CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 115 KESOMBONGAN META


__ADS_3

Setelah Yasinta dibolehkan pulang, Bram dan Dodo langsung mengurus administrasi kepulangannya.


"bro, gimana jadinya simeta" tanya Bram saat mereka menunggu berkas-berkas kepulangan di meja administrasi.


"tadi kedua bodyguard bos memukul sampai bonyok, mereka rela bila berurusan dengan yang berwajib, karena mereka ngga tega liat Bu Yasinta disakitin didepan mereka"


"memang kurang ajar tuh simeta, kalau bukan cewek udah gue beri juga tuh tadi, terlalu pede banget kalau Daniel mau sama dia, pakai menjelekkan Sinta lagi"


"semoga aja dia jera"


"orang kayak dia itu aku ragu bisa jera"


"kita lihat aja, kalau dia beraksi saya sudah siapin semuanya"


"kamu sudah selidiki pak R"


"Sudah, bahkan cctv hotel yang sering mereka datangi saya sudah dapatkan. ngga cuma itu bro, ternyata dia pernah ada main juga sama Fariza itu, siapa yang katanya dijebak ibu Yasinta"?


"Diandro Fariza"


"hmmmm itu, mereka pernah juga di apartemennya"


"hahaha meta, meta memang kamu salah sasaran" ucap Bram


Keesokan harinya keluarga Daniel dikejutkan dengan kedatangan polisi untuk menangkap dua bodyguard yang menganiaya meta.


Lagi, ...ternyata meta minta bantuan Diandro sementara menurut Dodo dan Bram mengira meta dibantu tuan R.


"selamat pagi pak"


"selamat pagi" pak Riadi yang sudah tahu cerita tentang meta kemarin menyambut kedua polisi itu.


"kami membawa surat penangkapan atas saudara Tyo dan Don, yang beralamat dirumah ini"


"atas tuduhan apa ya pak"


" atas tuduhan pemukulan dan pengeroyokan"


"ohhh baik pak, bi tolong panggil Tyo dan Don"


"baik tuan"


Tidak berapa lama nongol Tyo dan Don dari samping rumah. mereka tidak gentar dengan para polisi ini.


Bahkan dipenjara pun mereka tidak akan takut.


"Tyo Don ikut bapak polisi ini, jelaskan nanti dikantor, tunjukkan kalau kita bertanggung jawab" tutur pak Riadi kepada dua orang kepercayaannya.


"baik tuan"


"tidak usah borgol, saya percaya kok sama mereka. mereka tidak akan macam-macam. Kalian berdua tunggu Daniel datang"ucap pak Riadi saat melihat polisi hendak memborgol tangan orangnya, lalu dia mengusap lengan mereka


"baik tuan"


Setelah mobil polisi pergi membawa Tyo dan Don, pak Riadi memanggil Daniel dan menjelaskan yang baru terjadi.


" jadi mereka sudah dibawa om"?


"sudah"


"aku telepon Dodo dulu"


"hmmm cepat urus"


"baik om"


dddrrrt dddrrrt dddrrrt


"hallo"


"hallo pak"


"Do Tyo dan Don sudah dibawa polisi, cepat urus"


"kapan pak"

__ADS_1


"tadi jam delapan"


"baik pak, akan saya urus" lalu sambungan telepon itu putus. Dodo langsung telepon Bram untuk bersama kerumah meta.


"ternyata meta ini berani juga ya" ucap Bram


"karena dia pikir kita tidak tahu apa-apa tentang busuknya"


"iya betul"


"dia tidak boleh punya pilihan kali ini" geram Dodo.


"tapi aku yakin ada seseorang dibelakangnya"


"iya kali ya, makanya dia pede banget"


"mungkin tuan R"


Begitu sampai depan rumahnya meta ternyata ada ibunya juga dirumahnya.


"mau cari siapa"


"cari meta Bu, ada"


"ada lagi sakit"


"boleh kami ketemu" ucap Dodo sopan


"biarkan mereka masuk ma" ternyata meta sudah ada dibelakang mamanya.


"duduk" kata meta


mereka berdua saling lirik tapi tidak mau duduk.


"kami tidak lama, kami hanya minta anda cabut laporan anda atas Tyo dan Don bodyguard kami"


"ngga akan" jawab meta sombong.


"baik kalau itu yang anda inginkan, tapi tolong anda jangan menyesal" ucap Dodo


"jangan emosi Bu, kami tidak mungkin mengancam jika anak ibu tidak mengancam duluan"


"apa maksud kalian" cecar mamanya


"cabut laporan itu atau video ini menyebar meta, dan kalau video ini tersebar aku yakin istrinya pak R yang beringas itu akan mencarimu kelobang semut sekalipun" ucap Bram pelan dan santai dikuping meta.


Meta cukup kaget dengan ancaman itu, darimana mereka dapat videonya dengan pak R.


"kalian mengancamku, aku tidak takut. bilang sama bos kalian aku akan tetap memenjarakan bodyguardnya bahkan juga Danielnya" meta lagi-lagi songong.


"oh iya, tentu saja Daniel takut sama wanita seperti anda" ejek Dodo dengan senyumannya.


"hehhhh kali ini Daniel tidak boleh menganggap remeh, dia lihat aja nanti yang jadi musuhnya. " ucap meta sangat pede.


"hahaha anda jangan bermimpi nona, anda tahu kan Riadi arganta, tuan tidak akan membiarkan Anda mengusik anak dan menantu kesayangannya"


"oh iya, walaupun menantunya itu bekas wanita ngga benar"? tanya meta seolah diatas angin.


"Kalian lihat aja Diandro Fariza akan bersaksi untukku" ucap meta sangat sombong


"hahaha ternyata itu dibelakang kamu meta, cowok tengik yang dulunya ngga berhenti mengejar sinta kami, terus menikah lalu kandas, terakhir dia dipuasin sama kamu di apartemennya,"? Bram ketawa ngakak mengejek meta.


Tapi meta masih mencoba mempertahankan egonya.


"jangan membolak-balikkan fakta" ucapnya sok benar.


"hahahaha fakta apa meta"? tanya bram


"baiklah kalau begitu, tapi ada baiknya kamu lihat handphone kamu bentar lagi" ujar Dodo lalu beranjak keluar dan masuk mobil Bram.


Sementara meta sangat bingung menerima kiriman video itu, kenapa banyak video tentangnya dengan pak R, mulai masuk hotel beberapa kali dengan tanggal yang jelas. belum lagi dengan tua Bangka yang membayarnya mahal, dan terakhir dengan Diandro.


"tunggu" teriaknya


Mereka berdua diam didalam mobil Bram.

__ADS_1


"Darimana kalian dapatkan ini, ini editan kalian kan"?


"cape ngomong sama kamu, kalau itu editan kenapa kamu takut, jalan do" ujar bram merasa percuma ngomong sama meta.


Mereka berdua berlalu dari tempat itu.


"bagaimana bro"


"kita temui istri pak R aja, kalau kita sebar kasihan, tapi kalau hanya istrinya ngga apa-apa"


Mereka berdua langsung ketemu dengan istri tuan R. mereka sudah buat janji dengan asistennya.


"selamat siang Bu" sapa Bram dan Dodo sama wanita modis tapi memang terlihat galak itu


"siang, anda berdua siapa"


"maaf Bu, ibu tidak kenal kami siapa, tapi kami sedikit tahu ibu"


"maksudnya"


"begini Bu......" Dodo langsung menceritakan tentang meta yang kemarin menyerang istri bos mereka yang mengakibatkan dua bodyguard mereka memukul meta. Tapi mereka curiga kalau tuan R atau suami ibu inilah yang ada dibelakang meta sehingga meta berani melapor ke polisi melawan tuan Riadi.


"maksud kalian suami saya.."?


"maaf Bu, sebenarnya ini urusan rumah tangga ibu, kami tidak boleh ikut campur, kami hanya mau tuan R jangan mendukung meta lagi secara finansial",


"apa kalian punya bukti" tanyanya penuh selidik


Mereka berdua saling pandang lalu bram mengangguk.


"ada Bu, tapi tolong ibu jangan kaget" ucap Dodo sambil menyodorkan handphonenya


Terlihat ibu itu sangat marah dan mengeratkan giginya. Dodo saja sampai takut, sementara Bram sudah pernah mendengar tentang perangai ibu itu.


"dimana wanita ini sekarang"


"kami kurang tahu nyonya" mereka berbohong sedikit daripada meta langsung dead.


"baik, saya akan bantu kalian, kalian jangan takut, apalagi nyonya kalian sampai masuk rumah sakit" ucap ibunya mantap, ternyata tidak segarang wajahnya.


"kalau begitu saya permisi"


"silahkan nyonya"


Baru aja ibu itu berlalu pak Riadi sudah telepon.


dddrrrt dddrrrt


"do, kamu dimana"


"lagi diluar tuan bentar"


"ini tentang Tyo dan Don ngga usah pusing lagi, orang om sudah bebasin mereka dengan jaminan. Sekarang mereka sudah dirumah"


"oh baik tuan"


Sambungan telepon itupun dimatikan oleh pak Riadi.


"bro mereka dah bebas"


"oh iya, syukurin tuh meta" ucap Bram


"apa kita terlalu kejam sama dia"


"ngga, kita ngga kejam sama dia kalau dia tidak berulah. kamu ingat di ulang tahun Daniel, begitu hebatnya dia mempermalukan Yasinta padahal dia sendirilah pemain utama dunia gelap" ujar Bram


"iya ya munafik"


Terimakasih


like


coment


votenya

__ADS_1


1


__ADS_2