
Sepenggal kata hatiku...
*Harta,tahta dan pesonaku tak mampu mengikis hatinya yang telah lama membeku.Tak mampu meluluh lantakkan pendiriannya yang berpegang teguh pada prinsipnya.
Aku apa adanya aku dengan sejuta pesona dan kharisma.Tapi tetap saja tidak bisa menyentuh hatinya yang bergeming.
Kurasakan kekosongan dan kehampaan sebelum kehadirannya.Namun setelah dia datang,membawa secercah harapan dan memberi warna dalam kehidupanku.
Merubah segalanya dan mengalihkan duniaku yang kering dan tandus menjadi sejuk dan indah.
Tapi aku hanya bisa menatapnya dari jauh seraya tersenyum karena sulit menjangkau hatinya yang berselimut kabut kebencian padaku.
-Khaffa*-
***
Setelah selesai menyiapkan bekal makanan untuk Khaffa makan siang.Anayra segera meluncur kekantornya.Lelahnya bukan main hari ini,selain bekerja rutinitasnya bertambah banyak oleh ulah Khaffa,dan sialnya la harus melakukannya selama sepekan ini.
Bagi Anayra tidak masalah karena sudah terbiasa.Namun tenaganya menjadi sangat terkuras dan waktunya tersita harus bolak-balik keapartemen Khaffa dan rumah tinggalnya.
Anayra terkadang selalu bertanya dalam hatinya,entah apa yang dipikirkan Khaffa karena selalu berusaha menindas dan mengerjainya.Dia sadar karena selalu melakukan kesalahan tetapi merasa aneh dengan hukuman yang diberikannya.
Memang ada maksud tersembunyi dibalik sikapnya itu.Khaffa merasa senang dan bahagia perasaannya setiap didekatnya.Selalu terhibur hatinya yang kosong dan kesepian setiap melihat ekspresi wajah Anayra dan tingkah lakunya.Baginya Anayra lucu dan menggemaskan namun la selalu menyembunyikan perasaannya itu dengan bersikap tetap tenang,acuh dan dingin.
Namun lain halnya dengan Anayra,la selalu dibuatnya kesal,ketus dan marah oleh sikapnya itu.Anayra baru pertama kali ini berhadapan dengan sosok pria seperti Khaffa sebab setiap pria yang ditemuinya selalu ramah dan baik.Sangat jauh berbeda sekali dengan Khaffa.
Anayra POV.
Cahaya Matahari kian meninggi menyapa alam.Makin bersinar terang dan terik karena sang Surya berada dipuncaknya.
Beginilah jungkir balik duniaku,hanya ada diruang lingkup gedung Mall dan rumah kontrakan.Bolak balik dari barat ketimur dan sebaliknya.Sebagian besar aktivitasku berada didalam butik bekerja dan bekerja.Sementara sebagian waktuku kuhabiskan dirumah.40 % beraktivitas dan 60% nya tidur dan bermalas-malasan.
Siang hari ini dan tepat dijam ini.Kuinjakkan kakiku dilobby gedung bertingkat ini.Suasananya tampak ramai dan hilir mudik oleh para pegawai kaum Adam dan hawa.Ada yang baru masuk untuk bekerja dan ada yang keluar untuk beristirahat selepas bekerja.
Wajah lesu dan penampilan kusut terlihat dari orang-orang yang baru keluar dari ruangan kantor setelah menguras tenaga dan pikirannya saat bekerja.Berbeda penampilannya dengan orang-orang yang baru masuk tampak rapi dan segar.Hentakan sepatu mengkilap mengiringi langkah mereka.Tersirat kebanggaan diwajah mereka saat memasuki gedung ini sembari membusungkan dadanya.Melangkah dengan percaya diri disertai senyum yang merekah.
Terlihat tampan dan cantik fisiknya.Tetapi kurasa itu saja tidak cukup karena kecerdasan dan kecekatan yang penting dalam suatu pekerjaan.
"Masya Allah.Ck,ck,ck.".Gumamku pelan sembari berdecak kagum dan geleng-geleng kepala.
Bisa terbayangkan olehku jika pegawai disini pasti mencapai ratusan yang menghuni ruangan kantor dari berbagai bidang dan departemen berbeda.Memegang kendalinya diposisi masing-masing dengan jabatan yang berbeda mulai dari Manager,HRD,Supervisor dan staff-staff serta posisi lainnya yang urutannya makin kebawah.Tidak mungkin kusebutkan satu persatu karena waktuku tidak banyak untuk itu.
"Hemmm,betapa luar biasanya pria itu!.Pasti banyak yang memuji dan memujanya.".Ucapku bicara sendiri sambil manggut-manggut mengakui semua yang dimilikinya,baik fisik maupun materinya.
Sedari dulu aku sadar jika tuan CEO itu sempurna.Selain tampan tetapi juga sungguh hebat dan berkuasa dia yang kini pasti sedang duduk manis dikursi kebesarannya itu.Memimpin perusahaan dengan ratusan pegawai dibawah pimpinan dan kuasanya.Satu kepala menguasai dan mengendalikan ratusan pegawai.
"Apa dia ga pusing atau sakit dikepalanya?.Kepalaku saja berdenyut saat duduk mengerjakan tugas ringan dimeja kerjaku.".Ocehku sembari berpikir.
Tentu saja tidak,bukankah atasan itu hanya duduk manis dan tinggal tanda tangan lalu menjentikkan jarinya menyuruh orang lain melakukan tugas yang lebih berat?.
Sembari menggedikkan bahuku."Entahlah.".
"Tapi satu hal yang pasti,betapa beruntung hidupnya didunia ini sebab dilimpahi segalanya tanpa kekurangan apapun.".Sembari mengedarkan pandangan ku memandangi ruangan besar yang ada di dalam gedung yang berdiri kokoh ini.
Dia tidak harus mencemaskan apapun dan tidak memikirkan kesulitan atau ketakutan akan kesusahan dan kelaparan.Tidak seperti diriku yang harus berjuang keras untuk bertahan hidup disini.
"Heiii tuan jadilah seperti padi makin berisi makin merunduk kebawah.Mengerti maksudku?.".Ingin sekali aku meneriakkan kalimat ini padanya tetapi hanya bisa mengumpat dibelakangnya saja.
Mungkin orang lain beranggapan seperti orang gila saat melihatku berbicara sendirian.
"Haaahhh...".Ku menghela nafas berat karena lelah dan pusing memikirkan semua itu.
__ADS_1
"Sadarlah Nay'!,sebodo amat dia mau kaya atau miskin.Lebih baik laksanakan niatmu saja!.".Ucapku sambil melangkah menghampiri meja resepsionis seraya membawa kotak makanan didalam paper bag kecil untuk diserahkan pada pemiliknya.
Setelah nya ku ambil ponselku dari dalam tas lalu mengetik pesan singkat padanya.
Penolong Tampan
Makanan kutitipkan dimeja resepsionis.
Maaf aku buru-buru.
Begitu kira-kira isi pesan singkat yang kukirimkan dengan menyematkan gambar emoticon diakhir katanya pada pria dilantai atas dimana kakiku berdiri saat ini.
"Hemh...Nama yang konyol!.".Ucapku sambil menyeringai saat melihat nama kontak pemilik nomor ini yang belum sempat kuganti namanya.
Tetapi sudahlah,biar menjadi penghargaan untuknya karena dia pernah menolongku saat itu.Pesanku telah terkirim dan dibacanya karena tanda centangnya menjadi biru.
Tiiing.
Terdengar nada dering ponselku saat ada pesan masuk.
Penolong Tampan
Thanks!.
Saat membaca pesannya,mataku langsung terbelalak.Ku kira dia tidak akan membalas pesanku dengan kata itu.Tetapi pesannya membuat bibirku tersungging keatas.
"Ppft.Hahaha...Akhirnya dia bilang makasih juga!.".Tidak bisa kusembunyikan rasa senangku.
Entah kenapa aku selalu terobsesi padanya untuk bisa mendengarkan kata itu darinya.Aku menghargainya tapi aku sangat menantikannya dan sangat berharap dia mengucapkan kata itu ditelingaku langsung.
Kenapa kata itu sangat penting dan berpengaruh untukku,karena itu adalah bentuk rasa syukur dan rasa hormat dari kita yang berhutang budi atau jasa.Dari mereka yang menghargai kita dan sebaliknya.Kata itu harus diucapkan tanpa memandang status dan usia.
Sudah puas ditempat ini.Aku bergegas pergi ke gedung sebelah menuju singgasanaku untuk melakukan rutinitasku.Setelah beberapa jam yang lalu berjibaku memasak untuk sang CEO itu diapartemennya.Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dari rumah tempat tinggalku menggunakan motor matic-ku.
Alhasil setelah melewati interview dibutik akhirnya aku lulus seleksi dan diberi kesempatan bekerja disini.Bukan main senangnya hatiku ketika menerima kabar lamaran pekerjaanku diterima walaupun pada awalnya sempat minder sebab banyaknya pesaing yang lebih baik dariku.Benar kata orang,rejeki tidak akan kemana-mana dan tidak akan tertukar.Entah itu suatu keberuntungan atau memang garis takdirku?.
*End.
Khaffa POV.
Bibirku tersenyum lebar saat membaca pesan diponselku yang dikirim oleh seorang gadis yang tadi pagi kulihat wajahnya.Tetapi sayang aku tidak bisa melihatnya saat ini.
"Kenapa kamu ga ngerti kalau aku mengharapkan kehadiranmu disini sekarang?.".Sentakku kesal memaki ponselku yang tidak bersalah.
Dia tidak memahami saat aku menyuruhnya datang keapartemenku dengan alasan kesepakatan yang kubuat untuknya.Padahal itu hanya akal-akalan ku saja karena ingin melihat wajahnya saat dia marah,kesal dan bicara ketus padaku.
Kemudian kubalas pesannya dan kukirim padanya.
Thanks!.
Hanya kata itu saja yang bisa kuketik diponselku.Kata yang jarang kuucapkan terkecuali pada orang-orang tertentu.
Pandanganku teralihkan dan tertuju pada kotak makanan dimeja.Hatiku tersentuh saat melihat kotak makanan yang berisi Fried Chicken alias ayam tepung krispi yang digeprek dengan sambal dan lalapan sebagai pelengkapnya.Air liurku seketika terasa menetes tapi dia lupa menambahkan ku jus buah segar untukku rupanya.
"Ahhh...Gue terlalu berharap banyak.Harusnya gue bersyukur karena dia sudah nyempatin diri dan menyita waktunya buatin makanan ini.".Keluhku sambil mengacak-acak rambutku.
"Semoga saja dia ga ngeluh!.".Gumamku sambil menghela nafasku.
Kutatap makanan sederhana ini sambil duduk bersandar disofa lalu kuambil gambarnya dengan kamera ponselku.'Lebay'...Mungkin itu kata yang tepat untukku saat ini.Sebab aku tidak terbiasa dan sangat menghindari hal-hal yang berkaitan dengan kata itu.
Setiap waktu aku harus menjaga wibawaku,image ku dan kharismaku sebagai seorang CEO diperusahaan raksasa ini.Perusahaan yang tengah melebarkan sayapnya dan ada dipuncak kejayaan.
__ADS_1
"Boss.Gue istirahat dulu...Boss makan apa itu?.".Tanya Riccy sambil menunjuk isi kotak makanan ku.
Riccy menggangguku menerobos masuk kedalam ruanganku tanpa mengetuk pintu.Kadang aku jengah dengan sikapnya tetapi bagaimana pun dia asisten sekaligus sahabat terbaikku satu-satunya.
"Kepo!.Pergi lu jangan ganggu gue!.".Ucapku mengusirnya.
Ralat,menyuruhnya pergi karena dia selalu mau tahu urusanku.Padahal sudah kuperingatkan sebelumnya tapi selalu saja 'Ngeyel'.
Riccy mendengus saja menanggapiku tanpa berani berbicara lagi.
"Abaaang,kita lunch bareng yuk?!.Aku kangen makan bareng abang.".Tiba-tiba Khaira menerobos masuk dengan antusias mengajakku makan siang bersama.
"Ga bisa Khai'!.Abang makan disini saja.Pergilah!.".Ucapku memberi kode dengan tanganku menyuruhnya pergi.
Sebab aku tidak bisa menyia-nyiakan makanan yang ada dimeja didepanku yang tampak menggiurkan ini.
"Ayo ikut kakak Khai'!.Abangmu kayaknya sibuk.Jangan ganggu macan tidur kalo kamu mau keluar dengan selamat dan ga cacat dari sini.Haha...".Ucap Riccy menyindirku.
Terang saja membuatku marah dan geram.Dia
"Bacot lu!.Udah bosen hidup lu kayaknya ya?.Lu mau fasilitas lu gue cabut?,mobil dan rumah,heuhhh?.".
"Go to hell!!!.".Umpatku sambil melemparkan gulungan kertas padanya.
"Ups,sorry Boss gue ga maksud gitu!.Ayo Khai'!,Abangmu lagi PMS kayaknya,hahaha...".Ucap Riccy merangkul pundak Khaira sambil terbahak-bahak.
Betapa senang dan puasnya mengejekku habis-habisan tanpa peduli ancamanku.
"Hisss,**** off!.".Umpatku kesal.
Sedangkan Khaira merengut sambil berbalik pergi.Khaira tampak sedih dan kecewa karena gagal makan bersamaku.
Aku memandangi nya sampai menghilang dari pandangan ku dengan perasaan menyesal karena menolak ajakannya.Padahal mereka terlambat makan siang dan baru istirahat karena menemaniku menghadiri Kontes Fashion Show anak-anak yang digelar diaula Mall.Acara yang disponsori oleh salah satu brand pakaian anak-anak.
Tanpa mengulur waktu lagi kemudian kucicipi makanannya.Ternyata dia sangat mahir dan berbakat.Tidak diragukan lagi!.
Dengan lahapnya ku santap makanannya.
"Mmm,lumayan enak walaupun sederhana.".Gumamku disela-sela makanku.
Entah merasa lapar atau karena rasa makanan ini yang memang terasa lezat.
"Entahlah.".Gumamku sambil menggedikkan bahuku.
Kulirik jam ditanganku sudah pukul 13:15.Pasti dia sedang bekerja saat ini.
"Dia pasti kelelahan sebab waktu dan tenaganya gue sita habis.Gue rasa ga ada salahnya kalo memberinya hadiah sebagai penghargaan biar hatinya senang.".Gumamku setelah melahap habis makananku.
Sembari merenung aku berpikir keras mencari ide.
"Apa kira-kira hadiah yang cocok buat dia?.Perhiasan?,ahhh itu terlalu mencolok nanti dia pikir gue melamarnya.Atau pakaian?,tapi gue ga tau ukuran tubuhnya dan gue takut ga sesuai dengan seleranya.".Lirihku pelan berbicara sendirian.
"Arghhh,bikin kepala gue jadi pusing mikirinnya.".Keluhku sembari menjambaki rambutku.
Otakku terasa buntu dan tidak bisa berpikir untuk mencari ide.Dalam hal ini aku memang payah.
*End.
Author POV.
Gedung Mall yang berdiri kokoh ini selalu ramai dikunjungi setiap harinya apalagi saat akhir pekan dan terutama hari libur lainnya.Disetiap lantainya menyuguhkan pemandangan kota yang bisa dilihat dari balkon Mall yang luas.Hiruk-pikuknya jalanan ibukota terlihat dengan jelas diatas balkon.Dan hamparan taman didepan Mall juga sangat memanjakan mata serta bisa untuk dijadikan spot berswafoto dan Selfi ria.Tempat yang selalu ramai dikunjungi.
__ADS_1
Suasananya akan terlihat makin indah saat menjelang malam dengan beberapa lampu-lampu taman menyinari.Sangat cocok untuk bersantai dengan pasangan atau teman.Ditambah beberapa stan yang menjajakan makanan dan minuman jajanan kaki lima ala kekinian yang selalu diburu oleh muda-mudi.
Tetapi semuanya akan tampak hening dan sepi saat malam semakin larut.Hanya rintihan angin malam dan suara jeritan binatang kecil mengiringi sang rembulan hingga hari menjelang terbit fajar.