnya.
"Rasain lu!.Makanya jangan sok cantik dan suka tebar pesona didepan staff-staff apalagi Pak Khaffa!.Kalo lu berani macam-macam disini jangan heran dan aneh kalo gue kerjain.".Umpatnya sambil memukul-mukul ban motor itu.
Dia lalu bangkit kembali dan menghampiri motor besar P*X nya seraya tersenyum smirk kemudian pergi setelah mengenakan pelindung kepala dan menyalakan mesinnya.
Flashback off.
Anayra POV.
Sumber:Google.
D'n'D Grand City Hotel.
Kami tiba didepan gedung hotel setelah menempuh perjalanan 40 menit.Dengan gerakan cepat dan spontan pegawai Hotel membukakan pintu mobil.
"Selamat datang!.".Sapanya ramah ketika kami turun dari mobil.Kami membalasnya dengan senyuman manis.
Pak lkbal sigap mengeluarkan koper-koper dan kami mengambilnya masing-masing.
Sumber:Google.
Aku dan ketujuh pasukanku menapakkan kaki dilantai yang licin dan mengkilat.Kami melangkah dengan percaya diri dan anggun nyanbak orang gedongan dan melenggang cantik sambil menyeret koper dibelakang.Meskipun tampang kami tidak terlalu cantik dan tidak jelek juga tapi kami merasa bangga ada ditempat ini.
Tak,tak,tak.
Suara hentakan heels kami diatas marmer terdengar jelas mengiringi langkah kami.Memang beda aura yang kami pancarkan dan atmosfer yang kami rasakan saat memasuki lobby.Efeknya sangat mempengaruhi kami.
"Amazing!.".Ucap Alma.
"wonderful!.".Ines menimpali.
"Wow keren!.".Ani ikut bersuara.
"Wonderland!.".
"Beuhhh,dikira si Alice dari negeri dongeng!?.Wonderful kaliii!.".Dea mengomentari ucapan Santi dan mengoreksi nya.
"Hahaha...".Ditanggapi gelak tawa oleh Alma dan yang lain.
Tak bisa menahan tawa mendengar komentar Dea.
"Sttt,diam dan jangan norak!.Ingat kita dihotel sekarang!.Awas jangan malu-malu'in!.".Ucapku mengingatkan dimana posisi kami berada sekarang.
Tetapi maklum saja.Baru pertama kalinya kami memasuki gedung Hotel berbintang.Salah satu Hotel dengan bajet termahal dinegeri ini karena fasilitasnya yang sangat lengkap.
Kami berjalan beriringan menuju meja resepsionis.Sang pegawai resepsionis menyapa kami dan menanyakan maksud kedatangan kami kemari.Dan aku mewakili mereka berinteraksi dengan pegawai itu.Setelah selesai pegawai itupun memberikan 2 kunci kamar yang sudah disiapkan untuk kami yang berbentuk kartu.
Tak berselang lama seorang Bellboy datang menghampiri kami dengan kereta dorongnya lalu mengambil koper kami kemudian menyimpannya dikereta dorongnya.Kami mengikuti langkahnya menuju kamar kami.
Tidak bisa kubayangkan jika kami menyasar ditempat ini dan berputar-putar dikoridor Hotel yang luas ini karena semua tampak sama dimataku.
Dengan menggunakan lift kami naik kelantai 3 lalu keluar saat pintu terbuka.Setelah sampai didepan pintu kamar kami berpisah menjadi 2 regu sebab ibu Lulla menyediakan 2 kamar untuk kami dan sontak ada empat orang dalam 1 kamar.Aku bersama tim satu shiftku dan Alma bersama tim satu shiftnya.
Setelah mengakses kode kunci pintu menggunakan kartu kami kemudian masuk.
"Wouwww,keren!.Ini kamar kita ya?.".Melly langsung menerobos masuk kedalam dan menghempaskan tubuhnya ditempat tidur.
Brugggh.
"Mmm,empuknya!.Kapan aku bisa punya tempat tidur kayak gini!.".Melly meraba tempat tidur,memeluk guling dan bantal.
"Woyyy,jangan norak lu!.Awas lecet dan kotor nanti seprainya.Mandi dulu sana gih!.".Dea memprotes tingkah konyol Melly.
__ADS_1
"Wuihhh...Ini kamar level paling rendah,gimana model level tingginya?.Wahhh kalo gini mah bisa-bisa aku ga mau pulang.".Canda Santi sambil meraba dan menyentuh setiap furniture diruangan ini.
Santi benar,ini memang bukan kelas VVIP atau Presiden suite.Tapi kami tetap bersyukur karena ibu Lulla memfasilitasi kami kamar ini dan juga menanggung biaya semuanya termasuk urusan perut kami.
"San,kalo lu mau mondok lama disini,siapin dulu cuan yang banyak!.Lu pasti tau kan harga sewanya semalam sampe jutaan?.".Ungkap Dea sambil menghampiri Melly lalu duduk disampingnya.
"Tau lah,emang lu kira gue bodo dan pe'ak apa?.Gue kan cuma asal cuap aja Dea!.Dikira gue udik dan kampungan apa.Tuh si Melly kalii yang agak katro.".Jelas Santi membela dirinya sambil menunjuk Melly pada akhirnya yang menjadi kambing hitam.
Mendengar perselisihan keduanya membuat aku angkat bicara untuk melerai keduanya.
"Sudah-sudah!.Ayo siap-siap kita turun untuk makan!.Kita belum sempat makan siang tadi dibutik.Tapi rapihkan dulu koper kalian!,jangan disimpan disembarangan tempat.".Pintaku ketika melihat koper mereka berserakan begitu saja.
Aku mengintruksi mereka dengan cepat dan tegas lalu spontan mereka melakukan tugasnya menyimpan koper didekat lemari pakaian.Mereka tergesa-gesa dan sangat cepat.Termasuk aku karena tidak sabar ingin mencicipi hidangan disini dan mengisi perutku yang terasa melilit saking kosong dan laparnya.
"Ok baiklah!,apa kalian udah siap?.".Tanyaku dan mereka mengangguk serentak.
"Ayo,kita pergi sekarang!,tapi kekamar sebelah dulu!.Ajak mbak Alma dan yang lainnya untuk makan bersama.Biar enak dan seru!.".Ucapku sambil melangkah keluar diikuti mereka.
Mereka paham maksudku dan kami menghampiri pintu kamar Alma dan timnya.
Tok,tok,tok.
Santi mewakili mengetuk pintu.
"Heiii,tekan belnya oon!.".Ucap Dea sambil menunjuk bel didinding.Dan Santi lalu menekannya dengan wajah merengut kesal karena Dea selalu meledeknya.
Tettt.
Cklek.
Tak berselang lama pintu terbuka.Dibalik pintu kepala lndah menyembul keluar.
"Kenapa kalian ada disini semua?.Bukannya kamar kalian disebelah?.Maaf ga muat kalo kalian mau tidur bareng disini!.Hihihi...".Celetuk lndah lalu tertawa cekikikan sambil berjalan keluar.
"Jangan becanda!.Ayo kita makan bersama!.Ini sudah lewat jam makan siang!.Cepat ajak yang lainnya!,perut kami sudah meronta-ronta minta diisi!.".Ajak Santi bersungut-sungut saat lndah berdiri didepannya.
"Mbak Alma,ayo kita makan!.".Serunya.
Bag,big,bug.
Suara gaduh mereka didalam lalu berhamburan keluar.
Mereka berjalan menuju area makan dan tentunya mengikuti petunjuk dan arahan bellboy yang berpapasan dengan kami.
Tiiing.
Pesan masuk diponselku.Aku segera mengambilnya didalam tasku dan membacanya sambil berjalan.
X Calon Imam
Apa sudah sampai Ana'?
Kamu suka gaunnya?
Itu isi pesannya dari pemilik nomor yang sudah ku ganti nama kontaknya.Sembari berjalan tertunduk aku segera membalasnya.
Brukkk.
Aku menubruk tubuh seseorang dan wajah ku mendarat sempurna sampai mencium dada bidangnya karena terlalu fokus menatap ponselku.
"Maaf!.".Aku mundur dua langkah kebelakang dan menatapnya.
"Ga perlu,aku sengaja menghalangi jalan mu!.".Pria yang berdiri didepanku sekarang memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
Tapi wajahnya tampak familiar,rasanya aku pernah bertemu dengannya.Tetapi membuatku menautkan kedua alisku,merasa aneh oleh perkataannya.
Pria dengan balutan jas warna hijau tua,rambutnya ditata rapi dan klimis.Tingginya bahkan hampir sama dengan tuan CEO.
"Kamu ingat aku?.".Pria itu menunjuk wajahnya.
Aku berpikir untuk mengingat wajahnya dan menggaruk pelipisku.
"Ckkk...lngatanmu jelek sekali.Dikantor CEO diMars Group!.".
Refleks aku tersentak saat mengingatnya.Benar,dia yang berdiri dibelakang ku kala itu saat aku mengajukan komplain.
"Aanda,kkenapa ada disini?.Heiii,apa anda mengikutiku,hahhh?.".Ucapku menunjuk wajahnya.
"Aku memang mengikutimu dari tadi sejak melihatmu masuk kedalam lobby.Mmm,tapi aku penasaran kenapa kamu juga bisa ada dihotel semewah ini?.".Ucapnya dan berputar-putar mengelilingiku.
__ADS_1
'Apa maksudnya,mungkinkah dipikirannya terlintas jika aku sedang 'cek in' untuk melayani para pria hidung belang.Mungkinkah otaknya sedang berpikiran mesum dan negatif tentangku?'...Dalam hatiku menerka-nerka.
"Heiii,anda jangan berpikiran buruk tentangku dan jangan kurang ajar ya!.Aku bukan gadis seperti itu dan bukan gadis murahan.Memangnya ga bisa liat dari penampilan ku sekarang?.Apa aku pakai pakaian seksi dan minim yang kurang bahan,hahhh?.Awas ya!,nanti aku laporkan pada Manager disini,kalo berani macam-macam padaku dan berpikir yang enggak-enggak tentangku!.".Ocehku bertubi-tubi dengan nada kesal dan jengkel.
"Uhhh...Aku ga takut!.Malah lebih takut kalau kamu menolakku dan mengabaikan ku!.Silahkan saja laporkan kalau kamu berani!.Aku akan tetap setia menemanimu dan menunggu disini sampai Manager itu datang kemari!.".Ucapnya menggodaku dan tersenyum manis menebar pesonanya.
Apa katanya dan apa maksudnya?.Kenapa nada bicaranya seperti tidak ada takut-takutnya.Mungkinkah pria ini bodyguard nya Manager atau seorang Intel yang sedang menyamar dan bertugas disini?.Tetapi kalau benar,bukankah sikapnya sangat aneh dan tidak normal.Tidak ada rasa takut sama sekali pada Manager hotel ini.
"Hisss,dasar pria gila!.".Umpatku dan melengos pergi.
Dengan langkah tergesa-gesa aku berjalan dan terus berjalan tanpa menoleh kebelakang.
"Huhhh...Kenapa koridor hotel ini panjang sekali?,kenapa aku belum sampai juga dari tadi.Aaahhh...Aku lupa!.Kenapa aku ga naik lift saja untuk turun kebawah?.Gegara pria itu otakku jadi lemah dan loading!.".Rutukku.
Berjalan menyusuri lorong hotel yang panjang dan menuruni anak tangga yang menukik kebawah ini.
Namun akhirnya aku bernafas lega karena sampai juga diarea makan setelah bertanya pada salah seorang pegawai disini.Bergegas aku berjalan menuju pintu masuk area makan dan kulihat gadis-gadis yang tertawa cekikikan sambil menyantap makanannya dimeja makan.
"Nay',kamu darimana saja?,apa tadi ada yang ketinggalan dikamar?.Ayo duduklah,kita makan!.".Cecar Alma saat melihatku dan menunjuk kursi disampingnya.
Aku duduk dikursi yang tersisa dimeja makan yang berbentuk melingkar tanpa menjawab pertanyaan Alma.
"Mbak mau makan apa biar kuambilkan?.".Indah menawarkan diri untuk mengambilkan makanan dimeja hidangan yang berada dipinggir ruangan.
"Mmm,samakan dengan Melly!.".Ucapku ketika melihat menu makanan Melly makan yang tampak lezat dimataku.
"Baik,tunggu sebentar ya mbak!.Akan kuambilkan!.".Melly beranjak berdiri dan pergi kearah meja hidangan.
Tidak sampai 5 menit Melly kembali dengan membawa piring berisi makanan ditangannya lalu meletakkan dimeja.Aku pun dengan segera melahapnya setelah berdo'a.
"Nay',apa kamu udah liat ballroom untuk pesta nanti?.Kurasa pestanya akan sangat mewah dan meriah.Tadi ga sengaja kulihat saat melewati lift waktu mau kemari Nay'!.Dekorasinya cantik dan modern,kurasa Bu Lulla pasti ngeluarin banyak kocek untuk itu.Bukannya ini pemborosan namanya?.".Cetus Alma disela-sela makannya.
"Tentu saja enggak!.Bagi Bu Lulla itu ga seberapa dibandingkan kekayaan yang dimilikinya.Lagi pula pestanya digelar setahun sekali dan tahun kemarin cuma garden party kan?.Tahun ini sudah jelas kita dengar sendiri kalo Bu Lulla mengundang banyak relasi bisnis dan para pemimpin perusahaan yang akan datang nantinya,jadi pesta harus digelar dengan mewah dan meriah sesuai bajetnya!.Harusnya kamu senang untuk itu sebab stan makanan bisa dipenuhi hidangan berkelas juga pasti nantinya!,bukankah begitu?.".Ucapku menyindirnya sambil mengikut lengannya.
"Benar juga!,harusnya aku senang seperti katamu Nay'.Tapi bukankah harga sewa ballroom dihotel ini sangat tinggi.Belum lagi untuk dekorasi dan cateringnya serta sewa 10 kamar untuk pegawai?.Coba kamu hitung berapa biaya yang harus dikeluarkan Bu Lulla?.".Imbuh Alma dengan raut wajah konyolnya.
"Coba ya aku hitung!.Emmm,tapi maaf Al'!,aku ga punya waktu untuk itu dan ga ada gunanya juga.Itu urusan Bu Lulla dan kita tinggal nikmati saja fasilitasnya.Uang Bu Lulla ga bisa dihitung lagi mungkin,dan saking banyaknya jadi dia ga mikirin berapa nominal angka yang harus dikeluarkannya!.".Ucapku dan menggedikkan bahuku.
"Ingat Al',jangan bandingkan isi dompetnya dengan isi dompet kita,ok!?.".Ucapku menepuk pundaknya.
Mengingatkan dan menjelaskan tentang kedudukan Bu Lulla dengan kami.
"Hahaha...lya juga!,kamu selalu benar kalo bicara Nay.Aku lupa kalo kamu sangat mengenal Bu Lulla dengan baik,secara kamu calon adik iparnya tapi sayangnya ga jadi,hehehe...".Celoteh Alma menyindirku dan menepuk punggung ku kasar sembari cengar-cengir saja.
Sembari merengut kesal dan memutar bola mataku jengah aku mendesis lalu berkata."Hisss....Kenapa kamu bahas soal itu disini sekarang?.Kamu mau jatuhin aku didepan junior kita,hahhh?.Mulutmu asal bicara dan asal bunyi saja!.Liat situasi dan kondisi kalo ngomong!.".Umpatku dengan pelan sambil melototinya.
Tangannya langsung membekap mulutnya sendiri tatkala mendengar ocehanku,lalu berkata."Upsss!,sorry Nay'!.Udah kebiasaan!.Lidahku licin dan ga punya rem.Jadi ga bisa berhenti mendadak,hehehe..."Kilah Alma cengengesan dan garuk-garuk kepalanya.
Pesta tahun digelar diHotel dan mengundang ratusan tamu undangan.Tahun lalu pesta digelar dikediaman ibu Lulla bertema Garden party karena hanya dihadiri oleh seluruh pegawai dan kerabat dekat saja.Dan tahun ini diHotel sebab jika dikediamannya tidaklah cukup tempatnya meskipun besar tapi tidak mampu menampung hingga ratusan orang.
Tak berselang lama.Segerombolan orang dari gedung butik pusat datang kearah kami.Wajah mereka berseri-seri saat melihat kami.Mereka adalah para pegawai yang sama seperti kami dan sebagian dari mereka dari tim produksi tetapi itu belum semuanya.Masih banyak yang lainnya dengan berbeda bidang dan posisinya masing-masing.
Kami saling menyapa,cipika-cipiki dan saling berangkulan.Kami seolah seperti sedang reuni sebab kami jarang bertemu sejak dipindah tugaskan ke Mall.
"Haiii apa kabar?.Kalian udah lama disini?.".Tanya Mera gadis berambut pendek seperti laki-laki dan berponi yang menempati kepala bagian produksi.
Dia berdiri didekat Ani yang duduk disebelah Alma.Sikapnya agak tomboy dan penampilannya pun selalu menggunakan celana jeans dan T-shirt polos.Tetapi cara kinerjanya mengagumkan.
Namun dia adalah teman berselisih paham Alma.Bahkan Alma menyebutnya 'Cewek setengah matang atau wanita jadi-jadian'.
"Baik,30 menit yang lalu Mer!.Oiya Mera,apa gaun yang kemarin minta dikecilkan dan dipotong udah selesai?.".Tanya Alma.
"Dasar katro,bahas kerjaan disini.Sekarang waktunya senang-senang dan nikmati makanan!.".Cetus Mera dan mencomot stik kentang goreng dari piring Ani lalu memakannya.
"Ishhh,aku kan cuma nanya jadi ga usah nyolot juga kali!.".Rutuk Alma sembari memotong beef steaknya.
"Etdahhh,cara ngomong gue emang gini,lu aja yang sensi!.Kayak baru tau gue aja!?.Lu kayak nenek-nenek lansia,perasa dan sensitif!.".Ucapnya acuh dan melengos pergi.
"Dasar cewek setengah matang!.Mendingan kamu jadi kuli panggul daripada jadi Kabag!.".Umpat Alma dengan mulut penuh makanan dan sambil mengunyah makanannya.
"Sudah Alma!,ga usah diladeni.Dia kan cuma bercanda jadi ga usah masukan kehati juga kaliii.Kamu juga salah bahas itu disini,ga liat sikon dulu!.".Ucapku menenangkan Alma dan mengelus punggungnya.
Namun pada akhirnya menyalahkan dirinya,ralat mengingatkannya.Sebagai seorang sahabat,kami saling menenangkan dan mendukung disaat saling membutuhkan.Disaat suasana hati Alma yang panas seperti ini,akulah yang harus berperan meredamnya.Dan begitu pula sebaliknya.
Alma mengatur nafasnya yang turun naik saking marahnya.Sedangkan yang lainnya menjadi penonton saja sejak tadi sambil tertawa cekikikan melihat perdebatan Alma dan Mera.Tetapi itu bukanlah pemandangan yang aneh bagi kami.Alma dan Mera memang tampak tak akur tetapi mereka tidak pernah saling membenci dan mendendam.Dan hanya menganggap angin saja kemudian baik kembali seolah tidak terjadi apa-apa.
Begitulah kira-kira sifat Alma.Sahabatku satu-satunya yang susah dimengerti dan ditebak isi hati dan pikirannya.Selalu berbicara sesuka hatinya dan bertindak semaunya sendiri.Namun aku dan keenam junior kami sudah paham dan memakluminya.
Dengan acuhnya Mera pergi disusul yang lainnya mencari tempat duduk dimeja makan yang lain.Dan kami melanjutkan acara makan yang terhenti,termasuk aku saat lndah kembali sambil membawa makanan untukku dan meletakkannya dimejaku.
__ADS_1