
Keesokan paginya Yasinta bangun pagi-pagi sekali. Dia sudah terbiasa bangun pagi. Tapi dia bingung mau mandi pakai handuk apa dan pakaian dalam juga nggada. akhirnya dia memutuskan tidak usah mandi dan langsung ganti baju aja nanti.
Dia kembali rebahan dikasur empuk Daniel sambil membuka medsosnya. Bosan buka medsos dia masih rebahan aja ternyata diluar sudah terang. Dia membuka horden kamar Daniel langsung bisa menatap keluar.
to tok tok
"iya bentar"
"kamu sudah bangun, mau mandi"?
"aku sudah bangun dari tadi kak, cuma nggada pakaian ganti jadi aku nanti aja mandi di kostan"
"jadi kamu pulang begini" Daniel senyum
"ngga, ganti baju aku yang kemarin lah"
"ya sudah, bentar lagi kita sarapan dulu"
"aku ngga usah kak, aku malu belum mandi"
"ya sudah kita sarapan di kostanmu aja, aku mandi bentar ya" ucap Daniel masuk dan mengambil pakaiannya untuk ke kantor.
"hmmmm"
Tidak berapa lama mereka sudah di mobil mewah Daniel dengan bekal sarapan yang sudah disiapin pembantu menuju rumah kostan yasinta.
"Hari ini om Riadi mau ketemu papi, ntar malam kita pulang kesana" Yasinta hanya diam mendengarkan penuturan Daniel, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"kenapa kamu diam" tanya Daniel sambil nyetir
"tidak,..apa kak Daniel sudah yakin dengan pernikahan kita" tanya Yasinta.
Daniel melongo sesaat mendengar pertanyaan Yasinta.
"ya, sangat yakin, kenapa harus ragu"? tanya balik Daniel
" terus, gimana dengan papi" tanya Yasinta agak pelan.
"apa menurutmu papi tidak setuju dengan kita untuk bersatu" tanya Daniel
"bukan, bukan itu, nanti papi sama siapa dirumah" ungkap Yasinta
"ohhhh tentang itu, menurut kamu bagaimana, saya ikutin kamu aja. Tapi menurut saya sih papi ikut kita aja biar ada temannya, ngga kesepian" terang Daniel
"apa om Riadi akan setuju"?
"pasti setuju, aku cukup tahu sifat om ku" ungkap Daniel
"terus nanti aku masih bisa kerja ngga, aku ngga ingin numpang hidup doank" ucap Yasinta
ciittttt
Daniel sampai rem mendadak dan meminggirkan mobilnya mendengar ucapan 'nompang hidup Yasinta'.
Daniel meraih kedua jari tangan Yasinta.
"Aku tidak akan melarangmu untuk bekerja sejauh itu demi kesenanganmu, dan kamu merasa nyaman ,karena aku ngga mau kamu merasa tertekan hanya jadi ibu rumah tangga. Tapi ingat, nanti biaya hidup semua saya yang tanggung, kamu bukan nompang hidup , karena semua milikku adalah milik kalian. Kalian adalah hidupku, jadi bertemu dengan kalian adalah membangkitkan kembali hidupku yang sudah seperti mati suri."
"iya kak"
"nah begitu donk, itu berarti yasintaku sudah kembali bangkit. Hanya satu permintaanku setialah dengan pernikahan kita, karena itu juga tanggung jawab kita sama Tuhan"
"iya kak" Yasinta mengangguk
__ADS_1
Daniel kembali menjalankan mobilnya menuju kostan yasinta.
Saat Yasinta mandi Daniel dengan setia menunggu di sofa yang diruangan itu sambil memangku laptopnya.
Setelah Yasinta selesai mandi, dia memakai baju dulu, tidak seperti biasanya pakai bedak dulu baru pakai baju. kini dia menuju cermin untuk memoles sedikit bedak di wajahnya.
"jangan terlalu cantik, nanti aku ngga fokus kerja karena cemburu" ucap Daniel melirik
"hehehe siapa yang melirik janda kak" ucap Yasinta asal.
"he jangan begitu, biarpun kamu janda banyak yang senang tahu ngga, itu Bram mengatakan mending janda seperti kamu, janda berkwalitas daripada gadis seperti meta. Begitu juga Rio, udah sempat naksir kamu"
"kak Daniel bisa aja"
"makanya ngga usah canti-cantik"
"hehehe iya bos"
"begitu donk, kan kita jadi tenang"
"Kak Daniel, itu yang kak Daniel mau menghadiri pesta bosnya Wijaya group, apa aku harus ikut"?
"harus" ucap Daniel langsung
"tapi aku takut grogi, pasti pestanya kalangan atas"
"kan ada saya, lagian itu bagian dari pekerjaan kamu lho sebagai sekretaris pribadiku"? tegas daniel senyum penuh tekanan.
"iya deh"
"hari ini fokus kerja dulu, biar nanti sore kita bisa langsung meluncur ke rumah papi. biar semuannya cepat"
"iya terserah kak Daniel aja kak, ayo kak kita sarapan, tapi duduknya dilantai kak" ucap Yasinta.
"aku dikantor aja, ini juga kerjaanku lagi nanggung" masih memangku laptopnya di sofa.
"kayaknya enak, kamu makan duduk disini" ucap Daniel menepuk bahu sofa disebelahnya.
"iya kak" Yasinta malah mengambil kursi plastik yang kata orang kursi bakso lalu duduk disebelah Daniel.
"aaaaa" entah karena melihat Daniel masih sibuk atau karena masalah hati Yasinta langsung menyuapi Daniel yang disambut Daniel dengan sukacita.
Daniel makan sangat lahap, karena sambil bekerja tidak terasa nasi mereka yang dipiring yasinta habis dan akhirnya Yasinta tambahin lagi.
"Habisin disini aja sekalian ya, daripada bawa ke kantor lagi" ucap Yasinta.
"hmmmm" Daniel mengangguk.
Jadilah mereka makan sepiring berdua dan Daniel sangat bangga disuapi Yasinta. Setelah semua selesai Yasinta membereskan bekas makan mereka lalu mereka berangkat bareng.
"ayo kak" ucap Yasinta sudah siap dengan tas kantornya.
Daniel meneliti penampilan Yasinta yang makin cantik. Dia menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"kenapa kak, bajunya berlebihan ya, kak Daniel yang beliin" ucap Yasinta kurang pede.
Daniel hanya senyum dan mendekati Yasinta. membenarkan rambut Yasinta ke belakang kuping lalu mengecup keningnya.
cup
"kamu sangat cantik, ayo jalan, takutnya kelamaan nanti aku ingin kita bulan madu sekarang" ucap Daniel langsung meraih tangan Yasinta.
Tidak sampai sepuluh menit mereka sudah tiba di kantor. Daniel dan Yasinta Langsung menuju lift khusus dan sudah disambut oleh Dodo dan Nana.
__ADS_1
"pagi pak" dodo
"pagi pak"Nana
"hmmmm, Dodo kamu yang masuk dulu" ucap daniel
"baik pak"
Lalu Daniel dan Dodo masuk keruangan Daniel.
"Gimana"? Daniel to the point
"Anda masih sah suami istri tuan, dan saya sudah mendaftarkan di catatan sipil. masalah perpisahan jarak kemarin dibicarakan aja secara kekeluargaan, karena hanya salah paham" cerita Dodo
"Saya juga sudah sekalian daftarkan penggantian akte lahir sikembar, karena mereka akan otomatis nongol di kartu keluarga arganta."
"bagus" ucap Daniel
"Hari ini ada meeting penting yang tuan tidak bisa tinggalkan, nanti jam dua siang" jelas Dodo karena dia yakin bosnya ini sekarang ingin ketemu anak-anaknya.
"ngga bisa dimajuin"
"ngga bisa pak, karena perjalanan mereka juga dari luar kota"
"baik, kalau begitu, tapi sore saya mau kerumah mertuaku, kita jalan bareng" ucap Daniel
"baik pak"
"Kami akan segera berunding keluarga, kami akan tinggal di kota J, tolong kamu cari sekolah yang cocok buat kembar yang ada disekitar rumah aja"
"baik pak"
"oh iya satu lagi, tolong cari tahu apa Cyntia sudah keluar dari kota ini, saya takut dia berbuat nekat dengan anak-anak saya atau Yasinta"
"baik pak"
"sudah sana, kembali keruanganmu" perintah Daniel
"baik pak, saya permisi"
"silakan, tolong panggilkan Nana" perintah Daniel.
Nana memberikan semua berkas yang akan ditandatangani oleh Daniel, lalu dia ingin keluar.
"tolong panggilkan Sinta" ucap daniel
"baik pak" ucap Nana
Tidak berapa lama Yasinta masuk setelah mengetok pintu dulu.
"iya kak"
"kamu kerja disini, kita kerja bareng biar kerjaanku cepat" ucap Daniel
"tapi kak"
"nggada tapi-tapian, kerja bareng atau tidur bareng?" Daniel berucap datar
"kerja bareng" jawab yasinta gugup
"Betul, besok-besok baru kita tidur bareng" ucapnya tenang tapi menahan senyum. Jadilah mereka bekerja diruangan Daniel sampai sore.
Hai readersku yang setia,
__ADS_1
Terimakasih untuk setia membaca, like dan coment
I LOVE YOU ALL🙏🤗