Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
129.Pura-pura tegar dan kuat itu,sulit.


__ADS_3

_________


Setiap malam sebelum tidur,dan setiap pagi setelah bangun tidur,Khaffa selalu melamunkan Anayra.Bahkan terkadang saat tengah malam dibangunkan oleh mimpi buruk tentang Anayra.


Tuk kesekian kalinya Khaffa tidur sendirian saat ini,tanpa ditemani sang istri disisinya.Setiap malam tiba pun,rasa penyesalan selalu menghampiri hati Khaffa.Tidak menjemput sendiri Anayra,hingga tak bisa bertatap muka dengan nya,sejak hari pernikahan Alma dan Daniel sampai hari ini.


Khaffa takut jika hari itu adalah hari terakhirnya bertemu dengan Anayra,dan tak bisa melihat wajah Anayra lagi.Kalut tak bisa memeluk Anayra erat dan menci*mnya lagi,untuk melampiaskan rasa cinta,sayang dan rindunya.


Seandainya waktu bisa diputar ulang,Khaffa akan menjemput sendiri Anayra,tanpa harus diwakili anak buah nya.Sehingga,drama penculikan Anayra pun takkan pernah terjadi.Namun itu tinggallah mimpi,dan kini hanya rasa penyesalan saja yang tersisa dihati.


"Sayang,dimana kau?.Aku putus asa mencari mu.".Dengan hati seperti tersayat-sayat,Khaffa terus menatapi Anayra di bingkai foto tanpa merasa jenuh atau bosan.


"Sungguh,aku sangat merindukan mu.".Ditempat tidurnya Khaffa terbaring lemah dan menangis,tak kuasa menahan kesedihannya lagi.Berat rasanya hidup nya tanpa Anayra.".Aku sangat rapuh dan hampir gila tanpa mu.".Tak pernah Khaffa secengeng ini dan menangis pilu seperti sekarang ini.


Dihadapan orang tua dan lainnya Khaffa berusaha tetap tegar,untuk menutupi kerapuhan nya.Tidak mudah sebenarnya untuk Khaffa bersikap tenang dan pura-pura kuat,demi menahan rasa yang bergejolak dihatinya.Namun lebih sulit lagi saat harus membendung rasa rindunya pada Anayra.


Untuk melampiaskan rasa yang luar biasa menyakiti nya,Khaffa mencium dan memeluk baju tidur Anayra sebagai pengganti istri nya tuk menemaninya tidur."Aku mencintai mu.".Aroma wangi tubuh Anayra yang masih terus melekat dibaju itu diendus nya penuh penghayatan.


Setiap detik Khaffa sangat tersiksa oleh rasa rindu yang terpendam terus menderanya,pada Anayra.Bukan hanya itu saja,bahkan tak bisa menyalurkan sekelumit rasa yang bersemayam di hati nya.


"Aku masih mengingat momen saat pertama kali kita berjumpa,dan ciuman pertama kita sampai detik ini.Kuharap kamu baik-baik saja disana,sayang.".Sesaat Khaffa terpejam dan tertidur lelap,tak bisa melawan kantuknya lagi,dengan kepala diatas bantal yang dipenuhi bekas kubangan air mata.


Hampir sepekan ini Khaffa masih mencari keberadaan Anayra,namun tak kunjung berhasil jua.Semua petunjuk yang didapat nya seakan tak pernah bisa terpecahkan,dan tak memberikan manfaat hingga tak bisa menemukan Anayra.Bahkan melacak jejak dari ponsel Anayra pun tidak bisa,karena nonaktif.


_________


Pagi hari Khaffa berangkat kerja bersama Khaira diwaktu yang sama,namun menggunakan mobil masing-masing.Matahari pagi cukup cerah hari ini,namun tak bisa mencerahkan hati Khaffa yang berkabut duka.


Tiba di kantor Khaffa berjalan terus menuju ruangan nya,tak menghiraukan dan tak pedulikan pegawai dan staf kantor yang menyapa nya.Tak ayal,sikap Khaffa yang aneh dan berubah drastis,kembali seperti semula itu menggemparkan seluruh pegawainya.Termasuk kedua pegawai wanita yang berada di lobby,dilewati Khaffa begitu saja.


Tubuh kedua gadis itu mendadak kedinginan hingga merinding,bergidik ngeri dan mengusap tengkuknya seperti didekati makhluk gaib,seiring melihat ekspresi wajah Khaffa yang dingin dan sikapnya yang acuh.


"Kurasa aura keceriaan di gedung ini sebentar lagi akan hilang.".Gadis 1 itu heran melihat Khaffa berubah seperti dulu lagi.


"Dan kurasa aku merasakan kesakitan.Heiii,lihatlah!.Kaki ku terinjak kaki mu?.".Gadis 2 melototi rekannya saat kakinya terinjak.


"He,he,he...Maaf!.Terlalu fokus memandangi CEO kita.".Gadis 1 cengar-cengir saja,agar tidak dimarahi.


"Kenapa kita bisa se hati,jangan-jangan kita sahabat?.".Gadis 2 malah balas mencandai rekannya,berlaga pikun.


"Memang iya,katro.Seperti ibu Anayra dan gadis bernama Alma itu.".Gadis 1 berlagak pura-pura jengah dan memutar bola matanya,lalu terkekeh.


"Aaahhh,terima kasih sudah mengingatkan itu.".Gadis 2 berlagak senang,senyum-senyum.


"Kau ini.".Gadis 1 hanya geleng-geleng kepala oleh kekonyolan rekannya."Wait!!!.Apa kau tau?.Aku baru menyadari jika sapaan kita jadi berubah dari mbak menjadi ibu,pada istri Pak Khaffa itu.Aku salut,prestasi nya patut diacungi jempol.".


Setelah Anayra dipersunting Khaffa,yang notabene pemimpin perusahaan besar.Secara otomatis panggilan nya berubah pada Anayra,dan terkagum-kagum karena Anayra bisa meluluhkan hati CEO Mars Group.


Gadis 2 berpendapat sama dan berdecak kagum pula."Ck,ck,ck...Aku tidak habis pikir,ini seperti kisah Upik Abu di dunia nyata.Tapi yang lebih tidak ku percaya lagi,gadis butik itu beruntung sekali hidupnya.Bisa terpilih menjadi istri dari CEO Mars Group.".


"Aku memihak Pak Khaffa.Seorang pangeran tidak harus melulu memperistri gadis dari kalangan bangsawan,selebritas atau wanita karir.".Gadis 1 berargumentasi.


"Yayaya,kupikir itu masuk akal.Kuharap gadis yang beruntung selanjutnya adalah aku.".Gadis 2 dengan antusiasme yang tinggi menepuk dadanya sendiri.


"Sebaiknya ku aamiinkan saja.Jika tidak,kamu pasti akan menampar pipi ku.".Gadis 1 memilih posisi aman,berlagak melindungi wajahnya dari tamparan,dengan cara memegangi kedua pipinya."Jangan sampai produk perawatan kulit ku,terhambat proses kerjanya.".


Candaan rekannya yang ada disampingnya itu,ditanggapi serius oleh Gadis 2."Ya ampun,kamu membuat tangan ku gatal saja.Jadi benar-benar ingin menampar mu.".


Bukannya takut akan gertakan rekannya,Gadis 1 malah membuat senyuman lebar."Wahhh,itu ide bagus.Bisa mempercepat proses pemecatan mu.Aku siap menggantikan posisi mu menjadi ketua tim perencanaan.".


"Hisss...Sepertinya kamu memang ingin ku hajar habis-habisan.".Gadis 2 berlagak siap mendaratkan tamparan di pipi rekannya.


Tetapi Gadis 1 tak gentar,dan berlagak ketakutan."Oh tidak.Aku tidak takut,he,he,heee....".


"Fyuhhh...Menyebalkan.".Gadis Tunggu,tunggu!.Kamu lihat tadi?.Sikap CEO kita kembali ke permulaan?.Aku yakin, Pak Khaffa bertengkar dengan istrinya.".


"Tidak.Menurutku karena keuangan perusahaan akhir-akhir merosot tajam.".Gadis 1 menjelaskan perihal kondisi yang dialami Mars Group saat ini.


"Benarkah?.Kau yakin itu?.".Hal itu baru diketahui Gadis 2.


"Seratus persen.Kekasihku,kan Kepala tim di departemen keuangan.".Gadis 1 memperjelas,dan tersenyum bangga.


"Dan aku calon kekasih Manager Bank.Kau tidak harus mengingatkan tentang itu terus.Aku bosan dan jengah mendengar mu selalu membanggakan posisi kekasih mu.".Tak ayal,Gadis 2 mencaci maki rekannya.


"Ya ampun...Apa kamu iri pada ku?.".Gadis 1 malah menggodanya.


"Hahhh....Iri?.Yang benar saja.".Gadis 2 melengos pergi dengan hati dongkol.


"Hi,hi,hiii...Kurasa dia marah.".Tergesa-gesa gadis 1 melenggang masuk ke dalam ruangan kantor,menyusul rekannya.


Kedua nya duduk dikursi kerjanya,disambut setumpuk pekerjaan yang sudah siap menunggu kedatangan mereka,dimeja kerja masing-masing.


_________


Mars Group dan pemilik outlet Mall belakangan ini mengalami masalah keuangan.Penjualan dari beberapa produk dan dari brand tertentu mengalami penurunan.Serta dari brand yang dimiliki,diproduksi,dikeluarkan dan dikelola perusahaan Mars Group sendiri berkurang.


Sehingga,semua itu berimbas pada pemasukan dan pendapatan perusahaan dan lainnya,menjadi semakin menukik turun kebawah.Namun,dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tetap pada posisinya.


Sebagai seorang wakil CEO,Khaira tak bisa mendiamkan masalah yang dihadapi perusahaan milik orang tuanya.Untuk melaporkan dan membahas hal itu,Khaira dan Nichole mendatangi Khaffa diruangan CEO nya.


"Bagaimana ini?.Pemasukkan kita turun drastis.Kita harus melakukan sesuatu.".Khaira panik dan cemas,masalah ini akan berkepanjangan.


Dikursi pimpinan nya,Khaffa acuh tak acuh.Khaffa peduli dan memikirkan hal itu,tetapi suasana hatinya sedang berduka saat ini.


Sejenak Khaffa melihat berkas-berkas yang disodorkan Khaira dimeja nya."Bisakah kita menunda nya?.Aku sedang tidak bersemangat membahas ini sekarang.".


Khaira bisa memahami dan mengerti akan kondisi Khaffa saat ini.Namun hal itu mengusik pikiran dan ketenangan nya.


"Jika membiarkan hal ini berlarut-larut,akan mempengaruhi keuangan perusahaan.Akan berdampak buruk dan perusahaan akan terpuruk.".Khaira takut Itu terjadi.


Selain itu Khaira tak ingin Khaffa terpaku pikiran nya terus memikirkan Anayra.Khaira iba dan kasihan melihat Khaffa berubah akhir-akhir ini.Murung sedih dan selalu melamun.


Usaha Khaira untuk mengalihkan pikirannya bisa diketahui Khaffa.Biasanya Khaira tidak akan mendesak dan memaksa jika Khaffa sudah menolak.


"Nichole,bawa Khaira keluar dari sini.Aku tidak memiliki kekuatan untuk marah.".


Khaffa memutar kursinya menghadap ke jendela yang terletak di lantai atas.Memandangi awan kelabu yang menghiasi cakrawala,dan baru saja mengguyurkan air hujan nya ke bumi.


Membayangkan seraut wajah gadis yang tengah tersenyum dan menatapnya penuh cinta,diantara sela-sela cahaya matahari yang mulai berwarna cerah.Namun tidak bisa mencari titik keberadaannya,diantara deretan bangunan yang berdiri di seluas bumi ini.


"Kami pamit undur diri,Pak.".


Nichole sedari tadi mendampingi Khaira hanya diam saja dan fokus mendengarkan pembicaraan kedua atasannya itu,memberi isyarat pada Khaira untuk mengikutinya pergi.


Khaira menoleh sejenak pada Khaffa,sebelum melangkah pergi."Tapi Abang...".


"Mari kita bahas soal ini lain kali.".Nichole segera mengajak Khaira menuju pintu dan tertahan disana.


Usaha Khaira telah gagal.Niatnya untuk menghibur pun kacau dan ketahuan.Itu membuatnya frustasi.

__ADS_1


Khaira bingung harus berbuat apa,dan terpikirkan untuk meminta saran Nichole."Bagaimana ini?.Apa yang harus kita lakukan se-...?.".Berbisik-berbisik pada Nichole,takut didengar Khaffa.


Namun Nichole menghentikan Khaira yang tidak sabaran,dan sebelum bicara panjang lebar."Sebaiknya kita keluar dulu.".Berbisik pula, mengikuti Khaira.


"Pastikan kamu memberikan ku ide dan saran yang terbaik?.".Khaira memberi Nichole tatapan yang menuntut,agar Nichole berpikir keras."Aaargh,bodoh nya aku.".


Segera mendahului Nichole,memegang gagang pintu.Namun Khaira tertahan untuk membuka pintu,saat Nichole membisikkan sesuatu ditelinganya.


"Ibu Khaira,tolong jaga sikap dan ucapan anda disekitar gedung ini.Dinding diseluruh gedung ini memiliki telinga.Kabar tentang ibu Anayra akan cepat tersebar,nantinya.".


Sikap Khaira yang berlebihan akan menimbulkan kecurigaan orang lain.Pasalnya,tentang Anayra masih dirahasiakan,namun tidak dari Nichole.


"Bersyukurlah!,kau tidak harus mengalami yang ku rasakan saat ini.".Khaira melirik sekilas Nichole dengan ekor matanya dan tersenyum miring.


Brakkk.


Brughhh,greppp.


Tiba-tiba pintu didorong keras oleh orang lain,alhasil Khaira pun terdorong ke belakang,dan hampir terpental jatuh ke lantai,jika Nichole tak segera menahan dan memeluknya dibelakang


Bukannya mencaci maki orang yang berulah itu,Khaira tercengang melihat pria yang berjalan masuk di ruangan CEO,dan menghampiri nya.


"Oh tidak.Jangan sekarang.".Khaira panik,tak diduga pria yang tak diharapkannya hadir diwaktu itu,tiba-tiba muncul disana.


"Lepaskan dia!.Jangan menyentuhnya!.".


"Apa?.Maaf?,kenapa?.".Nichole bingung dan heran,pria yang sudah dikenalnya sebagai adik pemilik butik,tiba-tiba menghardiknya saat tengah memeluk Khaira dari belakang.


Khaffa langsung memutar kursinya saat dikejutkan suara pintu ruangan nya didorong keras,dan saat mendengar suara pria yang membuat kericuhan.Khaffa menyimak baik-baik pria yang dibencinya,dan yang menjadi biang kericuhan yang terjadi di ruangannya.Terheran-heran Khaffa melihat pria itu ada diruangannya.


"Dia kekasih ku.Mengerti?.".


Begitu terkejutnya Khaffa dan terperanjat berdiri saat mendengar pengakuan pria yang kini ditatapnya tajam.Begitu juga dengan Nichole,terperangah tak percaya.


"Katakan!,jika yang kau ucapkan itu tidak benar?.".Khaffa tak bisa mempercayai ucapan Lefrand.


Namun Lefrand tak menjawab,dan bergeming ditempatnya.Khaira melihat kebencian dimata Khaffa saat menatap Lefrand,bergerak cepat menarik tangan sang kekasih.Khawatir kakaknya akan melakukan hal yang tak diinginkan pada Lefrand.


"Kak,ikuti aku!.Mari kita keluar!.".


Tetapi Lefrand acuh,dan berlalu mendekati Khaffa.Urusannya belum selesai disana,untuk meluapkan emosi yang dikungkung nya sejak tadi malam pada Khaffa.


"Aku kecewa pada mu.Kenapa aku harus tau dari orang lain?.Anayra menghilang hampir sepekan,tapi aku baru tau itu.".


Kabar diculiknya Anayra,menjadi berita terburuk yang didengarnya dari Alma.


Khaira mulai mencium gelagat tidak baik.Segera berlari menghampiri sang kekasih,panik dan takut akan terjadi pertikaian antara Khaffa dan Lefrand.


"Kakak,kumohon tenanglah!.".Mendekap tubuh Lefrand agar tenang.


"Khaira.Jadi benar yang dikatakan nya itu?.".Khaffa menatap Khaira penuh selidik.


Bingung dengan situasi dan kondisi yang tak diduga,Khaira diam seribu bahasa.Tak siap memproklamirkan hubungan nya dengan Lefrand pada sang kakak.Namun diamnya Khaira menguatkan dugaan Khaffa.


Lefrand tak bisa menutupi itu lagi.Akhirnya Khaffa mengetahui ikatan cintanya dengan adik nya yang disembunyikan.Tetapi bukan itu alasannya menemui Khaffa.


"Aku kemari tidak untuk membahas hubungan ku dengan Khaira,bukan pula untuk meminta restu mu.".Melihat Khaira kebingungan,Lefrand mengalihkan perhatian Khaffa.


Khaffa mengerti maksudnya."Alasan apa sampai aku harus memberi tahu mu tentang istri ku?.".Bangganya bisa menginterupsi Lefrand.


Lefrand kebingungan menjawab pertanyaan Khaffa di depan Khaira."Kau tau betul alasannya.Tapi yang jelas,kau tidak becus dan lalai menjaga istri mu.".Terus melampiaskan amarahnya pada Khaffa,dan menyalahkan Khaffa akan tragedi yang menimpa Anayra.


Masalah Anayra belum selesai,kini harus ditambah dengan hubungan Khaira dan Lefrand yang dilakukan diam-diam dibelakang nya,orang tua dan lainnya.


"Ada baiknya jika kau diam saja.Urus saja adikku,dan bekerja keraslah untuk mendapatkan restu ibu ku.".Khaffa bersikap dingin dan memberikan senyuman meremehkan pada Lefrand.


Ini diluar dugaan Lefrand.Situasi yang dihadapi nya menjadi runyam.Niatnya untuk mempertanyakan tentang Anayra pada Khaffa,urusannya berubah dengan keberadaan Khaira disana.Belum lagi terjadi kecelakaan kecil antara Khaira dan Nichole,menjadi faktor utama terbongkar nya hubungan rahasia nya dengan Khaira.


"Kali ini aku mengalah karena menghormati mu sebagai kakak Khaira.Segera lakukan sesuatu untuk mencari Anayra,sebelum aku bertindak sendiri.".Lefrand menurunkan Intonasi nya,dan mengalah demi kebaikan.


Kepala Khaffa terasa berkunang-kunang dan menggelengkan kepalanya.Seiring mendengarkan kata-kata sok heroik Lefrand,yang dianggapnya hanya lelucon.Membuatnya jengah dan pusing saja.


"Khaira,urus kekasih mu!.Aku muak melihat nya disini.".


"Ayo kita pergi!.".


Tanpa berkata lagi,Lefrand mengikuti Khaira yang menuntunnya keluar dari ruangan Khaffa.Nichole bergegas menyusul kemudian.


Dari tadi Nichole hanya menyimak baik-baik perdebatan yang terjadi didepannya,dibuat bingung dengan yang terjadi antara dua kubu magnet yang sama diruangan itu.Khaffa tampak tidak bisa bersatu dan berdamai dengan Lefrand.


_________


Dikediaman Franstian.


Franstian ada di garasi mobil bersama anak buahnya.Seriusnya mengamati penampilan baru mobil sport hitam miliknya yang kini dimodifikasi bagian Bumper nya dengan pola garis putih,hasil kerja anak buahnya.Mobil itu bekas pakai dan yang digunakan untuk menjemput dan menculik Anayra.


Layaknya seorang pria berkuasa,Franstian berdiri memasukkan tangannya ke saku celana,dihadapan Boy yang terus menurunkan pandangan,tak berani menatap nya.


"Aku terkesan.Kau melakukannya dengan baik.Ini cukup untuk menyamarkan mobil ku.".Franstian cukup puas dengan hasil kerja anak buahnya,tanpa menunjukkan ekspresi berlebihan.


Senangnya hati Boy mendapat pujian dari sang majikan sampai senyum-senyum.Namun seketika menggaruk tengkuknya dan meringis kecewa.Kata pujian saja tak cukup untuk nya.Boy butuh sesuatu yang berharga,sebagai penghargaan atas hasil kerja keras yang diraih nya bersama Black.


Meski sedikit kecewa,Boy tetap hormat pada Franstian dan membungkukkan badan.


"Terima kasih tuan.Aku hanya melaksanakan perintah mu,dan menjalankan tugas ku saja.".


Tetap merendahkan diri didepan Franstian untuk menarik perhatian sang majikan dan mencari muka.Nyawa Boy pasti terancam jika berani meminta upah lebih,dan banyak tuntutan.


Franstian hanya memberinya senyuman.Sebagai penghargaan untuk Black,yang jarang memamerkan senyumnya pada anak buah,terkecuali sedang bahagia.Bagi Franstian,senyumnya adalah sesuatu yang paling berharga dari apa pun.


"Boy,jangan lupa!,pasang kembali plat nomornya.Mobil ini akan ku pakai lagi.".Franstian meraba mobil kesayangannya yang hampir sepekan terakhir ini terkurung di garasi rumah nya.


"Baik tuan.".Boy segera memasang plat nomor kendaraan asli mobil milik sang majikan,sesuai instruksi majikannya setelah Franstian meninggalkan garasi.


Dalam setiap misi yang diembannya,Franstian selalu memperhitungkan baik-baik susunan permainan nya,dan direncanakan dengan matang.Itu dilakukan untuk menghilangkan jejak dalam melakukan misinya,dan agar tidak terlacak identitas nya,serta anak buah nya.


Franstian meluncur menggunakan mobil lainnya diantar sopir pribadi nya ke gudang tua yang telah lama kosong dan tak digunakan lagi,yakni tempat Anayra disekap untuk melihat keadaannya sekarang.


Gadis yang terduduk lemah dan terikat dikursi terus ditatapnya.Bisa dikatakan Franstian sebenarnya agak sedikit iba melihat Anayra yang tampak begitu menyedihkan.Namun,rasa itu segera disingkirkan demi cintanya pada Sera Novi.


"Bagaimana keadaannya?.".


Di belakang,Black maju selangkah agar berdiri sejajar dengan Franstian,untuk menerangkan kondisi terkini Anayra.


"Sejauh ini baik-baik saja,tuan.".


Franstian percaya,Black tak mungkin berani berbohong.Selama ini Black sangat setia dan tak pernah menutupi apa pun darinya.


"Apa gadis ini selalu tertidur seperti itu?.".

__ADS_1


Dikunjungan keduanya,Franstian heran melihat kepala Anayra terkulai lemah,tak seperti saat pertama kali melihatnya bersama Sera Novi.


"Benar.".Black memperjelas.


"Bangunkan dia!.Aku ingin berbincang dengan nya sebentar.".Franstian merasakan keanehan melihat kondisi Anayra sekarang.


"Baik.".Black perlahan mengguncang bahu Anayra."Nona,bangunlah!.".


Franstian berjalan mendekat kearah Anayra,dan terus memperhatikan Anayra yang perlahan mulai bergerak.Memberi isyarat agar Black membuka plester hitam yang membungkam mulut Anayra,dan secarik kain yang menutupi mata nya.


Black mengerti dan segera membukanya,dibarengi dengan suara rintihan kesakitan Anayra.


"Awww...Ssshhhh...".Anayra merasakan perih di mulutnya,saat dengan kasar ditarik paksa benda yang melekat dari bibir hingga pipinya.


Pandangan Anayra yang agak kabur,langsung tertuju menyorot tajam pria yang menyambutnya dengan senyuman,yang tak bisa diartikan.


Franstian terpaku dan terpesona melihat kecantikan Anayra hingga menatapnya lekat-lekat.


"Haiii Anayra,aku Franstian.Maaf!,baru memperkenalkan diri ku sekarang.".


Rekatnya Anayra menutup mulutnya dengan gigi bergemeletuk,tak berniat membalas sapaan Franstian yang sok baik dan ramah.Indera penglihatan nya yang memancarkan kebingungan,terus mengamati wajah pria asing yang baru kali ini dilihatnya,dan ditemuinya.


Jika tubuhnya tidak terikat,Anayra akan membalas dengan senang hati basa-basi menjemukan Franstian,dengan tamparan keras di pipi nya yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus itu,sekuat tenaganya.


Marahnya dan sakitnya tak terkira,Franstian menculik dan menyekapnya digudang tua yang dipenuhi sarang laba-laba,debu dan kotoran tikus berserakan dimana-mana.Lebih sakit lagi melakukan itu karena atas dasar permintaan Sera Novi,dengan motif balas dendam.


"Ternyata kau jauh lebih cantik daripada yang tercetak di foto.Kurasa anak buah ku tidak pandai memegang kamera,saat diam-diam mengambil gambar mu.".


Pernyataan pria yang kini bersitatap dengan nya,begitu mengejutkan Anayra.Tanpa diduga dan tanpa setahunya ternyata anak buah Franstian telah mengawasi gerak-geriknya,dan menguntitnya.


Namun Anayra tak tertarik untuk menanyakan kapan dan dimana gambar di foto nya diambil oleh fotografer amatiran,yang didaulat oleh pria yang berdiri dihadapannya ini.


"Seperti inikah wujud penguasa tempat terkutuk ini?.Serupa dengan mu,kotor dan bau.".Sosok pria dihadapan ini lebih menarik perhatiannya saat ini.


Anayra memberi Franstian tatapan yang menyalang,menakuti Franstian.Tetapi gagal,tak mampu membuat Franstian ketakutan dan malah melebarkan senyuman.


Franstian bisa merasakan kebencian yang mendalam dihati Anayra,tetapi tak menyurutkan semangat nya untuk tetap menunjukkan sikap baik.Namun Franstian tak menyangka dengan reaksi yang ditunjukkan Anayra saat bertatap muka.Pikirnya,Anayra akan memohon dan menghiba minta dilepaskan disertai tangisan ketakutan.


"Nona,seperti nya kau tampak kerasan tinggal disini,dan sangat menikmati liburan mu?.".


"Tiga kata untuk mu,pergilah ke neraka!.".Selain mengumpati Franstian,tak bisa dilakukan Anayra lagi.


Mendengar Anayra menyalak,Franstian sangat terkejut dan menyeringai tipis."Heiii,aku suka gadis galak seperti mu.Menggemaskan,ha,ha,ha...".


Anayra semakin jengah mendengar tertawaan Franstian yang menggema di ruangan,yang seakan melecehkan nya."Kau tau siapa aku?.".


"Ahhh,tentu saja.Kau merupakan angsa yang manis,dan mangsa buruanku yang tercantik,selama aku berburu di hutan.".


Franstian semakin menikmati momen serunya berinteraksi dengan Anayra.Terasa seperti sebuah hiburan menyenangkan baginya.


Namun Anayra merasakan hal yang sebaliknya."Cihhh.Kau akan merasakan lebih dari yang kurasakan saat ini.Jika suami ku menemukan ku disini,tidak segan untuk melukai mu.".


Anayra penuh harap dan optimis,suatu saat Khaffa bisa menemukan dan menyelamatkan nya,lalu menghukum Franstian.


Franstian terkagum-kagum dan takjub oleh keberanian yang Anayra tunjukkan,dibalik wajah anggun dan tampak lugunya itu.Lama-lama Franstian mulai tertarik pada Anayra dan mengaguminya.Namun sayang nya,Franstian tak suka menyentuh barang milik orang lain.


"Khaffa melakukan itu padaku?.".Geli nya Franstian seperti digelitiki dengar gertakan Anayra."Ha,ha,ha...Dia hanya seorang pecundang yang bersembunyi dibalik wajah gentleman nya.".


Dibelakang Franstian,Black terkejut,baru kali ini mendengar Franstian tertawa lepas seperti itu.


"Tunggu saja hingga waktu itu tiba.Dia bukan lawan tanding yang sepadan dengan mu.".Gertakan terus dilakukan Anayra untuk membuat Franstian 'Down' dan ketakutan.


Niat Anayra bisa terendus dan terbaca oleh Franstian.Sehingga,Franstian menajamkan penglihatan nya.


"Aku sangat tidak sabar menantikan hari itu.Tapi maaf!,aku menyesal harus mengatakan ini pada mu,sayang?.Sepertinya Khaffa tidak perduli pada mu.".Puasnya Franstian hingga melengkungkan bibirnya,mengukir senyuman.


Sengaja Franstian berbalik menakutinya untuk mengintimidasi Anayra agar pasrah dan menyerah.Melihat Anayra seperti itu memberi kepuasan sendiri baginya.


Anayra tak mudah percaya begitu saja.Khaffa tak mungkin melupakan nya yang pergi tanpa alasan yang jelas.Membiarkan nya saja dan tak memperdulikan nya.Khaffa pasti akan mencarinya jika dirinya pergi dalam kurun waktu yang cukup lama,tanpa pamit dan tanpa jejak.


"Aku hargai usaha mu untuk membuat ku syok dan frustasi.Pikirmu aku gadis lemah yang akan bertekuk lutut mengemis pengampunan?.".Senyum miring diwajah polos Anayra dengan penampilan yang lusuh,terlihat kentara oleh Franstian yang menampakkan gurat merendahkan.


Disisa tenaga nya yang lemah pula,Anayra berusaha menyemangati diri sendiri dan berusaha untuk tetap optimis.Menyingkirkan hal buruk yang bisa membuat nya stres,putus asa dan memutuskan harapannya.


Berharap yang baik-baik dan berpikir positif menjadi sumber daya tenaga Anayra demi bisa bertahan hidup.Agar bisa melihat lagi wajah orang-orang yang dirindukannya.


Usahanya tak berhasil,Franstian mencari cara lain untuk menciutkan nyali Anayra."Pikir mu aku berbohong?.Kabar penculikan mu tidak mencuat ke permukaan publik.Khaffa tidak melaporkan hilang nya dirimu,itu artinya dia tidak perduli dan tak mencintaimu.".Nada penuh tekanan.


Akhirnya Anayra merasa terpojok."Kau salah,itu tidak benar.Dia mencintai ku,pasti akan datang kemari menolong ku.".Terus meyakinkan diri sendiri,dan tak gentar menghadapi Franstian.


Alangkah senangnya Franstian melihat ekspresi Anayra yang mulai meledak-ledak."Memang pernah dia mencari mu,tapi tidak bertahan lama.Mungkin dia jenuh dan lelah,hingga akhirnya menyerah.".


Anayra menggeleng tak percaya mendengar itu."Tidak,tidak mungkin.Kau hanya menakuti-nakuti ku kan?.Lepaskan aku!,cepat lepaskan.Aku tau,kau membantu Sera Novi untuk membalas dendam.".Meronta-ronta agar terlepas dari jeratan tali tambang yang mengikat kuat tubuhnya.


Franstian hanya tertawa-tawa."Rupanya kau sudah tau,nona.Lebih baik simpan saja tenaga mu agar bisa melihat wajah suami tercinta di mimpi mu!.".


"Aku tidak bersalah.Tidak sepantasnya aku mendapat perlakuan seperti ini.".Anayra terus mengguncang tubuhnya berusaha melepaskan diri.


"Nona,tenanglah!.".Franstian mulai khawatir akan kondisi Anayra yang tampak kesakitan terkena gesekan tali tambang.


Anayra terasa melemah,bahkan kepalanya terasa berputar dan perutnya seperti diaduk.Namun terus menyerang dan melakukan perlawanan terhadap Franstian,untuk melampiaskan kemarahannya.


"Kau biadab.Kenapa kau melakukan hal yang bisa mengirim mu ke penjara?.Ku mohon lepas...Hoeeekkk".


"Ada apa dengan nya?.Cepat periksa keadaan nya!.Apa kau meracuni nya Black?.Dia tidak boleh mati sekarang.".


Franstian panik melihat Anayra muntah-muntah sesaat kemudian tidak sadarkan diri.Begitu juga dengan Black saat mendapat tuduhan palsu dari majikannya.


Black menggaruk kepalanya,bingung harus berbuat apa."Tuan,apa sebaiknya kita membawanya ke rumah sakit saja?.".


"Bodoh.Pilih salah satu!,kau ingin kita semua masuk penjara atau mati?.".Franstian takut itu terjadi hingga menghardik Black.


"Tidak keduanya,tuan.".Black menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jika begitu,hubungi saja Dokter yang biasa menangani kita".Franstian mengintruksi cepat dan menghardik keras Black.


Itu lebih baik menurut Franstian,daripada menjadi penghuni rumah berjeruji besi.


"Segera,tuan.".


Black mengerti dan secepatnya menelpon Dokter panggilan yang biasa mengurus Franstian dan anak buahnya jika dalam kondisi darurat dan terluka.


Franstian bergegas dan tergesa-gesa melepaskan Anayra lalu membaringkan tubuhnya yang lemah di atas tumpukan jerami yang ditebar dilantai ruangan itu.


***


Tadinya alur ini untuk 2 episode,tapi author terlanjur membuatnya...😅


Boleh dong sekali-kali memberikan boom like untuk author 🥰...Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2