
Author POV.
Anayra berdiri diatas panggung dengan jantung berdebar-debar hebat.
"Huuuh...".Perlahan menghela nafasnya seraya terpejam untuk mengusir kegugupan sebelum bernyanyi.
Kemudian mata indahnya berkelana memandang orang-orang yang antusias ingin mendengarkan suaranya lalu menatap lekat Lefrand dengan hati menangis sedih.
Sedangkan Lefrand terlihat sangat tidak sabar sebab sudah lama ia tidak mendengarkan suara indah dan merdu Anayra.Dulu ketika masih bersama mereka selalu bernyanyi dan saling mengungkapkan perasaannya dengan bersenandung menyanyikan lirik lagu.Dan dengan perasaan harap-harap cemas la menunggu jawaban Anayra melalui lirik lagu untuk membalas perasaannya.
Sementara disudut ruangan.Seorang pria baru datang kepesta lalu menatap Anayra sambil memegang minumannya yang baru diambilnya dimeja hidangan.Pikiran dan hatinya penuh tanda tanya.
Bukankah gadis itu yang ku halau tadi siang?.Apa dia akan bernyanyi?.Cantik sekali penampilannya saat ini,dia terus menarik perhatian ku...Pikirnya sambil senyum-senyum memandangi Anayra diatas panggung sana.
Ditengah keramaian.Khaffa terpaku sambil mengepalkan tangannya.Dia merasakan sesuatu yang panas menjalar dihatinya ketika melihat Lefrand bernyanyi untuk Anayra dan menyatakan cintanya.Dan kini ia harus mendengarkan Anayra bersenandung untuk Lefrand.
"Beraninya pria itu nyatakan cintanya didepan semua orang!.Kenapa gue ga suka liat Anayra dekat dengannya?.".Gumam Khaffa sambil sambil memicingkan matanya memandangi Lefrand yang berdiri tak jauh disampingnya
Tinggg.
Dan pianis mulai memainkan piano nya melantunkan musik untuk mengiringi Anayra bernyanyi.
Hembusan angin meniup wajah alam
Mataku tak berkedip menatap langit
Terlalu luas tak bertepi pandang
Bisakah aku menyentuh awan
Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa
Mendengarkan jiwaku berkata-kata
Tak mungkin aku abaikan kata hati
Ku harus jujur pada hatiku
Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi
Engkau bukanlah sebuah kesalahan
Tak pernah aku menyesal mengenalmu
Tapi biarkanlah aku terbang bebas
Mencari cinta sejati
Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa
Mendengarkan jiwaku berkata-kata
Tak mungkin aku abaikan kata hati
Ku harus jujur pada hatiku
Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi
Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi
Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi
Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi
(Sumber:Musixmatch.)
Lagu berjudul 'Mencari Cinta Sejati'.Menjadi pilihan Anayra.
"Terima kasih!.".Lirih Anayra dengan pelan setelah menyelesaikan lagunya.
__ADS_1
Setetes air mata berhasil lolos dari pelupuk matanya.Dengan jarinya Anayra menyeka sudut matanya.
Prok,prok,prok.
Gemuruh tepuk tangan menyertainya dan tak kalah riuhnya dengan tepukan tangan yang diberikan pada Lefrand setelah bernyanyi tadi.Tamu undangan sangat menikmati alunan suara merdunya.Bahkan Alma serta keenam juniornya menitikkan air matanya saking sedih dan terharunya.
Lefrand tak kuasa mendengarkan Anayra bersenandung.Lirik lagunya terasa mengiris-iris hatinya.Sekarang la tahu isi hati Anayra padanya.Namun la menggelengkan kepalanya tak percaya,hatinya berusaha keras menampik dan menepis jika Anayra hanya secara tak langsung menolaknya.
Sedangkan Anayra menatapnya dengan tatapan sendu saat bernyanyi,la merasa sedih karena harus mengungkapkan perasaannya melalui sebuah lagu.Dia tak ada keberanian untuk menyatakan perasaannya langsung pada Lefrand.Walaupun terasa berat dan menyiksa batinnya karena tak bisa menerima Lefrand untuk hadir dalam hidupnya kembali.Namun bagaimana pun juga la harus membuat keputusan dan menjadikan Lefrand sebagai bagian dari kisah masa lalunya.
Biarlah kenangan manis dan indah bersama Lefrand dulu menjadi sepenggal sejarah dari perjalanan hidupnya.Momen dan mantan terindah dalam pencarian cinta sejatinya.Dari Lefrand la belajar mencintai dengan sebaik cinta yang dimilikinya,dan dicintai dengan sepenuh hati Lefrand.Namun ternyata takdir tak berpihak pada mereka hingga membuat Anayra ragu untuk menerimanya kembali.
Pengkhianatan yang dilakukan Lefrand dulu masih tersimpan didalam memorinya.Sebesar apapun cinta yang dirasakannya dan cinta yang Lefrand miliki padanya,tak mampu membuat Anayra bertahan dan tetap disampingnya.
Dalam renungan dan kebingungannya,Lefrand terheran-heran dengan sikap Anayra.Dia bisa melihat dari sorot mata Anayra yang begitu dalam padanya.Menyiratkan jika ada rasa cinta dihatinya untuknya namun mulutnya berkata lain,menurutnya.
Ana',jujurlah padaku dan pada hatimu!.Masihkah kamu mencintai atau tidak?.Jangan bohongi aku dan dustai perasaanmu sendiri...Gumam Lefrand dalam hatinya dengan membisu seribu kata sambil memandangi dengan lekatnya wajah Anayra.
Bergegas Anayra turun dari atas panggung kemudian berlari menerobos kerumunan orang-orang yang menghalanginya.Dia keluar dari ballroom dengan berurai air mata yang mengalir dengan derasnya.Hatinya yang ingin menangis akhirnya tidak bisa ditahan lagi dan bendungan air matanya rubuh saking sesak dadanya.
Refleks Lefrand secepat kilat mengejarnya hingga nafasnya tersengal-sengal lalu berhenti ketika mendapati Anayra sedang berdiri diteras Hotel yang sunyi dan sepi.
Anayra bersandar dipilar hotel yang menjulang tinggi dan kokoh.
"Hiiikkks...Kenapa dadaku terasa sesak dan sakit?.Inikah akhir dari kisah cinta kami?.".
Greppp.
Tanpa ba-bi-bu Lefrand memeluknya dari belakang dengan eratnya seakan tak mau melepaskannya.Dia terenyuh mendengarkan Anayra terisak dan mendengarkan kata-katanya.
Sekuat tenaganya Anayra berusaha melepaskan diri dari pelukan hangat Lefrand dan meronta-ronta tetapi tak berhasil karena tenaganya lemah.
"Ini aku Ana'!.".Gumam Lefrand berbisik lembut ditelinga Anayra untuk memberikan isyarat jika yang memeluknya adalah dirinya.
"Masss,tolong begini!.Ini ditempat umum!.".
"Ana',katakan kalau kamu masih mencintaiku?.Jangan pernah lepaskan aku karena aku ga akan pernah melepaskan kamu!.".
Bukannya menjawab,Lefrand malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Lepaskan aku mas,lepaaas!".Lirih Anayra terdengar serak disela isak tangisnya.
Anayra berusaha melepaskan tangan Lefrand yang melingkar diperutnya.Namun Lefrand malah membenamkan wajahnya diceruk leher Anayra.
"Ga Ana'!.Ga akan,sebelum kamu balas perasaanku!.Katakan yang sebenarnya kalau masih ada rasa cinta untukku.Aku tau dan liat kamu meneteskan air mata saat menyaksikan momen kita berdua di TV tadi.Aku tau kamu tersentuh karena kamu masih mencintaiku kan?.".
Lefrand berasumsi sendiri lalu mengecup tengkuk Anayra dengan lembutnya.Seketika membuat kulit Anayra meremang dan bergetar seperti dialiri arus listrik.Merasakan getaran-getaran cinta yang masih dimiliki Lefrand.
"Mas pasti paham maksudku,sudah jelas bukan dilirik lagu yang kunyanyikan bukan!?.".
"Ga Ana',kamu bohong!.Jangan pungkiri perasaanmu padaku,aku bisa melihat cinta dimatamu saat kamu menatapku diatas panggung tadi.".
"Ga akan pernah Ana',sebelum kamu katakan kalo kamu masih mencintaiku!.".
"Mas tolong lepas!,nafasku sesak!.Kamu menyakiti ku mas!.".
"Jangan harap aku akan melepaskan mu lagi Ana'!.".
"Lepaskan dia!.".
Dari arah samping,Khaffa tiba-tiba datang menghampiri mereka.Refleks Anayra dan Lefrand menoleh padanya.Tetapi ucapan Khaffa tidak digubris oleh Lefrand,malah sengaja mengecup pipi Anayra didepan Khaffa.Dalam kebingungannya,Anayra tercengang namun tak bisa bergerak.
Melihat hal itu,Khaffa seperti dicuri barang berharganya oleh Lefrand.
"Heiii,apa kamu tuli hahhh?.Lepaskan dia bajingan!.".Sentak Khaffa sambil menatapnya dengan bengis.
Lefrand melunak dan melepaskan Anayra tetapi beralih mencengkeram lengannya.Sedangkan Anayra masih tak bisa berkutik,la bingung harus berbuat apa.
"F*uck!!!.Siapa kamu berani mencampuri urusan kami,pergilah!.Kamu tidak berhak ada disini".Sengor Lefrand dan menatapnya dengan tajam.
"Apa kamu lupa padaku,hahhh?.Aku kekasihnya!.Bukankah ibuku pernah mengatakannya dengan jelas ditelinga mu waktu direstoran tempo hari?.".Jelas Khaffa sambil menepuk dadanya sendiri.Dan Lefrand tersenyum miring.
Sembari menyeringai lalu Lefrand berkata."Hmh,mustahil!.Anayra tidak mungkin dekat dengan pria sepertimu.Paham!!!.".Ucapnya bersungut-sungut.
Dan sudut bibir kiri Khaffa terangkat keatas."Yang benar saja,kamu tidak mengenalku tapi meragukanku!.".Ucap Khaffa sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala.
Lefrand memicingkan matanya menatap Khaffa.Momen romantisnya dengan Anayra terasa diusiknya.Padahal saat itu waktu yang tepat untuk meluapkan seluruh perasaannya.
Dan saat mendengarkan pengakuan Khaffa,tak ayal membuat Lefrand mendengus kasar seolah menyangkalnya.
"Aku memang tidak mengenalmu,tapi aku tau siapa dirimu.Kamu pria dingin dan angkuh jadi tidak mungkin bisa dekat dengan Anayra apalagi sampai mengaku-ngaku kekasihnya.Hahaha...Kamu berani mengakui Anayra sebagai kekasihmu disaat aku tau dia masih hidup sendiri,dasar gila!.".Ucap Lefrand sambil menunjuk-nunjuk wajah Khaffa dan meremehkannya.
Anayra bingung harus bagaimana.Jangankan untuk melerai mereka mau melepaskan tangannya saja tidak bisa karena Lefrand mencengkeram lengannya dengan kuat sampai terasa sakit dan perih pergelangan tangannya.
"Ck,ck,ck...Kamu berani meragukanku?.Baiklah,aku akan membuktikannya kalau masih tidak percaya!.".
Srettt.
Greppp.
Tanpa ba-bi-bu Khaffa menarik lengan Anayra lalu merangkul pinggangnya kemudian menarik tengkuknya.
"Akhhh,apa yang ka-...Mmphhh!.".Pekik Anayra namun belum menyelesaikan kalimatnya,Khaffa mendaratkan cium*n dibibirnya lalu melum*tnya tanpa seijin pemiliknya.
Tak mampu berpikir,Anayra sontak terkejut dan terbelalak dengan sikap spontannya.Bahkan tidak bisa menghindar karena tidak siap dengan hal itu.Dia tidak menduga sama sekali jika Khaffa tiba-tiba akan melakukan itu padanya tanpa aba-aba.
Sungguh mengejutkan Lefrand,la terperangah melihat pemandangan didepannya sampai membulatkan matanya dan mengepalkan tangannya untuk menahan dirinya.Seketika hatinya terasa panas,sakit,perih dan kecewa.
Giginya gemeretak saking geramnya melihat tindakan Khaffa pada gadis yang dicintainya dan sedang diperjuangkan hatinya untuk bisa kembali bersamanya.Tetapi kemudian raut wajahnya berubah muram dan sedih.
__ADS_1
Semampunya Anayra berusaha berontak dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Khaffa namun tidak bisa bergerak sedikitpun karena tenaga Khaffa sangat kuat.
Sedangkan Khaffa malah lebih mengeratkan pelukan tangannya yang melingkar dipinggang dan dipunggungnya.Khaffa bahkan menghimpit dada Anayra didekapannya sehingga membuat nafas Anayra terasa sesak dan tersengal-sengal.Semakin lama ci*mannya semakin ganas dan liar.Khaffa menyesap terus bibirnya yang kenyal dan terasa manis.
Sementara diatas sana dibalkon.Seorang gadis sejak tadi menyaksikan drama mereka dengan wajah terkejut-kejut.Dia tercengang melihat Khaffa dan Anayra saat ini.
Tap,tap,tap.
Perlahan Lefrand pergi dengan langkah gontai dan raut wajah tak karuan.Suasana hatinya hancur berkeping-keping dan porak-poranda.Dia ingin tidak mempercayainya tetapi pasalnya la melihat langsung yang dilakukan Khaffa pada Anayra,dengan jelas dan nyata didepan mata kepalanya sendiri.
Brughhh.
Saat merasakan kekurangan pasokan udara,Anayra mendorong Khaffa sekuat tenaganya lalu menyeka bibirnya yang telah basah oleh cium*n Khaffa dan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena dengan brutalnya Khaffa mencium bibirnya tanpa jeda dan bahkan tidak memberinya waktu untuk bernafas.
Saat tubuhnya terhempas,Khaffa refleks limbung kebelakang tetapi tidak terjatuh.Badannya yang tinggi,tegap dan atletis masih bisa berdiri seimbang.
Bergegas Anayra menghampirinya lalu...Plakkk.
Anayra menghadiahi tamparan dipipinya hingga membuat Khaffa tersentak kaget lalu mengusap pipinya.
"Brengsek,beraninya kamu menciumku tanpa seijinku!?.Apa hakmu melakukan itu padaku?.Kamu pikir aku gadis murahan yang bisa kamu perlakukan seenaknya hahhh?.".Anayra geram sambil menatap Khaffa dengan sorotan mata yang tajam dan sampai melupakan kesedihannya tadi.
"Maaf!..Aaku ga suka melihat dia memaksamu dan aku cuma mau membantumu!.".Jelas Khaffa beralasan sambil berjalan mendekati Anayra.
Dan Anayra menatap Khaffa dengan penuh kebencian sembari mundur kebelakang.Khaffa beralasan tetapi tidak bisa diterima oleh Anayra karena tidak masuk akal menurutnya.
"Apa???.".Pekiknya
Sembari menghela nafas seolah mencemoohnya."Haaa...Kamu mau membantuku setelah semena-mena selama ini padaku?.Dengar ya!,aku ga butuh simpatimu dan juga ga butuh bantuanmu,mengerti!.".Ucap Anayra ketus sambil menunjuk-nunjuk dada Khaffa dan menekannya dengan kuat hingga dada Khaffa terasa nyeri.
"Harusnya kamu berterima kasih padaku karena aku bisa membuatmu terlepas darinya!.Bukankah seharusnya kamu senang sekarang?.".Sanggah Khaffa tanpa berani menangkis tangannya.
"Itu bukan urusanmu dan aku bukan siapa-siapa bagimu!.Konyol sekali!,mau membantuku dengan cara menciumku!.Kamu pikir ini lucu dan pantas disebut bantuan?.".Ungkap Anayra dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Kenapa tidak?.Bukankah yang dia tau aku ini kekasihmu!.".Kilah Khaffa membela dirinya dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Ingat!.Kekasih pura-pura bukan kekasih sungguhan!.".Tegas Anayra mengingatkan lalu melangkahkan kakinya.
"Tunggu,jangan pergi dulu!.".Khaffa mencekal lengannya sambil memelas.
"Anayra a-aku men cin tai mu!.Sungguh,aku mencintaimu Anayra.Kumohon percaya kata-kataku!.".Ungkap Khaffa dengan serius dan tegas dengan penuh keyakinan mengungkapkan perasaannya yang terpendam selama ini.
Akhirnya kata-kata muncul keluar dari bibirnya.Kata-kata yang selama ini dirasakan gamang dan samar dalam hatinya namun saat ini la yakin dan tak ragu lagi jika hatinya berkata mencintai Anayra.Sedikitpun tak ada gurat keraguan atau kebohongan dimatanya.
Deggg.
Mendengar hal itu membuat Anayra tersentak kaget tetapi logikanya bekerja dan tak percaya begitu saja.
"Bulshittt!.Aku masih waras jadi ga mungkin percaya ucapan mu begitu saja!.".Ucap Anayra sambil menghempaskan tangannya yang dicekal oleh Khaffa.
Dengan langkah cepat dan panjang,Anayra berlari kearah jalan diiringi linangan air mata.Berlari tanpa henti menuju jalan raya untuk mencari taksi.Namun pada saat akan menyebrang jalan disaat bersamaan sebuah minibus datang dengan kecepatan sedang.Tetapi Anayra tidak bisa menghindar sehingga kecelakaan pun tak terelakkan karena Anayra menyebrang dengan tiba-tiba tanpa melihat jalanan.Ditambah penerangan jalan yang minim karena haripun sudah malam.
Tiiinnnn...
Suara klakson mobil panjang berbunyi bersamaan saat Anayra berdiri didepan mobil itu.Sang sopir menginjak rem setelah menubruknya.
Brakkk.
"Aaakhhh!.".Teriak histeris Anayra.
Brughhh.
Tubuh Anayra terpental kebelakang dan seketika terkapar dijalan beraspal lalu pingsan dan tidak sadarkan diri.
Dengan langkah kaki panjang dan cepat Khaffa berlari kearah jalan saat mendengar bunyi klakson mobil.
Deg,deg,deg.
Khaffa terkejut setengah mati saat melihat Anayra terkapar dan tergeletak dijalan dengan luka berdarah dikeningnya.Segera berlari menghampirinya lalu meraih tubuh Anayra dan memangku kepalanya dipangkuannya.Kemudian merogoh ponsel disaku jasnya dan menekan nomor kontak lalu melakukan panggilan.
"Riccy cepat bawa mobilku ke jalan raya didepan Hotel sekarang juga.Darurat!.".Ucap Khaffa dengan wajah panik dan cemas.
Tanpa ba-bi-bu lagi Khaffa menggendong Anayra ala bridal style dan memindahkannya kepinggir jalan.
Beberapa orang sengaja menghentikan mobilnya untuk melihat kondisi Anayra saat melihat Anayra dipelukan Khaffa.Mereka tampak penasaran ingin melihat keadaannya.
Ada yang menawarkan tumpangan pada Khaffa tetapi Khaffa menolaknya karena la sudah menghubungi Riccy.Dan ada yang menawarkan untuk memanggil ambulance namun lagi-lagi Khaffa menampik karena dirasa luka Anayra tidak serius dan akan membutuhkan waktu lama jika menunggu ambulance datang.
Sementara mobil yang menabrak Anayra melesat pergi karena takut dihakimi massa.
Tak berselang lama Riccy datang membawa mobilnya dimana Khaffa berada.Jarak area parkir Hotel dengan jalan raya memang tidak begitu jauh.Riccy panik dan bergegas keluar dari dalam mobilnya lalu menghampiri mereka.
"Boss,apa yang terjadi padanya?.Kukira dia bersama mantan kekasihnya?.Kenapa dia bisa celaka dan ada disini bersamamu.".Cecarnya dengan wajah bingung dan heran.
Tanpa menjawab pertanyaan Riccy Khaffa menggendong Anayra masuk kedalam mobil dan menopang kepalanya dipangkuannya.
"Jangan banyak bicara!.Cepatlah kerumah sakit sekarang!.".Sentak Khaffa saat Riccy sudah duduk dikursi kemudinya.
Tanpa instruksi darinya lagi,Riccy segera melajukan mobilnya ke Rumah Sakit.
Panik,cemas dan khawatir raut wajah Khaffa.Dalam pangkuannya dipandangi terus wajah Anayra yang terpejam.
"Bertahanlah!.Jangan pergi tanpa seijin ku!.Anayra,kamu harus ada disisiku.Aku mencintaimu!.Perasaanku ini nyata dan tulus padamu!.".Lirih Khaffa berbisik pelan sambil mengelus puncak kepala Anayra dengan penuh rasa cinta.
"Aku yakin kamu kuat!.Sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit!.".Sambungnya sambil mengelus pipi Anayra dengan lembut.
Riccy tetap fokus memegang kemudinya tanpa hirau dan acuh saja.Ucapan Khaffa terdengar samar-samar ditelinganya.
Sepanik dan sekhawatir itu dia padanya.Apa yang dikatakannya barusan?.Kenapa suaranya pelan sekali?...Pikir Riccy sambil memandangi wajah Khaffa dibalik kaca spion mobil didepannya.
__ADS_1
Sedangkan Anayra bergeming dan tak bergerak sama sekali.