CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 9 DATA KARYAWAN


__ADS_3

Daniel masih merasa seperti bermimpi mengetahui bahwa Yasinta sekarang adalah karyawan di pabriknya karyawan bagian gudang lagi.


'bukankah dia anak orang kaya, punya suami kaya raya, rumahnya aja sekarang sudah seperti istana, tapi masa iya dia kerja jadi karyawan pabrik' batin Daniel belum percaya


'apa Yasinta ingin mandiri ya, sementara dulu kuliahnya kan belum kelar, sehingga dia hanya lulusan SMU. iya mungkin, iyasinta itu kan orangnya kekeh dan sederahana, pasti dia ingin kerja dan pekerjaan itu hanya jadi buruh pabrik, buruh pabrik ku lagi' batin Daniel senyum sinis.


Saking sibuk dengan pikirannya sendiri, akhirnya sepanjang jalan Daniel tidak jadi memejamkan matanya. Sejumlah pertanyaan jadi bermunculan dibenaknya.


'apa dia tahu aku pemilik pabrik itu, terus berniat minta maaf tapi malu' batinnya


'atau papanya sudah tahu itu pabrik saya, dan dia tahu sedang berkembang, sehingga dia menyuruh Iyas kerja disana untuk menarik simpatik ku, mengingat dulu bagaimana aku mencintai iyas. Tidak mungkin dia tidak tahu, orang kaya seperti dia pasti akan menyelidiki tempat anaknya bekerja, kalau dia ingin menjebak ku maaf, aku tidak sebodoh itu' gumamnya tersenyum sinis.


"do, besok coba kamu cari data karyawan kita yang jatuh dari motor tadi" perintah Daniel


"baik pak, tapi kalau boleh untuk apa ya pak"


"mereka itu sudah termasuk korban jalanan jelek itu" ucapnya berbohong


"iya benar pak, baiklah besok saya cari pak"


"hmmm"


"pak Ahmad, tadi perhatikan ngga siapa nama mereka" tanya Dodo


"yang bicara sama saya tadi namanya Yasinta pak, saya lihat dari nametagnya" ucap pak Ahmad


'benar aku memang ngga salah lihat, dia yasinta' ucap Daniel


Setelah perjalanan sekitar dua jam akhirnya mereka sampai rumah Daniel yang ditempati omnya disalah satu kawasan elite.


"baru pulang dan" tanya omnya


"iya om, tadi saya kepabrik makanya pulang malam" jawabnya


"jangan terlalu forsir kerjanya, harus ada istirahatnya"


"iya om"


"oh ya dan, tadi pak Irawan telepon om, tentang Cyntia, gimana itu" ucap omnya serius


"gimana ya om, kalau mau jujur aku kurang nyaman om" ucap Daniel


"tadi om juga sudah bilang, semua terserah kamu, om cuman pendukung dibelakang"


"good, terimakasih om percayakan samaku"


"kamu tuh ya, jangan kelamaan juga"


"rebes bos, saya mandi dulu ya om"

__ADS_1


"hmmm" ucap omnya geleng-geleng


Daniel sangat cape hari ini, makanya dia ingin berendam dulu beberapa menit.


'Saat aku bisa move on, kenapa kamu muncul sebagai bayang-bayang dihidupku iyas' batin Daniel


'Apa aku sanggup memperlakukanmu sesuai dengan karyawan lain, aku ingin kamu juga merasakan sakit yang kurasakan iyas' batin Daniel


'tapi melihat kamu tersenyum aja tadi hatiku masih bergetar iyas' gumam Daniel sedih


'harus bisa, sekarang waktunya pembalasan dendam ku, kamu dan keluargamusudah menyakitiku Iyas dengan meninggalkanku' geram daniel


Setelah lama berendam akhirnya Daniel keluar juga dari kamar mandi dengan jubahnya. Lalu setelah makan malam dia langsung rebahan dikasur empuknya. Karena terlalu cape akhirnya dia ketiduran sampai pagi.


Pagi harinya begitu dia turun dari kamarnya ternyata Dodo sudah dibawah menunggunya.


"pagi pak"


"hmmm"


"Pagi ini setelah mengantar bapak ke kantor saya ingin kepabrik lagi bersama pak Ahmad. Hari ini bapa tidak ada meeting diluar, hanya harus ketemu dengan bagian keuangan tentang pembukaan pabrik di kota B." jelas Dodo tentang schedule bosnya.


"ohh"


"nanti rapatnya akan didampingi oleh Nana. saya sih sudah Kasih tahu dia hal-hal apa saja yang harus dia lakukan selama dan sesudah rapat" ujarnya lagi.


"Iyah, jalan aja, tapi kalau sudah selesai langsung ke kantor" perintah daniel


"baik pak"


"nanti kalau sudah selesai cepat kembali, masih banyak kerjaan disini" ucap Daniel bohong karena dia ingin sebenarnya secepatnya mendapatkan biodata Yasinta.


"baik pak"


Sepeninggal Dodo Daniel juga memasuki ruang rapat dengan bagian keuangan.


Tapi Daniel memang lagi ngga benar-benar fokus sehingga pembicaraan kadang bolak balik.


Sekitar tengah hari Dodo sudah berada dikantor pusat, dan langsung menemui Daniel.


"siang pak"


"siang, bagaimana" tanya Daniel


"mereka benar karyawan pabrik kita pak, namanya Ida dan Yasinta" ucap dodo


"terus"


"mereka karyawan admin bagian gudang dibawah pak agung. Yasinta ini sangat baik dan telaten pak, jarang ada komplin tentang kerjaannya"

__ADS_1


"kalau Ida, dia sangat akrab sama Yasinta. tapi kalau Ida itu hanya biasa aja prestasinya tapi dia sangat baik orangnya" tutur Dodo lagi sambil menyodorkan file tentang biodata mereka.


"Yasinta itu mempunyai dua orang anak," ucap Daniel seperti untuk diri sendiri saat melihat biodata Yasinta.


"iya pak, anaknya dua, tapi suaminya sudah pergi meninggalkannya demi wanita lain. jadi dia harus bekerja keras menghidupi anak-anaknya" tutur Dodo lagi


Daniel cukup terkejut.


"berarti dia janda dengan dua anak, hanya kerja jadi buruh pabrik"? tanya Daniel


"betul pak" jawab Dodo


"Dia jadi karyawan sejak pabrik kita buka"


'jadi dia sudah lama, ngga mungkin dia tahu itu pabrikku' gumam daniel


"kalau yang namanya Ida dia masih anak gadis bos, jadi dia masih hidup bersama kedua orang tuannya" tutur Dodo padahal Daniel tidak perduli dengan yang namanya Ida. Sebenarnya dia hanya ingin tahu tentang Yasinta.


"ohhh"


"terus mengenai jalan dan absen kemarin tadi saya juga sudah sampaikan kepada pimpinan disana pak"


"bagus, sekarang kamu boleh keluar, nanti kalau saya perlu saya cari kamu lagi"


"baik pak"


Setelah Dodo keluar dari ruangannya, Daniel kembali kepikiran soal Yasinta.


'berarti suaminya meninggalkan Yasinta dengan dua anak dan dia harus bekerja keras utk nenghidupi dua anaknya' batin Daniel sambil tertawa terbahak-bahak.


'kasihan kamu Iyas, ternyata hidupmu berat juga. bagaimana pendapat papi mami mu sekarang' ucap Daniel senyum mengejek.


'aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu Iyas, dan aku akan membuat kamu berada di dekatku menonton kebahagiaanku tapi kamu ngga bisa menghindar' batin Daniel licik


Berbagai rencana balas dendam sudah ada diotak Daniel. Lalu dia kembali membolak balik biodata milik Yasinta.


Kartu tanda penduduk Yasinta sudah bukan yang dulu lagi saat mereka bersama. Karena dulu kartu identitas Yasinta beralamat dirumah ayahnya jalan melati no 5, tapi ini alamat Yasinta sudah diperumahan x didaerah T tempat pabriknya berada.


'apa Yasinta pergi dari rumah lalu hidup mandiri' batin Daniel lagi.


Sementara beberapa bulan lalu jelas Daniel melihat betapa megahnya rumah pak Yusuf sekarang, bahkan masih mencolok walaupun berada dikawasan elite.


Lalu Daniel melanjutkan membuka riwayat penghasilan Yasinta.


'Hahhh Iyas bisa bertahan bekerja dengan penghasilan segini, kayaknya ngga mungkin deh, pasti dia bekerja hanya mengisi waktu luangnya' batinnya lagi. Karena kalau Daniel bandingkan dengan gaya hidupnya sekarang uang parkir Daniel sebulan lebih dari gaji Yasinta.


'Aku semakin ingin menyaksikan kehidupanmu dari dekat' batinnya lagi.


'Tapi untuk apa ya, seandainya juga aku tahu Yasinta sengsara, terus dia melihat aku bahagia, apa untungnya bagiku' sisi lain batin daniel

__ADS_1


'ahh bodo amat, aku harus balas dendam, sekarang kamu karyawanku, semua riwayatmu aku sangat tahu' batin Daniel


__ADS_2