CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 85 MENIKAH LAGI


__ADS_3

"Lepaskan saya Dodo, kamu terlalu berani sama saya,kamu tahu kan siapa saya," Cyntia berucap dengan sombongnya.


"Saya tahu nona, cukup tahu nona, apa nona ingat setiap nona mengganggu pak Daniel akulah yang harus mengurus nona, karena pak Daniel terlalu keren untuk berhadapan dengan wanita murahan seperti mu,"


"emanknya apa yang kamu tahu tentang dia do" Daniel memancing di air keruh


"Cukup kenal dengan beberapa teman ranjangnya pak, tapi bagi dia itu sudah biasa SH, Hanya saja dia terlalu percaya diri untuk menyerang ibu Yasinta" ucap Dodo jelas yang diangguki daniel


"apa kamu segitunya melindungi ****** itu dan anak haramnya" ucap Cyntia melotot ke Dodo.


"jangan pancing saya untuk menunjukkan semua adegan panasmu disini nona, takutnya nona akan butuh pelampiasan lagi, susah cari lelaki yang siap melayani n.fsumu nona" sindir Dodo


"Tapi saya tidak punya anak haram" ucapnya pede dan songong.


Yasinta yang tadinya diam dibelakang Daniel maju kedepan Daniel dan berjalan mendekati Cyntia lalu menampar Cyntia. Dia tidak pernah terima ada orang yang menghina anaknya.


plakkkk


Tangannya sampai bergetar setelah itu, dan mukanya merah saking geramnya, tapi dia tidak menyesal, dia akan melakukan apapun membela anaknya.


"kamu wanita terhormat menghina saya, saya diam, tapi kalau kamu mengatakan anak saya anak haram kamu sangat salah. Anak saya adalah anak dari hasil pernikahan yang sah," ucap Yasinta lantang menatap Cyntia tajam


" apa kamu sudah bilang pada yang katanya tunanganmu ini Daniel kapan kita menikah, dimana kita menikah dan kapan kita pertama kali tidur bersama, suruh dia berhitung dengan baik supaya dia sadar akan ucapannya"? ucap Yasinta sudah berurai air mata sampai hanya sebut nama Daniel tanpa kak.


"Dan satu lagi, katakan padanya kalau kamu adalah lelaki pertama dan satu-satunya yang menjamahku, karena aku bukan murahan" airmata Yasinta sudah menetes terus.


Sebenarnya melihat airmata Yasinta, Daniel sudah ingin menyeret Cyntia, tapi dia biarkan dulu Yasinta melawan Cyntia, supaya Cyntia tidak berani macam-macam lagi nantinya.


"hahaha itu anak Daniel, kamu yakin, lalu cowok yang kamu jebak itu yakin ga meninggalkan benih dirahimmu" ledek Cyntia sinis.


Kali ini Yasinta lebih tenang karena dia ingat di ulang tahun Daniel memang Diandro mengatakan begitu.


"yakin, sangat yakin seratus persen, ngga kurang satu persen pun, karena aku bukan dirimu yang celup sana obral sini, aku tidak akan biarkan laki-laki yang bukan suamiku bahkan hanya untuk menciumiku, lalu bagaimana ada benih orang dirahimku." Yasinta diam sejenak tapi masih menatap tajam Cyntia. Dia juga ngga tahu keberanian darimana untuk melawan Cyntia, tapi dia sudah tidak perduli, siapa pun yang mengatakan anaknya anak haram akan dia lawan semampunya.


"Tapi orang sering sih membuat tolak ukur untuk orang lain berdasarkan pengalamannya, karena mungkin kalau kamu hamil sekarang bingung mau bilang anak siapa" lanjut ucap Yasinta tenang tapi berhasil membuat Cyntia berang.

__ADS_1


Daniel dan Dodo sebenarnya ingin ketawa kencang mendengar penuturan Yasinta, mereka tidak menyangka Yasinta bicara seperti itu sama Cyntia.


"kamu, kamu berani melawanku" ucap Cyntia ingin maju tapi ditahan pak Dodo.


"kenapa aku harus takut melawanmu, kamu mau buat saya dipecat lalu hidup susah, atau dengan kekuasaan keluargamu kamu mau buat aku susah dan ngga bisa kerja dimana-mana? begitu", ucap Yasinta sudah menantang Cyntia, dia sudah tidak tahan mendengar hinaan Cyntia


" Asal kamu tahu, itu sudah biasa bagiku, tapi kamu siap ngga kalau mami dan daddymu bangkrut sekarang, doa orang teraniaya didengar Tuhan lho" ucap Yasinta melanjutkan ucapanya dengan santai.


"mulutmu harus diberi pelajaran" Cyntia sangat emosi tapi masih ditahan Dodo.


"biarkan pak Dodo dia maju, disitu ada cctv, akan gampang bagiku menunjukkan kepada dunia manusia seperti apa wanita terhormat ini. Aku tidak akan malu kalau cctv itu tersebar, karena orang tidak tahu siapa aku, aku tidak terkenal seperti nona ini, tapi kalau dirimu yang katanya terhormat pasti dikenal seluruh dunia kan, atau minimal keluargamu pasti akan dicari wartawan karena kamu melakukan kekerasan. atau perlu direkam langsung sama Nana" ucap Yasinta tenang melihat kearah Nana.


Daniel sangat senang karena yasintanya dulu sudah kembali, Yasinta yang tidak akan gampang menyerah sebelum memukul lawan dengan kata-katanya. Daniel bahkan bangga saat Yasinta memanggil namanya tadi dengan Daniel aja tanpa kakak. Dia senyum-senyum dalam hati.


"kamu, dasar kampungan"


"kalau kamu sadar aku kampungan kenapa segitunya menyerangku, apa itu bukan berarti kamu takut sama orang kampungan ini" Yasinta masih santai kembali


"kamu, kamu pasti akan menyesal" ungkap Cyntia dan berlalu dari sana.


Setelah kepergian Cyntia Yasinta duduk kembali di meja kerjanya dengan lesu. Bahkan airmatanya sudah menetes lagi. Daniel tahu tadi Yasinta emosi karena menyangkut anaknya.


"Dodo, tolong pastikan Cyntia keluar dari perusahaanku dan jangan pernah kembali lagi kesini, kasih tahu orang bawah untuk menghalangi kalau dia kesini"


"baik pak" Dodo langsung cepat tanggap kemauan Daniel.


"Setelah itu kami keruangan saya bersama Nana dan Yasinta, ada kerjaan yang harus kelar" perintah Daniel lalu masuk keruangannya sendiri.


'Kasihan Yasinta selalu direndahkan Cyntia, aku harus segera menikah lagi dengan Yasinta, haruss, kasihan juga anak-anakku. Aku ngga bisa melindungi mereka sepenuhnya kalau kami tidak segera bersatu' batin daniel


tok tok tok


"masuk" ucap Daniel


"iya pak kami sudah datang" ucap Dodo yang didampingi Nana dan Yasinta.

__ADS_1


"ohh baik, tolong bantu saya untuk periksa laporan keuangan pabrik kota B. tadi saya dan Yasinta belum selesai memeriksa keburu ada keributan tadi" ucap Daniel sambil menunjuk meja sofa ruangannya yang banyak kertas-kertas disana.


"baik pak" ucap Dodo


"ayo, kita ke sofa aja"


"baik pak"


Akhirnya mereka berempat serius dengan laporan itu. Tapi Yasinta sedikit gelisah dan khawatir, gimana kalau Cyntia mengganggu anak-anaknya. Dia tahu orang seperti Cyntia tidak akan langsung menyerah, pasti akan mencari celah lain untuk menghancurkan orang yang dia ngga suka dengan kekuasaan yang dia miliki.


"kak saya ingin ke toilet sebentar" izin Yasinta ke daniel


"ya sudah" ucap Daniel, tapi dia curiga karena Yasinta membawa handphonenya ke toilet.


Tidak berapa lama Yasinta keluar, Daniel menyusulnya. Dodo dan Nana tidak mempermasalahkan itu, karena mereka sudah tahu sekarang status hubungan Yasinta dan Daniel dulu.


"Bi,tolong mulai sekarang jemput kembar pulang sekolah bi, terus diantar juga kesekolah, tolong bilangin pak Bono langganan ojek bibi ke pasar. Nanti kalau aku pulang kita bicarakan bayarannya, bulanan atau harian." ucap Yasinta di hpnya yang sangat jelas didengar oleh Daniel. tapi Daniel tidak bisa mendengar jawaban bi Imah.


"ngga ngga bi, bukan ada apa-apa, saya hanya mikir kembar cape jalan bolak balik, sekarang biaya mereka kan sudah dibiayai papinya, aku yakin kak Daniel mau kok bayarin ojek"


"iya, iya tolong bilangin pak Bono ya bi"


"makasih bi, mulai sekarang ya,"


"iya bi, makasih ya bi"


'tu kan Yasinta sangat mengkhawatirkan anak-anak' batin Daniel lalu dia masuk kembali keruangannya.


"Do, kita bicara bentar" ucap Daniel mengajak Dodo ke meja kerjanya meninggalkan Nana sendiri disofa itu.


"ada apa pak"


Terlihat Daniel menarik nafas sangat dalam lalu bicara sama Dodo.


"Tolong urus pernikahanku dengan Yasinta kembali secepatnya, saya ngga mau Cyntia mengganggu anak dan istriku, ngga akan aku biarkan kami tercerai berai lagi"

__ADS_1


"ohhh baik, pak, akan langsung saya urus"


__ADS_2