
Hai readers, jangan bosan ya. semoga suka dengan tulisan ini. jangan lupa like n comment ya. terimakasih.
I LOVE YOU ALL 🙏🤗
"baiklah, Sinta kalau begitu maumu, saya tidak akan cerita apa-apa sama pak Daniel tentang anakmu. Tapi feeling saya mengatakan kalau pak Daniel itu sudah tahu tentang anak-anakmu karena tadi malam dia sempat bilang begitu saat mabuk"
"apa dia sekarang jadi suka mabuk setelah kaya" tanya Yasinta asal dan terdengar hambar sih
"ngga, dia bukan peminum makanya begitu minum sedikit dia pasti langsung mabuk"
"baiklah Sinta saya permisi dulu ya, besok Senin saya akan coba utarakan keinginanmu untuk pulang ke pabrik. Saya akan utarakan keberatanmu tentang besarnya finalty itu"
"terimakasih pak Dodo, saya serahkan sama bapak"
"oh iya saya benar-benar minta maaf untuk kejadian tadi malam, karena sebenarnya saya penanggung jawab acara itu"
"ngga apa-apa pak, semua yang mereka katakan memang benar kok, mungkin tadi malam saya hanya kaget jadi kurang siap dengan semua yang mereka ucapkan. Syukurnya ada kak Bram yang selalu menguatkan saya"
"apa sekarang dia itu pacar barumu"
"bukan pak, dia temanku yang selalu baik, walaupun dia tidak kaya."
"ohhh ok kalau begitu, saya pamit. saya juga belum tidur ini sin dari tadi malam"
"baik pak" ucap Sinta sambil bangkit dan mengantar bapak Dodo sampai masuk mobil.
Dodo berlalu dari rumah kost Yasinta, niatnya akan langsung ke hotel lagi. Tapi dia ingat pak Riadi arganta, omnya Daniel belum diberitahu kalau mereka ngga pulang, sekalian lah ambil baju ganti bosnya.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo" suara sangat berat disebrang sana
"halo Rio, apa pak Daniel sudah bangun"?
"belum tuh, tidurnya kayak kebo"
"Rio saya ingin kerumah dulu ambil baju ganti pak Daniel, seandainya bangun tolong bilangin saya ke rumah dulu , sampai saya datang bro"
"hmmmmm" jawab Rio masih merem
"thanks" sambungan telepon itupun terputus.
"pak kita kerumah dulu ambil baju ganti pak Daniel" ucapnya sama supir Daniel
"baik pak"
"pak boleh ya saya tidur bentar" ucap Dodo
"silakan pak, silakan, bapak belum tidur sama sekali"
__ADS_1
"makasih pak" Dodo langsung mengatur posisi untuk tidur.
Sampai dirumah Daniel supir membangunkan Dodo. Dodo langsung masuk menemui pak Riadi yang sedang berjemur didekat kolam renang sambil olah raga kecil.
"pagi pak"
"pagi do, semalaman Daniel ngga pulang"
"iya pak, tadi malam kami dihotel karena sudah sangat malam, jadi istirahat dekat hotel disana"
"hmmmm, sekarang mana Daniel"
"masih dihotel, saya hanya mau ambil baju ganti"
"ohhhh ya sudah naik sana"
"baik pak"
"hmmmm bilang Daniel sarapan" ucapnya selalu mengingatkan.
"iya pak"
Dodo langsung mengajak Ina sang pembantu naik untuk menyiapkan pakaian Daniel. Setelah selesai Daniel langsung berangkat lagi bersama pak Amir, karena supir yang tadi sudah sangat ngantuk.
"Pak Amir kita ke hotel SR ya pak"
"baik pak"
tok tok tok
"siapa sih" gerutu Rio yang masih sangat ngantuk. Daniel jangan ditanya dia masih tertidur pulas apalagi ditambah pengaruh minuman tadi malam.
ceklek
"ahhh Lo do, sudah sampai aja, jam berapa ini"
"sudah tengah hari kali bro"
"masa sih"
"yeee dibilangin ngga percaya, liat tuh jam lho"
"ohhh iya ya" sambil melihat jam diponselnya.
"dari aku tinggal pak Daniel belum bangun bro"
"belum, tidur kaya kebo tuh"
"namanya dia ngga pernah minum ya begitu"
__ADS_1
"terus kamu sudah ketemu Yasinta, sudah cari tahu tentang anak itu"
"sudah bro, saya sudah ngobrol banyak sama dia, tapi sepertinya dia memang sudah ingin menutup lembaran dengan pak Daniel. Dia sudah merasa ngga nyaman bro, apalagi sekarang pak Daniel sudah sukses dan Cyntia selalu ngintili dia, Yasinta sudah benar-benar menutup rapat hatinya, karena takut jadi tertuduh lagi'
"maksudmu"
"maksudnya iya itu,....yang pasti dia tidak ingin dihubungkan lagi dengan pak Daniel kecuali tentang kerjaan. Itupun kalau boleh memohon dia ingin kembali ke pabrik dengan gaji pas-pasan. Sekarang dia hanya merasa berat dengan finalty pelanggaran kontrak"
"sampai segitunya"
"iya dia berpikir sangat jauh kedepan bro, seandainya pun pak Daniel nanti tahu cerita sebenarnya dan memaafkan dia, pasti mau ngga mau perasaan pak Daniel dengan Cyntia akan terbagi. Walaupun sebenarnya sih aku tahu pak Daniel ngga ada perasaan sama Cyntia,ncyntia aja yang kepedean, pasti Sinta akan dituduh menggoda pak Daniel",
"iya, itu nanti tergantung Daniel donk, kan dia yang tahu perasaannya"
"justru itu, Yasinta ngga ingin lagi masuk kedalam kehidupan Daniel sedikitpun, karena pasti itu akan buat Cyntia murka. Kalau Cyntia murka Yasinta takut pasti akan mempengaruhi kinerjanya dan juga kehidupannya, itu yang Sinta ngga mau. apalagi Sinta bilang Cyntia itu dari keluarga berada, pasti akan gampang untuk menindas Yasinta dan keluarganya"
"tapi kurang adil juga buat Daniel kalau dia tidak tahu cerita sebenarnya, mengenai kejadian berikutnya yahhh itu memang bagian dari masalah itu, harus mereka hadapi"
"aku juga bingung nih si bos, bagusnya gimana. apapun yang kita bahas keputusan di tangan bos, tapi yang pasti aku sudah berjanji dengan Yasinta untuk selalu membantunya."
"Sebenarnya Yasinta kasihan juga sih, apalagi kalau kejadiannya seperti tadi malam, dia sama sekali ngga bisa melawan lagi"
"nah justru itu yang buat aku kasihan sama Yasinta, apalagi sepertinya Yasinta itu orang yang sangat baik. Tidak neko-neko" ucap Dodo lagi.
"enggghhhhh" terdengar suara lenguhan dari kasur empuk itu, ternyata Daniel yang baru bangun.
"dimana ini do" ucap Daniel sambil memijit pelipisnya.
"kita sedang dihotel pak, tadi malam bapak minum jadi mabuk. saya sengaja ngga bawa pulang, biar pak Riadi tidak usah tahu"
"hmmmmmm"
"kamu tidurnya kaya kebo tahu ngga, diguling, digeser diam aja, makanya kalau ngga bisa minum jangan sok, begini kan jadinya" oceh Rio sang sahabat.
"berisik Lo"
"yeeee dibilangin, gara-gara kamu tuh hancur pasaran gua di dunia percintaan, mapah Lo kesini tadi malam dikirain orang gua ngga normal" sebenarnya Rio hanya ingin memancing Daniel supaya tidak terlalu fokus dengan masalahnya.
"oh iya do, nanti coba kamu hubungi Sinta, takutnya gara-gara tadi malam dia masih shock" ucap Daniel membuat Rio dan Dodo saling pandang.
"ya shock lah, kamu sebagai mantan tega mempermalukannya sedemikian, udah gila lho, kerjasama sama cewek frontal kaya si meta, minta bayaran apa dia, paling minta bayaran kencan sama Lo kan" Rio terus nyerocos sementara Dodo hanya menahan senyum.
"iya itu kesalahan gua" ucap Daniel lemah
"tapi ngga apa-apa sih, kayaknya bodynya sangat bahenol tuh, kalau digoyang kayaknya memang gigitannya beda kali. Selera Lo kan yang bahenol-bahenol, kayak Cyntia tuh, sayangnya Joker. Kalau aku sih kalau ada yang kayak Sinta aja do, cewek cantik alami, keibuan, dan sederhana." pancing Rio lagi seperti berkhayal dan benar saja.
Mendengar ucapan Rio memuji Sinta membuat Daniel bangkit lompat kearah Rio.
"macam-macam sama Sinta gua cekek lho" ucap Daniel melotot dan berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
"yehhh ada yang cemburu, katanya benci tapi kok cemburu" goda Rio terus, membuat Dodo sang asisten bos ikut tertawa karena bosnya sudah masuk kamar mandi.