
Setelah mendapatkan biodata Yasinta dari personalia pabrik, Daniel ingin menyelidiki yasinta nantinya.
'Aku akan mendapatkan informasi tentang kamu dan papimu secepatnya' batin daniel
Besoknya dia berpikir untuk mencari orang-orang yang bisa membantunya dari jauh. Karena orang yang kemarin di kota S harus membantu perusahaan disana.
Karena ini di kota J yang nota bene dia masih baru disini Daniel agak kewalahan mencari tahu. Dan sepertinya tidak mungkin dia mengajak kerjasama jaringan yang dikota S.
'sepertinya saya harus mencari orang disini, karena saya sangat perlu mereka, kayaknya Rio harus membantu nih' batin daniel
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
"halo bos" terdengar suara Rio yang kencang dan senang disebrang sana.
"senang banget Lo, baru dapat rezeki nomplok Lo" teriak Daniel juga
"bukan rezeki nomplok, telepon dari bos" ucap Rio lagi ngakak
"kamu lagi dimana, hari ini sibuk ngga. aku ingin ngomong banyak sama kamu" cerita Daniel
"wow ini kayaknya pembicaraan serius nih, aku ngga sibuk bro, hanya sebelum makan siang aku harus ketemu dengan klien yang memakai jasa restoranku tempat ulang tahun perusahaan" cerita Rio. "gimana kalau kita ketemu setelah makan siang" tawar Rio lagi.
"ok" jawab daniel
"ketemu dimana" tanya Rio
"dicafemu aja biar ngopi gratis" canda daniel
"ya elah bos sih pengen gratisan" balik canda Rio karena dia juga tahu Daniel selalu diam-diam bayar bill dan juga tips untuk karyawannya.
"ya iyalah, hari gini ngga cari yang gratisan, bohong. semua kalau ada yang gratis ngapain harus bayar ayo" balik Daniel
"terserah Lo deh"
"nah gitu donk" jawab Daniel ngakak.
"bye, bye" mereka memutuskan sambungan teleponnya.
Daniel kembali dengan kesibukannya sebagai pimpinan di kantornya yang baru. Masih banyak yang harus dia benahi. Dia sudah bertekad untuk melupakan Yasinta dan akan membuat mereka menyesal meninggalkan daniel dengan keberhasilannya. Sayangnya tanpa sadar yang dia lakukan malah membuat dia semakin mengingat Yasinta.
'Suatu saat aku akan jalin kerjasama dengan PT Regata' batin Daniel.' Karena aku tidak akan tahu kelemahan dari perusahaan itu kalau aku tidak mendekatinya dan mencari tahu lewat orang-orang kepercayaannya' batinnya lagi.
'Dan kamu Iyas, sepertinya kamu masuk perusahaanku memang bukan untuk menjebak perasaanku lagi, tapi karena kamu butuh duitku, gajimu yang tidak seberapa itu'
Tanpa terasa sudah menjelang makan siang, Daniel sudah ingin bergegas untuk bertemu Rio dicafenya,
'mendingan aku nunggu dia bentarlah dicafenya , toh aku sudah tidak ada kerjaan,' gumam daniel
"do, siapkan mobil sekarang" ucap Daniel sambil menekan satu tombol dimejanya.
"baik pak"
Setelah menutup laptopnya dan membereskan beberapa berkas dia keluar dari ruangannya.
"Saya mau makan siang sekalian ketemu teman saya, kalau ada kerjaan penting hubungi Dodo" ucap Daniel mengingatkan Nana sekretaris barunya.
__ADS_1
"baik pak"
Daniel langsung berlalu menuju lobby dimana mobil mewahnya telah menunggu.
"do, langsung ke cafe Rio" ucap Daniel begitu sudah masuk mobil yang disopiri pak Ahmad serta Dodo duduk disebelahnya.
"kita ke cafe pak Rio yang dijalan X pak Ahmad" pandu Dodo.
"baik pak" ucap pak Ahmad.
Lalu mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju cafe Rio. Begitu sampai disana Daniel sudah menghubungi Rio bahwa dia sudah sampai dicafenya.
Rio yang masih meeting dengan kliennya hanya membalas.
"tunggu sepuluh menit, saya hampir kelar, ntar saya turun" balas Rio
"sok sibuk Lo" canda daniel lewat pesan
"👎" balas Rio
Akhirnya Daniel dan Dodo memesan minuman sambil menunggu Rio.
"Hei ribet aja lho, tinggal pesan juga" todong Rio begitu dia duduk di table Daniel dan Rio.
"Lo kan bisa makan dulu, baru nanti ngobrol" ucap Rio sewot
"yehhhh sewot Lo, pengunjung itu raja" ucap Daniel asal. Seperti biasa Dodo hanya jadi pendengar sejati.
"Bay the way ada apa kamu ingin ketemu aku, aku tebak kamu mau minta tolong" todong Rio sama daniel
"betul banget, anak pintar" ucap Daniel santai
"kebanyakan ngomong Lo"
"ya sudah apaan"
"Lo ada kenalan yang bisa dilapangan ga, maksudnya liatin dari jauh"
"maksudmu bodyguard"?
"bukan body guard persisnya, tapi yang pintar IT lah, cenderung ke informanlah " ucapnya santai
"maksudmu membantu kamu dibelakang"
"betul"
"gua sih kurang paham dunia begitu bro, gua kan orangnya polos-polos aja" ucap Rio." tapi aku ada kenalan yang mungkin bisa membantumu" ucap Rio membuka kontak handphonenya.
"boleh tuh"
"coba saya hubungi dulu" ucapnya sambil menempelkan benda pipih itu di telinganya.
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
"halo"
__ADS_1
"halo Jack"
"iya ada apa"
"gua ada job, Lo bisa ketemu, gua ingin Lo ketemu teman gua"
"teman Lo"
"iya" ucap Rio
"sory ya, tapi kamu sudah bilang tarif saya tinggi kan"
"kalau itu mah gampang, dia bukan orang yang susah, orangnya gampang"
"ok, kalau begitu ketemu dimana"
"kami tunggu disini bro, dicafe x" ucap Rio
"iya, saya langsung OTW, kebetulan lagi santuy" jawab jack
Akhirnya Daniel bertemu dengan Jack dan sepakat untuk kerjasama. Jack juga sangat senang karena ternyata Daniel orang yang humble dan cukup mengerti dengan dunia bang Jack dan kawan-kawan.
"Setelah sepakat kita akan mulai kerjasama. nanti saya kasih tahu tugas pertama kamu apa" ucap Daniel diakhir pembicaraan mereka.
"langsung tugas nih, daerah rawan atau rawa-rawa aja" tanya Jack
"Hanya biasa aja, belum yang ada tantangan hanya perlu ini" ucap Daniel sambil menunjuk kepalanya yang mengatakan hanya perlu otak.
"baik bos" ucap Jack
"kalau begitu kami duluan, ayo Rio Dodo" ucap Daniel
"ayo bro" ucap Rio mengikut aja
"apa dia bisa dipercaya menurutmu" tanya Daniel sama Rio begitu mereka sudah dalam mobil.
"sangat bro, orangnya sangat bertanggung jawab. Jasa dia pernah dipakai orang tua teman saya saat menyelidiki kebocoran diperusahaannya. Ternyata pemainnya saudara sendiri" jelas Rio
"ok aku percaya"
"sekarang mau kemana lagi" tanya Rio
"sudah sore, kamu ingin diantar kemana, apa kamu ditinggal disini aja" canda daniel
"sialan nih, untung aja Lo bos, kalau ngga sudah saya turunin dari tadi" balik canda Rio. Sementara Dodo dan pak Ahmad hanya senyum-senyum dikursi depan.
"iya diantar kemana" suara Daniel meninggi
"ke cafe aja, masih banyak kerjaan gua" ucap Rio sewot juga.
"kita ke cafe pak Rio pak Ahmad" perintah Dodo kepada sang supir seperti biasa.
"sudah dibantu ngga tau diri nih bos Lo Dodo" ucap Rio.
Daniel hanya diam dan fokus dengan handphonenya. Ternyata dia sedang menghubungi Jack dan memberikan tugas pertama.
__ADS_1
'Cari tahu tentang Yusuf regata dan perusahaanya PT Regata secepatnya, rumahnya jalan melati no 5. satu lagi, cari tahu tentang putrinya bernama Yasinta regata tujuh tahun terakhir' pesan singkat Daniel kepada Jack.
"beres bos, dua hari paling lama" balas jack