
Hari ini adalah hari Senin, dari subuh Yasinta sudah berangkat ke kota J dengan angkutan umum. Dia sudah banyak rencana hari ini, yang pertama dia harus ke kantor dulu untuk mengambil barang-barang pribadinya dan juga motornya. Setelah itu dia akan ketemu Bram dan membereskan kontrakannya. Karena tidak ingin jalan malam, maka dia akan pulang besok pagi dengan motornya.
Sinta langsung turun didepan gedung kantornya tanpa masuk ke parkiran dari ojek online yang mengantarnya tadi begitu turun dari angkutan antar kota.
"selamat pagi pak" sapanya sama satpam didepan
"pagi mba Sinta, tumben kesiangan mba" karena memang sekarang sudah jam kerja
"hehehe iya pak, saya akan pindah lagi ke pabrik, hari ini saya hanya ingin pamit sama tenan-teman dan mengambil motor saya"
"ohhh begitu mba, motornya kemarin dimasukkan ke ruang sebelah mba atas perintah pak Dodo"
"iya pak, terimakasih banyak ya"
"sama-sama mba Sinta"
"saya masuk dulu ya pak"
"mari mba"
Yasinta langsung menuju lift dan memencet lantai ruangannya dan bos, Daniel.
"pagi mba Nana"
"pagi sin, sudah sehat"
"sudah mba, saya sudah sangat sehat"
"kamu langsung dari kota T ya, makanya kesiangan, pak Daniel sama pak Dodo sudah dari tadi lho"
"iya mba, tapi ngga apa-apa mba, soalnya ini hari terakhir saya disini"
"maksudmu" tanya Nana melongo
"hehehe mba Nana jangan tegang begitu donk, biasa aja" ucap Yasinta masih lembut
"ngga,... kamu akan resign" tanya Nana sangat penasaran
"hehehe mba Nana lucu banget sih kalau penasaran"
"Sinta...becanda Mulu" ucapnya cemberut.
"ngga mba Nana, cuma bos lagi baik hati, aku dipindahkan lagi ke pabrik yang dikota T"
"haaa"
"iya mba, jadi aku sudah mengajukan ini ke pak Dodo sejak seminggu yang lalu, dan ternyata di setujui"
"yaaaahhh Sinta, masa kamu pindah sih"
"kasihan anak-anak mba"
"ya sudah deh, kalau sudah bawa-bawa anak-anak, tapi kita harus tetap komunikasi ya"
"iya mba, kan aku juga berharap mba Nana nanti datang kerumahku bersama kak Bram"
"hahhh Bram"
"iya yang aku bilang waktu itu, dia baik lho"
"kamu tuh ya promonya"
"hehehe ngga promo tapi nyata, nanti sore kita ketemu ya"
"promo apa itu" tanya Dodo tiba-tiba sudah ada di antara mereka
"ehhh pak Dodo" ucap Nana, sementara Yasinta hanya senyum karena dia sudah terbiasa jadinya dengan Dodo.
"oh iya Bu Sinta, gimana kalau kita ngobrol diruangan saya dulu"
__ADS_1
"baik pak Dodo"
"mba Nana aku keruangan pak Dodo dulu ya"
"oke" ucap Nana lalu kembali bekerja.
"duduk Bu Sinta" ucap Dodo begitu masuk keruangannya. Sekarang dia tidak berani terlalu dekat Yasinta mengingat dia adalah mantan dari bosnya dan yang masih dikejar-kejar oleh bosnya.
"Gimana Bu perjalanan ke kantor tadi, masih tadi pagi dari daerah T"? tanya Dodo
"iya pak, sayang semalam bareng kembar. aku berangkat jam empat subuh dari sana"
"ohhh masih cape donk ini"
"ya begitulah pak Dodo, makanya kalau urusan disini bisa cepat bisa istirahat bentar di kost"
Saat mereka ngobrol tiba-tiba interkom ruangan Dodo berbuyi.
tutttttt tutttt
"iya pak"
"keruangan saya sekarang"
"baik pak, tapi saya sedang sama Bu Yasinta pak"
"apaaaaaaaa"
krek
Ternyata langsung dimatikan dan sepertinya diletakkan dengan kasar.
Brakkkk
Dodo yang belum duduk sejak mengangkat telepon tadi pun kaget, bagitu juga Yasinta.
"pak Daniel" Gumam mereka
"saya ing...."
"saya apa, bukanya langsung kasih tahu saya, kamu tahu ngga dari tadi aku sudah menunggunya" ucap Daniel meninggi
"maaf pak"
"maaf maaf, " ucap Daniel masih kesal
Yasinta yang melihat interaksi bos dan bawahan itu sangat bingung harus gimana. Tadi memang pak Dodo yang menyuruh Yasinta keruangannya, tapi kan pasti akan menjelaskan pekerjaan, kenapa Daniel marah. Dia hanya melongo menatap mereka bergantian.
"Sinta gimana sikembar, kok ngga sekalian ikut tadi"? tanya Dodo langsung duduk dekat Yasinta.
"mereka kan sekolah pak"
"oh iya ya, terus Dodo kamu sudah urus perpindahan Yasinta ke pabrik"
"iya itu yang mau kami bicarakan pak" ucap Dodo bingung.
"ayo diruangan saya aja, jangan diruangan kamu"
"baik pak"
"ayo Sinta keruanganku" ucap Daniel bangkit berdiri dan berlalu.
"iya pak" ucap Sinta sambil melihat Dodo yang hanya senyum-senyum sepeninggal Daniel.
Mereka berdua mengikuti Daniel menuju ruangannya.
"duduk Iyas"
"iya pak"
__ADS_1
"do, boleh ngga aku bicara bentar dengan Yasinta, agak pribadi" ucap Daniel kembali lembut.
"baik pak" ucap Dodo paham situasi.
"mau bicara apa lagi pak" tanya Yasinta sopan.
"sin, bisa ngga kamu jangan memanggilku formal begitu, aku sedih mendengarnya"
"jadi aku harus manggil apa" tanya Yasinta ngga berani menatap daniel
"apa aja yang penting jangan bapak, kayaknya aku tua banget" Daniel mencoba bercanda.
"oh ya sin, gimana kabar sikembar, aku sudah sangat kangen sama mereka"
"mereka baik-baik aja"
"ohhh syukurlah,"
"apa pak ehhh maaf kak Daniel yang kasih tahu mereka, tentang ayah mereka"? tanya Sinta sambil menatap Daniel, karena menurut papinya kembar bertanya sama papinya benar ngga pak Daniel itu papa mereka.
"ngga sin, ngga, kapan saya sempat cerita, kan mereka selalu nempel sama kamu"
'iya apa mungkin malah papi yang cerita ya"? gumam Sinta pelan tapi masih didengar Daniel
"jadi sekarang mereka sudah tahu saya papanya" tanya Daniel antusias.
Yasinta menatap Daniel, terlihat binar kebahagiaan disana. Lalu Yasinta mengangguk pelan.
"Syukurlah ada yang membantuku untuk menjelaskan sama kembar, terus bagaimana tanggapan mereka sin" tanyanya lagi
"Mereka masih anak kecil, masih mudah dipengaruhi. apalagi mereka lagi senang-senangnya dengan mainan handphone mereka"
"aku jadi ingin ketemu mereka lagi" ucap Daniel semangat.
"aku telepon aja deh"
"jam segini masih sekolah, handphone di tinggal dirumah" jawab sinta
"oh begitu" Daniel sedikit kecewa karena tadi sudah berapi-api.
"aku sudah mengatur jadwal mereka pegang handphone, jam dua belas setelah makan siang sampai jam tiga sore. terus malam setengah jam lagi setelah belajar"
"terimakasih Iyas, sudah mendidik anak-anak dengan baik"
"aku akan perjuangkan apapun yang terbaik untuk anak-anak"
"kenapa kamu belum pakai ATM yang aku kasih"
"karena belum butuh, gajiku bulan ini masih cukup"
"Pakailah untuk membahagiakan anak-anak"
"baru kemarin kak Daniel memanjakan mereka"
"terus kapan kamu mulai masuk pabrik"
"Yasa setelah dari sini ada surat pengantar pak ehhh kak"
"kamu ingin posisi apa disana, apa admin gudang seperti dulu"?
"iya, apa aja,saya ngga pilih-pilih kerjaan kok"
"kenapa kamu tidak bertahan di kantor pusat sin, ilmunya lebih banyak disini, kamu bawa aja kembar kesini, kita pindahin sekolahnya, apa kamu ngga mau dekat aku sin, apa kamu ngga kangen samaku" tanya Daniel serius.
'Jangan buat hatiku kembali berbunga kak Daniel, susah payah aku menekan semua kerinduanku, susah payah aku mematikan setiap rasa cintaku, sekarang kakak datang dan mengatakan seolah-olah kakaklah yang butuh kasih sayang dan cintaku, jangan membuatku melambung kak' batin Yasinta.
"Saya masih sayang sama rumah saya pak, saksi bisu perjuangan saya" jelasnya
Daniel langsung terdiam, kalau Yasinta sudah bicara tentang perjuangannya.
__ADS_1
"Ya sudah ngga apa-apa, saya aja yang kesana, tidak jauh ini, hanya sekitar dua jam perjalanan, aku juga akan berjuang untuk kalian sin" ucap Daniel yakin
Hai readers jangan lupa like dan coment ya, vote juga. terimakasih.🙏🤗