
Setelah selesai telepon bi Imah, Yasinta kembali keruangan Daniel dan melihat Nana duduk sendirian di sofa sementara Daniel dan Dodo sepertinya sedang bicara serius.
"masih banyak mba Nana"
"ngga, tinggal itu"
"oke, semoga cepat kelar, sebelum kita makan siang" ucap Yasinta
"kamu dan pak Daniel mau makan siang ya, ciye ciye" goda Nana berbisik ke Yasinta.
"apaan sih na, bukan begitu"
"yeee ngga usah malu, kayak sama siapa aja"
"Nana, gimana kak Bram, klop kan"
"hehehe dia baik sih" ucap Nana
"terus, nunggu apa lagi"
"hehehe nunggu dilamar"
"hmmm maunya"
Sementara Daniel dan Dodo sepertinya sudah selesai bicara, Dodo yang sudah paham dengan perintah Daniel langsung beranjak pergi keluar dari ruangan itu.
"Nana Sinta, masih banyak ngga?"
" ngga pak, tinggal sedikit", Nana yang menjawab
"oke, kita kelarin ini dulu sampai makan siang" ucap Daniel lalu duduk bergabung disofa bersama mereka.
Akhirnya mereka bertiga serius untuk bekerja, supaya laporan dari kota B bisa segera selesai.
Jam makan siang pun tiba bersamaan dengan selesainya mereka memeriksa laporan dari pabrik kota B.
"Nana, saya dan Yasinta mau keluar kantor dulu, Dodo juga sedang ada pekerjaan keluar, jadi tolong kamu handle kantor kalau ada yang mencari saya" ucap Daniel
"Baik pak" ucap Nana sopan
"ayo Sinta"
"kita mau kemana kak, makan siang diluar" tanya Yasinta yang diangguki oleh Daniel saat mereka dilift khusus petinggi itu.
"sebenarnya tadi aku ingin pulang kak, aku ingin rebahan sebentar, kayaknya kepalaku berat banget." ucap Yasinta, karena semenjak marah kepada Cyntia tadi kepalanya jadi sangat pusing.
Daniel terlihat menatap Yasinta sekilas. Daniel memang melihat wajah Yasinta agak cape dan stress. Apalagi dia tahu Yasinta itu bukan cewek yang suka marah-marah.
"ya sudah, kita makan siang dekat sini aja, setelah itu kamu pulang dulu untuk istirahat. Sore baru aku jemput lagi"
"iya kak"
"kamu mau makan apa"
"ikan bakar aja kak"
"oke"
Akhirnya mereka makan siang di rumah makan dekat kostan yasinta. Setelah selesai makan siang Daniel mengantar Yasinta ke kostannya dan menyuruhnya istirahat dulu.
Karena terlalu emosi tadi membuat tubuh Yasinta masih lemas.
"ya sudah kamu istirahat dulu dua tiga jam, manfaatkan waktunya, jangan berpikir aneh-aneh. Aku pergi dulu bentar mengurus pernikahan kita" ucap Daniel santai tapi bagai petir bagi Yasinta.
"apaaaa"
"kita harus segera menikah lagi, atau paling tidak kita harus konsultasi dengan pakar pernikahan dulu, karena kita berpisah sangat lama"
__ADS_1
"tapi"
"nggada tapi-tapian kali ini Sinta, aku sudah terlalu membiarkan masalah ini sehingga aku memberikan celah bagi orang lain untuk merendahkan mu dan anak-anak"
"terus" Yasinta bingung
"terus apa, kamu tenangin diri dulu aja, aku tahu tadi kamu terbawa emosi sampai tubuhmu bergetar, tapi aku senang lho kamu belain saya, kamu perjuangkan saya, hehehe" ucap Daniel cengengesan.
"sekarang istirahatlah, nanti saya jemput lagi, kita harus bicara dengan om Riadi. kita harus tanya pendapatnya sebelum nanti malam kita ngomong serius sama papi" ucap Daniel yakin
"apa, kok cepat banget begitu kak, tanpa tanya aku dulu"
"kamu kelamaan, berpikir lama, aku ngga suka sampai terjadi sesuatu dengan anak-anakku dan kamu. Kalau kita sudah bersatu kita akan saling menopang dan aku akan bisa melindungi kalian sepenuhnya"
"tapi apa tidak kecepatan"
"tidak Sinta, aku sangat yakin. Aku hanya minta sama kamu untuk tetap bersamaku dan hanya percaya padaku, apapun yang terjadi kedepannya. kita harus Utamakan cinta kita, hubungan kita dan anak-anak kita. yang paling aku butuhkan kamu harus percaya samaku" tegas Daniel. Terlihat Yasinta diam dan berpikir, tapi memang ucapan Daniel ada benarnya. Apapun yang terjadi nanti mungkin itu proses hidup yang berikutnya, kita jalanin aja yang sudah didepan mata.
"baiklah, kalau menyangkut anak-anak saya pasti ngikut"
"begitu donk, jangan membantah" ledek Daniel
"tapi kak ketemu papi besok aja, hari ini rasanya aku ngga sanggup. hari ini kita ketemu om aja, gimana"? tawar Yasinta
"ya sudah kalau kamu cape, besok kita pulang, sekarang ustirahatlah'
"Aku turun dulu ya kak"
cup
Daniel membiasakan diri Yasinta dengan ciumannya atau hanya sekedar kecupan di keningnya.
"kak Daniel" Yasinta sewot
"kamu harus terbiasa untuk itu istriku, kita akan tinggal bersama" ucap Daniel sok datar.
"jangan buat aku cium kamu lagi" ucap Daniel datar menahan senyum
"iya iya bye" Yasinta langsung membuka pintu mobil Daniel.
Sebelum berlalu dari kostan yasinta Daniel kembali menurunkan kaca mobilnya.
"Nanti pakaian yang rapi, karena mungkin kita akan ketemu pengacara om Riadi juga, yang akan membantu kita"
"pengacara, kok pake pengacara segala sih kak" tanya Yasinta bingung
"Kalau kamu bertanya terus aku turun nih, ngga jadi ke kantor" ancam Daniel mematahkan keingin Tahuan Yasinta.
"iya iya, nanti saya siap-siap" ucap Yasinta sambil berbalik dan masuk ke dalam kostannya.
Daniel tersenyum senang melihat Yasinta menurut.
'Aku tidak akan biarkan kalian hidup susah lagi, aku akan berikan milikku bahkan hidupku untuk kamu dan anak-anak sinta' batin Daniel.
Aku akan telepon om Riadi dulu tentang rencanaku. Akhirnya Daniel belum beranjak dari halaman kostan yasinta.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo dan"
"om"
"iya ada apa"?
"om, tadi Cyntia datang ke kantor"
"terus"
__ADS_1
"dia menghina Yasinta habis-habisan om"
"kenapa kamu ngga usir, kok kamu biarkan",
"tadi kejadiannya mendadak om, aku keluar ruangan dia sudah memarahi Nana dan Dodo"
"ini tidak bisa dibiarkan"
"justru itu om, makanya saya telepon om. Saya ingin minta bantuan om"
"apa yang bisa om bantu , telepon daddynya"?
"ngga, ngga om, ngapain kita ngurusin dia"
"terus"
"Tolong tanya pengacara om, bisa ngga mengurus pernikahan aku secepatnya atau ada ngga koneksinya di kota J, yang kompeten"
"maksudnya"
"Aku ingin segera tinggal bersama dengan Yasinta om, supaya aku bisa melindungi Yasinta dan anak-anak"
"om setuju itu, baiklah om hubungi dia dulu ya"
"terimakasih om"
"hmmmm" sambil mematikan sambungan telepon itu.
Sekarang aku beresin kerjaanku dulu di kantor biar nanti bisa pulang lebih awal, batin Daniel.
Daniel melajukan mobilnya dari tempat itu menuju kantor grup arganta.
"Nana, Yasinta mungkin tidak kembali ke kantor karena sedikit pusing katanya, tolong nanti yang pekerjaan dia kamu siapkan ya, tapi kalau Dodo sudah balik juga tidak perlu"
"baik pak"
Daniel melangkah masuk keruangannya dengan santai.
'Semoga semuanya lancar, aku akan berkumpul bersama dengan anak dan istriku' gumam Daniel lalu mulai menyalakan laptop didepannya.
Entah kenapa Daniel tidak bisa fokus ke kerjaanya, akhirnya dia menghubungi Yasinta juga.
'aku coba chat deh, kalau dia tidur pasti tidak akan membalasnya' batin Daniel
"udah tidur" pesan Daniel, tapi langsung biru berarti di baca.
"ga bisa tidur" dibalas juga
"kenapa, tadi katanya pusing"
"iya, sekarang sudah sedikit enakan, apa aku harus ke kantor"
"ngga usah, aku aja yang kesitu, kita jalan kerumah ketemu om"
"sekarang"?
"masa besok Sinta, ya sekaranglah"
"iya"
"kamu siap-siap ya"
"iya"
Terimakasih untuk setia
Terimakasih sudah like dan coment ya
__ADS_1
I LOVE YOU ALL🙏🤗