
Hampir pukul sepuluh malam Yasinta dan Daniel tiba dikostan Yasinta. Ternyata masih ada Dodo menunggu tuannya didepan sedang santai bersama satpam dan beberapa penghuni laki-laki.
"ehhh pak Dodo disini, tumben, ada apa ya pak"?
"hehhhh itu Bu Sinta, tadi saya..." ucapnya menggaruk kepala.
"tadi saya yang menyuruh dia kesini, untuk beresin barang-barang kamu" ucap Daniel
"ohhh begitu, ngga jadi pak Dodo, besok saya masih kerja dikantor pusat, sambil berjalan dulu satu bulan ke depan. maaf pak sudah merepotkan bapa", karena dikira Yasinta Daniel menyuruhnya bantu untuk pindahan ke kota T.
Dodo masih bingung, dia melirik Daniel dan menggaruk belakang kepalanya.
"sin, nanti aku jelasin, do yang mana"?
"yang ini pak, yang didepan"
"ayo" Daniel menarik tangan Yasinta memasuki kamar kost-an mewah itu.
"maksudnya" Yasinta bingung melihat pembicaraan mereka.
"nanti aku jelasin, ikut aja aku dulu" jawab daniel
"lho kita mau kemana"? tanya Yasinta bingung tapi harus ikut Daniel karena Daniel sudah menggenggam erat tangannya.
"ini kamarmu sekarang, kantor yang bayar" ucap Daniel begitu di depan kamar kost yang mewah dan besar itu.
"ngga ah, ini terlalu mewah, mending ngontrak rumah deh,"ceplos Yasinta
"ohhh kamu mau rumah" tantang Daniel
"ehhhh ngga ngga ngga, kamarku tetap yang lama aja, itu baru aku perpanjang kok"
"itu sudah diakumulasikan kesini Yasinta" ucap Daniel juga
"tapi kenapa harus kamar mewah begini kak Daniel, sayang uangnya" Sinta juga ngotot.
"nggada penolakan, ini fasilitas kantor, yang penting kamu nanti bekerja keras membangun perusahaan" Yasinta akhirnya terdiam, Daniel sudah kembali seperti dulu kalau dia anggap benar dia akan mendominasi Yasinta yang cenderung banyak pertimbangan.
"terus ini dipotong gaji ngga"? tanya Yasinta polos agak ceplos
"iya potong gajilah, jaman sekarang emang ada yang gratis, nggada" ucap Daniel mengulum senyumnya mendengar pertanyaan Yasinta.
"tapi aku ngga minta kak daniel, daripada kamar kost ku mewah begini mending duitnya buat kembar nabung", ucap Yasinta lagi.
"Iyas, ini ngga potong gaji, jadi gaji kamu masih bisa dinikmati kembar. Tenang aja, aku hanya ingin sekali-sekali kita ajak kembar nginap di kota J. Aku tahu kamu ngga suka kan aku bawa kembar kerumahku, makanya aku ambil kamar ini kalau sewaktu-waktu kembar nginap", jelas Daniel serius sambil menatap mata Yasinta dan memegang kedua bahunya.
Yasinta hanya terdiam menatap Daniel juga, pertahanannya sudah roboh untuk tidak berharap dan tidak jatuh cinta sama Daniel.
Sejujurnya tatapan cinta Daniel adalah kelemahan Yasinta. Apalagi hatinya langsung bergejolak di dalam dan jantungnya berpacu lebih cepat kalau menatap Daniel. Apa lagi saat ini jarak mereka sangat dekat dan Daniel seolah-olah tidak memberi celah buat Yasinta untuk menolak perhatiannya dan berkata tidak untuk semua yang dia lakukan.
__ADS_1
Entah sejak kapan Dodo juga sudah mengikuti mereka ditempat itu.
Yasinta sudah jatuh, sudah jatuh pada pesona Daniel, walaupun dia tahu akan sangat banyak rintangan.
"Do, besok kamu siapin kasur lantai disini ya, buat kembar main pas berkunjung"
"baik pak"
"sekarang kamu boleh pulang" perintahnya
"tapi bapak gimana nanti"
"saya sendiri aja, kamu langsung istirahat aja, besok kerja" perintahnya lagi.
"baik pak, oh iya Bu Yasinta, barang-barangnya semua ada dikamar. tadi kami buka kamarnya dengan pak satpam"
"saya jadi ngga enak pak Dodo"
"ngga apa-apa Bu, tadi juga saya minta Inah kok menata dikamar"
"Inah siapa"
"asisten rumah tangga di rumahku, tapi disana tugasnya hanya menyiapkan keperluan om Riadi"
"ohhh, terimakasih banyak ya pak Dodo, sudah merepotkan"
"dia sudah biasa repot, iya kan do" malah Daniel yang menjawab sambil melirik Dodo membuat Yasinta makin ngga enak.
'iya, bos yang jatuh cinta aku yang repot emank. bos yang bahagia menemukan keluarga barunya aku yang harus kerja keras untuk cari rumah dan ini itu buat mereka' batin dodo
"iya Bu Sinta ngga apa-apa, kalau ibu perlu sesuatu hubungi saya aja" ucap Dodo menawarkan diri.
"apa"??? ngapain dia cari kamu Dodo, dia tinggal telepon saya" ucap Daniel menatap tajam Dodo.
'busyet si bos udah bucin akut nih..baru kali ini lihat dia posesif. kalau dulu urusan non Cyntia malah aku Mulu yang berurusan. memang ya cinta itu buat orang bingung kadang' batin dodo
"iya maksud saya, kalau ibu Yasinta ngga bisa menghubungi pak Daniel bisa telepon saya pak" ucap Dodo berusaha menjelaskan.
"terus kamu selalu bisa gitu" tanya Daniel tajam
'waduh kok salah lagi sih, gimana nih' batin Dodo.'
"ya sudah kalau begitu saya pamit dulu Bu Yasinta." ucap Dodo akhirnya
"iya pak, terimakasih banyak ya" ucap Yasinta tulus
"sama-sama Bu"
Dodo berlalu dari kamar itu, dan Daniel langsung duduk disofa yang ada diruangan itu.
__ADS_1
"Kamu kurang apa lagi bilang aja, televisi kali ya"
"ngga usah kak, saya juga jarang nonton. pulang kerja, mandi, telepon kembar, tidur. Jarang nonton televisi"
"tapi kalau kembar kemari, kan perlu tv"
"itu lihat nantilah kak"
"ya sudah" ucap Daniel.
Yasinta langsung melihat kamar tidurnya yang semua serba bagus, kasur dan lemarinya masih bagus banget.
Daniel ternyata mengikuti Yasinta dari belakang melihat kamar Yasinta. Bagi Daniel tentu kamar ini masih sederhana dibanding kamarnya dirumah mewahnya.
"gimana, kamu suka"?
"suka banget kak, tapi aku rasa ini berlebihan" ucap Sinta
"gada yang berlebihan buat kamu sin, ya sudah kamu istirahat, aku juga ingin balik, sampai ketemu besok dikantor" ucap Daniel
"iya pak" ucap Yasinta karena sedang bicara kantor.
"apa, pak, mulai sekarang saya larang kamu memanggil saya pak kecuali diruang meeting dengan klien, di kantor juga kak aja, kalau mau ganti boleh tapi jangan bapak"
"kalau kamu melakukan itu maka saat itu juga aku akan menciumi didepan semua orang. jadi jangan sampai kamu salah"
"kok kak Daniel sekarang mesum ya dan pemaksa lagi" ucap Yasinta asal, tapi Daniel langsung menanggapi serius.
"karena aku sudah sangat kangen sama istriku, istriku yang canti, pintar dan selalu optimis, yang telah dengan bangga memberikan segala kesuciannya padaku. aku yang pertama mencium bibirnya, aku yang pertama menyentuhnya, aku sangat bangga jadi orang yang pertama baginya." kenang Daniel lalu dia duduk disofa lagi.
"entah kapan aku bisa merasakan hangatnya mendekap istriku tercinta, aku kangen banget, dia dekat tapi seolah-olah jauh karena belum bisa kugapai. Dan sekarang dia sedikit kurang optimis.Tapi aku akan menunggu dan aku akan sedikit memaksanya mungkin untuk hanya optimis mencintaiku" lanjut Daniel
'apa yang dibilang kak Daniel itu aku, katanya istri, yang pernah jadi istrinya hanya aku, setelah itu dia belum pernah menikah lagi,batin Yasinta. '
"sin, tolong jangan tutup hatimu, jangan bekukan hatimu sin. Aku tahu aku salah, tidak gampang memaafkan aku, tapi aku berjanji padamu akan memberikan yang terbaik yang aku bisa." Daniel sudah menjatuhkan badanya dihadapan Yasinta.
"jangan begini kak, kak Daniel jangan terus-terus minta maaf" ucap Yasinta dan meraih tangan Daniel.
"sekarang mendingan kak Daniel pulang, besok schedulemu sangat banyak, aku tahu dari nana, lain kali kita bicara lagi" bujuk Yasinta akhirnya.
"baiklah, aku pulang, kamu istirahat ya. Besok kamu ikut aku ke kota B, kamu kan sekretarisku" ucap Daniel tidak bisa dibantah.
"hahhhhh"
Terimakasih untuk like koment dan votenya.
Terimakasih masih setia menunggu kelanjutannya.
Maaf kemarin tidak up date, karena anak istimewaku lagi rewel banget.π
__ADS_1
I LOVE YOU ALLππ€