CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 47 KHAWATIR


__ADS_3

Hai readers, jangan bosan-bosan kasih like ya. terimakasih. I LOVE YOU ALL🙏🤗


"Bagaimana keadaan teman saya dokter" tanya Dodo begitu melihat dokter yang menangani Yasinta selesai memeriksa Yasinta.


" teman anda tidak apa-apa, tidak ada sakit yang serius, dia sepertinya sangat kecapean aja dan perlu istirahat dulu, ditambah lagi dia mungkin banyak beban pikiran."


"syukurlah, dia baik-baik aja"


"kita lihat dulu sementara ya pak, kalau nanti dia sadar baru bisa kita pastikan bisa pulang atau rawat inap"


"baik dokter," Dodo langsung mendekati bed Yasinta sementara supir kantor itu menunggu diluar ruang UGD.


Sementara ditempat lain Daniel sudah selesai bertemu dengan orang suruhannya. Dari data yang mereka peroleh ternyata benar Diandro itu pernah mengejar Yasinta sewaktu SMA, dan dia ada dendam dengan Yasinta.


Terakhir Daniel menegaskan untuk menemukan tangan kanan pak Yusuf regata dulu untuk memastikan kebenaran mengenai perpindahan kepemilikan perusahaan papinya Yasinta.


"kita langsung ke kantor pak"


"baik pak" ucap sang supir sambil menutup pintu mobil untuk Daniel.


'Kalau aku langsung ke kantor dan ketemu Yasinta, apa yang harus aku lakukan ya, apa aku membebaskan dia aja dari finalty kontrak itu dan membiarkan dia kembali ke pabrik, tapi gimana kalau dia malah resign dan menghindari aku. Tidak, tidak itu tidak bisa terjadi, dia harus tetap dalam pantauanku sampai aku tahu kepastian anak itu' batin Daniel


"pak kita ngga jadi ke kantor dulu, saya ingin makan siang dulu, didepan ada restoran J pak, kita kesana dulu"


"baik pak" ucap sang supir sbil fokus menyetir.


'aku minta Dodo kesini deh, daripada makan sendiri' batin daniel


dddrrrtt ddrrrt ddrrrt


panggilan Daniel tidak didengar oleh Dodo karena dia fokus dengan penanganan Yasinta tadi sementara handphonenya ada disaku jasnya. Dan lagi pula bosnya sudah bilang akan ke kantor agak sore, jadi Dodo kurang menghiraukan handphonenya.


'lho kok Dodo tidak mengangkat panggilanku sih'


'mungkin dia lagi dikamar mandi kali'


'atau sedang keluar ruangan, nanti dia pasti telepon balik'


Tapi hampir sepuluh menit berlalu dan mereka sudah dekat dengan restoran itu, Dodo ngga telepon balik. Akhirnya Daniel telepon Nana, dia agak sungkan telepon Yasinta.


dddrrrtt ddrrrt ddrrrt

__ADS_1


"halo, selamat siang pak"


"siang, Nana bilang Dodo jawab telepon saya"


"maaf pak, mungkin pak Dodo lagi ngga fokus karena..." Nana agak menggantung ucapannya.


"Dodo kenapa, tadi dia ke kantor kan"


"iya pak, pak Dodo tadi ke kantor"


"terus"


"tadi Yasinta pingsan pak, terus pak Dodo sama supir bawa ke rumah sakit, karena klinik kita belum beroperasi"


"Yasinta pingsan" Daniel sangat kaget dan khawatir


"iya pak"


"terus Dodo bawa ke rumah sakit mana"


"belum tahu pak, pak Dodo belum menghubungi kantor, mungkin masih sibuk mengurus Yasinta dulu kali pak"


"pantas dia ngga jawab teleponku"


"hmmmm segera kabari saya"


"baik pak"


Lalu Nana menghubungi supir yang tadi membawa Dodo dan Yasinta. Tidak lupa dia bertanya tentang keadaan Yasinta lalu dia segera menghubungi balik bosnya.


drrrttt dddrrrtt ddrrrt


"halo Nana"


"hallo pak, kata supir mereka di rumah sakit Cm, dan Yasinta masih ditangani dokter di UGD, apa bapak mau telepon pak Dodo lewat pak supir, karena pak Dodo katanya masih didalam ruangan UGD pak sementara pak supir kita diluar"


"ya sudah, ngga usah" Daniel langsung memutuskan sambungan telepon itu.


"pak kita tidak jadi ke restoran ini, kita kerumah sakit CM dulu, Dodo sedang disana"


"baik pak" sang supir tidak banyak bertanya hanya menjalankan tugasnya.

__ADS_1


Tidak sampai setengah jam mereka sudah sampai dirumah sakit yang dimaksud. Daniel langsung menuju ruang UGD. Bersamaan dengan itu Dodo baru aja keluar dari ruangan UGD, niatnya ingin menghubungi bosnya pak Daniel, tapi ternyata malah bosnya sudah ada didepan pintu.


"Bagaimana keadaannya" Daniel sudah tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya mendengar Yasinta tadi pingsan.


"Dia barusan sudah sadar pak, saya mau minta tolong supir kita beli minum keluar"


"pak tolong belikan air mineral sebentar, ibu yasintanya sudah sadar ingin minum" ucapnya kepada sang supir sambil memberikan uang biru satu lembar.


"kenapa bisa pingsan" Daniel langsung menghujani Dodo dengan pertanyaan karena rasa penasarannya.


"baiknya kita duduk disana dulu pak," ucap Dodo kepada bosnya. Daniel cepat melangkah ke kursi panjang itu dan duduk, dia ingin segera mendengar cerita Dodo tentang Yasinta.


"Kata dokter Sinta bsik-baik aja pak, dia hanya perlu istirahat. kayaknya dia stres terus tadi pagi belum sarapan. Tapi dokter minta barusan dia rawat inap aja dulu, karena sepertinya tubuhnya kurang nutrisi"


"hahhh kok bisa kekurangan nutrisi" tanya Daniel terlihat bodoh, karena Dodo pastilah tidak tahu kenapa dia kurang nutrisi. Tapi Dodo berusaha mengerti bosnya dan masih memberi pendapatnya.


"bisa aja karena masalah kemarin dia jadi agak stress pak, terus jadi lupa makan, tanpa dia sadari sudah kekurangan nutrisi"


Daniel terlihat termenung, dalam hati dia ada penyesalan dan rasa bersalah.


'kenapa di hari ulang tahunnya, yang harusnya penuh kebahagiaan dia harus melihat kesedihan dan kehancuran hati Yasinta. Dan kenapa kebencianku sama Yasinta tidak berhasil membuatku tertawa melihat dia hancur dan tersakiti. Kenapa malah aku yang lebih hancur hatiku'


"aku harus bagaimana do, aku telah menyakiti Yasinta terlalu dalam. Kenapa semakin aku melihat kehancurannya aku semakin hancur do, hatiku sakittt" ucap Daniel menunduk


"maaf pak, mungkin sebenarnya bapak masih sangat mencintai Yasinta, tapi bapak bungkus dengan dendam bapak. Sehingga setiap Yasinta merasakan sakit bapak juga merasakan sakit. walaupun berusaha bapak tutupi, tapi tetap aja berasa sakit. Atau bisa jadi juga itu pertanda sebenarnya bapak sama Yasinta itu berjodoh pak, cuma jalanya sangat berliku" ucap Dodo bijak.


"ini air mineralnya pak" ucap sang supir sudah ada dekat bos perusahaan tempat dia bekerja.


"oh iya pak, tolong berikan sama Yasinta ya, masuk aja" perintah Dodo


"apa aku harus melihatnya lemah lagi do, apa yang harus aku ucapkan do" tanya daniel lemah


"terserah bapak aja, tapi yang pasti dia sudah agak baikan. Maaf pak, saya juga takut Yasinta tidak siap menerima kunjungan bapak, sehingga membuat dia stress dan takutnya tambah lemah dan down"


"iya kamu benar do, pasti kehadiranku saat ini sangat mempengaruhi emosinya. aku juga faham kok, jadi mendingan kamu yang urus ya, kamu tidak usah ke kantor, saya yang akan ke kantor, berikan dia pelayanan terbaik"


"baik pak"


"kalau ada hal sekecil apa pun tolong kamu beritahu saya"


"baik pak"

__ADS_1


"oh ya satu lagi, beri dia ruangan VIP, masukkan ke rekening pribadi saya tagihannya, tapi bilang itu ditanggung kantor" Daniel yakin Yasinta pasti pakai kelas yang paling murah kalau disuruh bayar.


"baik pak"


__ADS_2