CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 121 KEINGINAN BAYI 21+


__ADS_3

Area 21+


Harap bijak dalam membaca, 🙏


Sementara dirumah Daniel sore ini, Daniel dibuat pusing oleh Yasinta. Dia ngambek karena dia menganggap Daniel sudah tidak tertarik sama dia, Daniel mungkin aja sudah melirik cewek lain, soalnya Daniel tidak pernah mengajaknya bercinta lagi.


Daniel pun bingung menghadapi istrinya karena tidak tahu letak kesalahannya.


"sayang, jangan marah lagi ya, sekarang makan malam dulu baru nanti jelasin apa salah aku, oke" bujuk Daniel dengan sangat sabar


Yasinta langsung melangkah keluar dari kamar menuju meja makan. Ternyata kembar dengan yang lain sudah selesai makan malam, hanya tinggal Daniel dan Yasinta yang belum.


"ayo kamu mau apa, aku ajah yang ambilin" Yasinta diam dan cemberut.


"kalau mau nambah bilang ya sayang, Kamu harus makan banyak, supaya abak-anak kita tidak kekurangan gizi" ucap Daniel sambil menyerahkan piring makanan Yasinta.


"iya supaya aku makin gendut banget dan jelek" ucap Sinta makin emosi. Daniel sedikit kaget.


"sayang, emangnya kalau gendut kenapa"? goda Daniel berniat becanda tapi malah berbeda ditanggapi oleh Sinta.


"iya kalau aku gendut kakak cari cewek diluar kan" ucapnya sudah menangis


"astaga sayang, ngga ada begitu. kamu harus percaya Kaka ya, ehhh anak-anak papa jaga mama ya, bilang jangan mudah emosi",


"tuh kan pamit mau pergi" ucap Sinta makin ngawur. Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sayang, makan dulu ya, nanti kita bicara di kamar" dengan telaten Daniel menyuapi Yasinta. Sekarang bobot Yasinta memang naik, apalagi karena kehamilannya kembar. usia kandungan enam bulan sudah terlihat seperti mau lahiran.


"udah" ucap Sinta


"ngga mau nambah lagi" tanya Daniel


"ngga"


"ya sudah, minum dulu"


Setelah minum Daniel mengajak Sinta ke kamar mereka.


"kamu mau nonton atau mau main medsos" tanya Daniel setelah Sinta duduk dipinggiran tempat tidur.


Yasinta diam, dia tidak menginginkan keduannya. Entah kenapa sekarang ini dia ingin sekali disentuh Daniel.


"sayang, kalau ada sesuatu dalam hatimu ungkapkan ya, jangan di pendam" bujuk Daniel sabar


"huk huk huk kakak ngga ngerti" ucapnya langsung berdiri membuat Daniel makin bingung. Tapi dia harus ekstra sabar, dia tidak mau anak-anaknya yang terganggu.


"makanya katakan sama Kaka oke, jangan sungkan-sungkan" ucap Daniel menangkup kedua pipi Yasinta dan mencium bibirnya. Yasinta mulai berbinar saat Daniel mengecup bibirnya. Daniel melihat itu sangat senang, dia kecup lagi bibirnya, lagi pipinya. Yasinta semakin senyum malu-malu tapi wajahnya merona.

__ADS_1


Daniel semakin semangat mencumbu Yasinta, apalagi posisi Yasinta yang ada dipinggiran tempat tidur dan Daniel masih berdiri.


"apa kamu kangen Kaka manjakan dengan sentuhan" tanya Daniel lembut, dan dengan malu-malu Yasinta mengangguk.


"ya ampun sayang, kamu tahu ngga tiap malam kakak cape menuntaskannya dikamar mandi karena kakak pikir kasihan kamu lagi cape, kalau kakak tahu kamu suka kakak akan memakanmu pelan-pelan tiap malam."


Yasinta mencium bibir Daniel dengan lembut, tentu saja itu sudah membangkitkan gairah Daniel. Dari pernikahan mereka dulu sampai sekarang Sinta tidak pernah inisiatif duluan mencium Daniel. Hal ini tidak akan disia-siakan oleh Daniel, dia langsung menyambut ciuman Yasinta dengan penuh nafsu.


Ternyata tidak sampai disana ulah Yasinta, dia langsung menarik turun celana kolor Daniel sehingga terlihatlah sesuatu yang menegang disana. Sinta sangat senang, dia menarik junior Daniel keluar sarangnya dan mengelus-elus dengan kedua tangannya. Daniel yang tak menyangka akan hal ini, ingin rasanya berteriak memanggil nama Sinta karena menikmati sentuhan Yasinta. Tapi bukanya berteriak Daniel malah mendesah menyebut nama Yasinta.


Yasinta belum puas mengelusnya, dia masih ingin mengelus-elus dengan tangannya. Tapi Daniel sudah tidak tahan, akhirnya dia juga menyerang Yasinta. Dia mengangkat Yasinta untuk berdiri lalu menarik daster yang besar dan sangat longgar itu. sekali tarik terlihatlah tubuh Yasinta dengan perut buncitnya. Daniel menciumi seluruh bagian perut Yasinta lalu mendudukkannya kembali.


Sekarang Daniel yang ingin memanjakan Yasinta, dia mengusap-usap punggungnya.


Sementara mulut Daniel sibuk didada Yasinta. Yasinta ternyata sangat menikmati sentuhan-sentuhan Daniel sehingga Daniel makin bersemangat. Wajah Yasinta terlihat merona merah dan kadang-kadang malu-malu, tapi terlihat sangat bahagia.


""sayang ini makin besar" ucap Daniel sambil menghisap sesuatu didada Yasinta.


"hmmmm namanya juga hamil sayang" ucap Yasinta yang masih menikmati.


"ohhhh" ucapnya disela-sela kesibukannya


"jadi jelek ya" ucap Sinta


"jadi sexy sayang, membuatku ngga bisa berhenti, ingin setiap waktu aku sentuh dan sesap" ucapnya lagi membuat Sinta makin malu da n wajahnya merona merah.


"aku tahan diriku sayang, aku lihat mood kamu lagi tidak bagus, aku takut berdampak sama anak kita"


"justru aku uring-uringan karena kangen kakak" ucap Sinta malu.


Daniel senang mendengar ucapan Yasinta, dia kembali menciumi seluruh bagian tubuh Yasinta. perlahan dia mengatur posisi Yasinta untuk aman buat mereka sesuai anjuran dokter.


Daniel sangat puas dalam permainan kali ini, dia juga sedikit lebih berani karena Yasinta juga terlihat sangat menikmati dan rileks.


"apa begini sakit sayang" ucapnya disaat dia hampir mencapai *******


"enak" malah jawab Yasinta. Daniel tersenyum senang mendengarnya sehingga dia menuntaskan permainan mereka dimalam ini.


"kamu sangat nikmat sayang"


"walaupun kayak ikan buntal"


"hehehe kamu tetap yang tercantik bagiku dan kembar-kembar kita ini sudah bukti kuatnya ikatan cinta kita" ucap daniel


"sayang ayo mandi dulu ya" ajak Daniel membantu Yasinta duduk dengan posisi mereka masih sama-sama tanpa busana.


"hmmmmmm"

__ADS_1


Yasinta lalu turun pelan-pelan dan dituntun oleh Daniel.


begitu sampai di kamar mandi Daniel menuntunnya ke shower.


"di shower aja ya, sudah malam, di bath up nanti takut kedinginan setelahnya" ucap Daniel memprotek Yasinta.


"hmmmmm"


Dengan telaten Daniel memandikan istrinya, lalu setelah selesai barulah Daniel juga mandi.


"sayang ini bajumu" ucap Sinta melihat Daniel sudah keluar dari kamar mandi


"untuk sekarang kamu jangan terlalu maksain buat siapin pakaianku dulu ya, kamu lagi hamil, tugasmu yang utama menjaga anak-anak kita dulu, baru menyenangkan suami. Sekarang biarkan aku yang memanjakan kalian dulu, kamu dan anak kita." ucap Daniel sambil mengenakan pakaian rumahnya lalu mengecup kening istrinya.


"hmmmm"


"apa kamu merasa ada sesuatu yang sakit" tanya Daniel


"ngga, tapi..."


Daniel mengernyitkan alisnya,


"tapi apa sayang?"


"hehhh aku lapar" ucap Sinta malu-malu


"ohhh iya, kamu mau makan apa"? dia sudah tebak akan lapar karena tadi makannya dikit.


"nasi goreng aja"


"sebentar saya bilang BI Ida ya"


"hmmmm" Daniel melangkah buru-buru keluar dari kamar. Tidak berapa lama dia sudah balik lagi, sementara Yasinta sedang mengoles sedikit bedak diwajahnya membuat dia sangat cantik malam ini.


"sayang kamu cantik banget, anak-anak papa lagi lapar ya, tunggu bentar ya"? ucap Daniel diperut sinta sementara Yasinta hanya senyum-senyum.


"ya laparlah tadi mamamu ngambek, makanya dikit ternyata dia kangen permainan papa" ucap Daniel lagi sengaja menggoda Yasinta.


"itu keinginan dedenya" kilah yasinta


"oh ya, ayoh kita tunggu di meja makan" ucap Daniel menuntun Yasinta untuk keluar. Sebenarnya Yasinta bisa kok sendiri, tapi selama hamil jangan ditanya protektivnya Daniel, dia selalu menuntun Yasinta dengan berbagai kekhawatirannya.


Hai readersku yang baik


Jangan lupa like dan coment ya


Terimakasih🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2