
Saat mereka masih berbincang dan bertanya sama Daniel terlihat dua orang perawat mendorong bed yasinta dan dokter Cyntia berjalan disisi bed Yasinta memasuki ruangan VVIP.
"permisi semua pasien mau dipindahkan dulu" ucap salah satu perawat untuk memberikan jalan bagi mereka karena keluarga arganta agak berkerumun.
"oh silahkan" ucap Daniel dan pak Riadi bersamaan.
Tidak berapa lama keluar juga dua box bayi yang didampingi oleh dokter citra.
"Hallo pak Riadi, ini kedua cucunya lucu dan sehat" ucap dokter citra sama pak Riadi sambil menyalaminya.
"hehehe terimakasih citra" ucap pak Riadi sambil melirik kedua bayinya.
"sama-sama pak, tunggu di beresin dulu semuanya didalam baru boleh masuk ya pak" ucap dokter citra berlalu masuk bersama kedua bayi kembar itu.
"iya dok"
"opa, itu adek kami" tanya Loan
"iya sayang, itu adek kalian, cucu opa dan kakek lagi"
"kok mereka di dalam kotak"
"karena mereka baru lahir sayang dan kalau masih di rumah sakit dia harus tidur disitu"
"ohhh apa nanti sudah bisa diajak main kalau dirumah" tanya Leon
"tunggu dia sedikit besar ya nak"
"ohh oke opa"
"busyet bro, nanti kamu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan keempat anakmu" ucap Bram menepuk pundak Daniel.
"iya bro, itu pasti" ucapnya tertawa renyah.
"Daniel mumpung Sinta masih dibawah pengaruh obat bius, mendingan kamu beresin dirimu dulu nak, soalnya takutnya begitu dia sadar nanti pasti kamu sudah harus fokus sama dia, ya minum, ya ke kamar mandi ya menyusui, pasti kamu semua yang bantu karena dia belum bisa bergerak" tutur pak Yusuf.
"iya dan mertua kamu benar, beresin dulu tuh dirimu"
"iya pi, om"
Dengan semangat empat lima Daniel membersihkan diri dan berganti pakaian. Saat dia keluar dari kamar mandi semua keluarganya sedang bercengkrama diruangan VVIP.
"apa kalian sudah siapkan nama untuk kedua cucuku dan"? tanya pak Yusuf dengan semangat.
"sebenarnya kemarin kami sudah sempat bahas-bahas dengan Sinta Pi, tapi belum fix banget"
"nama kembar kan sudah mewakili nama kalian berdua, untuk cucuku yang cewek adalah nama kakek dan opanya" ucap om Riadi.
"nanti kita bicarakan dengan Sinta ya om, emang om mau nambahin apa"? tanya Daniel
__ADS_1
"reganta dibelakangnya. nama belakang pak Yusuf kan regata, kita arganta, jadi kita singkat menjadi reganta"!
"iya om, nanti kalau Yasinta sudah sadar saya tanyakan lagi"
"ya sudah, terserah kalian aja, kalau mau Dantas lagi juga ngga apa-apa"
Karena hari sudah sore pak Yusuf dan pak Riadi ingin pulang dulu untuk ganti baju. Tapi sayangnya kembar tidak mau, mereka tetap kekeh nungguin mamanya sadar dulu baru mau pulang.
Tidak berapa lama Yasinta sadar dan ingin minum, tapi dia baru boleh minum sedikit sesuai anjuran dokter, baru tidak berapa lama boleh minum lagi.
"mama" ucap kembar
"hallo sayang" ucap Sinta masih lemah
"mama sudah bangun, adek kita ada dua ma, mulutnya begini-begini" ucap Loan menunjukkan mulut adik kecilnya seperti mencari asi mamanya.
"oh ya"
"iya ma, lihat deh, lucu banget" ucap Leon
"mereka ngga mau buka mata ma, tapi mulutnya komat Kamit" tambah Loan
"hehehe adeknya memang belum bisa melihat sayang, dan kalau mulutnya itu berarti dia sedang mencari asi mamanya" jelas pak Riadi
Semua orang yang ada diruangan itu diliputi kebahagiaan, termasuk Bram dan Nana.
"Bro, melihat kebahagiaan Lo, gua jadi mikir kapan ya gue bisa begini"?
"ya ampun, oke bro, oke"
"hehehe na, kalau dia sudah ajak kamu nikah cepat kasih tahu" ucap Daniel sama sekretarisnya.
"iya pak Daniel" ucap Nana malu-malu
"kami pamit dulu bro ya, saya masih harus ada kerjaan" pamit Bram
"selamat ya sin, akhirnya tuan Daniel arganta ini memang jodohmu, sekalipun jalanya berliku. Sekali lagi, selamat ya"? ucap Bram sama Yasinta yang langsung diangguki oleh Yasinta walaupun lemah diiringi senyum.
Setelah Bram dan Nana keluar dari ruangan itu, kini giliran pak Riadi, pak Yusuf dan kembar yang pamit pulang.
"ma, pa kami pulang dulu ya, besok kami kesini lagi"
"iya sayang,"
"belajar yang benar ya" ucap Daniel mengusap kepala kedua putranya.
"dan kami pulang dulu, kalau ada perlu apa hubungi rumah ya" ucap pak Riadi
"apa BI Ida perlu menginap disini dan" tanya pak Riadi lagi
__ADS_1
"ngga usah om, saya aja, saya ingin benar-benar jaga mereka" ucap Daniel yakin.
"ya sudah, BI Ida ikut kita pulang aja ya"
"iya tuan" mereka sudah berlalu keluar dari ruangan Sinta.
"papi juga pamit ya nak, soalnya ada Daniel yang jaga kamu. tadinya papi mau ikut jaga kamu disini, tapi takutnya papi ngga kuat malah sakit" ucap papi Yusuf sambil mengusap rambut putri tunggalnya.
"iya pi, makasih ya Pi, sudah selalu nemanin Sinta saat Sinta butuh. papi pulang aja, istirahat takutnya malah papi yang sakit nanti." ucap Sinta yakin.
"iya nak, besok papi kesini lagi ya" ucap pak Yusuf.
"nak Daniel besok pagi papi kesini, kalau kamu ada keperluan besok papi bisa jaga Sinta dari pagi sampai sore, jangan sampai urusanmu juga terkendala" ucap pak Yusuf
"ngga Pi, segala urusan kantor tiga hari kedepan sudah dihandle Dodo sama om Riadi"
"oh ya sudah, kalian baik-baik ya" pesannya sebelum berlalu keluar sambil terlebih dahulu melihat ke box kedua cucunya.
Sekarang hampir semua sudah pulang, tinggal Daniel, dan Dodo beserta Sinta yang tiduran.
"do kamu juga pulang aja, urus kantor aja, kalau ada yang urgent ngga bisa kamu wakili hubungi om Riadi"
"apa bapa bisa sendirian disini"?
"biasanya aku memang ngga suka sendiri do, tapi kalau untuk mengurus anak dan istriku, aku ingin melakukannya sendiri, jadi kamu pulang aja" tutur Daniel serius.
"baik pak, kalau begitu saya pulang"
"oh ya do, tolong berikan bonus buat karyawan di kantor. aku ingin berbagi kebahagiaan, dan untuk kamu nanti aku yang urus sendiri"
"baik pak"
Dan tamu terakhir Dodo pun keluar dari ruangan Yasinta. Daniel kembali tersenyum senang melihat kearah istrinya yang juga sedang menatap kearahnya sambil senyum.
"sayang, terimakasih ya, kamu sudah hadir dalam hidup aku, memberiku banyak kebahagiaan" ucap Daniel serius di dekat wajah istrinya yang masih senyum.
"aku juga sangat bahagia kak, aku ngga pernah berpikir bahwa akan bisa bersamamu lagi, bahkan dalam mimpi pun aku sudah tidak berani bermimpi" ucap Sinta menangis bahagia.
"Tapi sekarang ini sangat nyata, kita berbahagia kak, kita memiliki empat orang anak, cowok cewek, apa masih pantas kita meminta lebih lagi kepada Tuhan kak, sementara semuanya sudah dilengkapi olehNya" ucap Yasinta.
"iya sayang, Tuhan sangat baik sama kita. Walaupun sempat kita mengalami kesakitan yang sangat parah, tapi Dia lagi yang memulihkan kita bahkan lebih" ucap Daniel serius.
Daniel dan Yasinta adalah orang yang pintar bersyukur, sehingga mereka bisa menikmati setiap langkah perjalanan hidup mereka.
Terimakasih
like
coment
__ADS_1
votenya ya