CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 63 AKU YANG SALAH


__ADS_3

"Cukup Iyas, jangan teruskan lagi, hatiku sakit mendengarnya" ucap Daniel sambil mengusap airmatanya.


Yasinta memang langsung diam, tapi ternyata hatinya masih bekerja, terbukti dalam diam itupun airmatanya masih terus mengalir.


"hehh mendengar doank pak Daniel sudah tidak tahan, bagaimana saya yang melakoni pak, saya sampai merasa sudah mati terus sekarang saya berada didunia lain," Yasinta tersenyum tipis


"sekali lagi maafkan saya sin, kamu boleh minta saya melakukan apa saja yang penting kamu maafkan saya" ucap Daniel karena berpikir bahwa Yasinta akan memintanya meninggalkan Cyntia, jadi dengan senang hati dia akan lakukan. tapi jawaban Sinta malah hambar.


"aku tidak minta apa-apa kak, aku sudah memaafkan mu, tapi untuk kembali bersama sudah terlambat. Aku sudah lelah mengharapkan itu sembilan tahun yang lalu. Aku selalu berharap ada keajaiban agar kakak datang membawaku keluar dari semua itu. Aku selalu berharap seorang kak Daniel datang disaat aku tidak bisa tidur malam hari karena aku lapar. sedih kan...tapi Semua itu nyata aku alami, aku selalu berharap sampai harapan itu aku kubur pak Daniel, jadi tolong jangan ungkit lagi, karena itu sama aja akan membuatku jadi ingat kembali masa lalu itu",


Daniel terdiam, karena semua yang Yasinta ucapkan benar adannya. Dia pantas dibenci Yasinta, dia pantas untuk tidak dianggap oleh Yasinta. Apalagi dengan semua derita Sinta yang dia buat.


"Sinta, lalu bagaimana dengan anak-anak" tanyanya lemah, berharap hati Yasinta luluh kalau bawa nama anak-anak. Tapi Sinta malah menarik nafas panjang.


"Sebenarnya tadinya saya tidak akan memberitahukan keberadaan mereka sama pak Daniel, sampai mereka tahu sendiri, saya akan membesarkan mereka sendiri. Biarlah suatu saat kalau sudah besar mereka cari papanya sendiri. Tapi berhubung sekarang pak Daniel sudah tahu, saya tidak boleh egois sama anak-anak saya, tapi kalau sampai ada sesuatu terjadi yang mengganggu anak-anak saya akan pastikan membawa mereka lebih jauh lagi dari ini",ucap yasinta tegas.


"Iyas, bagaimana kalau kita mulai dari keterbiasaan. Saya tidak akan memaksa kamu untuk menerimaku sekarang, begitupun anak-anak, tapi aku mohon buka hatimu untuk itu dan juga buka aceesku untuk bertemu anak-anak setiap saat."


"itu sama aja aku akan menyerahkan anak-anak sama kamu, tidak semudah itu pak Daniel", ucap Yasinta yang memanggil Daniel berubah-ubah, kadang pak, kadang kakak.


"maksudmu"?


"Pak Daniel sekarang kaya, semua bisa dibeli termasuk perhatian anak-anakku.Mereka pasti tertarik dengan kemewahan dunia anak yang pak Daniel tawarkan, tapi jangan lupa pak Daniel kasih sayang yang tulus itu tidak bisa dibeli pakai apapun, saya yakin perjuanganku selama ini sudah mendarah daging di tubuh anak-anakku" tandasnya.


"aku sama sekali tidak ingin merebut anak-anak Iyas"


"syukurlah, karena kalau itu terjadi akupun tidak akan hidup lagi" jawab Yasinta sarkas


"kok kamu ngomongnya begitu"


"karena anak-anak adalah hidupku, kalau aku kehilangan mereka berarti aku sudah tidak hidup" ucapnya masih menerawang tidak menatap lawan bicaranya.

__ADS_1


"Baiklah Iyas, saya tidak akan memaksa kamu, tapi izinkan aku sedikit berguna dalam hidup anak-anakku ya" mohon Daniel lagi akhirnya, Daniel sadar sekarang Yasinta tidak bisa diajak bicara, ini terlalu cepat apalagi dengan kejadian Minggu kemarin diulang tahunnya, pasti hatinya masih sakit.


"Sekarang ayo kamu istirahat, kamu masih kurang fit" ucapnya sambil menyodorkan tangan menggapai Yasinta.


"hmmm" jawab Yasinta sambil bangkit berdiri.


Yasinta masuk ke dalam diikuti oleh Daniel. Didalam terdapat dua orang tua yang hampir sebaya yaitu pak Yusuf dan pak Riadi sedang nonton televisi kecil itu.


"Kalian hanya berdua, mana kembar" tanya pak Riadi sementara pak Yusuf dari tadi banyakan diam, menjawab hanya bila ditanya.


"iya om, anak-anak lagi muter-muter komplek sama Dodo" Daniel yang jawab.


"kenapa om ngga diajak, om juga ingin muter-muter sama kembar"


"tadi tiba-tiba aja Dodo punya ide om"


"terus kalian berdua darimana"


"ohhh iya kalian harus bicara dari hati ke hati, jangan ada salah faham lagi, bukan begitu pak Yusuf"


Pak Yusuf mengangguk, dia tidak berani menatap wajah Daniel, padahal Daniel sendiri hatinya sudah lapang bahkan mungkin sudah lupa dengan kejadian dulu apalagi dengan kehadiran kembar.


"terus rencana kalian berdua gimana, kalian harus mengutamakan kepentingan kembar ya, jangan ego masing-masing"


"Daniel kamu juga harus minta maaf sama pak Yusuf, dia sudah membesarkan anakmu sampai sebesar itu", ucap pak Riadi.


Sejujurnya Daniel tidak keberatan untuk itu, tapi dia lagi mikir dan menyusun kata-katanya yang tepat, supaya tidak ada lagi salah paham. Cuma pendapat Yasinta beda lagi, dia malah mikir kalau Daniel enggan minta maaf sama papinya, Daniel mikirnya terlalu lama.


"tidak usah om, pak Daniel tidak salah kok, cuma papi dulu salah ambil keputusan" potong Yasinta. Sementara menurut pak Yusuf dia harus minta maaf sama Daniel, karena itu dulu kesalahan dia.


"iya pak riadi, Daniel ngga pernah salah, waktu itu mungkin karena keadaan membuat aku egois, aku yang salah, nak Daniel maafkan papi" ucap pak Yusuf sambil bangkit setengah duduk seperti bersimpuh membungkuk dihadapan Daniel. Mereka semua kaget dengan perbuatan pak Yusuf terutama Yasinta. Dia kaget papinya sampai berlutut minta maaf sama Daniel, ini yang dia tidak suka, ini yang dia hindari. Apalagi dengan posisi Daniel sekarang, sinta masih berpikir kalau nanti keluarga Daniel menilai papinya mata duitan.

__ADS_1


"papi" cegah Yasinta dengan suara agak keras,


"Jangan bersimpuh sama orang Pi, papi memang salah tapi bukan berarti orang lain semua sudah benar" tegas Yasinta penuh tekanan.


Pak Riadi yang melihat semua itu semakin kagum sama Yasinta.


'kamu memang layak diperjuangkan sinta' batinnya.


"Benar pak Yusuf, dulu mungkin bapak salah mengambil keputusan, tapi semua itu tidak ada yang kebetulan, sudah ada campur tangan yang maha kuasa disana. Daniel juga pasti melakukan kesalahan, daniel kamu yang lebih muda harus minta maaf"


"Baik om"


"papi tolong maafkan saya, yang sudah menelantarkan Yasinta karena kebodohan saya, Kalau boleh kedepannya saya ingin menebusnya Pi, saya ingin membahagiakan Yasinta Pi, tolong izinkan saya" mohon Daniel sekarang berlutut dihadapan pak Yusuf.


"bangun nak, kamu ngga salah papi yang salah, papi yang menghancurkan hubungan kalian sampai akhirnya Yasinta yang menderita. Tapi Tuhan sudah menghukum papi, dengan papi menyaksikan kesengsaraan yasinta didepan mata papi, tapi papi ngga bisa berbuat apa-apa malah hanya bisa nyusahin. maafkan papi", ucap pak Yusuf dihadapan Daniel, Daniel yang sedikit hatinya sudah terbuka langsung memeluk mertuannya.


"Daniel juga salah Pi, Daniel salah" akhirnya mereka bertangisan berempat menyaksikan itu.


"Iyas, didepan papi dan om Riadi, saya ingin minta maaf sama kamu, tolong maafkan saya"


"saya sudah memaafkan mu kak, tadi kan saya sudah bilang" ucapnya masih berlinang airmata.


Daniel mengangguk, memang gada gunanya memaksa Yasinta sekarang, dia harus pelan-pelan.


"iya sin, terimakasih sudah memaafkan aku"


"jadi bagaimana kesepakatan kalian, kalian akan bersama lagi kan" tanya om Riadi penuh harap.


"Tidak segampang itu om, kami jalani dulu aja, Yasinta juga harus ngomong pelan dengan anak-anak. Biarlah kami mulai dengan saling menerima dan saling terbuka dulu" ucap Daniel menjelaskan.


Hai readers, tidak pernah cape author minta like dan commentnya ya, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2