
"anak siapa maksudmu" tanya om Riadi serius menatap daniel
"anakku dan Yasinta om, ternyata saat anak buah ayahnya membawanya ke Singapura dia sedang hamil anakku, dan gara-gara itu juga dia gagal dijodohkan" ucap Daniel makin sedih.
"jadi aku sudah punya cucu"
"iya om", ucap Daniel menatap omnya dengan penuh airmata.
"jemput cucuku dan" ucap om Riadi ikut terharu, karena bagi dia Daniel adalah anaknya satu-satunya, otomatis anak Daniel adalah cucunya.
"Tapi Yasinta tidak mau om, dia tidak ingin aku ketemu mereka om" ucapnya lesu
"hahhhh kenapa dan"
"aku bersalah om, jadi wajar Yasinta bilang begitu om, karena aku sudah menyakiti hatinya"
"pokoknya usahakan dan, aku ingin melihat cucuku"
Daniel mengambil figura kecil dari balik saku jasnya.
"ini foto mereka saat dua tahun om" ucap Daniel sambil menyodorkan figura itu.
Om Riadi menerima figura foto itu, tapi sedetik berikutnya dia sangat kaget.
"mereka kembar" tanyanya antusias.
"hhhmmmm" ucap Daniel sambil mengangguk
"oh my God, cucuku seganteng-ganteng ini, kembar lagi, ini pasti benar-benar cucuku Daniel"
"iya om"
"dan, pertemukan om dengan yasinta dan"
"justru itu om, saya sudah janji saya tidak akan usik hidupnya lagi"
"Memang apa yang sudah kamu lakukan Daniel sampai Yasinta semarah itu",
"Saya sudah buat dia dalam kesulitan om, saya sudah jebak dia dengan finalty kontrak yang sangat besar, dan saya sudah menghina dia dan papinya habis-habisan om, bahkan membuat dia kemarin dipermalukan diulang tahunku, tapi itu karena aku belum tahu tentang anakku om, Yasinta tidak pernah cerita sedikitpun"
"ya ampun Daniel, kok kamu bisa kecolongan Daniel"
"iya om, saya memang bodoh, semenjak saya melihat dia jadi kuli pabrik saya pikir dia hanya cari kesibukan dan mempelajari dunia kerja, ternyata dia tulang punggung om. Mereka hidup dengan gajinya sebulan sama dengan uang makan aku sendiri seminggu om, aku benar-benar ngga berguna",
"terus apa rencanamu" tanya om Riadi serius
__ADS_1
"justru itu aku ngga tahu om, aku bingung. Yasinta minta untuk jangan membawa mereka kehidupan saya, karena bisa membahayakan anak-anak jika orang seperti Cyntia merasa terusik om"
"Yasinta kenal Cyntia"
"kenal om, Karena waktu cari apartemen Cyntia saya sengaja mengajak Sinta untuk membalaskan dendam ku om, aku ingin dia tersiksa melihat aku dan Cyntia mesra. Tapi bukan dia yang tersiksa malah aku yang tersiksa om, aku selalu sedih melihat Yasinta tersakiti malah",
"ya ampun Daniel, masa kamu ngga punya firasat sama sekali sih, tentang Yasinta dan anak-anakmu"
"Sekarang tolong bantu Daniel om, Daniel sangat bingung, Daniel ingin ketemu anak-anak, Daniel ingin hidup bersama mereka om tanpa ada yang mengusik" pinta Daniel.
Saat mereka terdiam memikirkan cara mendekati Yasinta terdengar suara langkah sepatu..tak..tak...tak
"Cyntia"
"siang om"
"siang Cyntia" balas om Riadi sementara Daniel sama sekali ngga perduli.
"dan ternyata kamu dirumah, kenapa kamu ngga angkat telepon aku"?
"aku lagi malas cyn" ucap Daniel bangkit dengan wajah murungnya dan berlalu masuk ke dalam rumah. Kalau sudah ada Cyntia ngga bakal ada yang bisa dibicarakan lagi dengan om Riadi.
Om Riadi yang mengerti kesedihan Daniel hanya membiarkan Daniel berlalu kedalam rumah.
"Dan kok kamu malah pergi sih, aku mencari kamu juga. aku ingin ntar malam kita pergi ya dan, ada acara syukuran temanku di kota J" Daniel menghentikan langkahnya
"kok kamu begitu banget sih dan, aku sudah sabar-sabarin menghadapi kamu lho, kamu tahu ngga banyak pria diluar sana yang menunggu aku dan bangga jadi pacarku" teriak Cyntia percaya diri karena Daniel sudah agak jauh.
"oh iya, bagus kalau begitu, kamu tinggal pilih salah satu dari mereka, kenapa kamu kesini yang jelas-jelas tidak diharapkan" jawab Daniel tanpa berbalik
"Dan , kamu akan menyesal melakukan ini sama aku"
"melakukan apa" ucap Daniel datar penuh tekanan.
"apa sih kurangnya aku sama kamu dan" ucap Cyntia
"bukan kamu yang kurang, tapi aku yang kurang mencintai kamu, bagiku kamu hanya anak gadis dari rekan Bisnisku, jadi jangan berharap lebih"
"sudah sudah sudah, kalian jangan berantem terus. Cyntia maafkan om, sebenarnya selama ini om yang sudah mengharapkan kamu jadi menantu om, tapi Daniel tidak. Dia masih punya cinta dimasa lalunya Cyntia" ucap om Riadi masih berdiri ditempatnya dari tadi berdiri.
"ohhh jadi karena masa lalumu, cewek miskin sekretaris kamu itu. Gila ya, benar-benar hebat dia memikat laki-laki. Tampangnya sih polos, aku aja ngga percaya dia selicik itu kalau bukan dari cowok korbannya itu" Daniel sangat geram Cyntia menghina Yasinta, tangannya sudah mengepal, kalau saja Cyntia laki-laki pasti sudah kena bogemnya Daniel.
Sementara om Riadi yang mendengar Cyntia merendahkan orang lain merasa kurang suka.
"Cyntia, tidak baik mengukur orang lain dengan ukuran kita sendiri, karena bisa jadi malah alat ukuran kita yang salah"
__ADS_1
"tapi om"
"om ngga suka kamu merendahkan orang lain, karena kamu juga belum tentu sempurna"
"om, om kok ngomong begitu sih"
"maaf Cyntia, kamu lebih baik pulang aja, daniel itu ngga bisa kamu harapkan" ucap om Riadi.
"kalian akan menyesal mencampakkan saya begini" ucap Cyntia sambil berlalu pergi dari hadapan om Riadi.
'huhhh wanita ini, ternyata Daniel benar sepertinya Cyntia akan jadi batu sandungan untuk Daniel dan Yasinta beserta anak mereka' gumam om Riadi.
Om Riadi berjalan masuk meninggalkan halaman dekat kolam renang. Dia langsung mencari Daniel lagi.
tok tok tok
"siapa"
"om ini dan"
"Napa om" tanya Daniel saat membuka pintu
"Dan, bagaimana kalau kita lihat anak-anak itu dari jauh dulu, sampai Cyntia tidak mengganggu kamu lagi" tanya om Riadi sambil melangkah masuk ke kamar Daniel
"apa Cyntia sudah pergi om"
"sudah, ngga usah pikirin dia, fokus aja dulu ke anak-anakmu"
"tapi justru Yasinta takut Cyntia merasa terusik om, karena setahu Sinta aku sama Cyntia itu pacaran"
"bagaimana kalau om yang ketemu Yasinta di kantor sekarang"
"dia sedang tidak masuk kantor om, dia kemarin itu pingsan di kantor, terus Dodo bawa ke rumah sakit"
"apa...jadi sekarang dia dirumah sakit? rumah sakit mana dan"?
Daniel kembali menggeleng lalu menunduk lesu.
"lha kamu ini gimana sih dan, katanya pingsan terus masuk rumah sakit, om tanya rumah sakit mana, ngga juga,.. yang benar gimana dan"?
"kemarin dia memang pingsan di kantor om, aku yakin itu karena dia terlalu tertekan, lalu Dodo bawa kerumah sakit. Tapi Sinta ngga mau dirawat lama-lama disana om, aku yakin dia hanya mikirin biaya, katanya mendingan dia pulang dan bertemu anak-anak. dokter menyarankan dia istirahat lima hari om"
"ya ampun dan, kamu benar-benar menyiksa dia, pantas aja dia ingin lepas dari kamu",
"iya om, aku yang salah"
__ADS_1
Tinggalkan like dan comment kalian ya, terimakasih.
I LOVE YOU ALL🙏🤗