Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 28.Perdebatan.


__ADS_3

Anayra POV.


Mengapa cinta tidak selalu berjalan mulus?...


Dan mengapa bahagia tidak bisa kuraih dengan mudah?...


Bukankah kita bersatu karena cinta?


Dan bukankah cinta bercita-cita untuk meraih bahagia?...


Karena bahagia itu milik semua orang bukan milik sebagian.


Ingatlah!.


Cinta tidak selalu semanis madu dan seputih salju.Akan selalu ada halangan dan rintangan untuk menguji kesabaran serta ketegaran hati kita.


Tapi cinta tetaplah cinta meski raga tak saling memiliki.


*End.


Author POV.


Beberapa jam kemudian...


Sore hari seperti biasanya Anayra bersiap untuk pulang.Dan ini merupakan hari terakhir shift paginya karena esok hari mulai ada pertukaran shift.Gilirannya masuk shift siang dan pulang malam pastinya.


Triiiing...


📱Penolong Tampan...Calling


Anayra menghela nafasnya saat melihat nama kontak yang melakukan panggilan padanya.Tapi tidak berniat untuk segera menjawabnya karena tidak mau meladeninya.


Dia pikir orang itu pasti hanya ingin mengatakan sesuatu yang tidak masuk dan hanya ingin mengerjainya saja,atau mungkin ingin mengingatkannya tentang kesepakatan diantara mereka.Anayra mulai berspekulasi tentang Khaffa dan pikirannya terusik olehnya.


Triiing...


Ponselnya terus berbunyi karena dalam mode dering.Khaffa tidak mau mengalah dan tidak juga menyerah.


"Ponselmu bunyi terus Nay',kamu ga niat menjawabnya?.".Ucap Alma mengingatkan dan membuyarkan Anayra yang berdiri termenung seraya menatap layar ponselnya.Seketika Anayra tersadar.


"Ehhh...Iiiya aku jawab nanti diluar.Aku pulang ya Al'!.".Pamitnya.


Anayra tergesa-gesa berjalan keluar dari butik menuju pintu khusus pegawai lalu menuruni anak tangga satu-persatu dengan pikiran berkecamuk.Dia harus menjawab atau tidak panggilan diponselnya karena sedari tadi tidak juga berhenti berdering.


Hingga tidak terasa kakinya terus melangkah dan kini sudah berada diarea parkir.


Brukkk...


Anayra menubruk seseorang dan wajahnya mendarat sempurna didada bidang seorang pria karena berjalan menunduk dan terlalu fokus menatap layar ponselnya.


"Hei,kenapa kamu ga menjawab panggilan dariku?.".Tanya seorang pria yang berdiri tepat dihadapannya.


Deg...


Suara itu mengagetkannya dan sontak ia mendongakkan kepalanya.


"Ppak Khaffa ada disini?.Heee...Aku kaget pak!.".Anayra salah tingkah dan cengar-cengir saja bukannya menjawab pertanyaan Khaffa.


Ternyata Khaffa yang ditubruk oleh Anayra.Dan Khaffa saat itu memang menunggu kedatangan Anayra dibasement kemudian sengaja berdiri dan menghalaunya ketika melihat Anayra berjalan sambil menundukkan kepalanya.


"Apa kamu takut dan sengaja menghindariku?.".Selidik Khaffa sambil menatapnya tajam.


Khaffa menyimpulkan sendiri sikap Anayra padanya.Dan Anayra hanya bisa menghela nafasnya.


"Huft!...Memangnya apa yang mau pak Khaffa katakan?.Katakan saja disini,sekarang!.".Pinta Anayra lemah karena malas menjawab pertanyaan Khaffa.


"Kamu berani memerintahku?.".Khaffa tidak terima dengan ucapan Anayra padanya.

__ADS_1


"Bu-bukan seperti itu pak.Aku cu-...".Anayra segera mengoreksi ucapannya namun tiba-tiba terputus.


"Kamu ikut aku sekarang!.".Ucap Khaffa menyela ucapannya.


Khaffa menyuruh Anayra untuk mengikutinya berjalan menuju mobilnya.Dan Anayra terpaksa mengikutinya dengan langkah gontai dan perlahan.


Memangnya dia mau bawa aku kemana?,apa dia mau ngajak aku kerumahnya atau kehotel buat ngelakuin itu?...Pikir Anayra.


Tubuh Anayra bergidik saat memikirkan bayangan yang melintas dipikirannya.


"Ckkk,kenapa kamu lamban sekali?.Ayo cepat masuklah!.".Seru Khaffa saat berdiri disamping mobilnya.


Ckkk,ini cowok kenapa perangainya ga sebagus tampangnya sih?....Bathin Anayra.


Anayra melangkah panjang menuju mobil lalu membuka pintu dikursi penumpang.


"Hei,kamu kira aku supir?.Duduk didepan!.".Titah Khaffa saat sedang memegang pintu mobil kemudian masuk dan duduk dikursi kemudinya.Dan Anayra menghentakkan kakinya karena kesal.


"Hisss...Kenapa aku selalu salah dimatanya?.Apa bedanya duduk didepan dan dibelakang?,yang penting kan sama-sama duduk!.".Rutuknya sambil membuka pintu mobil depan kemudian duduk disebelah Khaffa.


Khaffa kemudian menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya.


Didalam mobil...


Selama perjalanan suasananya tampak hening.Tidak ada suara apapun yang terdengar,hanya suara helaan nafas mereka yang terdengar.Khaffa fokus dengan kemudinya dan matanya lurus kedepan,namun sesekali dia melirik Anayra yang terus-menerus menatap kesamping melihat pemandangan melalui kaca jendela pintu mobil.


Tak berselang lama Anayra memberanikan diri menoleh pada Khaffa untuk bertanya.


"Mmaaf pak,anda mau membawaku kemana?.".Tanya Anayra penasaran.


"Kamu akan tau sesampainya di sana!.".Jawab Khaffa tanpa menoleh padanya.


Anayra memutar matanya jengah karena pertanyaannya tidak dijawab Khaffa dengan jelas.Kemudian untuk mengusir kejenuhan Anayra lalu memainkan ponselnya.


Sesaat kemudian...


Triiing...


Anayra lalu menekan tanda hijau.


"Assalamu alaikum,ada apa mas?.".


Waalaikum salam,Ana' kamu udah pulang?.


"Aku lagi otw,kenapa?.".


Nanti *a*ku kerumahmu.Tunggu aku ya!.


"Jangan mas!...Aaku ga langsung pulang kerumah,aku mau mampir dulu ke suatu tempat,ada urusan.".


Ok!.Tapi kabari aku kalo udah sampai dirumah!.Hati-hati Ana'!?.Assalamu alaikum.


"Iya mas,waalaikum salam.".


Anayra lalu menutup ponselnya setelah Lefrand menutup panggilannya.Dan Khaffa memasang telinganya baik-baik mendengarkan percakapan Anayra dengan seseorang disana.Meskipun tidak mendengar ucapan orang itu,tapi dia bisa mengira-ngira apa yang diucapkan orang itu dan bisa menebak dengan siapa Anayra berbicara.


"Hmh...Kurasa pria itu bodoh sebab terus mengejar gadis yang ga layak untuk diperjuangkan.Menurutku lebih baik dia mencari cinta yang lain!. Seperti ga ada gadis lain saja!.".Khaffa menghujani Anayra dengan cibiran dan kata-kata yang tidak enak didengar.


Anayra refleks menoleh pada Khaffa dan menatapnya sengit.


"Hellooou...Dikira pak Khaffa aja pria paling sempurna dan paling baik didunia ini?.Akupun yang hanya gadis biasa akan berpikir seribu kali untuk menyukaimu!.".


Triiiit...Khaffa mengerem mendadak mobilnya saat sedang melaju dengan cepat.


"Allahu Akbar!...".Anayra terkejut.


Dukkk...

__ADS_1


Anayra yang tidak ada persiapan sontak keningnya mengenai dashboard mobil meskipun sudah memasang sabuk pengaman.


Anayra meringis sambil mengusap-usap keningnya.Tetapi Khaffa acuh dan tidak menghiraukannya.


"Kamu berani bicara seperti itu padaku?,kamu tau?,banyak gadis yang memujaku dan mengejarku untuk mengemis cintaku.Aku bisa mendapatkan siapapun tanpa harus susah payah mengejarnya.Tapi kamu sombong sekali!...Apa kamu pikir aku juga akan menyukaimu,hah?.".


Huuuh...


Anayra menghela nafas panjang untuk meredam amarahnya agar tidak meledak-ledak.


Kenapa harus ada cowok songong kayak dia dimuka bumi ini?...Hei tuan,kamulah yang sombong bukan aku...Pikir Anayra.


Liat saja nanti...Gue bakal buat kamu jatuh cinta sama gue dan bertekuk lutut mengemis cinta gue!...Batin Khaffa.


Khaffa dan Anayra saling menatap sengit satu sama lain.Sorot matanya berbicara mewakili suasana hatinya dan isi pikirannya masing-masing.


"Iiya maaf pak.Aku yang salah dan anda yang benar!.Heee...".Ucap Anayra sambil menampilkan senyum yang dipaksakan.


Anayra mengalah untuk kebaikannya karena bila membalasnya terus menerus tidak akan ada ujungnya.Dan Khaffa pun luluh lalu menjalankan mobilnya kembali untuk melanjutkan perjalanan.


Anayra dan Khaffa terdiam ditempatnya masing-masing dengan isi pikiran masing-masing.Setelah berdebat panjang tanpa alasan yang jelas,saling mencibir dan juga saling membela diri.


Anayra memainkan ponselnya kembali untuk mengusir kejenuhan dan untuk menstabilkan suasana hatinya yang kacau-balau.


Anayra POV.


Aku terjebak bersamanya,bersama pria yang tampan parasnya tetapi buruk perangainya.Dia mencibir dan mencaci maki aku tanpa menghiraukan perasaanku.


Hei tuan...Apa dunia ini milikmu seorang sehingga kamu bisa berbuat semaumu?...Apa semua orang adalah budakmu sehingga kamu bisa memerintah semaumu?...


Jangan terlalu percaya diri karena bukan hanya dirimu yang memiliki sejuta pesona!.Dan jangan menyombongkan diri karena bukan hanya dirimu yang berkuasa dinegeri ini dan berlimpah harta!.


Ingatlah!.


Diatas tanah ada bumi dan diatas bumi ada langit.Dan diatas langit ada Sang Maha Pencipta alam semesta yang Maha Kuasa.


Sadarlah!.


Kita hanya manusia biasa yang bisa merasakan kesakitan dan kesusahan.Dan kita tidak akan selamanya diatas puncak kesuksesan.


Roda kehidupan akan terus berjalan dan berputar.Bersikaplah rendah hati ketika kita ada diposisi atas karena suatu saat akan ada waktunya kita akan terjatuh kebawah.


Maka dari itu,janganlah terlalu tersenyum bangga dan membusungkan dada!.Lihatlah orang disekitarmu yang tidak seberuntung dirimu!.


*End.


Anayra menumpahkan kekesalannya dan melampiaskan amarahnya yang tertahan dengan mengetiknya dicatatan yang ada diaplikasi ponselnya.


Khaffa POV.


Gadis ini...


Kenapa sulit sekali menaklukkannya?,kenapa semakin aku dekat dengannya tetapi semakin jauh untuk menjangkau hatinya.


Aku semakin penasaran dengannya dan ingin sekali mengenalnya lebih dekat.Tapi egoku menahanku,bukan aku yang harus meluluhkan hatinya tapi dia yang harus meluluhkan hatiku.


Aku tahu aku salah.Tapi aku tidak bisa menerima perlawanan dan kekalahan dari siapapun termasuk dia.


Hei gadis!.


Jangan menyesal jika suatu saat jatuh cinta padaku,dan jangan kecewa jika aku menolakmu.


Aku akan meruntuhkan dinding keegoanmu.Tidak ada yang bisa menolak pesonaku termasuk dirimu!.


*End.


Khaffa merenung disela-sela mengemudikan kendaraannya.Keluh kesahnya hanya bisa dikatakan didalam hatinya karena tidak mau memperpanjang perdebatannya dengan Anayra.

__ADS_1


__ADS_2